Tanaman Kokain, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Bahayanya

Diposting pada

Tumbuhan Kokain

Koka merupakan tanaman yang awalnya ditemukan di Amerika Latin, yaitu di wilayah Peru, Argentina, Bolivia, Kolombia, dan Ekuador. Di dalam tanaman koka yang juga dikenal dengan sebutan kokain ini terkandung soda, oleh karena itu tanaman ini biasanya digunakan untuk bahan baku minuman meskipun ada dampak negatif yang ada dalam tumbuhan ini.

Tanaman Kokain

Tanaman koka/kokain bisa tumbuh hingga mencapai ketinggian tiga meter. Berabad-abad lamanya tanaman ini dimanfaatkan sebagai bahan dasar teh. Contohnya pada penduduk asli Andes di Amerika Selatan yang sering mengolah dan mengonsumsinya sebagai teh.

Tanaman ini dikonsumsi karena diketahui memiliki keunggulan. Sebab koka mengandung senyawa-senyawa seperti inulin, alkaloid, dan fitonutrien. Bagian daun tanaman koka juga diketahui mengandung vitamin A, vitamin, C, vitamin E, vitamin B2, dan vitamin B6.

Klasifikasi Kokain

Klasifikasi ilmiah dari tanaman kokain adalah sebagai berikut:

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Malpighiales
Family Erythroxylaceae
Genus Erythroxylum
Spesies Erythroxylum coca

Morfologi Kokain

Kokain merupakan tumbuhan semak duri hitam yang dapat tumbuh mencapai ketinggian 3 meter (7 sampai dengan 10 kaki). Tanaman kokain memiliki cabang yang lurus dengan daun yang berwarna hijau. Daun kokain berbentuk oval, tipis, dan runcing pada bagian ujungnya.

Daun tumbuhan ini juga punya ciri khas yaitu dikelilingi oleh dua garis yang melengkung membujur. Satu garisnya terletak pada sisi lain daun, sementara satu garis lainnya terletak di bawah daun. Daun kokain dapat dikonsumsi secara langsung, apabila dikunyah menghasilkan sensasi yang segar pada mulut.

Bunga kokain bentuknya kecil-kecil, tersusun dalam kumpulan tangkai yang pendek. Mahkota bunga kokain berjumlah lima helai, warna bunga mulai dari kuning hingga putih. Kepala putik yang terletak di tengah bentuknya menyerupai hati dan dikelilingi oleh tiga karpel yang membentuk ovarium. Dari bunga inilah kemudian muncul buah berry yang berwarna merah.

Manfaat Kokain

Tanaman kokain yang sejak lama sudah dikonsumsi oleh banyak penduduk Amerika memiliki beberapa manfaat yaitu sebagai berikut:

  1. Meningkatkan Energi

Kandungan inulin yang ada pada daun koka menghasilkan efek rangsangan. Efek ini dapat meningkatkan daun koka yang dikonsumsi meningkatkan energi yang ada pada tubuh. Selain itu, teh dari daun koka juga dapat meningkatkan fokus mental.

Efek dari teh koka ini sangat mirip dengan kopi, namun bedanya daun koka tidak mengandung kafein. Sehingga mekanisme seluler yang digunakan keduanya berbeda.

  1. Memperkuat Sistem Imun

Kandungan vitamin yang tinggi pada tanaman koka dapat memberikan efek antioksidan pada tubuh. Seperti kandungan pada kebanyakan makanan, pada koka kandungan vitamin ini juga dapat memperkuat kekebalan tubuh. Dari sini, tubuh akan secara otomatis menghancurkan senyawa yang mempengaruhi peredaran darah secara signifikan.

  1. Mengurangi Risiko Pernyakit Jantung

Telah dibuktikan melalui penelitian bahwa kandungan vitamin C dan vitamin E yang ada pada tanaman koka, serta sifat antioksidannya membuat koka bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan nutrisi yang tinggi membantu tubuh dalam mengurangi risiko dari serangan berbagai jenis penyakit, salah satunya penyakit yang berkaitan dengan jantung.

  1. Mengurangi Mabuk Ketinggian

Beberapa orang dapat mengalami mabuk ketika berada di tempat yang tinggi, misalnya pada saat mendaki gunung. Karena suhu dan tekanan udara di sekitar berubah drastis, maka kondisi ini dapat menyebabkan mual, muntah, dan sakit perut bagi pendaki.

Namun gangguan ini dapat diatasi dengan mengonsumsi teh koka yang hangat. Kebiasaan ini dilakukan oleh penduduk Amerika Selatan selama berabad-abad. Dari penelitian mabuk ketinggian dapat diatasi karena kona mengandung vitamin B dan alkaloid.

  1. Mengurangi Gangguan Pencernaan

Gangguan pencernaan dapat diatasi dengan tanaman koka karena mengandung senyawa alkaloid. Tanaman ini diolah menjadi jenis tumbuhan obat berupa tanaman teh herbal lalu diminum ketika mengalami gangguan pencernaan.

  1. Mengatur Kadar Gula Darah

Daun tanaman koka juga mengandung kalsium, riboflavin, zat besi, dan vitamin A. Nutrisi ini dapat mengatur gula darah yang ada pada tubuh sehingga tidak terlalu tinggi ataupun rendah. Daun koka yang diolah menjadi teh juga mampu meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga membantu mengurangi risiko penyakit diabetes dan obesitas.

  1. Alternatif Diet

Menurut beberapa ahli, kandungan alkaloid yang ada pada tanamankoka dapat meningkatkan penurunan pada massa badan. Senyawa alkaloid meiningkatkan lipolisis pada tubuh yang merupakan sebuah proses mobilisasi dan pemecahan dari asam lemak serta mengubahnya menjadi energi.

Cara untuk koka menjadi alternatif diet adalah dengan mengonsumsinya secara teratur. Secara alami, hal ini dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk membakar lemak yang akan berimbas pada pengurangan lemak di dalam tubuh.

Bahaya Kokain

Walaupun telah disebutkan berbagai macam manfaat dari tanaman koka. Tetapi lebih banyak bahaya yang disebabkan oleh tanaman ini. Bahaya tersebut dapat dirasakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut beberapa bahaya dari tanaman koka.

Jangka Pendek

Bahaya dari mengonsumsi kokain dalam jangka pendek antara lain yaitu sebagai berikut :

  1. Peningkatan laju pernapasan. Pernapasan akan lebih cepat dari laju napas normal, efeknya seperti orang yang terengah-engah.
  2. Peningkatan detak jantung. Detak jantung akan meningkat lebih cepat dan berdebar-debar. Kondisi ini seperti ketika selesai melakukan aktivitas berat atau olahraga.
  3. Peningkatan suhu tubuh. Suhu tubuh dapat berubah menjadi tinggi setelah mengonsumsi kokain. Kondisi ini seperti demam pada umumnya.
  4. Peningkatan tekanan darah. Tekanan darah akan meningkat drastis, orang yang mengonsumsinya bisa terkena hipertensi. Bahaya ini dapat terjadi jika konsumsi kokain dilakukan secara rutin.
  5. Peningkatan kinerja mental dan fisik. Akan ada efek euforia karena kinerja fisik dan mental meningkat ketika mengonsumsi kokain. Selain itu, juga timbul perasaan senang atau gembira yang berlebihan.
  6. Hilangnya nafsu makan. Konsumsi secara berlebih dapat menghilangkan nafsu makan.
  7. Gangguan pola tidur. Salah satu gangguan tidur yaitu insomnia dapat terjadi pada orang yang terus menerus mengonsumsi kokain. Pola tidur yang berantakan dapat menyebabkan kinerja tubuh juga bekerja lebih buruk.
  8. Efek halusinasi dapat terjadi pada pengonsumsi kokain, penderita akan mengalami ilusi-ilusi tertentu dan berkaitan dengan depresi.
  9. Pembesaran pupil mata. Pupil mata yang membesar akan berlangsung cukup lama, seiring dengan pemakaian kokain yang juga tidak terkendali.
  10. Gangguan pencernaan pun akan terjadi, yaitu rasa mual yang berlebihan akibat dari cara menggunakan kokain itu sendiri.
Jangka Panjang

Selain bahaya jangka pendek, konsumsi kokain juga membuat efek jangka panjang, diantaranya :

  1. Stroke dan serangan jantung menjadi bahaya jangka panjang yang mematikan jika terjadi pada pengguna kokain. Sebab tekanan darah akan menjadi tinggi dan memicu dua penyakit tersebut.
  2. Kerusakan pembuluh darah di otak dan jantung. Kerusakan ini tentu jika dibayangkan saja akan berakibat fatal. Sebab otak dan jantung merupakan organ vital pertama yang penting.
  3. Kerusakan jaringan pada hidung. Kerusakan ini diakibatkan dari menghisap kokain yang terlalu sering.
  4. Kerusakan organ vital. Meski tidak mengonsumsi secara langsung, akibat jangka panjang dapat diderita oleh orang sekitar. Yaitu kerusakan pada hati, paru-paru, dan ginjal.
  5. Gagal pernapasan. Pemakaian kokain yang sama dengan rokok, yaitu dengan dihirup dapat menyebabkan gagal pernapasan.
  6. Kerusakan gigi. Bahaya jangka panjang dari konsumsi kokain juga dapat merusak gigi. Kerusakan gigi akan lebih parah jika kokain digunakan secara berlebihan.
  7. Halusinasi pendengaran. Halusinasi taktil atau sistem pendengaran dapat terjadi apabila pengonsumsian kokain dilakukan terus menerus.
  8. Kekurangan gizi. Hilangnya napsu makan dari konsumsi kokain akan berlangsung lebih lama dan mengakibatkan kekurangan gizi.
  9. Gangguan reproduksi dan infertilitas. Masalah gangguan reproduksi serta kemandulan dapat terjadi baik pada pria dan wanita pengguna kokain. Hal ini disebabkan senyawa alkaloid yang ada pada kokain.
  10. Penyakit menular. Kokain dapat digunakan dengan beberapa cara, salah satunya dengan disuntik. Cara ini dapat menularkan penyakit-penyakit mulai dari yang ringan hingga berbahaya.

Itulah tadi ulasan dan penjelasan yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman kokain, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan bahaya dalam mengkonsumsinya. Semoga memberikan edukasi bagi kalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *