Tanaman Kaliandra, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Kaliandra
Kaliandra adalah tanaman yang mempunyai morfologi mirip seperti tanaman putri malu, hanya saja ukurannya jauh lebih besar. Kaliandra dan putri malu ada dalam famili yang sama. Kaliandra dengan ukuran yang lebih tinggi dan besar, biasa dijadikan dalam jenis tanaman pagar.

Tanaman kaliandra cukup dikenal dengan bentuk dan warna bunganya yang khas. Ciri-ciri lebih detail akan dibahas selanjutnya. Selain itu tanaman ini juga cocok untuk dibudidaya karena mempunyai berbagai manfaat.

Tanaman Kaliandra

Tanaman kaliandra berasal dari Guetamala, dan mempunyai ciri khas bunga yang berwarna pink kemerahan. Tingginya dapat mencapai 12 meter, namun biasanya ditemukan hanya sekitar 2 sampai 5 meter. Kaliandra memiliki nama asli yaitu Xilip de Qorcolorado, atau julukan lainnya adalah ‘cabello de angel’. Arti dari julukan tersebut adalah rambut malaikat. Julukan ini berasal dari warna bunga yang sangat cantik dan indah.

Tanaman kaliandra punya adaptasi yang cukup baik terhadap panas. Pada musim kemarau, tanaman ini akan mudah subur, sementara pertumbuhannya cukup sulit ketika musim hujan. Walaupun demikian, tanaman kaliandra mampu tumbuh pada dataran tinggi maupun dataran rendah.

Klasifikasi Kaliandra

Setiap tumbuhan dikelompokkan dengan tumbuhan lain karena mempunyai ciri-ciri yang sama. Salah satunya adalah ciri morfologi. Tanaman kaliandra kekerabatan dekatnya dapat dilihat pada bagian genus, famili, dan kelas. Berikut adalah klasifikasi ilmiah dari tanaman kaliandra.

Kingdom Plantae
Divisi Spermatophyta
Subdivisi Angiospermae
Kelas Dicotyledoneae
Subkelas Dialypetalae
Ordo Rosales
Famili Mimosaceae
Genus Calliandra
Spesies Calliandra sp

Ciri Morfologi Kaliandra

Adapun ciri morfologi dari tanaman kaliandra antara lain sebagai berikut;

  1. Batang

Tanaman kaliandra dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 5 meter. Bagian batang pada kulitnya berwarna merah atau abu-abu, diameter batang ukuran maksimumnya mencapai 20 cm. Struktur batang pohon kaliandra mempunyai percabangan yang banyak, pada cabang-cabang inilah ditemukan daun dan bunga. Tangkai-tangkai percabangan batang bergerigi pada bagian permukaannya.

  1. Daun

Daun tanaman kaliandra tersusun majemuk dengan warna hijau muda sampai hijau tua. Daun-daun kaliandra bertekstur lunak, pada satu tangkai daun utama ukurannya mencapai 20 cm dan lebarnya 15 cm. Terdapat adaptasi spesifik pada bagian daun yaitu pada malam hari daun-daun akan melipat ke arah batang, dan kembali seperti semula pada siang hari.

  1. Bunga

Tanaman kaliandra berbunga sepanjang tahun, biasanya puncak pembungaan terjadi pada bulan Maret dan bulan Juli. Bunga kaliandra berbentuk tandan dengan pusat bunga berkumpul di sekitar ujung batang. Bunganya berwarna merah dan mirip seperti bunga pada putri malu, hanya saja ukurannya lebih panjang.

  1. Biji

Bagian biji atau polong tanaman kaliandra memiliki bentuk yang lurus dan berwarna kecokelatan. Dalam satu polong terdapat 8 sampai dengan 12 bakal biji yang selanjutnya akan berkembang menjadi biji oval. Biji yang sudah matang ditandai dengan permukaannya berwarna bintik hitam dan cokelat.

Ukuran biji yang sudah tua yaitu sekitar 8 mm. Apabila ditekan kita akan tahu bahwa biji tersebut bertekstur keras. Puncak musim biji dapat dilihat antara bulan November dan bulan April, namun di Indonesia biasanya pada bulan Juli sampai November.

  1. Akar

Akar dari tanaman kaliandra adalah jenis akar tunggang, dan banyak serabut pada satu bagian tunggang tersebut. Dengan morfologi akar seperti ini tanaman kaliandra dapat berdiri dengan kokoh. Selain itu, tanaman ini juga dapat menjangkau sumber air dan sumber hara lebih ke banyak tempat.

Manfaat Tanaman Kaliandra

Tanaman kaliandra diklaim sebagai tumbuhan multiguna yang mewarisi sifat-sifat unggul. Tentunya sifat ini sangat bermanfaat bagi lingkungan dan juga kehidupan manusia. Jenis kaliandra juga diketahui menjadi pionir tanaman yang bermanfaat memberantas tanaman liar. Selain itu tanaman kaliandra memiliki banyak manfaat lain, diantaranya sebagai berikut:

  1. Menahan Erosi

Tanaman kaliandra yang umumnya cukup tinggi dan tergolong besar, memiliki kemampuan untuk menahan erosi. Pengikisan tanah yang diakibatkan oleh longsor atau banjir, dapat diminimalisir dengan adanya tanaman kaliandra. Hal ini disebabkan karena tanaman kaliandra memiliki akar yang cukup kuat.

  1. Makanan Hewan Ternak

Ternak sebagai hewan peliharaan yang juga makhluk hidup pasti membutuhkan makanan setiap harinya. Tidak jarang untuk memberi makan hewan ternak pemelihara membutuhkan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, peternak dapat memanfaatkan kekayaan alam salah satunya tumbuhan untuk dijadikan makanan hewan ternak.

Tanaman kaliandra dapat dijadikan pakan hewan ternak, yaitu bagian daun-daunnya. Hewan ternak yang umumnya adalah herbivora (pemakan tumbuhan) akan mendapat nutrisi dari tanaman kaliandra. Dengan demikian hewan ternak dapat hidup sehat dan dipenuhi gizi yang baik.

  1. Humus Tanah

Tanah sebagai tempat hidup manusia dan tempat beraktivitas, biasanya digunakan untuk tanam-menanam. Tumbuhan yang ditanam untuk dipelihara membutuhkan lingkungan yang cocok untuk tumbuh dengan baik. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah kondisi tanah, yaitu tanah yang gembur dan ditemukan banyak unsur hara.

Tanaman kaliandra memiliki siklus pergantian bagian-bagian tanaman seperti daun, bunga, dan ranting. Ketika bagian-bagian tersebut berguguran dan jatuh ke tanah, maka setelah mengurai dapat menambah kandungan hara pada tanah. Sehingga tanah di sekitar tanaman kaliandra akan selalu subur.

  1. Restrukturisasi Tanah

Struktur tanah dapat berubah akibat faktor-faktor tertentu. Misalnya bencana alam atau perilaku manusia. Tanah yang berubah strukturnya dapat mengakibatkan tanah tersebut tidak lagi subur atau tercemar. Jika sudah terjadi maka perlu dilakukan perbaikan terhadap struktur tanah.

Perbaikan struktur tanah dapat dilakukan dengan menanam tanaman. Tanaman kaliandra dengan segala ciri morfologi dan adaptasinya dengan lingkungan, mampu memperbaiki struktur tanah agar kembali subur, dan terhindar dari bencana alam misalnya longsor dan banjir.

  1. Memberantas Tanaman Liar

Tanaman liar merupakan bagian dari ekosistem. Karena liar, tumbuhnya tanaman bisa dimana saja dan kapan saja. Dalam jumlah sedikit tanaman liar tidak akan mengganggu habitat tanaman lain. Akan tetapi jika sudah terlalu banyak, tanaman liar bukan hanya mengganggu habitat, tapi bahkan mengganggu ekosistem.

Pohon kaliandra diketahui dapat memberantas tanaman liar yang tumbuh disekitarnya. Sebab, kaliandra adalah tanaman dengan kemampuan pertahanan hidup yang tinggi. Selain itu, jika sudah tua tanaman tumbuh besar dan secara tidak langsung akan menghalangi tanaman liar yang lebih kecil.

  1. Tanaman Hias

Kaliandra dengan bunga yang terus tumbuh sepanjang tahun, serta warna bunganya yang cantik bisa juga dijadikan sebagai salah satu jenis tanaman hias. Pohon kaliandra dapat ditanam di pekarangan langsung pada lahan atau tanah.

Budidaya Tanaman Kaliandra

Perkembangbiakan tanaman kaliandra dapat dilakukan dengan cara vegetatif maupun generatif. Secara generatif dikembangkan dengan biji kaliandra, saat tanaman induk sudah berumur dua tahun. Sementara cara vegetatif dapat dikembangkan melalui teknik-teknik tertentu misalnya cangkok.

Perkembangbiakan Generatif
  1. Pembibitan

Bibit kaliandra diambil dari tumbuhan pada pemanenan tahun pertama. Biji yang diambil langsung dari pohon harus melalui proses tertentu. Perkecambahan pada biji kaliandra akan lebih cepat jika disiram air panas terlebih dahulu dan didiamkan selama semalam.

Media yang digunakan yaitu pasir, maka kecambah akan tumbuh dalam dua minggu atau satu bulan. Setelah itu kecambah dapat dipindah ke polybag ketika daun pertama mulai tumbuh.

  1. Penanaman

Sebelum penanaman kaliandra, harus terlebih dahulu dibuat lubang dengan ukuran 30x30x30 cm. Tanah yang akan dijadikan lahan dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 1 sampai dengan 2 kg. Ketika baru ditanam, akar kaliandra belum terlalu kuat, maka tanaman harus diawasi secara berkala.

Perkembangbiakan Vegetatif
  1. Cangkok

Pohon kaliandra memiliki adaptasi mudah menguapkan air,  maka cara pencangkokan yang paling baik yaitu dengan tidak melukai seluruh bagian batang. Cukup pada dua bagian sisi yang berlawanan saja, sehingga masih ada perpindahan air dan suplay ke bagian tubuh tanaman kaliandra yang lainnya.

Selanjutnya dapat digunakan hormon penumbuh akar pada bagian kulit yang sudah dikelupas. Penggunaan hormon ini dapat mempercepat dan meningkatkan keberhasilan pencangkokan. Media untuk cangkok dapat digunakan sabut kelapa, dan dibungkus plastik serta diikatkan tali agar posisi tidak berpindah.

Saat cangkok sudah siap untuk dipanen, potongan cangkok bagian atas harus berikan lapisan lilin agar pernguapan yang terjadi tidak terlalu banyak. apalagi jika hasil cangkok akan dibawa ke tempat yang jauh sebelum ditanam kembali.

Nah, itulah saja artikel yang bisa kami bagikan pada segenap pembaca berkenaan dengan tanaman kaliandra, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *