Pengertian Tanaman Lada, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaatnya

Diposting pada

Tanaman Lada Adalah

Tanaman lada dari zaman hal sampai sekarang masih menjadi primadona, hal ini juga dapat menjadi sumber kekayaan bagi masyarakat karena harganya yang cukup fantastik. Pada zaman abad pertengahan, tanaman lada adalah salah satu bahan berdagang yang favorit dan salah satu tanaman rempah yang sangat penting dan berharga.

Bahkan pada saat itu kerajaan Genua dan Venesia, menjadikan lada sebagai sumber penghasilan utama serta sumber kekayaan masyarakat setempat, seperti halnya minyak tanah di Indonesia saat ini. Karena merupakan salah satu barang investasi yang cukup berharga pada abad XIV dan XV di daerah Jerman, lada dijadikan nilai tukar seperti uang, juga digunakan untuk membayar gaji karyawan, membeli barang dan kebutuhan rumah tangga serta kegiatan ekonomi lainnya. Oleh sebab itulah pada artikel ini akan membahas mengenai pengertian tanaman lada, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidayanya

Tanaman Lada

Tanaman lada adalah tanaman  merambat yang memiliki daun tunggal berwarna hijau pucat serta buram ujungnya runcing berbuku-buku  dan berbentuk bulat telur. Lada memiliki nama latin Piper nigrum L, orang juga sering menyebutnya merica.

Lada merupakan tanaman yang banyak mengandung bahan kimia seperti minyak lada, minyak lemak dan pati. Buah lada rasanya pahit, dan pedas namun hangat karean dapat menjadi antipiretik. Bunga tanaman lada berbentuk majemuk dan berkelamin tunggal sehingga tidak memiliki hiasan bunga, buahnya berbentuk bulat telur dan keras namun kulit buahnya lunak.

Tanaman lada merupakan tanaman rempah yang sudah lama ada di Indonesia, tanaman lada menghendaki ketinggian 10 sampai 500 meter diatas permukaan laut dengan suhu rata-rata 25-27 derajat celcius yang dapat tumbuh baik di daerah tropis. Tanaman lada membutuhkan curah hujan yang panjang dan musim kering yang pendek.

Klasifikasi Tanaman Lada

Tanaman lada memiliki nama latin Piper nigrum L. dengan klasifikasi sebagai berikut;

[table id=2 /]

Ciri Morfologi Tanaman Lada

Berikut ciri-ciri khusus dan struktur morfologi dari tanaman lada

Morfologi Batang Lada

Berbeda dengan tanaman lainnya, tanaman lada ini bersifat dimorfik yang mempunyai dua macam sulur atau cabang buah. Tanaman lada ini ketika ingin dipanen harus dipanjat karena memiliki batang yang berbuku dan ketinggiannya mencapai 10 meter.

Batang tanaman lada memiliki ruas dengan panjang bukunya sekitar 4-7 cm, dan ukuran diameternya 6 – 25 mm. batang tanaman lada ini merambat pada tiang atau penyangga namun juga dapat menjalar dipermukaan tanah. Panjang dari batang lada ini dapat mencapai 15 meter.

Morfologi Akar Lada

Akar tanaman lada merupakan akar tunggang karena termasuk tanaman dikotil, akar ini akan terbentuk menjadi akar lembaga dan ruas buku-buku batang pokok dan cabang. Pada bagian akar lateral terdapat serabut yang cukup tebal kisaran 30 cm yang berada di bagian tanah top soil. Akar dari tanaman lada ini berbentuk geotropisme dengan kedalama 1-2 meter.

Morfologi Daun Lada

Tanaman lada memiliki bentuk daun oval dengan ujungnya berbentuk runcing, daun ini termasuk daun tunggal yang bertangkai dengan panjang tangkai 2-5 cm yang membentuk alur dibagian atasnya. Panjang dari daun lada ini 8 – 20 cm dengan lebar 4 – 12 cm warnanya hijau tua serta berurat 5–7 helai setiap satu bukunya.

Morfologi Buah Lada

Buah lada memiliki bentuk bulat dan keras namun kulit luarnya lunak. Kulit buah yang masih muda berwarna hijau dan jika sudah tua berwarna kuning, sedangkan jika sudah masak berwarna merah, meskipun biji buah lada terasa pahit namun kulit dari buah lada berasa manis.

Kulit biji dan buah lada memiliki besar sekitar 4,5 mm, untuk besar bijinya sekitar 3-4 mm, berat biji buahnya dalam hitungan 100 biji sekitar 4.5 gram. Kulit buah lada terdiri dari tiga bagian yaitu kulit luar (Epicarp), kulit tengah (mesocarp), dan kulit dalam (Endocarp).

Manfaat Tanaman Lada

Tanaman lada memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti yang akan dijelaskan berikut ini

Menurunkan Berat Badan

Didalam buah lada terdapat senyawa bernama capsaicin yang berfungsi dalam menurunkan berat badan, hal ini dikarenakan senyawa yang membuat rasa pedas sehingga dapat membakar lemak dengan sifat termalnya sehingga dapat membantu menurunkan berat badan.

Radang Sendi

Kandungan capsaicin dalam buah lada selain dapat membantu menurunkan berat badan juga dapat menjadi anti-inflamasi yang membantu meringankan gejala radang sendi, tidak hanya itu kandungan capsaicin ini juga berfungsi untuk meredakan gejala pembengkakan dan rasa sakit pada penderia arthritis.

Kanker

Berdasarkan hasil riset ilmuwan Inggris di University of Nottingham menyebutkan bahwa capsaicin juga dapat digunakan untuk membunuh sel kanker tertentu seperti kanker prostat.hal ini telah dibuktikan pada salah satu penderita kanker di American Association of Cancer.

Sakit Kepala

Pada buah lada terdapat senyawa capsaicin yang memiliki fungsi memblokir neuropeptide pada substansi P, yang dapat meredakan nyeri ketika sakit kepala, hal ini dikarenakan syaraf utama yang berfungsi mengirim sinyal rasa sakit di blokir sehingga rasa sakit tersebut tidak akan berpengaruh.

Hidung Tersumbat

Fungsi dari kandungan senyawa capsaicin selanjutnya yaitu dapat meredakan hidung tersumbat akibat penyumbatan atau infeksi saluran sinus. Hal ini disebabkan karena pada senyawa capsaicin dapat membersihkan sinus dan melawan infeksi pada saluran rongga udara, sehingga dapat melegakan pernafasan saat hidung tersumbat.

Sakit Perut

Berbeda halnya dengan cabai yang pedasnya dapat mengakibatkan sakit perut, pedas pada merica memang tidak dapat menyembuhkan sakit perut akan tetapi dapat membunuh bakteri jahat yang berada didalam perut dan usus sehingga sakit perut yang diderita akan berkurang.

Tekanan Darah Tinggi dan Antioksidan

Pada buah cabai dan merica terdapat kandungan flavonoid dan vitamin C serta vitamin A, yang fungsinya dapat menurunkan tekanan darah tinggi serta antioksidan. Jadi dengan mengkonsumsi cabai dan merica yang tidak terlalu berlebih dapat membantu menurunkan gejala tekanan darah tinggi dan sebagai sistim kekebalan tubuh .

Kesehatan Jantung

Jika didalam tubuh terlalu banyak cairan, maka akan berakibat buruk bagi kesehatan terutama jantung, karena apabila terdapat banyak cairan maka dapat menekan paru-paru sehingga mengalami kesulitan ketika bernafas. Dengan kita mengkonsumsi merica, maka tubuh akan berkeringat dan mengeluarkan cairan tersebut sehingga cairan didalam tubuh akan berkurang.

Cara Budidaya Tanaman Lada

Berikut inilah mekanisme dalam pengertian budidaya tanaman lada, diantaranya adalah sebagai berikut;

Syarat Tumbuh Lada

Tanaman lada umumnya membutuhkan curah hujan antara 2.500 – 3.000 mm per tahun, dengan kebutuhan sinar matahari kurang lebih 10 jam/ hari dengan suhu antara 20-34 derajat celcius. Tanaman lada ini merupakan tanaman yang tahan terdapat kesuburan yakni dengan pH 5-7, dapat tumbuh pada ketinggian 300-1.500 diatas permukaan laut.

Pembibitan Lada

Untuk mendapatkan hasil yang unggul maka harus dipastikan bibitnya yang berkualitas. Untuk mendapatkan hasil anakan lada yang unggul maka penting untuk memilih indukan bebas dari hama penyakit, sehat, serta bibit indukan harus murni dari persilangan jenis tanaman lain. Biasanya untuk dapat menanam lada dalam satu hektar populasi tanaman kurang lebih 2.000 bibit.

Penanaman

Lada ditanam pada jarak 2×2 meter dengan sistim monokultur maupun tumpang sari, lubang tanam tanaman lada kurang lebih 50 cm dengan ukuran bawah 40 x 15 cm dan ukuran atas 40 x 35 cm. Setelah dibuat lubang tanam maka diamkan selama kurang lebih 2 minggu sebelum menanam.

Untuk memulai menanam lada waktu yang paling efektif adalah pada saat awal musim hujan dan dipagi atau sore hari. Setelah lubang tanam didiamkan selama 2 minggu maka tanam bibit dan taburkan pupuk kompos dengan dosis 100 gram/ lubang tanaman serta disiram dengan air secukupnya.

Perawatan

Tahap selanjutnya yaitu perawatan dengan pembuatan sulur yang berfungsi sebagai tempat anakan cabang ranting merambat. Selanjutnya setelah tanaman sudah berumur kurang lebih 3 bulan lakukan penyiangan gulma rutin sampai lahan tidak dipenuhi oleh gulma.

Selain harus rutin melakukan penyiangan gulma, juga diperlukan pemangkasan daun atau cabang ranting agar tanaman cepat melakukan regenerasi, dan yang terakhir lakukan pemberian pupuk susulan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan cepat.

Nah, itulah tadi ulasan lengkapnya mengenai materi pengertian tanaman lada, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidayanya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah edukasi mendalam mengenai perkebunan lada. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *