Tanaman Kitolod, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Kitolod

Tanaman kitoloid pasti asing dan sedikit terdengar aneh di telinga kalian. Hal ini di karenakan tanaman termasuk tumbuhan liar yang bisa tumbuh disekitar semak-semak, tembok, tepi jalan, selokan dan di tempat yang memiliki kelembaban.

Pertumbuhannya yang lebih sering berada di semak- semak membuat tanaman ini sering tidak terlihat memiliki banyak manfaat dan bahkan hanya dianggap sebagai salah satu jenis tanaman liar pada umumnya.

Tanaman Kitoloid

Tanaman kitoloid sebenarnya memiliki khasiat yang sangat luar biasa, salah satunya bisa menjaga kesehatan mata dan sebagai salah satu jenis tumbuhan herbal berdaun untuk tubuh. Kitoloid merupakan tanaman yang berasal dari benua Amerika khususnya dari Amerika Serikat dan Amerika Selatan.

Kitoloid merupakan jenis tanaman dari family campanulacae dan terdiri dari 60 sampai 70 genus serta 2000 spesies. Tanaman ini juga memiliki nama lain pada masing-masing daerah, seperti di daerah Jawa masyarakat menyebutnya dengan nama kendali atau sangkobak. Nama latin juga dimiliki tanaman kitoloid yang disebut isotoma longiflora.

Klasifikasi Kitoloid

Klasifikasi merupakan suatu anatomi untuk menunjukkan bahwa suatu tanaman memiliki nama-nama ilmiah yang sudah dimiliki sejak dahulu kala. Klasifikasi kitolid dalam sistem tanaman diantaranya dinyatakan dalam beberapa hal yaitu:

Kingdom Plantae
Divisi Dicotyldoneae
Sub divisi Angiospermae
Kelas Magnoliopsida
Sub Kelas Sympetalae
Ordo Campanulatae/ Asterales/ Synandrae
Famili Campanulaceae
Genus Isotoma
Spesies Isotoma lingiflora (L) C. Presl

Ciri Morfologi Kitoloid

Tanaman yang tumbuh secara liar ini mempunyai struktur tanaman atau disebut pula dengan istilah morfologi yang dibedakan menjadi beberpa macam seperti akar, batang, daun , bunga, dan biji. Lebih lengkapnya maka dibawah ini akan dijelaskan ciri morfologi dari tanaman kitoloid yang diuraikan sebagai berikut :

  1. Akar

Morfologi pertama dari sebuah tanaman yang akan dibahas pasti adalah bagian akarnya. Karena arti akar merupakan bagian utama pada tanaman yang berfungsi untuk melakukan pertumbuhan. Akar tunggang adalah jenis akar yang ada pada tanaman kitoloid.

Akar ini juga memiliki cabang yang sangat mudah dicabut. Tanaman kitolid memiliki akar yang berwarna putih pucat dan panjang serta diameternya sangat beragam.

  1. Batang

Selain akar maka batang pada suatu tanaman juga bagian terpenting yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Pengertian batang pada kitoloid bisa tumbuh dengan tegak dan mencapai ketinggian sekitar 50 sampai dengan 60 cm. Batang biasanya akan muncul cabang pada bagian pangkalnya.

Selain itu batang bisa mengeluarkan getah yang berwarna putih susu dan dipercaya didalamnya terdapat racun. Bentuk batang silindris dan terdapat ruas pada batang yang masih muda.

Batang memiliki warna hijau dan ukuran diameter batang sekitar 1 cm. Batang kitoloid biasanya akan menciut dari bawah ke atas.

  1. Daun

Bentuk daun pada tanaman kitoloid yaitu tumpul, tunggal, dan permukaan daun bertekstur sedikit kasar serta memounyai semacam bulu halus disekitarnya. Ujung daun berbentuk sedikit runcing dan bagian pangkalnya sedikit menyempit.

Daun memiliki warna hijau dan sisi tepi daun tidak rata serta bentuknya sedikit bergerigi. Ukuran daun umumnya bisa mencapai panjang sekitar 5 sampai dengan 17 cm dan lebarnya sekutar 2 hingga 3 cm. Daun kitoloid mempunyai kandungan senyawa kimia yaitu alkaloid, flavonoid, poliferol, dan saponin. Kandungan yang ada pada daun membuat tanaman ini memiliki banyak manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.

  1. Bunga

Bunga pada tanaman kitoloid sangat mencolok dengan warna putihnya. Bunga memiliki tangka yang panjang dan mahkota bunganya berbentuk seperti bintang. Definisi bunga tanaman kitoloid berdiri dengan tegak, tunggal dan biasanya tumbuh disekitar ketiak daun. Bentuk bunganya yang mirip dengan bintang maka tak jarang bunga ini juga dikenal dengan nama bunga bintang.

Bagian bunga pada tanaman ini sering dicari banyak orang. Hal ini karena bunga bisa digunakan untuk menjaga kesehatan mata atau dijadikan obat glaucoma pada mata.

  1. Buah dan Biji

Tanaman kitolid memiliki buah berbentuk kotak yang mirip dengan lonceng dan merekah menjadi dua ruang dan merunduk.

Struktur biji pada tanaman ini juga begitu banyak dan biji yang sudah kering bisa digunakan untuk benih tanaman dengan cara mengeringkannya terlebih dahulu. Biji tanaman kitoloid memiliki bentuk bulat seperti telur. Warna biji yaitu putih dan ukurannya kecil.  

Manfaat Kitoloid

Tanaman kitolid yang memiliki bunga warna putih sangat bersih ini ternyata bisa memberikan banyak manfaat untuk tubuh. Dibawah ini merupakan beberapa gangguan kesehatan yang bisa diobati dengan tanaman kitoloid yaitu:

  1. Mengobati sakit gigi

Sakit gigi bagi banyak orang merupakan kondisi yang sangat menyebalkan dan sebisa mungkin untuk dihindari. Rasa sakit yang begitu menyiksa pada gigi membuat tubuh merasakan ketidaknyaman pula. Sampai – sampai orang tidak akan bisa tidur, pusing, dan marah-marah tidak jelas saat sakit gigi menyerang.

Mengatasi sakit gigi tersebut bisa dilakukan dengan cara menggunakan tanaman kitoloid. Tanaman ini bisa memberikan efek meredakan bahkan mengobati sakit gigi dan termasuk obat yang alamiah.

  1. Membantu meringankan gejala asma

Udara yang ada pada saat ini sering tercampur dengan zat-zat yang bisa mengganggu pernapasan. Sehingga hal ini bisa menyebabkan sakit asma dan gangguan pada saluran pernapasan yang tidak bisa dihindari.

Namun untuk menjaga kesehatan pernapasan tersebut kita juga bisa menjaganya dengan mencoba mengkonsumsi daun kitolod. Caranya yaitu rebus daun tanaman kitoloid dengan air dan sisakan air setidaknya 1 cangkir, air tersebut kemudian bisa diminum untuk meredakan gelaja asma pada tubuh.

  1. Mengatasi radang tenggorokan

Radang tenggorokan pada tubuh biasanya bisa terjadi karena rasa panas dalam. Sakit radang tenggorokan bisa membuat kenyamanan seseorang sedikit hilang. Untuk mengatasi masalah ini maka cara yang bisa dilakukan yaitu dengan mengkonsumsi kitoloid untuk mehatasi radang pada tenggorokan.

  1. Mengatasi kulit kusam

Tanaman kitolid selain berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh ternyata juga bisa digunakan untuk menjaga kesehatan kulit. Siapa yang senang jika kulit pada tubuh terjaga dengan baik, pasti semua orang akan menyukainya.

Kitoloid dipercaya bisa menjaga kesehatan kulit seperti mengatasi kulit kusam dan mencegah timbulnya keriput pada wajah. Jadi siapa disini yang ingin terlihat kulitnya bisa lebih cantik ? maka bisa memanfaatkan tanaman kitoloid ini menjaganya.

  1. Mempercepat penyembuhan luka luar pada tubuh

Kitoloid juga termasuk tanaman yang populer sebagai obat penyembuh luka bagian luar. Sehingga bagi kebanyakan orang yang sering melakukan aktifitas diluar dan sering mengalami luka pada tubuh bisa menggunakan tanaman ini untuk mempercepat proses penyembuhan luka bagian luar tubuh.

Cara Budidaya Kitoloid

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membudidayakan tanaman kitoloid yaitu :

  1. Pembibitan tanaman kitoloid

Pembibitan tanaman kitoloid bisa dilakukan dengan cara memisahkan tunas rumpun bibit dari rumpun induknya. Pastikan bahwa tunas yang dipilih adalah tunas yang tumbuh dengan baik. Pemisahan tunas harus dilakukan dengan cara yang hati-hati. Apabila tunas sudah terpisah maka bibit bisa langsung ditanam ke media tanam atau lahan yang sudah dipersiapkan dengan baik.

  1. Penanaman tanaman kitoloid

Sebelum penanaman dilakukan maka lakukan dulu pembuatan media tanam. Campurlah tanah, pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan 1: 1. Setelah proses pemcampuran dilakukan maka taruh bahan tersebt ke media tanam dan masukan bibit ke dalamnya lalu timbun dengan tanah kembali.

Penimbunan dengan tanah dilakukan agar tanaman bisa lebih kuat dan tidak mudah rubuh. Lakukan penyiraman secara rutin pada tanaman agar bibit bisa tumbuh dengan baik.

  1. Perawatan tanaman kitoloid

Perawatan tanaman kitoloid bisa dilakukan dengan memberikan penyiraman dan pemupukan pada tanaman. Penyiraman bisa diberikan sekitar 5 sampai 7 hari setelah penanaman. Lakukan penyiraman sehari satu kali saja bisa pagi atau sore hari.

Perawatan selanjutnya ialah pemberian pupuk pada tanaman. Pupuk bisa diberikan secara berkala setidaknya 3 bulan sekali. Pemberian pupuk bertujuan agar tanah menjadi lebih subur.

Nah, hanya itulah yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman kitolod, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi bagi kalian semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *