Tanaman Ketumbar, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Ketumbar

Ketumbar merupakan bumbu dapur yang sering digunakan untuk memasak. Ternyata ketumbar termasuk salah satu tumbuhan yang bisa di rawat dan di budidayakan sehingga bisa terus dikonsumsi sebagai penyedap makanan.

Tanaman ini bahkan seringkali disebut sebagai tanaman rempah, ternyata ketumbar memiliki bentuk yang hampir mirip dengan tanaman lada. Namun untuk membedakan keduanya, ketumbar ketika di tekan lebih empuk sedangkan lada terasa lebih keras.

Tanaman Ketumbar

Tanaman ketumbar atau coriandrum stavium L merupakan tanaman yang berasal dari famili umbeliferae dan mempunyai ketinggian sekitar 1,3 meter. Selain digunakan sebagai penyedap masakan atau rempah- rempah, ketumbar juga berfungsi untuk obat mual, pelancar ASI, pencernaan, dan mulas waktu haid.

Tanaman ketumbar sendiri sebenarnya berasal dari bagian tenggara benua Eropa dan menyebar hampir ke seluruh penjuru Eropa. Selain itu ketumbar juga menyebar ke negara-negara lain yaitu wilayah Timur Tengah, India, Turki, Cina, dan Indonesia.

Klasifikasi Ketumbar

Ketumbar memiliki klasifikasi ilmiah dalam sistem tumbuhan yang di uraikan sebagai berikut:

Kingdom Plantae
Sub kingdom Trachebionta
Divisi Spermatophyta
Sub divisi Angiospermae
Kelas Dicotyledonae
Sub kelas Rosidae
Ordo Apiles
Famili Apiaceae
Genus Coriandrum
Spesies Coriandrum sativum

Ciri Morfologi Ketumbar

Ciri morfologi tanaman ketumbar dibedakan menjadi 6 macam yaitu :

  1. Akar

Pengertian akar yang ada dalam pohon ketumbar berjenis akar tunggang dan berbentuk bulat. Akar dalam tanaman ini juga memiliki cabang dan warnanya keputihan yang berfungsi untuk memenuhi nutrisi yang diperoleh tumbuhan tersebut.

  1. Batang

Struktur batang tanaman ketumbar tidak berkayu akan tetapi beralur dan penampangnya memiliki lubang. Batang ketumbar juga memiliki cabang dan dikenal dengan istilah dikotom. Cabang ini akan berbau harum ketika batang dalam kondisi memar.

  1. Daun

Ketumbar memiliki daun majemuk yang berbentuk seperti paying bersusun. Tepi daun bergerigi dan mempunyai warna putih serta merah muda. Daun ketumbar juga memiliki bentuk yang menyirip.

  1. Bunga

Arti bunga pada tumbuhan ketumbar merupakan bunga majemuk yang mempunyai bentuk seperti paying. Bunga ketumbar memiliki tangkai yang berukuran sekutar 2 hingga 10 cm dan daun mempunyai pembalut dengan ukuran yang kecil.

Bunga memiliki mahkota berwarna merah muda dan panjang bunga sekitar 3 hingga 4 mm. Bunga yang telah mekar biasanya juga akan gugur dengan sendirinya.

  1. Buah

Buah ketumbar memiliki bentuk bulat dan warnanya hijau ketika masih muda. Sedangkan ketumbar yang sudah tua warnanya menjadi coklat muda. Panjang buah sekitar 4 hingga 5 mm dan akan mudah rontok ketika buah sudah matang.

Manfaat Tanaman Ketumbar

Berikut dibawah ini yang termasuk manfaat dari tanaman herbal rempah-rempah berupa ketumbar ialah;

  1. Sebagai detoks racun

Daun ketumbar terbukti mampu mengikat logam- logam beracun seperti cadmium, arsenic, timbale, aluminium, dan merkuri yang dapat menyingkirkan mereka dari tubuh. Sehingga dengan mengkonsumsi daun ketumbar bisa menghilangkan racun dalam dan menyehatkan tubuh.

  1. Mengurangi kecemasan

Daun ketumbar bisa membantu menenangkan saraf dan meningkatkan kualitas tidur pada seseorang. Sehingga daun ini bisa disebut juga sebagai obat penenang alami dan bisa untuk mengkontrol kecemasan yang ada pada diri seseorang.

Hal ini bisa terjadi akrena daun ketumbar mempunyai ekstrak cilantro yang tinggi. Kandungan ini bisa membuat efek anti cemas yang sama dengan resep obat penenang.

  1. Menurunkan kadar gula darah

Daun dan batang pada tumbuhan ketumbar bisa digunakan untuk membantu menurunkan kadar gula darah. Hal ini terjadi karena daun ketumbar mendukung fugsi hati agar lebih sehat dan bisa menyeimbangkan gula darah.

  1. Mencegah kanker

Daun pada tumbuhan ketumbar mampu untuk mengurangi ekspresi gen spesifik dalam sel kanker. Oleh karena itu, sel kanker prostat menjadi kurang bereaktif dan menjadi tidak menyebar dengan cepat. Ketumbar juga memiliki kandungan ekstrak batang, akr, dan daun C sativun yang menunjukan efek anti kanker. Sehingga hal ini meyakinkan bahwa ketumbar bermanfaat untuk mencegah kanker pada tubuh.

  1. Mencegah infeksi saluran kemih

Senyawa anti bakteri cilantro pada ketumbar memiliki fungsi untuk menjaga saluran kemih tetap sehat dan bebas dari bakteri. Sehingga ketumbar menjadi pilihan tepat yang bisa dikonsumsi untuk mencegah infeksi saluran kemih.

  1. Mengatasi gangguaan pencernaan

Gangguan pencernaan tentunya dapat menghilangkan kenyamanan pada tubuh. Hal ini karena kesehatan pencernaan merupakan salah satu kesehatan yang sangat penting untuk dijaga.

Untuk mengatasi masalah pencernaan maka daun ketumbar bisa menjadi solusinya. Daun ini bisa mengatasi perut mual, mencegah kembung, dan meredakan kram pada perut. Daun ketumbar juga cocok ditambahkan pada masakan yang pedas untuk menetralisir rasa panas yang bisa menyebabkan mulas.

  1. Mengatasi iritasi kulit

Ketumbar memiliki senyawa antihstamin alami yang bisa di gunakan untuk menenangkan respons sistem kekebalan tubuh terhadap alergi.

Oleh karena itu apabila seseorang mengalami iritasi kulit maka dapat memanfaatkan daun ketumbar sebagai obatnya. Cara yang dilakukan yaitu dengan mencampurkan daun ketumbar dan minyak kelapa yang segar dan di oleskan pada masalah kulit yang alergi atau iritasi.

  1. Menurunkan kolestrol

Ketumbar memiliki kandungan asam lemak alami yang bisa membantu menurunkan kadar kolestrol pada tubuh. selain itu asam absorbat atau vitamin C, asam oleat, asam stearat, asam palmitat, dan asam linoleat juga ada pada ketumbar.

Kandungan- kandungan tersebut berkhasiat untuk mengurangi kolestrol jahat yang bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke pada tubuh. Sehingga ketumbar sangat cocok dikonsumsi untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut.

Cara Budidaya Ketumbar

Ketumbar perlu di budidayakan mengingat jenis tanaman ini memiliki manfaat yang begitu beragam mulai dari bumbu masakan sampai untuk obat herbal. Berikut dibawah ini yang termasuk cara budidaya tanaman ketumbah ialah;

  1. Pengadaan bibit ketumbar

Bibit ketumbar dapat diperbanyak melalui struktur biji. Sebelumnya biji perlu dipilih terlebih dahulu yang sekiranya memiliki kualitas paling bagus. Biji kemudian direndam dengan menggunakan air bersih.

Selanjutnya biji disemai di media tanaman yang tercampur dengan tanah, pupuk kompos, dan pasir. Biji ketumbar kemudian di tebarkan di atas media tanam dan menimbunnya dengan tanah. Media semai di letakan di tempat yang teduh dan terhidar dari hujan.

Pastikan selama proses persemaian ini siram benih setiap pagi hari. Kemudian cabut gulma yang tumbuh disekitar tempat persemaian.

  1. Penanaman bibit ketumbar

Penanaman bisa dilakukan dengan menyiapkan lahan pertanian terlebih dahulu dan mencangkulnya sedalam 30 cm. Lahan perlu dibersihkan dari sampah, gulma, dan rumput- rumput liar.

Pembuatan lubang tanam juga perlu dibuat dengan jarak sekitar 10 hingga 15 cm. Proses penanaman dilakukan dengan cara memindahkan bibit dari media semai ke lahan. Bibit diangkat dari media semai dan dipindahkan ke lahan dengan cara hati- hati kemudian menimbunnya dengan tanah dan siram lahan untuk meningkatkan kelembapannya.

  1. Perawatan tanaman ketumbar

Perawatan ketumbar dilakukan dengan cara menjaga lahan agar tetap lembab. Agar cara ini berhasil maka buatlah saluran irigasi di sekitar tanaman.

Kondisi lahan yang lembab ini perlu untuk dijaga terus agar pemanenan ketumbar berhasil. Selain menjaga lahan agar tetap lembab, pastikan pula bahwa lahan bebas dari gangguan hama maupun rumput liar. Pemupukan juga diperlukan dimana waktunya ialah sebulan sekali dengan menggunakan pupuk organik.  

  1. Pemanenan tanaman ketumbar

Tumbuhan ketumbar biasanya dapat di panen ketika usianya sudah memasuki sekitar 3 hingga 3,5 tahun dan hal ini tergantung pemanfaatan dari ketumbar itu sendiri. Ciri- ciri tanaman ketumbar yang siap di panen diantaranya warna pohon menjadi coklat kekuning- kuningan.

Tanaman di panen dengan cara mencabutnya lalu mengikat menjadi beberapa bagian. Selanjutnya ketumbar yang sudah diambil di anginkan selama kurang lebih satu minggu. Hal ini dilakukan agar tanaman yang di panen lebih awet.

Setelah seminggu maka petik buah ketumbar dan pisahkan antara biji dan daging buahnya. biji ketumbar dijemur di bawah sinar matahri dan tunggu sampai benar-benar kering. Biji inilah yang nantinya digunakan sebagai penyedap masakan dan siap untuk dipasarkan.

Nah, demikian saja artikel yang bisa kami bagikan pada semua pembaca berkenaan dengan tanaman ketumbar, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi tumbuhan, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi bagi semuanya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *