Tanaman Kentang; Klasifikasi, Ciri, Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tanaman Kentang adalah

Tanaman kentang bisa dikatakan sebagai batang yang dapat tumbuh dan berkembang di dalam tanah yang mana pada bagian ujungnya dapat menggelembung menjadi umbi. Umbi batang kentang ini sebenarnya adalah cadangan makanan bagi suatu arti tumbuhan.

Oleh karena itulah spesifikasi pada bagian permukaan tanaman kentang akan tumbuh sisik dan pada bagian kuncup akan membentuk mata tunas. Jadi dapat disimpulkan bahwa kentang merupakan akar yang berumbi dan dapat menumbuhkan tunas seperti pada batang pada umumnya.

Tanaman Kentang

Tanaman kentang memiliki nama latin Solanum tuber L merupakan umbi yang dapat terbentuk dari batang atau struktur modifikasi batang, seperti geragih atau stolon dan rimpang. Tanaman kentang dapat memunculkan tunas beserta akar, sehingga sering kali dapat dijadikan bahan perbanyakan vegetatif oleh para petani.

Tanaman kentang dihasilkan dari spesies Solanaceae atau yang paling terkenal dengan sebutan umbi kentang dan Asteraceae yaitu umbi dahlia atau topinambur. Seperti halnya rimpang pada tanaman jahe Zingiberaceae yang sering dianggap oleh orang awam sebagai umbi atau akar.

Klasifikasi Kentang

Klasifikasi Tanaman Kentang
Klasifikasi Tanaman Kentang

Adapun klasifikasi ilmiah tanaman kentang, antara lain adalah sebagai berikut;

Kingdom Plantae
Divisi Spermatophita
Sub devisi Angiospermae
Kelas Dikotiledon
Ordo Solanales
Familia Solanaceae
Genus Solanum
Spesies Solanum Tuber L

Ciri Morfologi Tanaman Kentang

Secara alamiah karakteristik tanaman kentang, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Daun

Pada umumya tanaman kentang memiliki daun yang rimbun berbentuk oval dan meruncing, serta pada tulang daunnya menyirip. Daun tanaman kentang merupakan dapur bagi suatu tanaman yang mana daun ini memiliki fungsi sebagai tempat untuk mengolah makanan dengan proses fotosintesis.

Warna daun dari tanaman kentang yaitu hijau muda sampai hijau tua, bahkan ada juga yang abu-abu atau merah dengan permukaan bawah daun membentuk bulu.

  1. Batang

Tanaman kentang memiliki pengertian batang yang berbentuk segi empat ataupun segi lima dengan tekstur yang agak keras dan berwarna hijau tua dengan pigmen ungu. Batang dari tanaman kentang biasanya berdiameter cukup kecil dengan panjang hanya sekitar 50  sampai 120 cm.

Tanaman kentang memiliki tiga tipe bentuk batang yaitu tegak, menjalar, dan menyebar. Pada bagian batangnya terdapat rongga dan tidak berkayu, kecuali jika sudah tua maka pada bagian batang bawah akan berubah menjadi kayu.

  1. Bunga

Pengertian bunga pada kentang memiliki ukuran yang cukup kecil dengan warna merah, ungu, dan juga putih. Dari bunga umbi jalar ini dapat menghasilkan buah yang berwarna hijau, merah, kuning, putih atau hijau keputihan, berlendir dan terdapat kulit buah.

Buah dari umbi jalar biasanya mengandung solonim yang merupakan senyawa dengan kandungan racun cukup tinggi, sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi.

  1. Akar

Akar dari tanaman kentang umumnya menjalar dan memiliki ukuran yang kecil dan halus. Akar dari tanaman ini memiliki warna agak putih serta mampu masuk kedalam tanah sampai dengan kedalaman 45 cm akan tetapi, umumnya akar tanaman ini masuk dan bergerombol hanya pada kedalaman tanah 25 cm.

  1. Umbi

Umbi yang dihasilkan oleh tanaman kentang merupakan satu- satunya bagian dari umbi yang dapat dikonsumsi. Umbi ini biasanya memiliki kulit yang sangat tipis, ketabalan dari kulit umbinya diipengaruhi oleh jenis varietas dan juga kondisi lingkungan.

Umbi pada tanaman kentang ini merupakan organ penting pada tumbuhan yang dapat mengalami perubahan ukuran serta bentuk sebagai akibat dari perubahan fungsinya.

Manfaat Tanaman Kentang

Kegunaan tanaman kentang dalam kehidupan manusia di keseharian, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Pencegah stres

Kandungan magnesium yang terkandung dalam tanaman kentang dapat menjadikan tubuh seseorang lebih rileks. Hal ini terjadi karena zat yang masuk kedalam tubuh termasuk kategori mineral pencegah stres. Selain itu kandungan magnesium yang ada didalamnya juga sangat penting untuk otot, tulang, serta jantung.

  1. Kaya akan vitamin D

Jenis vitamin D yang ada pada tanaman ini sangat penting untuk menjaga sistem daya tahan tubuh. Selain itu kandungan vitamin D ini juga memiliki peranan penting dalam meningkatkan energi serta mood seseorang. Selain itu, vitamin ini juga dapat membantu proses pertumbuhan tulang dan menjaga kesehatan gigi.

  1. Mengandung zat besi

Kandungan zat besi yang ada pada tanaman ini sangat bagus dalam proses produksi sel darah merah serta sel darah putih. Selain itu, zat besi yang ada dalam tanaman ini juga dapat membantu proses metabolisme protein didalam tubuh.

  1. Sumber vitamin C

Fungsi dari vitamin C yaitu untuk membantu tubuh dalam menangkal virus dan radikal bebas. Selain itu, vitamin C ini juga dapat memainkan peranan penting dalam penyembuhan luka serta sumber zat kolagen yang memiliki fungsi anti aging sehingga dapat menjaga kulit tetap awet muda.

  1. Kandungan karoten

Warna dari umbi juga dapat menunjukkan bahwa sumber pangan ini memiliki kandungan karoten. Berdasarkan riset dari Universitas Harvard kandungan zat ini memiliki fungsi dalam mencegah kanker paru-paru dan juga bisa untuk mencegah wanita terkena serangan kanker payudara.

  1. Kaya akan serat

Tingginya serat yang ada pada tanaman kentang ini sangat bagus untuk saluran pencernaan. Selain itu, serat yang terkandung pada umbi juga mampu untuk mencegah usus mengalami peradangan. Kandungan serat ini dapat menjauhkan risiko terkena batu ginjal, batu empedu, dan iritasi pada usus.

  1. Vitamin B6

Manfaat dari vitamin B6 yaitu untuk membantu sistem metabolisme dalam tubuh berjalan dengan lancar. Zat ini juga dapat membantu untuk meningkatkan sistim kekebalan tubuh, otot, serta fungsi saraf.

Selain itu, kandungan vitamin B6 juga dibutuhkan untuk perkembangan otak yang akan mendorong hormon serotonin dan nerpinefrin, kedua hormon tersebut sangat berkaitan dengan suasana hati seseorang menjadi lebih baik.

Cara Budidaya Tanaman Kentang

Pada pengertian budidaya kentang memiliki tips dalam memperbanyaknya, berikut ini langkah steep by steep yang bisa dilakukan. Antara lain;

  1. Syarat Tumbuh Tanaman Kentang

Pada dasarnya kentang merupakan tumbuhan yang cocok dengan iklim subtropis akan tetapi di Indonesia tumbuhan kentang banyak dibudidayakan pada daerah dataran tinggi yang identik dengan kondisi subtropis.

Kentang akan tumbuh dengan baik pada wilayah dataran tinggi paling tidak 500 m diatas permukaan laut sedangkan untuk kondisi optimumnya kurang lebih 1.000  sampai 2.000 m diatas permukaan laut. Tumbuhan ini akan tumbuh dan berproduksi dengan baik pada suhu harian kurang lebih 16 sampai 18 derajat celcius.

  1. Pemilihan Bibit

Pilihlah bibit umbi yang sudah tua dan mempunyai kualitas yang baik dengan ciri yaitu buah memiliki ukuran yang besar yakni pada bagian permukaan terasa halus serta tidak ada cacat sedikitpun. Selanjutnya taruh umbi pada tempat yang sejuk dan lembab serta terkena sinar matahari yang cukup.

Lalu diamkan umbi terlebih dahulu selama beberapa hari kurang lebih 7 sampai 14 hari, selanjutnya umbi dapat dilihat bahwa akan muncul beberapa umbi yang sudah ditumbuhi oleh tunas baru. Selanjutnya biarkan sejenak umbi kentang tersebut sampai tunas sudah mencapai tinggi 5 sampai 10 cm dan akarnya sudah mulai terbentuk serta bertumbuh.

  1. Penanaman

Sebelum melakukan proses penanaman maka terlebih dahulu buat saluran drainase disekitar lahan dengan ukuran lebar yakni kurang lebih 5 sampai 10 cm dan kedalamannya kurang lebih 5 sampai 10 cm juga, hal ini bertujuan agar tidak terjadi banjir pada saar dilakukan penyiraman.

Lalu siapkan bibit tanaman kentang yang layak untuk ditanam dengan ciri yaitu umbi sudah mempunyai tunas dan tidak cacat dengan maksimal mempunyai 2 mata tunas. Jika lebih dari 2 mata tunas maka tunas harus dipotong dan kelebihannya dapat ditanam secara terpisah dari indukannya.

Selanjutnya buat gundukan pada lahan terlebih dahulu dan juga buat lubang tanamnya. Beri jarak tanam kurang lebih 10 sampai 15 cm pada tiap lubang tanam dengan kedalaman kurang lebih  2,5 sampai 5 cm. lalu masukkan umbi kentang yang sudah mempunyai tunas kedalam lubang tanam dan timbun dengan tanah.

  1. Perawatan

Siramlah tumbuhan umbi kentang ini setiap hari sebanyak 2 kali yakni setiap pagi dan sore hari. Beri pupuk organik secara rutin setiap 2 minggu sekali dan lakukan pengendalian gulma serta hama penyakit jika diperlukan.

Perhatikan selalu tumbuhan ini jika batangnya sudah tumbuh cukup tinggi maka tambahkan selalu gundukan tanah dan sisakan ujung tumbuhan setinggi kurang lebih 10 cm. hal Ini dilakukan untuk menjaga kondisi umbi pada tanaman kentang agar tetap dapat tumbuh dengan baik.

Habitat Tanaman Kentang

Adapun untuk spesifikasi habitat tanaman kentang. Yaitu;

Kentang dapat hidup di tanah yang subur dengan kandungan bahan organik yang tinggi dan jenis tanah yang digunakan adalah jenis andisol.

Untuk membudidayakan komoditas kentang terdapat beberapa syarat tumbuh tanaman supaya berkembang baik antara lain menghindari lahan bekas pertanaman komoditas terong- terongan, daerah lahan berdekatan dengan ketersediaan air, lahan terletak dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut, dan berada di suhu optimum yaitu berkisar 15 hingga 20 derajat celcius, kelembaban 80 hingga 90% dan curah hujan berkisar 1.500 hingga 5.000 mm/tahun.

Sementara itu, keadaan tanah yang sesuai adalah tanah yang bertekstur sedang, gembur, subur dan sistem drainase yang baik, pH tanah berkisar 5 hingga 6,5 dan menghindari tanah sebagai sumber penyakit tular tanah. Iklim memiliki pengaruh untuk pertumbuhan dan hasil komoditas kentang.

Kentang tumbuh baik dalam sinar matahari yang cukup. Kentang memerlukan rentang suhu yang berbeda bagi masing fase pertumbuhannya. Hasil maksimal untuk komoditas kentang memerlukan suhu optimum yakni 15,6 hingga 17,8 derajat celcius. Panjang hari juga berpengaruh pada proses pembentukan umbi. Panjang hari untuk komoditas kentang bermacam- macam tergantung varietasnya.

Pembentukan umbi pada kentang dipercepat oleh harik pendek, intensitas cahaya yang tinggi, suhu malam yang rendah, dan kandungan nitrogen yang rendah. Daerah yang sesuai untuk membudidayakan komoditas kentang yaitu dataran tinggi ataupun daerah pegunungan dengan ketinggian berkisar 1.000 hingga 3.000 meter diatas lau. Pada areal dataran medium, komoditas kentang bisa dibudidayakan di daerah dengan ketinggian 300 hingga 700 meter diatas permukaan laut.

Komoditas kentang dapat tumbuh dengan baik apabila berada di tanah dengan pH antara 5 hingga 5,5. Dalam keadaan tanah yang masam atau kurang dari 5 mengakibatkan tanaman sering mengalami gejala kekurangan unsur magnesium (Mg) dan keracunan unsur Mn atau Mangan. Sementara itu, tanaman akan mudah untuk terserang oleh nematida. Pada tanah basa akan mengalami keracunan unsur K dan mudah terserang oleh penyakit kudis.

Nah, itulah tadi penjelasan secara lengkapnya mengenai pengertian kentang, klasifikasi, ciri, morfologi, manfaat, dan cara budidaya yang bisa dilakukan. Semoga tulisan ini memberikan wawasan kepada segenap pembaca sekalian, trimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *