Tanaman Kencur; Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tanaman Kencur Adalah

Kencur adalah tanaman temu kecil yang dapat tumbuh dengan subur pada daerah dataran rendah atau daerah pegunungan yang subur dan gembur namun tidak tergenang oleh air. Daun kencur memiliki 2-3 lembar dengan 5 jarang yang tersusun secara berhadapan. Kencur dapat tumbuh hanya dengan diletakkan saja diatas permukaan tanah.

Kencur berasal dari bahasa sansekerta yaitu kachora yang artinya adalah temu putih. Kencur dapat tumbuh dengan baik pada saat musim penghujan, tanaman ini dapat ditanam pada media pot, polibeg atau sejenisnya dan juga bisa dibudidayakan secara komersil. Tanaman kencur diduga berasal dari India dan menyebar luas ke daerah Asia Tenggara, serta cina selatan bahkan sampai ke Australia Utara.

Kencur dapat dijadikan bahan rempah penyedap makanan serta jamu untuk kesehatan tubuh seperti melegakan tenggorokan, menambah nafsu makan, dan berbagai khasiat lainnya. Didalam tanaman kencur terdapat senyawa tonikum yang berguna sebagai bahan penambah nafsu makan pada anak-anak.

Tanaman Kencur

Tanaman kencur memiliki nama latin Kaempferia galanga L. merupakan tanaman rempah yang dapat dijadikan bahan penyedap makanan serta tanaman obat-obatan herbal. Pada bagian zingiberaceae atau bagian rimpangnya terdapat kandungan minyak atsiri dan alkaloid yang berfungsi sebagai stimulant dalam tubuh.

Di daerah Malaysia kencur dikenal dengan istilah cekur, di Thailand pro hom, di Indonesia sendiri nama kencur dikenal dengan nama istilah cikur (sunda), ceuko (aceh), kaciwer (karo), kencor (Madura), cekuh (bali), Sekuh (sasak), sukung (melayu), asauli, sauleh, soul, umpa (Maluku) dan cekir (sumba).

Klasifikasi Tanaman Kencur

Kencur memiliki nama latin Kaempferia galangal dengan klasifikasinya sebagai berikut;

  • Kingdom : Plantae
  • Sub kingdom : Viridiplantae
  • Infra Kingdom : Streptophyta
  • Super divisi : Embryophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Super ordo : Lilianae
  • Ordo : Zingiberales
  • Family : Zingiberaceae
  • Genus : Kaempferia L
  • Spesies : Kaempferia galanga L

Ciri Morfologi Tanaman Kencur

Ciri khas dalam marfologi tanaman kencur ini, antara lain adalah sebagai berikut;

Batang

Tanaman kencur tidak memliki batang, akan tetapi memiliki banyak rhizome yang bercabang dengan warna hitam ke abu-abuan yang dapat tumbuh sekitar 30 sampai 70 cm, serta hidup secara perennial. Pada akar tanaman kencur berbentuk umbi berwarna putih kekuningan yang membulat atau memanjang namun memiliki bau yang aromatis serta khas.

Daun

Pada helaian daun terdapat daging namun tersembunyi didalam tanah, daun ini tumbuh secara mendatar di atas permukaan tanah dengan bentuk besar eliptis atau bulat memanjang. Pada bagian tandan bunganya dapat tumbuh diantara helaian daun yang terdiri dari 4 sampai 12 bunga berwarna putih dengan garis berbentuk violet.

Kencur memiliki daun rimpang yang tenggelam didalam tanah serta berada di atas permukaan tanah dengan warna hijau. Rimpang pada tanaman kencur tumbuh secara bergerombol, jumlah daunnya sekitar 2 sampai 3 helai jarang ditemukan lebih dari jumlah yang telah disebutkan.

Bunga

Pengertian bunga pada tanaman kencur berwarna putih memiliki bau harum serta terdapat 4 helai daun mahkota. Pada bagian tangkainya, memiliki daun kecil dengan panjang sekitar 2 sampai 3 cm, tangkai tersebut terdapat cabang api yang dapat tumbuh lebih dari satu tangkai dengan panjang sekitar 5 sampai 7 cm dan bentuknya bulat beruas.

Bunga pada tanaman kencur berbentuk majemuk dengan susunan setengah duduk pada kuntum berjumlah 4 sampai 12 buah, sedangkan pada bagian bibir bunga (labellum) terdapat lembayung dengan warna putih yang lebih dominan.

Buah dan Biji

Tanaman kencur memiliki rhizome yang berada didalam tanah, pada bagian rimpang tumbuh secara berkelompok dan bercabang yang terdapat pada bagian induk tengah. Kulit ari tanaman kencur berwarna coklat akan tetapi pada bagian dalam berwarna putih. Aroma yang dimiliki tanaman kencur sangat khas dan pada bagian rimpang berwarna kuning ketika masih muda serta kandungan airnya lebih banyak dibandingkan dengan rimpang yang sudah tua.

Akar

Akar pada tanaman kencur tumbuh secara bergerombol dan memiliki cabang dengan serabut berwarna putih. Akar kencur tumbuh berdampingan dengan rhizome atau rimpang berwarna coklat keputih-putihan, akar tanaman kencur sendiri memiliki warna coklat yang agak keras dibandingkan dengan rhizome atau rimpangnya.

Manfaat Tanaman Kencur

Adapun untuk kegunaan dalam tanaman kencur ini, antara lain adalah sebagai berikut;

Obat Batuk

Tanaman kencur sejak zaman dahulu terkenal dapat digunakan sebagai bahan pereda batuk berdahak, cara membuat ramuan yaitu dengan dicampur garam.

Kandungan yang ada didalam tanaman kencur berfungsi melegakan tenggorokan serta membantu meredakan batuk berdahak, bahkan telah ditemukan banyak penyanyi yang sering mengkonsumsi kencur agar suara mereka dapat menjadi lebih indah dan menjaga kualitas suara.

Menghilangkan Stres

Berdasarkan riset dari Department Farmasi university Jahangirnager Bangladesh menyebutkan bahwa pada akar, batang bahkan daun tanaman kencur memiliki sifat antidepresian yang mampu membuat system saraf pusat lebih sedatif atau rileks. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat memberikan penegasan bahwasanya tanaman kencur bermanfaat sebagai obat untuk mengurangi stress, cemas, gelisah, serta depresi yang berlebihan.

Obat Diare

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada institusi yang sama, menyebutkan bahwa pada tanaman kencur terdapat kandungan zat sitotoksik serta anti bakteri dengan jumlah yang cukup banyak, maka tanaman ini dapat berfungsi sebagai obat penyakit diare.

Bahan Pembuatan Jamu

Indonesia merupakan sentra industri jamu terbesar di dunia, baik itu jamu tradisional maupun jamu tradisional yang dikemas secara modern. Pada jamu bernama beras kencur, tanaman kencur merupakan bahan baku utamanya, dengan campuran beberapa bahan lain seperti beras, asam jawa, gula merah atau aren.

Jamu beras kencur memiliki manfaat yang sangat baik bagi tubuh seperti meningkatkan nafsu makan pada anak, mengatasi masalah pencernaan, sakit perut, sesak nafas, pilek, sakit kepala, juga batuk berdahak yang membandel.

Anti Radang

Pada tanaman kencur terdapat akar serta daun yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, karena dapat digunakan untuk mengobati penyakit rematik, demam, bengkak, radang tenggorokan serta sebagai anti radang lainnya. Pada bagian akar tanaman kencur dapat bermanfaat untuk mengobati penyakit gigi serta ketombe, selain itu juga dapat digunakan untuk mengobati cidera dengan cara diurut, juga dapat dijadikan bahan untuk meluruskan otot yang bengkak dengan cara ditumbuk dan dibalutkan pada bagian yang sakit.

Cara Budidaya Kencur

Adapun dalam pengertian budidaya dalam jenis tanaman kencur ini, antara lain sebagai berikut;

Syarat Tumbuh

Jenis tanah yang baik untuk budidaya tanaman kencur yaitu tanah yang memiliki stuktur remah dan kaya akan humus, selain itu jenis tanah lempung berpasir dan berliat juga cukup bagus. Daerah yang cocok untuk menanam kencur adalah daerah yang memiliki ketinggian 50 sampai 1000 meter diatas permukaan laut dengan curah hujan antara 2500 sampai 4000 mm/tahun.

Pembibitan

Bibit kencur dapat diperoleh dari rimpang yang sudah tua, bibit dapat ditanam dengan 2 cara yaitu langsung ditanam atau ditunaskan. Cara dengan langsung tanam biasanya dilakukan dengan cara potong rimpang yang masih segar dengan panjang 4 cm lalu tanam langsung dilahan tanpa disimpan terlebih dahulu.

Sedangkan cara tunas dilakukan dengan cara rimpang yang masih segar dipotong 4 cm, setelah itu simpan pada gudang atau ruangan yang kering,tidak panas serta tidak terlindungi sekitar 1 sampai 2 minggu sampai tunas muncul. Bibit yang diperlukan untuk 1 hektar lahan kurang lebih 1 sampai 2 ton.

Lahan tanam

Lahan yang akan digunakan sebaiknya bersih dari rumput atau gulma yang mengganggu, kemudian gemburkan menggunakan cangkul, arit atau alat sejenis lainnya, lalu buat bedengan yang kemudian diberi pupuk kandang dengan dosis 10 ton per hektar.

Penanaman dan Perawatan Tanaman

Setelah bibit siap untuk ditanam, bibit ditanam dengan jarak 20 cm x 15 cm. Pemeliharaan atau perawatan  tanaman kencur yang perlu dilakukan antara lain mulching, penyiangan, pemupukan, serta penggemburan tanah.

Penyiangan dan Pemupukan

Penyiangan gulma dilakukan pada saat tanaman telah memasuki 2 sampai 4 minggu setelah masa tanam atau tergantung dengan keadaan lahan tanam. Pemupukan I dilakukan ketika tanaman telah memiliki daun sempurna atau sekitar 4 minggu setelah tanam dengan dosis pupuk urea 75 kg, KCl 100 kg, dan TSP 200 kg. Setelah umur tanaman sekitar 3 bulan lakukan pemupukan II, tanaman hanya diberi urea dengan dosis 75 kg.

Hama dan Penyakit

Pada budidaya tanaman kencur hama yang sering menyerang adalah ulat Karana diocles dan Udas pesfolus yaitu ulat pemakan daun, hama ini dapat ditangani menggunakan insektisida. Sedangkan untuk penyakit yang sering menyerang tanaman kencur adalah penyakit yang disebabkan bakteri Pseudomonas sp yaitu penyakit busuk umbi.

Masa Panen

Kencur dapat dipanen setelah berumur 6 samai 12 bulan. Masa panen ditandai dengan daun mulai menguning dan sudah mulai berguguran. Pemanenan dilakukan dengan cara menggali atau membongkar rimpang menggunakan cangkul atau alat sejenis, lalu dipotong rimpangnya, sisa dari potongan rimpang dibiarkan untuk masa tanam berikutnya.

Nah, itulah tadi pembahasan secara lengkapnya mengenai pengertian tanaman kencur, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidaya. Semoga melalui tulisan ini memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *