Tanaman Jahe; Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidayannya

Diposting pada

Jahe Adalah

Tanaman jahe merupakan tanaman yang telah lama dikenal dan tumbuh baik di Indonesia. Tumbuhan jahe merupakan salah satu tanaman rempah penting memiliki rimpang yang sangat bermanfaat antara lain sebagai bahan bumbu masak, memberi aroma serta rasa pada makanan seperti biscuit, roti, kue, kembang gula dan berbagai minuman yang berbahan dasar dari jahe. Jahe juga dimanfaatkan dalam industri obat, minyak wangi dan jamu tradisional.

Bahkan untuk jahe yang masih muda dapat dimakan untuk lalaban, atau diolah menjadi asinan dan acar. Selain itu, jahe dapat memberi efek rasa hangat dalam perut, maka dari itu jahe juga dimanfaatkan sebagai bahan minuman seperti bandrek, sekoteng atau sirup.

Sejarah Jahe

Diperkirakan jahe berasal dari India, namun ada juga pendapat yang mengatakan bahwa jahe berasal dari Republik Rakyat Tiongkok Selatan. Dari daerah India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Timur Tengah, Jepang, hingga Tiongkok dan menjadi komoditas yang populer di Eropa.

Tanaman Jahe

Jahe memiliki nama latin (Zingiber officinale), merupakan tanaman rimpang yang cukup populer sebagai tanaman rempah serta bahan obat. Rimpang jahe berbentuk seperti jari yang menggembung diruas tengah. Rasa yang dominan pada jahe yaitu pedas disebabkan karean senyawa keton bernama zingeron.

Jahe termasuk dalam suku Zingiberaceae (temu-temuan). Awalnaya nama ilmiah jahe diberikan oleh seseorang bernama William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, Bahasa Sanskerta.

Jahe termasuk dalam tanaman herba yang tumbuh tegak, tingginya dapat mencapai 40 – 100 cm dan dapat tumbuh sampai berumur tahunan. Batang jahe berupa batang semu yang tersusun dari helai daun pipih memanjang dengan ujung lancip.

Pengertian bunga jahe terdiri dari tandan bunga berbentuk kerucut dengan kelopak berwarna putih kekuningan. Akar jahe sering disebut dengan rimpang jahe yang memiliki bau harum dan memiliki rasa pedas. Rimpang jahe bercabang tidak beraturan, mendatar, berserat kasar, menjalar dan pada bagian dalam berwarna kuning pucat

Klasifikasi Tanaman Jahe

Klasifikasi dari tanaman jahe adalah sebagai berikut

  • Kingdom : Plantae
  • Sub kingdom : Viridiplantae
  • Sup divisi : Spermatophytina
  • Divisi : Tracheophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Ordo : Zingiberales
  • Family : Zingiberaceae
  • Genus : Zingiber Mil
  • Spesies : Zingiber officinale Roscoe

Ciri Morfologi Tanaman Jahe

Untuk karaktersitik yang menjadi ciri khas dari tanaman jahe ini, antara lain adalah sebagai berikut;

Daun

Daun pada tanaman jahe berwarna hijau berbentuk lonjong lancip menyerupai dengan daun rumput besar. Daun jahe berselang seling dengan tulang daun serta sejajar. Daun tanaman jahe termasuk daun tunggal dengan ujung  daun berbentuk runcing, tepinya rata dan pangkal daun tumpul, sedangkan permukaan daun halus serta licin.  Daun tanaman jahe termasuk daun lengkap karena terdapat helaian daun, tangkai, serta upih daun.

Batang

Batang tanaman jahe memiliki warna hijau, tidak berkayu serta berair dan merupakan batang semu tumbuh tegak lurus. Batang jahe terdiri dari seludang daun tanaman serta pelepah daun yang menutupi daun. Bentuk batang jahe bulat serta permukaan dilapisi oleh bulu halus tetapi tidak memiliki percabangan.

Akar

Akar pada tanaman jahe merupakan akar serabut yang tumbuh pada rimpang serta termasuk modifikasi dari batang. Akar tersebut memiliki bagian berupa leher akar, tudung akar dan batang akar.

Bunga

Bunga  tanaman jahe berupa malai yang tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur. Bunga jahe termasuk dalam golongan bunga majemuk tunggal. Mahkota bunga jahe berbentuk tabung, berwarna hijau kekuningan serta jumlah daun mahkota ada tiga buah yang saling berlekatan pada bagian bawah helaian yang agak sempit. Kelopak bunga berjumlah tiga buah, bunga jahe termasuk bunga sempurna karena mempunyai 2 kelamin.

Manfaat Tanaman Jahe

Untuk fungsi yang menjadi kegunaan dari tanaman jahe dalam berbagai bidang, antara lain sebagai berikut;

Mencegah Penyakit Kanker

Jahe memiliki kandungan antioksidan alami berupa minyak atsiri. Minyak atsiri yang ada pada jahe berpotensi untuk mencegah masuknya penyakit akibat radikal bebas, seperti penyakit kanker. Untuk mencegah perkembangan sel kanker dapat mengkonsumsi jahe merah secara teratur.

Mengatasi Gangguan Pernapasan

Gangguan pernapasan dapat menyerang siapapun dan dimanapun akibat adanya gangguan asma atau terkena influenza. Apabila mengalami gangguan pernapasan dianjurkan untuk dapat mengkonsumsi minuman dari ekstrak jahe.

Ekstrak dari tanaman jahe mampu memberikan rasa lega pada saluran pernapasan sehingga napas menjadi lebih lancar. Dengan mengkonsumsi jahe maka akan memberikan sensasi hangat sehingga tenggorokan akan terasa lebih nyaman.

Membantu Menjaga Kesehatan Pencernaan

Dengan sering mengkonsumsi ekstrak jahe maka akan membantu menjaga kesehatan pencernaan. Ekstrak jahe dapat membantu proses pemecahan protein pada makanan yang kita konsumsi dan dengan mengkonsumsi jahe juga dapat membantu proses penyerapan berbagai nutrisi makanan dalam tubuh.

Selain itu, kandungan antioksidan yang tinggi pada jahe mampu membuat saluran pencernaan terhindar dari infeksi berbagai penyakit.

Menyembuhkan Batuk

Dengan meminum ekstrak jahe akan memberikan sensasi hangat pada tenggorokan sehingga terhindar dari infeksi penyebab penyakit batuk. Sensasi hangat yang diberikan pada jahe juga mampu membuat dahak mudah dikeluarkan dari tubuh.

Mencegah Mual dan Muntah Saat Mabuk Perjalanan

Berdasarkan hasil penelitian menyebutkan bahwa dengan mengkonsumsi jahe atau ekstraknya pada saat perjalanan maka dapat menghindarkan tubuh mabuk diperjalanan. Berbagai kandungan serta nutrisi yang ada pada jahe dapat memberikan sensasi rileks sehingga tubuh dapat terasa lebih tenang dan nyaman.

Melancarkan Peredaran Darah

Jahe mengandung gingerol yang bersifat antikoagulan, yang artinya gingerol dalam jahe mampu mencegah terjadi penggumpalan darah, akibatnya aliran darah akan menjadi lebih lancar. Dengan sering mengkonsumsi ekstrak jahe maka aliran darah dalam tubuh akan menjadi lancar dan penyakit stroke juga dapat terhindar.

Mencegah Perut Buncit

Dengan sering mengkonsumsi ekstrak jahe dipercaya dapat melancarkan metabolisme dalam tubuh. Proses pengeluaran lemak dan juga pembakaran dalam tubuh dapat lebih meningkat sehingga perut tidak buncit. Saat metabolisme dalam tubuh lancar, maka pembakaran kalori juga dapat dimaksimalkan sehingga tubuh menjadi lebih ramping.

Membantu Pembentukan Otot Baru

Jahe sangat baik dikonsumsi oleh orang yang tengah melakukan latihan fisik. Jahe dipercaya memiliki kandungan nutrisi yang bersifat inflamasi sehingga mampu membantu pembentukan otot baru pada orang yang sedang menjalani latihan fisik yang keras. Selain itu dengan mengkonsumsi jahe juga dapat terhindar dari rasa sakit pada otot tubuh akibat latihan fisik yang cukup keras.

Mengobati Sakit Kepala

Ekstrak tanaman jahe juga dipercaya mampu mencegah prostaglandin yang merupakan salah satu penyebab timbulnya sakit kepala. Dengan rutin mengkonsumsi jahe maka diharapkan dapat  mencegah dan juga mengobati rasa sakit dikepala.

Mencegah Peradangan

Kandungan gingerol yang ada pada tanaman jahe bermanfaat sebagai anti inflamasi meredakan sekaligus mengobati radang. Umumnya, obat anti inflamasi atau radang juga mengandung gingerol sebagai komposisi utama bahan buatannya.

Cara Budidaya Tanaman Jahe

Untuk proses dalam pengertian budidaya tanaman jahe, diantaranya adalah sebagai berikut;

Pembibitan

Bibit tanaman jahe dapat diambil dengan cara memotong bagian rimpang tanaman jahe yang sehat, bagus, tidak terkena hama penyakit juga tidak cacat. Bibit dapat ditanam langsung pada lahan yang telah disiapkan dengan membuat lubang tanam terlebih dahulu atau juga bisa dengan cara menunaskan terlebih dahulu baru pindah tanam ke lahan yang lebih luas.

Penanaman

Cara menanam bibit jahe yaitu dengan membuat lubang tanam terlebih dahulu dengan ukuran kurang lebih panjang 5 cm dan lebar 3 cm. setelah lubang tanam siap maka tanam bibit jahe yang telah disediakan dari indukan jahe atau rimpang yang telah dipotong serta sehat. Setelah bibit jahe diletakkan kedalam lubang tanam maka tutup lubang tanam serta biarkan sampai bertunas dan sipa pindah tanam atau cukup dilahan tersebut.

Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman jahe cukup mudah yaitu cukup dengan mengatur kadar air agar tetap lembab namun tidak tergenang, dan mengontrol dari serangan hama penyakit juga pengendalian gulma. Jika kadar air berkurang maka cukup disiram saja sampai kondisi air terpenuhi, dan jika terjadi serangan hama penyakit maka gunakan insektisida dan fungisida untuk mengendalikannya.

Jika terdapat banyak gulma disekitar tanaman maka lakukan pengendalian dengan cara manual yaitu dikoret atau menggunakan herbisida yang sesuai dengan jenis gulmanya.

Panen

Cara memanen jahe cukup mudah yaitu cukup dengan mengambil jahe yang tertanam didalam tanah. Jahe dapat dipanen umumnya 8 bulan setelah tanam, saat panen jahe tidak perlu khawatir untuk kehabisan karena dengan menyisakan sedikit rimpang jahe maka akan tetap dapat tumbuh kembali.

Nah, itulah tadi deskripsi secara lengkapnya mengenai pengertian tanaman jahe, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidayanya. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca, trimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *