Tanaman Kayu Putih: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Kayu Putih

Minyak kayu putih menjadi salah satu bahan yang paling sering digunakan sebagai obat oles herbal. Minyak kayu putih berasal dari tanaman dengan nama yang sama yaitu kayu putih. Tanaman ini memang terkenal manfaatnya sebagai salah satu jenis tumbuhan obat alami.

Kegunaannya yang cukup banyak membuat tanaman penghasil minyak kayu putih ini dibudidayakan oleh masyarakat. Mari kita lebih mengenal tanaman kayu putih melalui pembahasan pada artikel ini.

Tanaman Kayu Putih

Tanaman kayu putih biasanya ditemukan tumbuh pada dataran rendah dengan ketinggian 400 mdpl. Tanaman ini juga bisa tumbuh pada ekosistem pantai, hutan bakau, dan juga tanah rawa-rawa. Tidak salah lagi jika tanaman ini digolongkan sebagai apotik hidup (tanaman obat), sebab manfaatnnya sangat banyak bagi kesehatan.

Pohon kayu putih dapat tumbuh hingga ketinggian 10 sampai dengan 20 meter. Kulit batangnya tidak hanya ada satu lapisan, namun berlapis-lapis. Bagian yang sering dimanfaatkan pada pohon kayu putih adalah bagian kulit dan daunnya.

Klasifikasi Kayu Putih

Klasifikasi ilmiah tanaman kayu putih dapat menunjukkan kekerabatan dekat dari tanaman tersebut. Berikut klasifikasi tanaman kayu putih:

Kingdom Plantae
Sub kingdom Tracheobionta
Super divisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Sub kelas Rosidae
Ordo Myrtales
Family Myrtaceae
Genus Melaleuca
Spesies Melaleuca leucadendra

Ciri Morfologi Kayu Putih

Tanaman kayu putih memiliki adaptasi yang bagus terhadap lingkungan panas dan tandus. Walaupun pada kondisi kering dan tumbuhan kayu putih akan kekeringan, namun nantinya tanaman tersebut dapat segar kembali. Berikut adalah ciri-ciri morfologi tumbuhan ini:

  1. Batang

Jenis batang pada tanaman kayu putih tingginya dapat mencapai 30 sampai dengan 40 meter. Namun rata-rata kebanyakan batang tanaman kayu putih tingginya hanya 12 meter. Batang kayu putih dikenal menarik sebab bentuk permukaannya tidak beraturan.

Batang kayu putih juga terdiri dari beberapa lapisan, warnanya mulai dari putih hingga keabu-abuan. Pada batang tanaman ini tidak terlalu ditemukan banyak cabang. Batangnya pun ukuran diameternya tidak terlalu besar, akan tetapi volumenya besar sehingga cukup berat dan keras.

  1. Daun

Daun tanaman kayu putih adalah daun tunggal, tangkai daunnya pendek dan juga helaian daun berbentuk lanset atau lonjong. Biasanya daun kayu putih memiliki ketebalan yang lebih daripada daun tumbuhan lain. Letak daun tunggal tersebut yaitu berselang-seling satu sama lain.

Daunnya yang tebal mempunyai ukuran 4,5 cm hingga 15 cm. Semantara ukuran lebar daunnya  hanya mencapai 0,75 hingga 4 cm. Pada bagian ujung daun kayu putih akan ditemukan bentuk yang meruncing.

Permukaan daun kayu putih ditemukan bulu-bulu halus, hal inilah yang juga menjadi satu keunikan dari tanaman kayu putih. Sehingga saat melihatnya, kita mudah membedakan tanaman ini dengan tanaman lainnya. Warna daun kayu putih seperti kebanyakan daun, yaitu berwarna hijau muda hingga hijau tua.

Bagian tepinya rata, serta tulang daunnya tersusun sejajar. Daun kayu putih memiliki wangi yang khas apabila daun tersebut diremas.

  1. Bunga

Pengertian bunga tanaman kayu putih adalah bunga majemuk yang berbentuk seperti bulir. Umumnya bunga kayu putih juga ditemukan dalam bentuk seperti lonceng. Mahkota bunga tanaman ini berwarna putih, sementara bagian putiknya berwarna kuning. Bunganya terletak pada bagian pangkal ujung pada percabangan daun.

  1. Buah

Seperti halnya tanaman lengkap lainnya, kayu putih juga memiliki buah. Buah tanaman ini lebih dikenal dengan sebutan gelam atau micro bolong. Sebab buahnya terlihat seperti mempunyai lubang dan juga terdapat antena kecil di tengahnya.

Warna dari buah kayu putih lebih bervariasi, ada yang berwarna hijau muda dan ada juga yang berwarna hijau kecoklatan. Bentuk buah yaitu kecil dan bergerombol pada satu tangkai. Kumpulan buah pada tangkai memanjang dengan jumlah 20 sampai dengan 30 buah.

Manfaat Kayu Putih

Manfaat tanaman kayu putih sudah terkenal dalam bidang kesehatan. Hal ini dikarenakan kandungan yang ada pada tanaman, yaitu senyawa aktif berupa fenchen, cineol, terpinol, pinen, eucalyptop dan lain-lain. Bagian yang biasa dimanfaatkan yaitu daunnya. Daun kayu putih akan menghasilkan minyak yang befungsi untuk kesehatan diantaranya sebagai berikut :

  1. Pereda sesak nafas
  2. Penghilang rasa sakit
  3. Menyehatkan paru-paru
  4. Mencegah bakteri dan jamur
  5. Sebagai antivirus
  6. Mencegah infeksi
  7. Melindungi kesehatan saraf
  8. Anti inflamasi (peradangan)

Cara Budidaya Kayu Putih

Tanaman kayu putih secara alami tersebar di beberapa daerah Indonesia, antara lain Maluku dan Pulau Jawa. Namun saat ini untuk kebutuhan komersil, kayu putih sudah banyak dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Kayu putih juga dikenal sebagai tanaman yang memiliki daur biologis panjang, cepat tumbuh, dan mudah dirawat. Budidaya kayu putih dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara generatif dan secara vegetatif. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk budidaya tanaman kayu putih secara generatif.

  1. Pengumpulan benih

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kita mendapat benih kayu putih yang bagus. Pertama pohon induk harus berasal dari tanaman yang memiliki fenotip dan genotip yang unggul. Ciri-cirinya dapat dilihat dari pertumbuhan yang sehat, pertajukan rindang, buahnya lebat, serta dari kandungan redemen minyak dan sineol yang tinggi.

Arti benih berasal dari buah, sebaiknya buah dikumpulkan pada panen raya untuk kemudian dijadikan benih. Lalu selanjutnya dilakukan ekstraksi benih dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Benih akan terlepas dengan sendirinya dari buah yang dijemur. Sebelum disemaikan, benih disimpan terlebih dahulu dalam kondisi yang lembab atau pada lemari es.

  1. Persemaian

Persemaian benih tanaman kayu putih harus dilakukan pada tempat yang mudah dijangkau. Selain itu lingkungan mendukung sumber air yang cukup, topografi yang relatif datar, serta sistem drainase yang baik.

  1. Persiapan media

Pertama-tama disiapkan lebih dulu bak tabur dengan lubang drainase pada bagian bawah. Ukuran bak tabur sekitar 25 x 35 x 10 cm, media yang digunakan yaitu pasir steril dan dijemur dengan cara dijemur di bawah sinar matahari dan disemprotkan fungisida. Media tabur sebaiknya tidak padat, agar tidak merusak sistem perakaran.

  1. Penyapihan

Penyapihan atau penanaman merupakan proses pemindahan benih ke lahan yang sesungguhnya. Lahan yang disiapkan harus dibuat bedengan terlebih dahulu dengan ukuran 5 x 1 meter. Media yang digunakan untuk lahan harus memiliki nutrisi yang lengkap yaitu berupa tanah yang dicampur dengan pasir dan pupuk kompos, perbandingan ketiganya yaitu 7: 2: 1.

Semai yang sudah bisa dipindahkan ke lahan tanam yaitu yang sudah mulai tumbuh daun sekitar dua helai dan tingginya lebih dari 1 cm. Pemindahannya akan lebih baik jika menggunakan pinset. Setelah dipindahkan ke lahan, segera ditutup kembali dengan tanah dan dipadatkan. Lalu langsung disiram halus.

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman kayu putih dilakukan dengan penyiraman, penyiangan, pemupukan, dan pengendalian hama. Penyiraman tanaman dilakukan menggunakan sprayer ketika umur tanaman masih di bawah dua bulan. Penyiraman dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada pagi dan sore hari. Penyiraman harus dilakukan secara hati-hati agar bagian tubuh tanaman tetap aman.

Selain disiram, lahan tanaman perlu dilakukan pengontrolan agar tidak ada gulma atau tanaman liar yang tumbuh di sekitarnya. Setelah gulma disingkirkan, perlu juga dilakukan penggemburan pada tanah.

Untuk menjaga tanaman selalu tumbuh dengan baik dan subur, pemeliharaan kayu putih harus diberikan pupuk setiap dua minggu sekali. Jenis pupuknya yaitu pupuk NPK dengan perbandingan 15: 15: 15, dan diberikan dengan cara disemprotkan pada tanaman.

Pemeliharaan tanaman yang terakhir yaitu pengontrolan dan pengendalian terhadap jenis hama serta penyakit yang menyerang tanaman. Hama yang umumnya mengganggu pertumbuhan tanaman kayu putih yaitu belalang dan ulat. Untuk mengendalikannya, tanaman dapat disemprotkan insektisida. Selain itu, tanaman juga dapat terhindar dari hama dengan cara dibuatkan naungan dar sharlon atau paranet.

Budidaya Vegetatif

Perkembangbiakan tanaman kayu putih dengan cara vegetatif dapat dilakukan melalui teknik stek pucuk, atau stek batang. Tujuan dari perbanyakan ini adalah untuk mempertahankan sifat-sifat dari induknya. Maka sebelum dilakukan perbanyakan, pastikan tanaman yang akan di stek adalah tanaman yang unggul.

Itulah tadi artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman kayu putih, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi bagi segenap pembaca. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *