Tanaman Kemangi, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Kemangi

Tanaman kemangi merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah India. Namun, seiring berjalanya waktu tanaman kemangi mulai menyebar ke seluruh penjuru dunia, salah satunya Indonesia. Tumbuhan kemangi mudah tumbuh di daerah yang beriklim tropis.

Bahkan di berbagai wilayah yang ada di Indonesia mampu tumbuh di pekarangan rumah melalui struktur biji yang berasal dari bungganya. Selain dijadikan sebagai salah satu jenis tanaman hias kemangi ini juga berguna untuk mengurangi bau badan yang membuat orang terkadang tidak percaya diri.

Tanaman Kemangi

Tanaman kemangi pada dasarnya tergolong ke dalam tanaman rendah, hal ini karena tingginya hanya mencapai 1,5 meter. Tumbuhan ini mudah dikenal dari bagian bunganya yang berbentuk tandan. Sebagai tanaman yang sering dikonsumsi secara langsung ataupun di sayur, kandungan kemangi banyak bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Klasifikasi Kemangi

Adapun untuk klasifikasi ilmiah yang ada dalam tanaman kembangi ini, antara lain sebagai berikut;

Kingdom Plantae
Sub kingdom Tracheobionta
Super divisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Sub kelas Asteridae
Ordo Lamiales
Family Lamiaceae
Genus Ocimum
Spesies Ocimum sanctum

Ciri Morfologi Kemangi

Sedangkan ciri morfologi yang ada dalam tumbuhan kembangi antara lain;

  1. Batang

Batang tanaman kemangi memiliki ciri khas yaitu bentuknya yang bermacam-macam serta permukaannya dipenuhi oleh bulu-bulu. Warna dari jenis batang kemangi umumnya yaitu hijau muda sampai hijau tua, dan beberapa ada yang berwarna keunguan.

Tanaman kemangi merupakan tumbuhan dikotil. Batangnya mulai dari berbentuk segi empat, bulat, beralur, dan ada juga yang bercabang. Perbedaan bentuk batang didasarkan pada jenis variannya. Batang tanaman kemangi adalah jenis batang  terna atau tidak membentuk kayu, namun tumbuhnya tidak terlalu tinggi.

  1. Bunga

Bunga tanaman kemangi bentuknyaselalu bergerombol dengan mahkota yang berwarna keunguan. Bunganya tidak hanya ada di satu tempat saja, namun bisa ditemukan pada batang tanaman dengan bentuk yang sama, yaitu bergerombol.

Ukuran panjang dari satu bunga kemangi yaitu sekitar 5 sampai dengan 7 mm. Dari bunganya akan tercium wangi yang khas. Bentuknya yang majemuk dan selalu bergerombol membuat bunga ini terlihat cantik.

  1. Daun

Daun kemangi, adalah bagian yang paling sering digunakan. Warna daunnya ada yang berwarna hijau dan ada juga yang berwarna cokelat. Dari daunnya pun akan tercium bau yang khas, begitu pula ketika dimakan. Rasanya agak pedas.

Bentuk daun kemangi mulai dari lonjong memanjang, atau seperti bentuk bundar telur tetapi agak memanjang. Permukaan daun kemangi seperti pada bagian batangnya, memiliki rambut yang tipis dan sangat halus. Daun kemangi berukuran panjang sekitar 2 hingga sampai 7,5 cm.

  1. Biji

Bentuk biji dari tanaman kemangi bentuknya bulat. Warna dari bagian biji kemangi umumnya yaitu berwarna cokelat. Seratus butir dari tanaman kemangi ukurannya berkisar 0,026 gram.

Manfaat Tanaman Kemangi

Di dalam daun kemangi terkandung beberapa vitamin yaitu vitamin C, vitamin A, dan vitamin B. Selain itu, daun kemangi juga diperkaya oleh beta karoten, fosfor, magnesium, kalsium, protein, lemak, zat besi, karbohidrat, arginin, flavonoid, anetol, asam askorbat, apigenin, dan masih banyak yang lainnya.

Dari kandungan tersebut, daun kemangi memiliki manfaat yang banyak untuk kesehatan, diantaranya adalah :

  1. Kesehatan Tulang

Tubuh memerlukan zat kolagen untuk memengaruhi integritas struktur sel pada seluruh jaringan ikat. Misalnya pada tulang rawan, matriks tulang, membran kapiler, dentin gigi, tendon, dan juga kulit. Di dalam daun kemangi kandungan mineral mikronya berperan dalam kesehatan tulang.

Contoh mineral mikro yang ada pada daun kemangi yaitu kalsium, magnesium, dan fosfor. Kalsium sangat dikenal dalam pembentukan dan pertumbuhan tulang. Selain itu kandungan ini juga mampu mentransmisi impuls saraf, membantu kontraksi otot, serta mengaktifkan reaksi pada enzim.

Kandungan fosfor yang ada pada daun kemangi bermanfaat bagi pertumbuhan tulang. Fosfor jika dikonsumsi dapat membantu penyerapan dan transpor gizi pada tubuh. Selain itu, fosfor juga mampu mengatur keseimbangan asam serta basa pada tubuh.

Sementara magnesium bermanfaat bagi tubuh karena mampu membuat jantung dan pembuluh darah rileks, sehingga aliran darah selalu lancar.

  1. Antioksidan pada Tubuh

Daun kemangi juga mengandung senyawa non gizi yaitu flavonoid, eugenol, anetol, boron, minyak atsiri, dan arginin. Senyawa flavonoid dan eugenol dikenal sebagai penangkal radikal bebas dan juga mampu menetralkan kolesterol.

Selain itu, senyawa tersebut juga bisa mencegah masuknya bakteri, jamur, dan virus ke dalam tubuh. Sehingga keduanya berperan sebagai zat antioksidan yang melindungi tubuh dari peyakit-penyakit yang membahayakan.

  1. Menyembuhkan Jerawat

Manfaat daun kemangi untuk tubuh salah satunya juga untuk menyembuhkan jerawat. Kandungan vitamin A, B, dan C yang ada pada daunnya memiliki kandungan antiseptik  yang dapat mengeringkan jerawata dengan cepat. Antiseptik dari daun kemangi berfungsi membunuh bakteri yang ada pada kulit dan juga berperan melancarkan peredaran darah.

Cara untuk menggunakan daun kemangi sebagai obat jerawat yaitu dengan membuatnya menjadi toner. Daun kemangi dihaluskan terlebih dahulu, lalu dicampurkan dengan air panas. Setelah dingin air sari daun kemangi dapat digunakan untuk dioles ke bagian wajah secara merata.

  1. Mengobati Asam Urat

Telah dilakukan penelitian pada tahun 1977, daun kemangi diketahui berkhasiat untuk mengobati penyakit asam urat. Kala itu percobaan dilakukan pada tikus putih dan setelah 7 hari mengonsumsi kemangi hasilnya menunjukkan penurunan dignifikan pada kadar asam urat.

  1. Mengobati Diabetes

Penelitian pada 40 orang penderita diabetes melitus tipe 2, selama kurang lebih 4 minggu mengonsumsi 2,5 gram bubuk kemangi secara rutin.

Hasilnya adalah penurunan gula darah puasa hingga angka 17,6 %, serta gula darah setelah makan juga turun sebanya 7,3 %. Hal  ini menunjukkan bahwa bubuk kemangi efektif dalam mengobati penyakit diabetes karena memiliki efek farmakologis.

  1. Kesehatan Mata

Senyawa beta karoten yang ada pada daun kemangi mendukung fungsi baik pada sistem penglihatan. Selain itu kandungan ini juga mampu meningkatkan respon dari antibodi yang berperan penting dalam kekebalan tubuh. Kandungan beta karoten juga memiliki peran lain sebagai zat antioksidan, serta berperan dalam proses sintesis protein yang mendukung pertumbuhan.

Cara Budidaya Kemangi

Tanaman kemangi, daunnya banyak diminati oleh masyarakat. Selain rasanya yang cocok untuk dijadikan lalapan, manfaat daun kemangi juga sangat banyak.  Oleh karena itu, saat ini tanaman kemangi banyak dibudidayakan. Kita juga dapat mulai menanamnya dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Pemilihan Benih

Benih tanaman kemangi bisa didapatkan dari biji-biji yang ada pada bunganya. Kita dapat memilih biji kemangi dari bunga yang sudah matang pohohnnya dan berumur tua. Benih yang baik biasanya berwarna cokelat dan sudah mengering.

Sebelum dilakukan penanaman pada benih, lebih baik benih dijemur di bawah sinar matahari selama beberapa waktu. Untuk mendapatkan tanaman anakan yang berkualitas baik, maka benih kemangi harus dipilih dari indukan yang memiliki sifat-sifat unggul dan juga tumbuh dengan sehat.

  1. Persiapan Lahan

Seperti halnya menanam tanaman kebanyakan, lahan pertanian yang harus disiapkan adalah lahan yang digemburkan terlebih dahulu. Proses penggemburan dapat mengeluarkan racun yang ada pada tanah, selain itu juga memberikan oksigen pada bagian tanah terdalam.

Lahan akan ditanam tanaman semai kemangi lebih dulu, maka lebih baik jika diberi pelidung. Upaya ini dilakukan agar sinar matahari yang didapat cukup dan tidak berlebih. Jika sudah, dibuat bendengan pada lahan dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang 3 meter.

Setelah itu, tanah yang sudah digemburkan dicampurkan pupuk kompos secara merata. Kurang lebih setelah 2 sampai dengan 3 hari didiamkan lahan siap untuk digunakan menanam tanaman kemangi.

  1. Penanaman Benih

Pada penanaman benih tanaman kemangi, beberapa hal yang harus diperhatikan adalah warna bijinya yang sudah diap ditanam warnanya hitam dan kering. Setelah biji yang akan dijadikan benih dijemur, pindahkan ke dalam wadah dan disimpan pada suhu ruangan dengan kondisi terbuka.

Penanaman dapat dilakukan dengan menaburkan benih pada lahan yang sudah diolah. Setelah itu, taburkan tanah tipis-tipis agar benih tidak berpindah. Awal tumbuh tanaman, baiknya dilakukan penanaman rutin setiap harinya pada pagi dan sore hari.

  1. Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman kemangi tidak banyak berbeda dengan perawatan tanaman lainnya. Hal-hal yang perlu dilakukan yaitu penyiraman, pengendalian lahan dari gulma, jenis hama dan penyakit yang mungkin terjadi pada tanaman.

  1. Pemanenan

Proses pemanenan tanaman kemangi terbilang cukup singkat. Sebab dalam waktu 50 hari tanaman kemangi sudah dapat dipanen. Sebaiknya pemanenan atau pemetikan daun kemangi dilakukan sebelum tumbuh bunga, agar rasa daun kemangi tetap nikmat.

Pemanenan dilakukan dari bagian pucuk daun kemangi. Lebih baik dalam proses pemanenan menggunakan gunting. Proses ini juga dapat merangsang pertumbuhan cabang-cabang baru pada tanaman kemangi.

Itulah tadi artikel yang bisa kami bagikan pada semua pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman kemangi, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi bagi semuanya kalalangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *