Tanaman Jengkol, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Jengkol

Jengkol adalah semacam tumbuhan yang sejenis dengan petai dan memiliki bau sangat khas. Tanaman ini tentunya sudah dikenal banyak orang. Apalagi bagi penggemar jengkol, maka tanaman ini sering diburu dan dimanfaatkan bagian arti buahnya untuk dimasak. Salah satu masakan yang paling terkenal dari olahan jengkol yaitu semur jengkol.

Tanaman ini memiliki nilai jual yang sangat bagus dan memiliki peluang yang baik dalam dunia bisnis. Walaupun sangat terkenal dengan aromanya yang kurang sedap, namun bagi penyuka jengkol maka makanan ini bisa dikatakan sebagai lauk terenak.

Tanaman Jengkol

Jengkol merupakan tanaman yang berasal dari daerah beriklim tropis yaitu bagian Asia Tenggara. Tumbuhan jengkol merupakan jenis pohon liar yang bisa tumbuh dimana saja asalkan sesuai dengan habitatnya.

Selain dikenal memiliki bau yang sangat menyangat dan kurang sedap, bauh jengkol juga bisa berbahaya apabila dikonsumsi secara berlebihan. Tanaman ini memiliki nama jengkol yang sering disebut di negara Indonesia, sedangkan di negara lain seperti Myanmar disebut dengan istilah da nyin thee, dan di Thailand dinamakan luk nieng atau luk neang.

Klasifikasi Jengkol

Tanaman ini secara ilmiah memiliki klasifikasi yang diuraikan sebagai berikut:

Kingdom Plantae
Sub kingdom Tracheobionta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Fabales
Famili Fabaceae
Genus Archidendron
Spesies Archidendrom jiringa

Ciri Morfologi Jengkol

Berikut dibawah ini merupakan karakteristik morfologi dari tanaman jengkol yaitu:

  1. Batang

Morfologi pertama yang bisa dipelajari dari tumbuhan jengkol adalah bagian batangnya. Jengkol memiliki pohon yang bisa mencapai ketinggian hingga 20 meter. Jenis batang pada tanaman ini tumbuh dengan tegak dan bentuknya bulat serta bewarna cokelat tua atau gelap. Kulit batang memiliki tekstur yang cukup licin apabila diraba dengan sistem percabangan simpodial.

  1. Daun

Morfologi kedua dari pohon jengkol yaitu daunnya. Daun pada tanaman ini merupakan jenis daun majemuk yang tumbuh dengan cara saling berhadapan satu dengan yang lainnya.

Daun jengkol mempunyai bentuk yang lonjong dan bagian pangkalnya membulat, sedangkan ujungnya runcing. Panjang daun jengkol yaitu sekitar 10 sampai 20 cm dan lebarnya kira-kira 5 hingga 15 cm. Daun jengkol juga memiliki pertulangan daun yang menyirip dan berwarna hijau.

  1. Bunga

Bunga pada tumbuhan merupakan bagian yang penting, karena penyerbukan yang ada pada tumbuhan biasanya dilakukan oleh bunga. Selain itu arti bunga juga memiliki nilai pikat tersendiri karena keindahan yang dimilikinya.

Tanaman jengkol mempunyai bunga berwarna ungu. Mahkota pada bunga ini bentuknya lonjong dan berwarna putih sedikit kekuning-kuningan. Benang sari jengkol memiliki warna kekuningan, dan putik berbentuk silindris dengan warna yang sama dengan benang sari.

  1. Buah

Morfologi terakhir yang akan dijelaskan pada pohon jengkol yaitu buahya. Bua pada pohon jengkol merupakan bagian yang paling diminati dan dicari banyak orang. Buah jengkol memiliki warna cokelat kehitaman dan bentuknya bulat pipih. Buah juga memiliki biji yang berjenis dikotil atau biji berkeping dua.

Manfaat Jengkol

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari tanaman jengkol yaitu :

  1. Kesehatan

Manfaat jengkol untuk kesehatan bisa dirasakan apabila jengkol diolah dengan cara yang benar dan tidak dalam jumlah yang sangat banyak. Salah satu manfaat jengkol untuk kesehatan yaitu bisa mengontrol kadar gula yang ada pada tubuh.

Selain itu jengkol juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. Kandungan jengkol seperti mineral, serat, vitamin, dan asam jengkol juga memberikan nutrisi yang cukup baik untuk tubuh.

Informasi lebih lanjutnya lagi, bahwa protein yang ada pada jengkol ternyata jumlahnya lebih bandang jika dibandingkan dengan kacang hijau. Oleh karena itu jengkol merupakan tanaman yang sangat bermanfaat bagi tubuh dan sangat cocok untuk dikonsumsi.

  1. Kecantikan

Fungsi jengkol yang selanjutnya ialah untuk menjaga kecantikan pada kulit wajah. Kandungan vitamin C yang ada pada jengkol bisa dimanfaatkan untuk manjaga kesehatan kulit seperti meremajakan kult dan mencegah penuaan dini.

Mengkonsumsi jengkol juga bisa membuat kulit lebih bersih, glowing, dan tidak kusam. Namun jangan salah arti, bahwa untuk menjaga kecantikan kulit tidak bisa hanya bergantung pada tanaman jengkol, perawatan lainnya juga diperlukan agar kulit tampak lebih sehat.

  1. Pertanian dan perkebunan

Jengkol di bidang pertanian dan perkebunan bisa dimanfaatkan pad bagian kulitnya. Biasanya petani menyimpan kulit jengkol dan disimpan beberapa hari kemudian menjadikannya sebagai bahan dasar pestisida alami untuk mengusir hama yang ada diperkebunan dan pertanian.

Cara Budidaya Jengkol

Berikut ini adalah cara budidaya tanaman jengkol yang dijelaskan sebagai berikut;

  1. Pembibitan jengkol

Bibit tanaman jengkol bisa diperoleh dengan 2 cara yaitu generatif maupun vegetatif. Pembibitan dengan cara generatif biasanya diperoleh dari biji jengkol yang sudah tua dan jatuh sendiri ke tanah. Biji kemudian ditanam di polybag yang sebelumnya sudah berisi campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1: 1.

Dalam waktu 2 minggu benih yang dipersiapkan akan mengeluarkan tunas dan akar yang nantinya bisa kita tanam pada lahan tanam yang sudah disiapkan. Sedangkan cara vegetatif dilakukan dengan teknik okulasi. Hal yang perlu disiapkan yaitu 2 bibit jengkol yang sudah dikupas dengan bersih. Setelah itu tempelkan bibit pada sayatan dan dikat dengan tali serat plastik.

Sekitar 3 hingga 4 minggu ikatan bisa dilepas dan buka sedikit bagian yang ditempel, jika sudah berwarna hijau maka okulasi berhasil. Okulasi yang berhasil selanjutnya bisa dipindahkan ke lahan tanaan yang lebih luas.

  1. Penanaman jengkol

Penanaman jengkol bisa dilakukan apabila lahan sudah dipersiapkan dengan baik. Pertama-tama bersihkan jenis lahan pertanian dari rumput-rumput liar yang bisa mengganggu pertumbuhan jengkol. Selanjutnya buat lubang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm atau 60 x 60 x 60 cm. Masing-masing lubang diberi pupuk kandang dan dibiarkan selama kurang lebih 1 minggu.

Proses selanjutnya yaitu penanaman jengkol yang akan lebih baik jika dilakukan pagi atau sore hari pada saat cuaca sedang cerah. Masukan bibit yang berumur 3 sampai dengan 4 bulan ke dalam lubang dan timbun kembali dengan tanah. Penanaman bisa dilakukan pada saat awal musim hujan agar tanaman memiliki ketersediaan air yang cukup.

  1. Perawatan pohon jengkol

Tumbuhan jengkol yang kita tanam perlu mendapatkan perawatan yang baik. Hal ini dilakukan agar tanaman ini bisa menghasilkan buah yang berkualitas bagus. Beberapa cara perawatan yang bisa dilakukan yaitu penyiangan, pemangkasan, pemupukan, dan penyiraman.

Penyiangan dilakukan dengan cara membunuh gulma dengan mencangkul tanah atau menggunakna herbisida. Pemangkasan juga harus dilakukan yaitu ketika pohon jengkol berusia 2 hingga 3 tahun, tujuannya agar tanaman ini tidak tumbuh terlalu tinggi.

Cara selanjutnya yaitu melakukan pemupukan dengan memberinya pupuk kandang, KCL, TSP, urea dengan perbandingan 2: 1: 1: 1. Sedangkan penyiraman disesuikan dengan kebutuhan, tujuannya agar tanaman tidak kekeringan dan sumber air bisa terpenuhi dengan baik.

  1. Panen buah jengkol

Pemanenan jengkol bisa dilakukan pada saat pohon berusia sekitar 4 sampai dengan 5 tahun jika bibitnya berasal dari cara vegetatif. Namun untuk metode generatif panen bisa dimulai ketika pohon berumur 7 hingga 8 tahun. Jengkol juga bisa tumbuh hingga usianya mencapai 30 tahun.

Itulah tadi artikel yang bisa kami berikan secara lengkap pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman jengkol, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi tumbuhan, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *