Tanaman Kakao; Klasifikasi, Ciri Morfologi, dan Manfaatnya

Diposting pada

Tanaman Kakao Adalah

Indonesia bisa dikatakan sebagai Negara yang mampu mengekspor tanaman kakao terbesar nomor 3 di Dunia setelah Pantai Gading (38%), dan Ghana (20%), sedangkan untuk Indonesia sebesar (13%). Tanaman kakao sendiri merupakan arti tumbuhan yang sangat digemari oleh masyarakat dunia, tanaman yang memiliki nama latin theobroma cacao berasal dari kawasan Amerika Selatan.

Disisi lainnya, tanaman kakao menjadi tanaman parennial dengan umur tanaman dapat mencapai kurang lebih 25 tahun. Kakao ini masih tergolong kerabat Malvacea kelas Magnoliopsida dengan ketinggian mencapai kurang lebih 10 meter, namun ada hasil riset menyebutkan bahawa umum tanaman kakao dapat berproduksi dengan baik dengan ketinggian kurang lebih 5 meter, hal ini dikarenakan jika terlalu tinggi maka kakao tidak akan dapat berproduksi dengan maksimal.

Tanaman Kakao

Diakui ataupun tidak, bagian buah dari tanaman kakao dapat tumbuh dari hasil penyerbukan yang umumnya ukuran buah kakao lebih besar dibandingkan dengan ukuran bunganya. Buah kakao memiliki bentuk bulat dan ada juga yang lonjong, warna dari buah kakao bervariasi yaitu hijau, coklat, merah, orange, kuning cerah dan lain sebagainya.

Ketika buah kakao matang rasanya manis dan biji daging dari buah kakao merupakan bahan dasar pembuatan coklat, maka dari itu banyak yang menyebut buah kakao ini dengan sebutan kopi coklat.

Pengertian Tanaman Kakao

Tanaman kakao adalah sebagai tanaman yang dapat mengalami proses penyerbukan silang serta dikenal sebagai tanaman incompatibility tersendiri. Meskipun begitu, ada sebagaian varietas tanaman kakao yang dapat melakukan penyerbukan sendiri tanpa bantuan dari serangga, angin, manusia, atau air. Meskipun ada sebagian tanaman kakao yang dapat melakukan penyerbukan sendiri hasil produksin juga tetap tinggi.

Klasifikasi Tanaman Kakao

Klasifikasi yang ada dari tanaman kakao dapat dilihat dari penjelasan berikut;

Kingdom Plantae
Sub kingdom Viridiplantae
Infa kingdom Streptophyta
Super divisi Embryophyta
Divisi Tracheophyta
Sub divisi Spermatophytina
Ordo Malvales
Kelas Magnoliopsida
Familia Malvaceae
Genus Theobroma L
Spesies Theobroma cacao L

Ciri Morfologi Tanaman Kakao

Berikut adalah ciri dari tanaman kakao, yaitu;

  1. Akar

Tanaman kakao memiliki arti akar tunggang atau radix primaria dengan panjang akar mencapai 8 meter secara horizontal dan 15 meter secara vertical. Pada awalnya akar kakao berbentuk serabut banyak, lalu berkembang dan setelah dewasa baru berubah menjadi dua akar yang mirip dengan akar tunggang.

  1. Batang dan Cabang

Pada awalnya tanaman kakao diperbanyak secara generatif atau biji yang membentuk batang utama sebelum membentuk cabang primer, biasanya cabang ini disebut jorket, jorket inilah yang nantinya dapat dijadikan cikal bakal tanaman baru.

Cabang tanaman kakao memiliki dua arah yaitu Orthotrop mengarah ke atas dan Plagiotrop mengarah ke samping, pada ruas-ruas batang ini akan tumbuh tunas-tunas air yang dapat banyak menyerap energy sehingga tidak dipangkas.

  1. Daun

Kakao memiliki daun tunggal dengan tangkai yang hanya memiliki satu helai. Tangkai daunnya berbentuk bulat oval serta bangunananya memanjang.

Bagian ujung pangkal daun runcing serta tepi daun berbentuk rata. Panjangnya sekitar 10 sampai 48 cm serta lebar 4 hingga 20 cm, tulang daun menyirip yang artinya tulang daun tersusun dari tangkai daun serta ibu jari berjalan dari pangkal hingga ke ujung, tanaman kakao memiliki warna daun hijau, coklat dan agak kuning muda.

  1. Buah dan Bunga

Kakao memiliki bunga sempurna yang terdiri dari kelopak dengan jumlah 5 helai, benang sari 10 helai. Bunga kakao memiliki diameter 1,5 cm dengan disangga oleh tangkai bunga dengan panjang 2-5 cm. Buah kakao memiliki bentuk yang bervariasi, warnanya hijau tua dan setelah masak berwarna kuning.

Panjangnya sekitar 10 sampai 30 cm, untuk buah muda yang panjangnya kurang dari 10 cm akan mengalami kekeringan karena gejala penyakit akibat serangga, atau bisa juga disebabkan karena proses fisiologi yang dapat menyebabkan terhambatnya saluran nutrisi yang berfungsi untuk membantu proses pertumbuhan buah kakao.

  1. Biji

Umumnya biji buah kakao tidak dapat dormansi, sehingga biji buah kakao tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama.

Biji yang menjadi syarat tumbuh tanaman kakao diselimuti oleh lapisan lunak putih yang rasanya sangat manis dan gurih, akan tetapi jika ingin mengecambahkan biji buah kakao lapisan ini harus dihilangkan karena dapat menghambat proses perkecambahan, lapisan ini sering disebut dengan pulp.

Manfaat Tanaman Kakao

Berikut inilah beberapa kegunaan dalam tanaman kakao, diantaranya;

  1. Bahan Dasar Pembuatan Coklat

Buah kakao yang sudah matang dan siap dipanen akan diolah dan selanjutnya diambil daging buah sebagai bahan dasar pembuatan coklat. Umumnya hasil olahan daging buah ada 2 macam yaitu dark chocolate (coklat hitam) dan coklat bubuk.

Dari hasil olahan kedua bahan inilah akan muncul hasil olahan makanan yang lezat seperti coklat batangan, permen coklat, minuman coklat dan aneka macam kue dari coklat. Pada dasarnya rasa asli dari olahan coklat ini adalah pahit, jadi jika sudah dalam bentuk olahan dan terasa manis maka sudah tercampur dengan gula atau bahan yang lain.

  1. Memperbaiki Mood

Pada setiap bubuk buah kakao terdapat kandungan kafein, theobromine, methyl-xanthine dan phenylethylalanine alami yang berfungsi untuk memperbaiki tekanana di otak, menenangkan dan merilexskan pikiran. Selain dapat memperbaiki mood, kakao ini juga dapat digunakan sebagai anti depresi, mengurangi strees, menghilangkan rasa lelah, serta menenangkan pikiran saat penat melanda.

  1. Anti Aging

Saat ini dunia kecantikan semakin menjulang seiring dengan keinginan kaum hawa untuk tetap tampil cantik dan awet muda, banyak yang berlomba untuk mempercantik diri salah satunya dengan melakukan treatment menggunakan bubuk kakao.

Didalam kakao terdapat senyawa yang dapat membuat siapapun yang menggunakannya menjadi awet muda atau sebagai anti aging. Selain dapat digunakan sebagai anti penuaan, bubuk kakao ini juga dapat digunakan sebagai bahan untuk memperkuat tulang, mempertahankan kekuatan dan keindahan kuku, menjaga kekuatan dan kesehatan rambut, serta menjaga kesehatan kulit.

  1. Penangkal Radikal Bebas

Didalam buah kakao terdapat kandungan antioksidan dan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh. Dengan sering mengkonsumsi coklat maka daya tahan tubuh akan meningkat sehingga tidak akan mudah terserang oleh berbagai penyakit

  1. Menurunkan Kadar Kolesterol

Jika seseorang memiliki penyakit kolesterol, salah satu alternative untuk mengobatinya yaitu dengan banyak mengkonsumsi olahan buah kakao. Didalam coklat terdapat kandungan flavonoid yang baik bagi tubuh dan berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, selain itu juga berfungsi sebagai anti penyempitan pembuluh darah, serangan jantung, stroke, serta penyumbatan pembuluh darah arteri.

  1. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Banyak orang yang bilang jika untuk menurunkan tekanan darah tinggi tidak semudah menaikkan tekanan darah, namun bagi yang sudah mengetahui ada alternative yang cukup mudah dan nikmat untuk menurunkan tekanan darah tinggi yaitu sering mengkonsumsi bubuk kakao.

Kandungan fluvanoid dalam bubuk kakao juga berfungsi dalam menurunkan tekanan darah tinggi, selain nikmat dan murah coklat juga bermanfaat bagi kesehatan.

  1. Menyembuhkan Batuk

Kandungan theobromine dalam bubuk kakao ternyata berfungsi dalam meringakankan penyakit batuk yang melanda, meskipun bukanlah penyakit yang fatal namun apabila sesorang terserang batuk maka akan sangat mengganggu aktifitas sehari-hari.

  1. Mencegah Gangguan Organ Hati dan Kanker

Kandungan antioksidan yang ada didalam coklat juga dapat menjadi bahan alternative untuk mengobati gejala penyakit organ hati. Selain berfungsi sebagai bahan pengobatan organ hati, coklat juga berfungsi untuk mencegah penyakit kanker.

Cara Budidaya Tanaman Kakao

Berikut inilah cara dalam pengertian budidaya tanaman kakao, diantaranya;

  1. Pembibitan

Untuk memperoleh hasil tanaman kakao yang berkualitas, sehat dan produksi tinggi maka penting untuk memilih benih biji kakao yang bebas hama penyakit, sehat, serta hasil biji yang besar dan lebat. Setelah benih dipilih dan disortir, maka langkah selanjutnya adalah semai bibit pada tanah yang berisi polybag, sekam dan pupuk dengan perbadingan 2:1:2. Setelah berumur kurang lebih 6 bulan pindah tanam ke lahan budidaya.

  1. Perawatan

Setiap tanaman pasti membutuhkan perawatan, hasil produksi juga ditentukan oleh perawatan yang baik dan benar. Perawatan tanaman kakao tidak berbeda jauh dengan tanaman yang lain seperti penyiangan gulma, pengendalian hama penyakit dan penyiraman yang tidak terlalu kering juga tidak membutuhkan air yang berlebih.

Perawatan yang terakhir adalah tanaman harus cukup nutrisi dengan terus memberikan pupuk kompos, kandang, kandang atau pupuk sejenisnya

  1. Pemanenan

Cara memanen tanaman kakao cukup mudah yaitu dengan memastikan bahwa kakao sudah matang dengan ciri buah berwarna kuning dan ketika dipijat agak lunak. Setelah dipastikan buah kakao sudah matang maka petik buah kakao dari tangkai buah dan selanjutnya dikemas untuk diproduksi.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapat dikatakan bahwa tanaman kakao dapat digolongkan menjadi tanaman sempurna, alasannya karena batangnya berbentuk cambium dan memiliki bunga lengkap, ukuran dari bunga kakao tergolong kecil karena ukuran diameter tengahnya hanya 3 cm.

Dimana proses penyerbukan bunga kakao ini harus dibantu dengan serangga seperti lalat, afid, semut, rayap atau sejenisnya pada malam hari.

Nah, itulah pembahasan secara lengkap mengenai pengertian tanaman kakao, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidayanya. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan serta edukasi kepada pembaca yang sedang mencari materinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *