Tanaman Kapulaga, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Kapulaga

Bagi sebagian orang tanaman kapulaga adalah tanaman yang asing dan jarang didengar. Padahal tanaman kapulaga memiliki bentuk yang mirip seperti tanaman jahe. Tanaman kapulaga biasa ditemukan di bawah pohon rimbun pada ketinggian 200 sampai dengan 1500 mdpl.

Bahkan di berbagai kebun yang ada di masyarakat tumbuhan ini mudah dijumpai lantaran tidak begitu sulit dalam mengembangbiakannya.

Tanaman Kapulaga

Tanaman kapulaga adalah tumbuhan rimpang yang memiliki batang lunak atau tidak berkayu. Tanaman parennial ini dapat tumbuh tinggi hingga mencapai 3 meter. Kapulaga mempunyai aroma khas yangberasal dari bagian bijinya.

Klasifikasi Kapulaga

Untuk lebih dulu mengenal asal usul dari kapulaga, berikut adalah klasifikasinya:

Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Sub kingdom Tracheobionta (Berpembuluh)
Super divisi Spermatophyta (Berbiji)
Divisi Magnoliophyta (Berbunga)
Kelas Liliopsida
Sub kelas Commelinidae
Ordo Zingiberales
Family Zingiberaceae (suku jahe-jahean)
Genus Amomum
Spesies Amomum compactum soland ex Maton

Ciri Morfologi Kapulaga

Adapun ciri morfologi yang ada dalam tanaman kapulaga antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Daun

Kebanyakan daun tanaman kapulaga berwarna hijau tua. Daunnya yaitu tunggal dan tersebar, dengan bagian ujung runcingm tepi rata serta berbentuk lancet. Panjang daun dapat mencapai 25 sampai dengan 35 cm, sementara lebarnya hanya mencapai 3 hingga 10 cm.

  1. Akar

Definisi akar yang ada dalam pada tanaman kapulaga adalah sistem perakaran serabut. Warna akar yaitu putih kotor dan memiliki rimpang berbentuk bulat yang panjang. Percabangan dalam struktur akar pohon ini berbentuk simpodial.

  1. Batang

Batang kapulaga adalah batang semu dan terspisah dengan ukuran diameter berkisar 2,5 cm. Tinggi tanaman dapat mencapai 3 meter dan tumbuh dengan tegak. Jenis batang tanaman kapulaga termasuk golongan batang basah, pelepah daun membalut pada setiap batangnya.

Batang kapulaga merupakan batang yang tumbuh dari akar. Pada satu rumpunnya bisa mencapai 20 batang semu. Bagian batang yang mulai menua, berangsur-angsur akan mati dan digantikan oleh batang muda yang berasal dari akar lain.

  1. Bunga

Bunga pada tanaman kapulaga tersusun tandan, awalnya muncul dari rimpang secara langsung. Namun letak bunga terpisah dari batang semu, dan sebagian lainnya terbenam di dalam tanah. Bunga kapulaga adalah jenis bunga majemuk.

Bonggol bunga ada di bagian pangkal batang. Panjang kelopak bunga dapat mencapai 12,5 cm, begitu pula dengan ukuran mahkotanya. Namun, bentuk mahkota adalah tabung yang berwarna putih atau bisa juga putih kekuning-kuningan.

Kepala sari yang ada di tengah-tengah mahkota kapulaga berbentuk elips, ukurannya sekitar 2 mm. Tangkai putik tidak ditemukan bulu, dan bentuknya seperti mangkok.

  1. Biji

Biji kapulaga bentuknya mirip seperti kapur barus. Pada bagian luarnya ditemukan lipatan-lipatan. Ukuran biji kecil serta terlindungi oleh bagian salut biji yang biasanya disebut dengan arilus. Warna biji kapulaga yaitu cokelat atau hitam dan arilusnya adalah putih.

Selain itu, pada bagian biji juga ditemukan kulit arid yang juga ada pada dinding buah. Keduanya memiliki aroma yang harum dan berbulu.

  1. Buah

Buah tanaman kapulaga akan berbuah ketika sudah berumur 3 tahun. Buah kapulaga tumbuh dari bagian batang semu yang berada paling bawah. Buah dapat merayap di bagian bawah hingga 1 meter.

Bentuk buah kapulaga menyerupai telur dengan warnanya yaitu kuning kelabu. Pada buah kapulaga juga terdapat bulu dengan diamter 1 cm. Di satu buah kapulaga, ada 3 ruang yang dipisahkan oleh selaput setipis kertas. Setiap ruangnya terdapat 5 sampai dengan 6 biji yang berwarna cokelat atau hiam.

Manfaat Kapulaga

Kapulaga sebagai kerabat dekat dari jenis tanaman jahe-jahean adalah rempah yang biasa dimanfaatkan bagian bijinya. Kapulaga dapat dijadikan bahan masakan, jamu, atau bahkan obat tradisional. Berikut adalah beberapa manfaat dari kapulaga bagi kesehatan;

  1. Kesehatan Pencernaan

Kandungan kapulaga kaya akan serat yang berguna untuk mengatasi sembelit. Selain serat, kandungan lainnya adalah minyak atsiri yang berguna mengurangi dan mencegah gas yang ada di perut.

  1. Melancarkan Sirkulasi Darah

Kandungan serat dan kalium yang ada pada kapulaga jumlahnya hampir seimbang. Kandungan keduanya mampu meningkatkan sirkulasi darah, sehingga dapat melancarkan sirkulasi dengan baik. Disamping serat dan kalium, terdapat potasium yang juga berperan menurunkan tekanan darah.

  1. Mencegah Osteoporosis

Buah kapulaga juga mengandung kalsium, vitamin D, vitamin C, dan mangan. Kandungan ini bermanfaat untuk mencegah penyakit tulang pada manusia dewasa yaitu osteoporosis. Sehingga dengan mengonsumsi kapulaga kerusakan pada tulang dapat dihindari.

  1. Kesehatan Ginjal

Terdapat beberapa penelitian yang membuktikan khasiat kapulaga sebagai diuretik yang mampu melindungi ginjal dari berbegai penyakit. Kemampuan ini dapat mencegah penyakit yang berkaitan dengan ginjal, misalnya nefritis, sistitis, dan penyakit saluran kemih.

  1. Mengobati Flu dan Batuk

Buah kapulaga mampu mengobati penyakit flu, batuk, dan kelainan pernapasan lain seperti bronkitis serta asma. Kapulaga akan memberikan efek yang menenangkan dan juga hangat ketika dikonsumsi. Selain itu, dengan meminum kapulaga dapat membantu mengencerkan lendir, sehingga penyumbatan pada saluran pernapasan berkurang.

  1. Mencegah Kanker

Buah kapulaga diketahui mengandung IC3 atau indole-3-carbinol dan DIM atau diindolylmethane. Keduanya mampu mencegah kanker yang berhungan dengan respon hormon di dalam tubuh. Misalnya penyakit kanker payudara, kanker ovarium, serta kanker prostat. Selain itu, kapulaga juga mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas.

Teknik Budidaya Kapulaga

Tanaman ini tumbuh dari tahun ke tahunnya berperan sebagai bahan baku budidaya monokultur. Selain itu juga sebagai tanaman sela antar tanaman, misalnya pada perkebunan karet dan kelapa sawit. Pertama-tama, sebelum memulai budidaya tanaman kapulaga, kondisi alamnya harus disesuaikkan sebagai berikut;

  1. Tanah yang cocok untuk ditanam tanaman kapulaga adalah jenis latosol, andosol, aluvial, podzolik, dan mediterania.
  2. Tanaman kapulaga dapat tumbuh secara optimal pada ketinggian 300-500 mdpl.
  3. Kapulaga tumbuh dengan baik pada iklim tipe A, B, dan C, dengan curah hujan sekitar 2.500-4.000 mm per tahun.
  4. Intensitas cahaya yang baik yaitu pada nilai 30 hingga 70 persen.
Berikut langkah-langkah budidaya kapulaga:
  1. Pembibitan

Perkembangbiakan tanaman kapulaga dapat dilakukan dengan menggunakan biji, yaitu bagian biji yang sudah tua. Kemudian biji disemai lebih dulu, lalu bisa dipindah tanam ketika semai sudah mencapai tinggi 40 sampai dengan 50 cm.

Selain dengan biji, perbanyakan juga dapat dilakukan dengan tunas. Caranya adalah dengan memilih tunas yang sehat serta memilik pertumbuhan baik. Tunas yang siap untuk dibudidayakan adalah yang sudah mencapai tinggi 50 cm.

Satu cara terakhir yang dapat dilakukan untuk budidaya tanaman kapulaga adalah dengan menggunakan akar. Akar atau rhizoma cukup dipilih yang usianya tidak terlalu tua atau tidak juga terlalu muda.

  1. Pengolahan Lahan

Penanaman kapulaga akan lebih baik pada tanah yang gembur. Untuk menggemburkan tanah, lahan pertanian bisa dicangkul atau dibajak terlebih dahulu. Kedalaman yang dibutuhkan yaitu sekitar 30 sampai dengan 40 cm.

Setelah penggemburan dilakukan, tanah dicampur dengan kapur pertanian atau dolomit apabila pH tanah terlalu asam. Setiap lubang tanaman diberi jarak kira-kira 1 x 1,5 meter sampai 1 x 2 meter. Sebelum semai kapulaga ditanam, lahan dicampur pupuk dasar secara merata.

  1. Penanaman

Penanaman bibit kapulaga ke lahan yang sudah disiapkan harus memerhatikan faktor risiko yang bersinggungan langsung. Dengan demikian, penanaman bisa dialkukan pada jarak tertentu agar satu tanaman dan tanaman lainnya dapat tumbuh dengan baik.

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman kapulaga setelah penanaman yaitu dapat dilakukan dengan cara penyulaman, penyiangan, penggemburan, dan pemupukan. Pertama, penyulaman dilakukan ketika bibit ada yang mati atau tumbuh dengan tidak normal.

Kedua, penyiangan dilakukan ketika lahan sudah mulai banyak ditumbuhi rerumputan atau gulma. Selanjutnya, penggemburan tanah yang ada disekitar tanaman bisa dilakukan setiap 3 sampai dengan 4 bulan sekali. Hal ini bertujuan agar akar dan buah kapulaga tumbuh dengan subur.

Terakhir yaitu pemupukan, walaupun tanaman kapulaga mulai tumbuh membesar, tetap dibutuhkan pemupukan susulan. Pupuk yang digunakan yaitu pupuk organik atau pupuk kompos. Pemupukan dapat dilakukan setiap 4-6 bulan sekali.

  1. Pemanenan

Tanaman kapulaga bisa segera dipanen ketika memasuki usia 3 tahun. Waktu pemanenan tidak dapat ditentukan, sebab ketika sudah berbuah kapulaga dapat dipanen setiap saat. Ciri-ciri buah yang sudah bisa dipanen yaitu, warna buah merah keunguan, kulit buah mulai berkerut, dan saat buah dipijat terasa keras.

Demikianlah artikel yang bisa kami berikan pada semua pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman kapulaga, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *