Tanaman Lamtoro, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Lamtoro

Sudah seringkah anda mendengar tanaman lamtoro? Lamtoro atau sering disebut tanaman petai cina dan petai selong merupakan jenis tanaman perdu yang berasal dari famili fabaceae. Tanaman lamtoro sendiri berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah.

Lamtoro di daerah Jawa Tengah khususnya di Solo dikenal dengan nama “mlanding”. Bentuk lamtoro juga mirip dengan petai, namun buahnya lebih kecil dari petai.

Tanaman Lamtoro

Tanaman lamtoro tumbuh didaerah yang beriklim tropis dan sudah dari ratusan tahun yang lalu diperkenalkan di Jawa dan sekitarnya. Sedangkan di negara Malaysia lamtoro disebut dengan istilah petai belalang. Jenis tumbuhan ini juga sangat rentan terhadap berbagai macam hama tanaman seperti wareg.

Apabila lamtoro terkena hama maka akan membuat tumbuhan ini mati. Oleh karena itu lamtoro sangat perlu dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya.

Klasifikasi Lamtoro

Tanaman lamtoro dalam sistem tumbuhan memiliki klasifikasi sebagai berikut:

Kingdom Plantae
Divisi Spermatophyta
Sub divisi Angiospermae
Kelas Magnoliopsida
Ordo Fabales
Famili Fabaceae
Genus Leucaena
Spesies leucaena leucocephala

Ciri Morfologi Lamtoro

Tanaman lamtoro memiliki karakteristik tersendiri dalam sistem morfologinya. Berikut dibawah ini yang termasuk ciri morfologi tanaman lamtoro ialah:

  1. Akar

Pengertian akar tanaman lamtoro yaitu disebut akar tunggang. Akar ini mempunyai karakter yang kokoh, kuat, dan menembus tanah dengan kedalaman yang cukup tinggi. Selain itu, pohon lamtoro juga dapat mencapai ketinggian sekitar 20 meter. Percabangan lamtoro terbilang rendah dengan pepagan yang berwarna coklat, keabu- abuan, dan bebintil- bintil.

  1. Batang

Jenis batang lamtoro mempunyai permukaan yang kasar, keras dan terdapat guratan garis- garis serta berlentisel. Batang dan ranting yang sudah tua bisa digunakan sebagai bahan bakar yang digunakan untuk memasak, yaitu dijadikan kayu dapur.

Ranting lamtoro memiliki bentuk bulat dengan ujung ranting berbulu rapat. Ranting yang masih segar juga bisa digunakan untuk makanan ternak seperti sapi, kambing, dan domba karena ranting memiliki kandungan mimosin yang tinggi.

  1. Daun

Daun lamtoro termasuk jenis daun majemuk dan mempunyai bentuk menyirip rangkap dengan ujung yang runcing. Pangkal daun lamtoro sedikit miring dan daunnya mempunyai rambut yang halus. Daun lamtoro juga dapat digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan luka baru dan bengkak. Selain itu daun ini juga mampu menghilangkan rasa gatal, kering, kemerahan, dan kasar akibat bakteri kulit.

  1. Bunga

Bunga lamtoro mempunyai bentuk bongkol, dengan tangkai yang berkumpul sekitar 2 hingga 6 bongkol. Bongkolan tersusun dengan rapi sekitar 100 sampai 180 kuntum bunga. Susunan kuntum bunga membentuk bulatan dengan warna putih kekuningan dan diameternya sekitar 12 hingga 21 mm. Tangkai bunga lamtoro memiliki panjang sekitar 2 sampai dengan 5 cm.

Bunga mempunyai ukuran kecil- kecil, dan kelopaknya berbentuk seperti lonceng. Mahkota bunga berukuran sekitar 5 mm dengan benang sari yang berjumlah 10 helai.

  1. Buah

Buah lamtoro mempunyai bentuk seperti pita yang lurus, tipis dan berukuran sekitar 14 hingga 26 cm dengan lebar 2 cm. Buah yang masih muda berwarna kehijauan sedangkan yang sudah masak warna berubah menjadi kecoklatan. Setiap buah lamtoro didalamnya terdapat sekitar 15 sampai dengan 30 biji. Bentuk biji bulat pipih berukuran kecil yaitu 6 hingga 10 mm dan lebarnya 3 sampai 4,5 mm.

Manfaat Lamtoro

Tanaman lamtoro memiliki beragam manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Berikut dibawah ini yang termasuk kegunaan lamtoro yaitu:

  1. Mengatasi penyakit cacingan, bengkak, dan radang ginjal

Lamtoro dapat digunakan untuk meredakan penyakit cacingan, bengkak, dan radang ginjal. Cara mengolah lamtoro untuk mengatasi beberapa penyakit diatas yaitu dengan menyiapkan serbuk biji lamtoro yang sudah kering dan air panas.

Rebuslah 3 hingga 5 gr serbuk biji lamtoro dengan sedikit air panas sekitar 1 cangkir. Setelah itu minum air lamtoro yang sudah matang maksimal sehari 3 kali.

  1. Mencegah diabetes

Kandungan flavonoid pada tanaman memiliki khasiat untuk menurunkan resiko diabetes. Selain itu lamtoro juga mengandung saponin yang bisa digunakan untuk menurunkan gula darah, lipid darah, dan glukosa darah. Langkah atau cara penggunaan lamtoro sebagai obat alternatif untuk mencegah diabetes ialah menyiapkan bubuk biji lamtoro sebanyak 5 gram.

Setelah itu seduh bubuk dengan menggunakan 100 c air panas. Minuman lamtoro dapat diminum secara rutin sebanyak dua kali sehari.

  1. Menyehatkan kulit

Tanaman lamtoro memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan antivirus yang mana hal ini membuat lamtoro bermanfaat untuk kesehatan kulit. Lamtoro juga bisa digunakan untuk mengatasi penyakit kulit yang disebabkan psoriasis.

Mengkonsumsi biji lamtoro akan membuat rasa nyeri dan peradangan pada kulit sedikit berkurang. Untuk memperoleh manfaat yang makismal maka usahakan untuk mengkosumsi lamtoro secara rutin.

  1. Meluruhkan haid

Tanaman lamtoro sangat berkhasiat untuk wanita yang sedang mengalami masalah menstruasi. Lamtoro juga diketahui dapat meluruhkan haid. Cara mengolahnya yaitu dengan merebus akar lamtoro sekitar satu genggaman. Rebus akar dengan 3 gelas air, dan biarkan rebusan mendidih hingga tersisa satu gelas saja. Kemudian minum air rebusan yang sudah dingin.

  1. Detoksifikasi tubuh

Tumbuhan lamtoro berguna untuk mendetoksifikasi tubuh dengan cara mengeluarkan racun pada tubuh. Hal ini dikarenakan lamtoro mempunyai kandungan alkaloid yang mampu untuk menetralisir racun tubuh. Selain itu kandungan flavonoid pada lamtoro juga dapat digunakan untuk meningkatkan antivirus dan antibakteri. Hal ini berdampak pada terjaganya fungsi vital seperti ginjal, pencernaan, dan hati.

  1. Mencegah insomnia

Insomnia merupakan hal yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan seseorang. Hal ini karena insomnia membuat seseorang susah untuk tidur sehingga tubuh justru akan merasa cepat lelah karena tidak bisa istirahat dengan baik.

Lamtoro merupakan slaah satu tanaman yang dapat digunakan untuk mencegah insomnia. Cara melakukannya yaitu merebus semua bagian tumbuhan lamtoro sebanyak 10 gram dengan 3 air gelas, kemudian minum setelah air dingin.

Cara Budidaya Lamtoro

Berikut dibawah ini cara budidaya tanaman lamtoro yaitu:

  1. Meredam benih lamtoro

Tahap pertama untuk menanam lamtoro yaitu dengan merendam biji menggunakan air bersih selama kurang lebih 6 jam. Sebaiknya air yang digunakan untuk merendam biji ialah air matang. Selanjutnya ambil biji dengan menggunakan saringan dan cuci kembali dengan air bersih. Kemudian biarkan biji mengering dengan sendirinya.

  1. Penyemaian benih lamtoro

Penyemaian benih lamtoro perlu dilakukan dengan cara menyiapkan wadah dan memberinya lubang pada bagian bawahnya. Masukan biji lamtoro ke media semai dan ditutup dengan tanah. Kemudian tutup wadah semai dengan plastik dan diletakan ditempat yang teduh. Apabila benih mulai berkecambah maka plastik dapat dibuka dan dipindahkan di tempat yang terang.

  1. Penanaman bibit lamtoro

Siapkan wadah atau tempat untuk melakukan penanaman lamtoro. Wadah yang bisa digunakan diantaranya ialah pot besar atau drum. Pastikan wadah yang digunakan untuk penanaman bawahnya harus terdapat lubang dan dimasukan batu keci- kecil pada wadah.

Wadah kemudian diberi tanah, pasir, dan sekam dengan perbandingan 2:1:1 dan masukan benih kedalam. Setelah itu letakan pot ditempat yag terang agar memperoleh cahaya matahari secara langsung.

  1. Merawat tanaman lamtoro

Perawatan tanaman lamtoro perlu dilakukan agar tumbuhan ini bisa berkembang dan tumbuh dengan baik. Tahap yang dilakukan untuk perawatan yaitu penyiraman setiap pagi dan sore hari. Tahap kedua yaitu pemupukan, dan selanjutnya ialah penyiangan agar tumbuhan terhindar dari gulma.

  1. Panen lamtoro

Tahap terakhir dari budidaya tanaman lamtoro yaitu panen. Apabila tanaman lamtoro sudah dilakukan perawatan dari awal hingga akhir dan pemeliharaannya dilakukan dengan baik maka proses panen dapat dilakukan dengan baik pula. Perlu diketahui bahwa panen lamtoro bisa dilakukan pada saat tanaman ini berumur sekitar 9 hingga 2 tahun.

Nah, itusaja yang bisa kami perjelas pada semua pembaca tentang tanaman lamtoro, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidaya yang bisa dijalankan. Semoga memberi wawasan dan pengetahuan bagi kalian yang sedang memerlukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *