Tanaman Legum, Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Legum

Tanaman legum mungkin terdengar asing dan jarang diketahui banyak orang. Tumbuhan yang biasa digunakan untuk makanan berbagai jenis hewan ternak, lantaran memiliki kandungan nutrisi yang tinggi.

Pohon legum juga memiliki kemampuan bersimbiosis dengan jamur mycoriza sehingga dapat mencegah terjadinya erosi pada tanah. Kesempatan kali ini artikel akan membahas tentang tanaman legum lebih lengkap dan jelas yang akan di uraikan di bawah ini.

Tanaman Legum

Tanaman legum termasuk sub familia mimosoideae, caesalpinioedeae, dan papilionidae. Tanaman ini bisa tumbuh di daerah tropis maupun sub tropis. Tumbuhan ini juga dibedakan menjadi dua macam bagian yaitu vegetatif dan generatif. Bagian vegetatif legume terdiri dari akar, jenis batang, dan daun. Sedangkan bagian generatif adalah bunga, biji, dan polong.

Jenis Legum

Tanaman legum memiliki beberapa macam dimana setiap jenisnya terdapat karakteristik yang berbeda- beda. Selain memiliki ciri masing- masing jenis tanaman legum juga mempunyai nama yang unik-unik. Berikut di bawah ini yang termasuk jenis tanaman legume ialah:

  1. Centrosema pubescens Benth

Memiliki nama lain centro, jetirana, butterfly pea, gejuko de chivo dan campanilla. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan dan bisa di tanam di daerah tropik maupun sub tropik. Tanaman ini juga bisa betahan hidup cukup lama dan tumbuh kuat dengan tinggi sekitar 4- 0 45 cm dalam waktu 4 sampai dengan 8 bulan.

  1. Calopogonium mucunoides Desv

Jenis legume calopogonium mucunoides desv merupakan tanaman yang memiliki daun triofoliate atau terdiri dari 3 helai daun. Bentuk daun oval dengan panjang sekitar 4 hingga 10 cm dan lebar 2 sampai 5 cm.

  1. Desmodium intortum

Desmodium intortum merupakan jenis tanaman legum yang mempunyai sistem perakaran panjang. Dan batangnya merambat dengan warna coklat kemerahan. Jenis tanaman ini memiliki daun yang berwarna hijau gelap dan terkang coklat kmerahan hingga keunguan.

  1. Desmodium uncinatum

Jenis desmodium uncinatum pada tanaman legum memiliki nama lain diantaranya ialah siverleaf desmodium, dan silverleaf Spanish clover. Tanaman ini berasal dari negara Brazil, Venezuela, dan Argentina.

  1. Dolichos lablab

Dolichos lablab merupakan jenis tanaman legume yang berumur cukup pendek dan tumbuh dengan cara merambat serta memiliki daun yang lebar. Penyerbukan tanaman ini dilakukan dengan cara penyerbukan silang.

  1. Macroptilium atropurpureum

Tanaman ini dikenal juga dengan nama siratro. Tanaman ini bisa diperbanyak dengan menggunakan biji dengan kedalaman sekitar 1,5 hingga 2,5 cm. Bunga pada jenis legume yang satu ini memiliki warna merah lembayung dan biinya berwarna coklat muda.

  1. Pueraria phaseoloides

Jenis tanaman yang satu ini merupakan legum yang tumbuh di negara kita yaitu Indonesia. Selain berasal dari negara Indonesia ternyata jenis legum yang satu ini juga berasal dari negara Malaysia dan Asia Selatan. Sistem perakaran tanaman ini begitu luas dan diameter batangnya sekitar 0,6 cm. Selain itu sistem penyerbuka tanaman ini merupakan penyerbukan sendiri.

  1. Stylosanthes guianensis

Tanaman ini berasal dari Amerika Latin dan berumur panjang. Pohon bisa mencapai ketinggian sekitar 1 meter dan batangnya memiliki tekstur yang berbulu dan akan berubah berkayu apabila usia pohon bertambah.

Klasifikasi Legum

Klasifikasi tanaman merupakan pengelompokan suatu tumbuhan berdasarkan sistem tumbuhannya. Tanaman legum sendiri dalam sistem tumbuhan memiliki klasifikasi sebagai berikut:

Kingdom Plantae
Divisi Spermatophyta
Kelas Angiospermae
Anak kelas Rosales
Ordo Dialypetalae
Famili Leguminoseae
Sub famili Mimosoideae

Ciri Morfologi Legum

Pada dasarnya setiap tumbuhan pasti memiliki karakteristik masing-masing yang bisa menunjukan bahwa tanaman tersebut memiliki keunikan tersendiri dari tanaman yang lainnya. Sama halnya dengan tumbuhan yang lain disini tanaman legume juga  memiliki ciri atau karateristik morfologi yang di jelaskan sebagai berikut :

  1. Akar

Morofologi pertgama dari pohon legum ialah akarnya. Sistem perakaran pada tanaman legum dibedakan menjadi akar primer dan akar sekunder. Akar primer pada legum dapat menembus tanah hingga kedalaman 6 sampai dengan 8 meter. Sedangkan akar sekunder biasanya hanya berkembang di rhizome yang ada di permukaan tanah.

  1. Batang

Morfologi kedua tanaman legume yang bisa di pelajari adalah bagian batang. Dimana arti batang dalam pohon legum umumnya berdiri tegak dan memiliki cabang. Namun ada beberapa batang legum yang semi tegak atau disebut prostrate.

  1. Daun

Tipe daun legum dibedakan menjadi dua yaitu tunggal dan majemuk. Tipe tunggal artinya daun hanya terdiri dari satu daun.

Sedangkan majemuk artinya lebih dari satu daun. Daun memiliki tangkai yang di sebut petiole. Dasar dari petiole terdapat sepasang daun penumpu yang disebut stipule. Tulang daun memiliki bentuk seperti jala dan tunas yang baru muncul biasanya di sebut bud.

  1. Bunga

Bunga legum memiliki 3 jenis tipe yaitu bulir (spike), tandan (racemes) dan bulir seperti tandan (spike like racemes). Bunga legum yang tersusun biasanya akan akan di sanggah dengan tangkai bunga atau disebut pedicel.

  1. Buah

Tanaman legum yang telah melakukan penyerbukan maka selanjutnya akan menghasilkan polong atau buah. Polong dari legum terdiri dari satu atau lebih dari satu biji. Bentuk dan ukuran polong beragam dan hal ini digunakan untuk membedakan antara jenis legum satu dengan yang lainnya.

  1. Biji

Ciri akhir dari morfologi tanaman legum adalah bijinya. Struktur biji yang terdapat pada tanaman legum biasanya ditutupi testa atau seedcoat. Setiap biji terdapat tanda berbentuk oval yang besar dan di sebut dengan istilah helium.

Manfaat Tanaman Legum

Tumbuhan legum memiliki banyak manfaat yang bisa kita pelajari satu persatu. Berikut dibawah ini yang termasuk manfaat tanaman legum yang digunakan sebagai bahan campuran penanaman rumput ialah :

  1. Memperbaiki unsur N yang ada dalam tanah. Hal ini dikarenakan tanaman legum mampu untuk meningkatkan N dari udara oleh bakteri yang muncul bintil- bintil di akar.
  2. Legum bermanfaat untuk memberikan kualitas pakan ternak ruminansia. Hal ini terjadi karena legum memiliki kandungan minerah dan protein yang cukup tinggi.
  3. Daerah tropis yang lembab biasanya akan membatasi pertumbuhan rumput. Namun dengan adanya percampuran rumput dan legum bisa memperbaiki pertumbuhan rumput yang ada di daerah tersebut karena akarnya bisa tumbuh lebih dalam.
  4. Tanaman campuran rumput dan legum bisa meningkatkan jumlah kapasitas tampung. Kenaikan kapasitas tampung tersebut bisa membuat satuan ternak per hektar menjadi lebih banyak. Hal ini akan membuat ternak dapat memperoleh pakan yang banyak sehingga berat badannya menjadi naik.

Cara Budidaya Legum

Setelah mengetahui deskripsi, jenis, klasifikasi, dan manfaat dari legume yang sangat beragam, selanjutnya kita bisa mempelajari langkah- langkah yang bisa dilakukan untuk membudidayakan tanaman legum. Berikut dibawah ini cara budidaya pohon legum adalah :

  1. Pemilihan lahan tanaman legum

Sebelum melakukan penanaman legum pastikan terlebih dahulu bahwa bahan yang akan di gunakan memiliki tingkat kesuburan dan iklim yang baik bagi legum. Hal ini di lakukan agar legum bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang berkualitas.

  1. Penanaman tanaman legum

Penanaman legum bisa menggunakan bibit berupa biji. Jumlah biji yang di tanam ialah sekitar 3 hingga 5 biji. Sebelum penanaman di mulai pastikan bahwa bedengan sudah dipersipakan dengan baik.

  1. Pemeliharaan tanaman legum

Pohon legum yang pada dasarnya bisa tumbuh di sekitar tanah asam dan suhu yang cukup tinggi maka tidak perlu hal khusus yang diperlukan dalam pemeliharaan. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah tetap menjaga lahan agar terhindar dari gangguan tanaman liar yang lain agar legum bisa tumbuh dengan baik.

  1. Panen tanaman legum

Tahap akhir dari budidaya tanaman legum ialah pemanenan. Cara melakukan pemanenan tumbuhan legum yaitu potong bagian tanaman sekitar 5 cm dia atas permukaan tanah.

Sebelum melakukan pemotongan pastikan pula bahwa tanaman sudah benar- benar siap untuk di panen. Selain itu pemotongan 5 cm di atas permukaan tanah bertujuan agar tumbuhan yang masih tertinggal tetap bisa menghasilkan tanaman yang baru.

Nah, hanya itusaja penjelasan lengkap yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan tanaman legum, jenis, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaannya. Semoga bisa memberi edukasi bagi kalian semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *