Tanaman Kedelai, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Kedelai

Kedelai adalah salah satu tanaman yang tidak asing lagi bagi banyak orang. Tanaman kedelai merupakan jenis polong-polongan yang biasa dijadikan bahan dasar makanan dari Asia Timur seperti tempe, tahu, dan kecap. Berdasarkan sejarah zaman dahulu, bahwa kedelai meruapkan tanaman yang sudah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur.

Sebagai informasi, bahwa tanaman kedelai merupakan sumber utama dalam contoh makanan protein nabati dan minyak nabati di dunia. Selain itu negara yang menghasilkan tumbuhan kedelai pertama kali adalah Amerika Serikat.

Tanaman Kedelai

Tumbuhan kedelai adalah jenis tanaman yang selalu membutuhkan cahaya matahari, selain itu kedelai sangat peka sekali dengan adanya suatu pencahayaan. Pada saat pencahayaan sedikit rendah maka jenis batang kedelai akan mengalami pertumbuhan memanjang sehingga wujudnya seperti tanaman merambat.

Kedelai juga dikenal dengan berbagai nama atau sebutan diantaranya dari bahasa Belanda disebut sojaboon, di bahasa Jerman disebut soja, soja bohne, pada bahasa Inggris dinamakan soybean, dan di bahasa Indonesia kedelai memiliki nama yang bervariasi diantaranya yaitu retak mejong, kaceng bulu, kacang jepun, dekenana, demekun, kacang ramang, dele, kadele, kadang jepun, lebui bawak, sarupapa tiak, dole, kadule, puwe mon, kacang kuning dan gadelei.

Berdasarkan nama kedelai yang begitu banyak, khususnya di negara Indonesia maka hal ini menunjukkan bahwa kedelai telah lama dikenal di Indonesia.

Klasifikasi Kedelai

Tanaman kedelai memiliki klasifikasi dalam sistem tumbuhan yang diuraikan sebagai berikut:

Kingdom Plantae
Sub kingdom Tracheobionta
Super divisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Sub kelas Rosidae
Ordo Fabales
Family Fabaceae
Genus Glycine
Spesies Glycine max(L.) Merr

Ciri Morfologi Kedelai

Karakteristik morfologi tanaman kedelai di bedakan menjadi beberapa bagian mulai dari akar sampai bijinya. Berikut dibawah ini adalah ciri morfologi tanaman kedelai yaitu;

  1. Akar

Tanaman kedelai memiliki akar yang akan  muncul  dari  belahan  kulit  biji  disekitar mesofil. Biasanya arti akar yang akan muncul tersebut mengalami pertumbuhan yang begitu cepat ke dalam tanah. Selain itu kotiledon  yang ada pada tanaman ini terdiri  dari  dua  keping dan akan  terangkat ke permukaan tanah akibat pertumbuhan yang cepat dari hipokotil.

Sistem  perakaran tanaman kedelai  terdiri  dari  dua  jenis  yaitu akar tunggang  dan akar serabut. Kedelai juga sangat sering membentuk akar adventif.

  1. Batang

Morfologi definisi batang pada tanaman ini yaitu memiliki ketinggian sekitar 30 sampai dengan 100 cm. kedelai memiliki banyak cabang dan batangnya bertekstur lembut serta berwarna hijau. Perlu diketahui bahwa batang kedelai sangat cepat pertumbuhannya.

Hipokotil setiap batang bisa membentuk sekitar 3 sampai dengan 6 cabang. Selain itu pertumbuhan batang kedelai ini juga dibedakan menjadi dua tipe, yang pertama tipe determinate dan yang kedua tipe indeterminate.

Perbedaan tipe pertumbuhan batang ini didasarkan atas keberadaan  bunga pada pucuk batang. Tipe determinate biasanya memiliki batang  yang  tidak  tumbuh  lagi pada saat tanaman mulai berbunga. Sedangkan tipe indeterminate memiliki ciri bahwa pucuk batang pada tanaman masih bisa tumbuh daun, walaupun tanaman  kedelai sudah berbunga.

  1. Daun

Daun pada tanaman kedelai memiliki dua bentuk yaitu bulat atau oval dan lancip atau lanceolate. Bentuk daun tersebut dipengaruhi oleh faktor turunan atau genetik. Biasanya daerah yang memiliki tingkat  kesuburan  tanah  yang tinggi   akan mempunyai bentuk daun yang lebar.

Tanaman kedelai juga terdapat daun yang mempunyai stomata dengan jumlah sekitar 190 sampai dengan 320 buah. Pada umumnya daun kedelai itu mempunyai bulu  dengan warna cerah dan jumlahnya sangat beragam. Tebal tipisnya bulu pada  daun kedelai juga berkaitan dengan jenis kedelai  itu sendiri untuk menghadapi serangan jenis hama tertentu.

  1. Bunga

Bunga yang ada pada tanaman kedelai memiliki ciri morfologi yang bentuknya seperti kupu-kupu. Selain itu bunga kedelai biasanya akan muncul atau tumbuh di ketiak daun.

Jumlah bunga pada setiap ketiak tangkai daun tidak bisa ditentukan karena sangat bervariasi, yaitu sekitar 2 sampai dengan 25 bunga. Definisi bunga  pertama  yang terbentuk di tanaman ini umumnya pada buku kelima, keenam, atau pada  buku yang lebih tinggi.

  1. Biji

Tanaman kedelai mempunyai biji yang berbentuk bulat, pipih atau lonjong. Biji memiliki berat sekitar 6 sampai dengan 30g setiap 100 biji. Selain itu bagian biji-biji yang ada pada tanaman kedelai biasanya berkeping dua dan terbungkus kulit biji.

Manfaat Kedelai

Dibawah ini merupakan sejumlah manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari tanaman kedelai yaitu:

  1. Memperbaiki sel dan mencegah kerusakan sel

Salah satu hal yang menyebabkan kerusakan sel pada tubuh yaitu polusi maupun sinar matahari. Oleh karena itu untuk menjaga kerusakan sel yang ada pada tubuh ini anda bisa mengkonsumsi kedelai secara rutin. Hal ini dikarenakan kedelai memiliki kandungan antioksidan dan senyawa yang disebut isoflavon dan zat tersebut berguna untuk meningkatkan kesehehatan dalam tubuh dengan cara memperbaiki sel-sel yang rusak.

  1. Mencegah kanker

Kandungan Isoflavon yang ada pada tanaman kedelai memiliki sifat antikanker yang bisa melawan sel-sel kanker dalam tubuh. selain itu kandungan ini juga sangat berguna untuk melindungi tubuh dari kanker hormon seperti kanker payudara, kanker prostat, dan kanker rahim.

  1. Mencegah osteoporosis

Protein yang ada pada tanaman kedelai sangat berkhasiat untuk membantu penyerapan kalsium dalam tulang yang lebih baik. Isoflavon yang ada pada tanaman kedelai juga berkhasiat untuk memperlambat kehilangan tulang dan menghambat kerusakan tulang sekaligus mencegah terjadinya osteoporosis.

  1. Mengatasi gejala menopause

Menopause adalah proses berhentinya suatu menstruasi yang dialami wanita ketika memasuki usia yang sudah lanjut.

Biasanya menopause akan menyebabkan badan terasa panas. untuk mengatasi masalah tersebut maka kedelai bisa dikonsumsi, karena kandungan isoflavon pada kedelai bisa k mengatur estrogen yang ada pada tubuh dan menyebabkan badan lebih enak serta relax.

  1. Memberi efek baik untuk diabetes dan sakit ginjal

Kandungan protein dan serat yang bersifat larut dalam kedelai ternyata memiliki fungsi untuk mengatur kadar glukosa darah serta filtrasi ginjal. Dengan demikian kedelai ini bisa untuk mengendalikan diabetes dan penyakit ginjal.

Cara Budidaya Kedelai

Berikut dibawah ini adalah cara budidaya tanaman kedelai yang bisa kita lakukan yaitu;

  1. Pemilihan Benih

Persiapan benih harus dilakukan dengan baik, caranya yaitu dengan memilih kualitas benih yang paling baik dan bagus kita bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. Pertama-tama pilihlah benih yang bisa beradaptasi dengan kondisi lahan tanam dan memenuhi standar mutu benih yang baik.

Sebelum proses penanaman dilakukan maka siapkan dulu pupuk dasar yaitu pupuk TSP, Pupuk KCL, dan Urea. Pupuk yang sudah disiapkan ini kemudian disebarkan secara merata di lahan tanam atau bisa juga dimasukkan ke dalam lubang bagian sisi kanan dan kiri lubang tanam sedalam 5 cm.

  1. Penanaman

Benih yang sudah siap, selanjutnya bisa ditanam secara langsung. Caranya yaitu menyiapkan lubang tanam dengan kedalam sekitar 3 cm hingga 4 cm dan jarak antar tanaman disesuaikan dengan kondisi lahan. Pastikan bahwa setiap lubang tanam dimasukkan sekitar 2 hingga 3 butir benih dan ditutup kembali dengan tanah secara perlahan.

  1. Perawatan Atau Pemeliharaan

Proses selanjutnya setelah penanaman selesai dilakukan yaitu perawtaan atau pemeliharaan kedelai. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merawat tanaman kedelai yaitu penyulaman yang dilakukan setelah 1 minggu penanaman. Kemudian pengairan yang bisa dilakukan setiap pagi atau sore hari.

  1. Panen Kedelai

Tahap akhir dari budidaya tanaman kedelai yang paling ditunggu-tunggu ialah pemanenan. Panen kedelai bisa dilakukan apabila sudah memiliki ciri – ciri yang diuraikan sebagai berikut dibawah ini:

  1. Polong memiliki warna kuning kecokelatan
  2. Daun pada tanaman kedelai sudah banyak yang kering dan rontok
  3. Batang kedelai sudah mulai mengering.

Itulah tadi artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman kedelai, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi bagi segenap pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *