Tanaman Kemuning, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Kemuning

Tanaman kemuning dikenal sebagai salah satu jenis tanaman hias yang dapat tumbuh dinamapun termasuk disekitar lingkungan rumah kita. Bunganya yang berwarna putih dengan bentuk yang cantik adalah bagian yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai hiasan pekarangan.

Namun saat ini tanaman kemuning tidak hanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias saja. Akan tetapi dapat dijadikan sebagai salah satu jenis tumbuhan obat lantaran ada kegunaan lain yang menguntungkan. Sehingga tanaman ini merupakan salah satu tanaman yang banyak dipilih orang untuk dibudidayakan.

Tanaman Kemuning

Tanaman kemuning adalah kelompok dari suku jeruk-jerukan, karakteristik ini dapat ditemukan pada bagian daunnya yang menyerupai daun jeruk nipis. Karena menghasilkan biji dan buah, kemuning termasuk ke dalam kelompok tumbuhan angiospermae dengan biji dikotil (berkeping dua). Struktur biji dan buah ini dihasilkan dari bunga kemuning yang berwarna putih.

Dalam bahasa Inggris, kemuning dikenal sebagai Orange jessamine karena bagian daunnya yang mirip daun jeruk dan bagian bunganya yang hampir sama dengan bunga melati. Selain tampaknya yang indah, tanaman kemuning bentuknya menyerupai semak-semak dan dapat mengeluarkan bau yang khas.

Klasifikasi Kemuning

Adapaun klasifikasi ilmiah tanaman kemuning ini antara lain sebagai berikut;

Kingdom Plantae
Divisi Spermatophyta
Sub divisi Angiospermae
Kelas Dicotyledonae
Ordo Sapindales
Famili Rutaceae
Genus Murraya
Species Murraya paniculata (L.)

Ciri Morfologi Tanaman Kemuning

Ciri-ciri tanaman kemuning dapat dilihat dari bagian luar tanaman seperti daun, batang, bunga, biji dan buah. Karena hanya bagian-bagian tersebut yang tampak oleh mata tanpa harus diteliti lebih dalam. Sehingga dengan mengamati morfologinya, kita sudah dapat mengenal tanaman kemuning dengan berbagai karakteristiknya.

  1. Daun

Bagian daun tanaman kemuning menyerupai daun jeruk, hanya saja ukurannya lebih kecil. Setiap helaian daun duduk pada tangkai. Tepi daun dapat berbentuk rata atau agak beringgit, panjang daun dapat mencapai 2 sampai 7 cm dengan lebar 1 sampai 3 cm.

Ciri khas daun dari suku jeruk-jerukan adalah permukaan yang mengkilap dan berwarna hijau muda hingga pekat. Ciri ini juga berlaku bagi daun kemuning, perbedaannya adalah daun kemuning tidak menghasilkan bau jika diremas. Selain itu daunnya tersusun majemuk bersirip ganjil dan letaknya berseling.

  1. Batang

Sebagai tumbuhan tropis, kemuning dapat tumbuh subur hingga tinggi batang mencapai 7 meter. Namun akan lebih banyak ditemukan tanaman kemuning dengan ukuran semak atau pohon kecil. Definisi batang kemuning memiliki ciri-ciri keras, beralur, dan tidak berduri.

Dengan ciri-ciri tersebut, tanaman kemuning dapat dijadikan tanaman bonsai yang lebih kecil namun sangat cantik jika dijadikan sebagai hiasan.

  1. Bunga

Arti bunga tanaman kemuning berwarna putih susu dengan bagian tengah yang kekuningan. Bunga kemuning tersusun majemuk bertandan, ukurannya sekitar 12-18 mm. Bunga keluar dari bagian ujung ranting atau ketiak daun.

Bagian bunga inilah yang dapat mengeluarkan aroma khas pada tanaman kemuning. Biasanya aroma tersebut digunakan sebagai pengharum badan, atau dapat dimanfaatkan sebagai aromaterapi pada ruangan.

  1. Biji dan Buah

Buah kemuning berkembang dari bagian biji yang akan tumbuh mulai dari berwarna merah hingga oranye ketika sudah matang. Bentuknya menyerupai biji melinjo, yaitu bulat memangjang. Panjangnya sekitar 8-12 mm, berkeping biji dua atau dikotil.

Ketika masih muda bijinya akan berwarna hijau, dan saat sudah tua atau matang buah akan berwarna merah atau oranye mengkilap.

Manfaat Tanaman Kemuning

Tanaman kemuning bagian daunnya mengandung senyawa cedinene, methyl-antharanilate, geraniol, bisabolene, carene-3, eugenol, paniculatin, dan masih banyak yang lainnya. Sementara itu bagian kulit batang kemuning mengandung mexotioin, 5-7-dimetrhoxy-8, dan coumarin. Sedangkan bunga kemuning kaya akan scopoletin, dan buahnya mengandung semi-alfa-carotenone.

Dari banyaknya kandungan yang ada pada tanaman kemuning menghasilkan rasa pedas, pahit, dan hangat. Rasa-rasa tersebut dapat mengakibatkan sensaisi pemati rasa, penenang, penghilang radang, memperlancar peredaran darah, juga dapat menghaluskan kulit.

Tanaman kemuning, selain digunakan sebagai hiasan juga mengandung banyak khasiat yang dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk penyakit-penyakit tertentu. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Pelangsing Badan

Daun kemuning apabila dicampur dengan daun mengkudu dan temu giring akan bermanfaat melangsingkan badan. Campuran tersebut dihaluskan lalu dimasak, ketika sudah matang saringan airnya dapat dikonsumsi setiap pagi sebelum makan untuk membantu melangsingkan badan.

  1. Menghaluskan Kulit

Memiliki kulit yang halus sudah tentu menjadi keinginan setiap orang. Daun segar tanaman kemuning dapat membantu menghaluskan kulit kita. Sebanyak 30 gram daun dicuci dan ditumbuk hingga lumat, lalu ditambahkan air sebanyak satu gelas dan campurkan hingga rata. Setelah siap, campuran tadi dapat dijadikan lulur untuk dibalurkan ke seluruh tubuh.

  1. Melancarkan Haid

Haid yang tidak lancar adalah hal  yang tidak nyaman bagi para wanita. Untuk mengatasinya, daun kemuning dapat diacampur dengan beberapa bahan seperti daun pacar kuku, dan rimpang temulawak. Campuran tadi apabila direbus dan diminum sebanyak dua kali sehari dapat membantu melancarkan haid para wanita.

  1. Menyembuhkan Reumatik Sendi

Reumatik menjadi penyakit yang sangat merepotkan jika sudah kambuh. Untuk mengobatinya kita dapat menggunakan akar kemuning yang dicampur dengan akar lantana camara, dan 3 pasang kaki ayam. Semua bahan ditim setelah itu air hasil masakan diminum hingga habis.

  1. Mengobati Batu Ginjal

Bagian daun kemuning dijadikan jus hingga halus. Lalu air hasil saringannya dapat diminum dan mengobati batu ginjal.

  1. Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Rebusan daun kemuning yang masih segar, apabila diminum secara berkala dengan intensitas 3 kali pada satu hari dapat menyembuhkan infeksi yang terjadi pada saluran kencing.

  1. Mengobati Sakit Gigi

Dari banyaknya bagian yang ada pada tanaman kemuning. Sejak tadi, yang banyak dimanfaatkan sebagai obat adalah bagian daunnya. Akan tetapi ada bagian lain yang juga berguna yaitu pada pengobatan gigi. Bagian tersebut adalah minyak yang keluar dari kulit batang tanaman kemuning. Minyak tersebut dibakar terlebih dahulu sebelum diteteskan pada bagian gigi yang berlubang.

  1. Mengobati Keseleo

Daun kemuning yang sudah direbus dapat mengobati keseleo. Caranya yaitu dengan menempelkan daun ke bagian tubuh yang keseleo saat kondisi daun masih hangat.

  1. Menyembuhkan Memar

Campuran daun kemuning dan kaca piring dapat menyembuhkan memar pada tubuh. Caranya yaitu dengan mencampurkan dan digiling hingga halus, setelahnya diaduk di atas api dan ditempelkan ke bagian yang memar selagi masih hangat.

  1. Mengobati Penyakit Eksim

Masih dengan bagian daun kemuning. Rebusan dari serat daun kemuning dapat mengobati eksim dengan cara mencuci bagian tubuh yang terkena penyakit eksim. Air rebusan daun yang digunakan untuk mencuci bagian tubuh yang terkena eksim.

Cara Budidaya Tumbuhan Kemuning

Banyaknya manfaat dan khasiat yang dihasilkan dari tanaman kemuning membuat tanaman ini menjadi pilihan untuk dibudidayakan. Karena kemuning merupakan tumbuhan tropis, dan Indonesia juga bagian dari negara tropis, maka bukan perkara sulit untuk membudidayakan tanaman kemuning. Cara budidaya tanaman kemuning yaitu sebagai berikut.

  1. Pembibitan

Bibit tanaman kemuning yang akan ditanam dapat berasal dari biji yang dihasilkan pada buah kemuning yang sudah tua. Caranya yaitu dengan membuka kulit buah dan memisahkan biji yang ada di dalamnya. Biji yang sudah dipilah selanjutnya dikeringkat dan disimpan dalam wadah tertutup agar selalu dalam keadaan kering.

  1. Penanaman

Biji kemuning yang sudah siap ditanam, dapat ditempatkan pada pot, polybag, atau langsung pada tanah di pekarangan. Penanaman dilakukan dengan menyiapkan media yaitu tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan 1:1.

Campuran tersebut sudah dapat digunakan untuk ditanam bibit. Dibuat lubang dan ditanamkan bibit pada lubang, setelah itu disiram secara rutin jika kondisi tanah sudah mulai mengering.

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan atau perawatan tanaman kemuning cukup mudah. Karena tanaman ini tidak memerlukan pengairan yang terlalu banyak. Apabila berlebihan, dan tanaman kemuning dalam keadaan lembab akan menyebabkan kemuning mudah layu hingga mati.

Media yang sudah ditanam bibit dapat disiram saat kondisi lahan pertanian sudah mengering, dan volume air yang diberikan secukupnya saja. Nutrisi pertumbuhan tanaman berasal dari pupuk kandan atau pupuk kompos yang diberikan secara berkala. Pemberian pupuk akan mempercepat pembungaan dan tumbuhnya buah pada tanaman kemuning.

Pemeliharaan lainnya yaitu dapat dilakukan dengan pengawasan terhadap jenis lahan pertanian apabila  mulai tumbuh rumput atau gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan. Akan lebih baik jika tanah berkala dibersihkan agar pertumbuhan dari tanaman berlangsung secara optimal.

Itulah tadi artikel yang bisa kami berikan pada semua pembaca berkenaan dengan tanaman kemuning, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *