Tanaman Indigofera, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Indigofera
Tanaman indigofera dikenal karena memiliki kandungan indigo yang dapat menghasilkan warna biru hingga hijau. Dengan demikian tanaman ini eksis pada home industri tekstil sejak dahulu sebagai pewarna pada bahan.

Walaupun dapat ditemukan pada lahan pertanian liar, namun tumbuhan ini juga bermanfaat sebagai pakan ternak yang diketahui mengandung nutrisi tinggi. Oleh karena itu, saat ini sudah mulai banyak yang membudidayakannya karena memiliki nilai yang tinggi sebagai bahan pangan.

Tanaman Indogofera

Tanaman indigofera dikategorikan sebagai pohon terbesar dari genus legum yang diperkirakan saat ini varietasnya sebanyak 700 spesies. Dari sekian banyaknya spesies 45 jenis indigofera tersebar di wilayah tropis. Kebanyakan dari spesies indigofera adalah tanaman semak, namun beberapa diantaranya adalah pohon herba.

Indigofera memiliki nama lain yaitu tarum, tanaman ini dibawa oleh orang-orang bangsa Eropa ke Indonesia. Jenis-jenis dari indigofera mampu tumbuh pada ketinggian 0 meter sampai 1650 meter di atas permukaan laut. Sama seperti tanaman lain, indigofera akan tumbuh subur pada tanah yang gembur dan kaya akan unsur hara.

Klasifikasi Indigofera

Adapaun untuk klasifikasi ilmiah yang ada dalam tanaman nila yang juga dikenal indigofera antara lain sebagai berikut;

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Fabales
Family Fabaceae
Genus Indigofereae
Spesies Indigofera sp

Ciri Morfologi Indigofera

Indigofera merupakan tanaman dari kelompok kacangan (leguminosa) dari genus indigofera. Pohonnya berukuran sedang, tumbuh tegak, dan mempunyai cabang yang banyak. Tanaman indigofera memiliki ciri khas yaitu bagian daunnya yang berwarna hijau terang dan ketika berumur 12 bulan berbunga dengan warna ungu.

Tanaman indigofera mudah dikenal dari ciri morfologi seperti yang sudah disebutkan. Walaupun masih ada banyak ciri lain yang dapat disimak pada uraian di bawah ini.

  1. Daun

Daun tanaman indigofera tersusun berseling, umumnya bersirip ganjil dan banyak juga ditemukan dengan beranak daun tiga atau tunggal. Bentuk daun adalah lonjong memanjang dengan ukuran sekitar 6,93 cm dan lebar 2,49 cm. Daun indigofera berwarna hijau muda atau hijau tua.

  1. Bunga

Bunga tanaman indigofera tersusun dalam bentuk tandan. Definisi bunga akan muncul dari ketiak daun, kelopaknya berbentuk genta yang bergerigi lima, sementara bagian mahkota berbentuk kupu-kupu.

  1. Buah dan Biji

Indigofera memiliki tipe buah polong yang berbentuk pita, namun beberapa jenis juga ditemukan berbentuk bulat. Dalam satu buah kira-kira berisi 1 hingga 20 bagian biji yang berbentuk bulat atau jorong. Semai indigofera berkeping tebal, perkecambahan epigeal, bersifat mudah rontok, dan berakar tunggang.

Manfaat Indigofera

Indigofera yang tergolong jenis leguminosa mengandung banyak protein, kalsium, dan fosfor. Pada tanaman yang berumur 1 tahun, dengan pemangkasan interval waktu 3 bulan, di dalamnya terkandung protein kasar (PK) sekitar 23,20%, NDF 37,72%, fosfor 0,83%, bahan organik 90,68%, dan kalsium 1,23%. Dengan kandungan tanaman yang sedemikian rupa, indigofera dapat dimanfaatkan sebagai berikut :

  1. Pakan Ternak Kambing

Dalam proses beternak, pakan dapat mencapai 70% biaya produksi. Untuk menyiasati agar biaya yang dikeluarkan untuk pakan tidak sebanyak itu, namun tetap memenuhi kualitas nutrisi tanaman indigofera dapat dimanfaatkan. Tanaman ini diketahui mengandung nutrisi yang tinggi, tentu akan baik jika dikonsumsi oleh hewan ternak.

Tanaman indifera kaya akan kandungan fosfor, kalsium, dan juga nitrogen. Ketiga kandungan ini baik untuk hewan ternak. Sehingga banyak peternak yang saat ini mempelajari cara budidaya tanaman indigofera.

Selain menjadi salah satu alternatif sebagai pakan ternak, tanaman indogofera mudah tumbuh dan tidak membutuhkan perawatan yang sulit. Oleh karena itu, tanaman indigofera menjadi pilihan yang tepat bagi peternak.

Hewan ternak yang biasanya diberikan pakan tanaman indigofera adalah kambing. Pemberian pakan dapat dilakukan dengan langsung memberi indigofera segar dengan campuran rumput lapang. Selain itu juga dapat diolah menggunakan teknologi silase yang diberi tambahan molases. Caranya, indigofera dijadikan tepung dengan cara dikeringkan selama dua hari dan setelah itu digiling menggunakan mesin penggiling.

Pemanfaatan teknologi silase tanaman indigofera yang digunakan untuk pakan ternak, yaitu dengan membuat tanaman indigofera segar menjadi layu, kurang lebih dalam jumlah 100 kg. Jika tanaman sudah layu, maka untuk menyempurnakan silase ditambahkan molases sebanya 15% kemudian dicampur.

Selanjutnya dicampur rata dan dimasukkan ke dalam tong silo yang bersifar kedap udara. Lalu didiamkan selama 30 hari. Cara ini mampu menghasilkan angka konsumsi bahan kering ternak sebanyak 452 gr/ekor/hari.

  1. Tanaman Penutup Tanah

Tanaman indigofera yang berjenis semak dapat digunakan sebagai penutup tanah (cover crop). Manfaat indigofera ini umumnya digunakan pada lahan terbuka dan juga lahan reklamasi. Fungsi utama indigofera sebagai penutup tanah yaitu untuk mencegah erosi dan run off unsur hara yang berada pada permukaan tanah.

Spesies yang dimanfaatkan sebagai penutup tanah antara lain Indigofera hirsuta dan Indigofera trita. Ketika tanaman indigofera gugur bagian daun atau bunganya dan jatuh ke tanah, tanaman ini dapat bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium sp.

Hasil dari simbiosis ini adalah fiksasi nitrogen dari udara dalam jumlah banyak. Sehingga nodul bakteri menyediakan nitrogen di dalam tanah lebih banyak dan meningkatkan bahan organik pada tanah.

Sebagai penutup tanah, tanaman indigofera juga digunakan pada perkebunan teh, kopi, dan karet di wilayah tropis Afrika. Indigofera berkayu mempunyai julukan “carbon store” atau penyimpan karbon. Oleh karena itu, kandungan karbon pada ranting dan nitrogen yang ada di daun indigofera mampu memperbaiki sifat fisik tanah.

Manfaat lain dari tanaman indigofera berkayu yaitu sebagai tanaman model pada daerah dengan kontur curam. Tanaman ini sangat baik untuk berada pada wilayah demikian karena mampu menahan erosi dan runoff. Indigofera juga dapat menjadi pengiring tanaman pangan yang ditanam pada lahan yang miring.

  1. Pewarna Batik

Manfaat indigofera yang telah disebutkan yaitu berguna pada bidang peternakan dan pertanian. Tanaman indigofera juga berperan dalam industri pakaian sebagai pewarna bahan. Khususnya di Indonesia dengan kekayaan budayanya yaitu batik, tanaman indigofera sangat berperan untuk mewarnai batik.

Batik di Indonesia motifnya tidak lain mencerminkan ciri khas daerah masing-masing. Keberadaannya sudah eksis sejak jaman dahulu, maka pada waktu itu belum dan tidak dikenal pewarna yang berasal dari bahan kimia.

Para pebatik memanfaatkan bahan-bahan alami yang dapat menghasilkan warna, sehingga dapat digunakan pada kain dan juga tetap ramah lingkungan. Biasanya pewarna berasal dari tumbuhan, baik bagian kulit, batang, buah, hingga daunnya. Hal terpenting adalah bagian-bagian tumbuhan tersebut dapat menghasilkan warna.

Salah satu tanaman yang dapat menghasilkan warna pada kain yaitu tanaman indigofera. Tanaman ini mengandung pigmen indigo yang penting untuk pertanian komersial. Kandungannya berkarakter warna biru hingga hijau, namun tergantung pada fiksatornya.

Proses penghasilan warna pada tanaman indigofera tidak terlalu mudah, dan harus menggunakan cara yang kompleks. Umumnya zat warna yang berasal dari alam mampu memberi warna pada bahan dari sutera dengan baik, akan tetapi tidak berlaku pada bahan kapas katun.

Cara Budidaya Indigofera

Indigofera terdiri dari beberapa jenis yang pada tiap jenisnya mempunyai ekologi yang berbeda-beda. Misalnya pada tanaman indigofera yang dimanfaatkan sebagai penghasil warna indigofera dapat ditanam pada dataran tinggi. Sebagai tanaman sekunder dapat ditanam di tanah persawahan.

Selain itu, ada juga tanaman indigofera yang digunakan sebagai penutup tanah. Biasanya ditanam di kebun yang memiliki sedikit naungan atau tanpa naungan sama sekali. Iklim yang dibutuhkan untuk tumbuh yaitu iklim panas dan lembab, kira-kira dengan curah hujan 1750 mm/tahun.

Dengan varietas yang cukup banyak dan memiliki ekosistem yang berbeda pada setiap jenisnya, indigofera dikenal sebagai tanaman yang mudah ditanam dan dirawat. Untuk membudidayakan tanaman indigofera, dapat dilakukan dengan cara-cara di bawah ini.

  1. Pembibitan

Tanaman indigofera dapat dikembangbiakkan hanya dengan menggunakan biji, tidak bisa dengan teknik steak dari bagian batangnya. Pertama-tama hal yang dilakukan menyiapkan biji disemaikan di dalam polybag selama kurang lebih 60 hari.

  1. Penanaman

Setelah bibit yang disemaikan sudah tumbuh, bibit dapat dipindahkan ke dalam jenis lahan pertanian dengan jarak 1×0,5 meter. Dengan penanaman menggunakan biji tingkat pertumbuhan tanaman dapat mencapai 80%.

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman dapat dilakukan dengan pemangkasan yang dilakukan setiap tiga bulan sekali pada awal pertumbuhan. Pemangkasan pada pohon menghasilkan rata-rata tumbuh 28 tunas dengan perbandingan antara daun dan batang 0,72.

Itulah tadi artikel yang bisa kami uraikan dan jelaskan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman indigofera, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi tumbuhan, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga bermanfaat untuk semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *