Tanaman Lotus, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Lotus

Tanaman lotus merupakan jenis tumbuhan yang hidup di air. Bunga lotus ini memiliki nama lain yaitu seroja. Selain itu tanaman ini juga sering disamakan dengan bunga teratai walaupun sebetulnya jenis kedua tanaman ini sangat berbeda. Persamaan keduanya hanya terletak dibagian habitatnya yang tumbuh di atas air.

Jenis tanaman lotus ini mempunyai bau yang sangat wangi. Selain itu lotus juga memiliki arti bunga yang begitu cantik. Untuk mengetahui lebih jelas terkait tanaman lotus maka artikel ini akan membahasnya secara lengkap dan lebih detail dibawah ini.

Tanaman Lotus

Tanaman lotus yang disimbolkan sebagai bunga yang indah dan suci ini biasanya tumbuh disekitar hutan rawa atau danau. Selain itu bunga ini juga sering digunakan untuk menghiasi kolam-kolam agar memiliki nilai estetika yang baik.

Bunga lotus atau seroja ini berasal dari negara India, sebelum sampai di India lotus awalnya telah menyebar ke Assiria atau Irak dan kemudian tumbuh di Iran atau Persia. Lotus juga bisa tumbuh hampir pada semua iklim terkecuali iklim dingin karena bisa menyebabkan air membeku.

Klasifikasi Lotus

Berikut dibawah ini merupakan klasifikasi tanaman lotus yang diuraikan sebagai berikut:

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Proteales
Family Nelumbonaceae
Genus Nelumbo
Spesies Nelumbo nucifera

Ciri Morfologi Lotus

Ciri morfologi tanaman lotus dapat dilihat dibawah ini:

  1. Daun

Tanaman lotus memiliki karakteristik pertama yang terdapat pada bagian daunnya yaitu tangkai berbentuk tabung kosong dan dibagian tengahnya ada ruang untuk aliran udara. Lotus ini memiliki daun yang biasanya mengambang di permukaan air dan akan mengeluarkan tangkai di bagian rimpang yang asalanya dari dalam lumpur, sungai, rawa, atau dasar kolam.

Tumbuhan yang sering disebut dengan nama seroja ini juga memiliki ketinggian yang bisa mencapai 1 sampai dengan 1,5 meter. Daun bunga ini berbentuk bulat tanpa adanya potongan dan bagian tepi daun bergelombang.

Daun memiliki diameter yang ukurannya sekitar 60 cm selain itu urat daun biasanya akan berkumpul ke bagian tengah. Perlu diketahui bahwa daun lotus ini memiliki lapisan dengan tekstur seperti lilin sehingga ini menyebabkan air yang jatuh ke daun akan membentuk buliran air yang kecil-kecil.

  1. Bunga

Morfologi kedua tanaman lotus merupakan bagian bunganya. Bunga seroja ini memiliki diameter yang ukurannya bisa mencapai sekitar 20 cm. Bunga mempunyai warna yang sangat beragam mulai dari merah, kuning, biru, merah muda, dan putih bersih.

Bunga akan tumbuh atau mekar pada saat bulan Juli hingga Agustus. Selain itu bunga ini biasanya terletak di tangkai yang menjulang tinggi diatas permukaan air.

Manfaat Lotus

Berikut dibawah ini beberapa manfaat dari tanaman lotus yaitu:

  1. Mengatasi jantung koroner
  2. Meredakan hipertensi
  3. Mengobatasi mimisan
  4. Mengobati sakit kepala
  5. Meningkatkan stamina
  6. Mengobati liver dan empedu
  7. Menyembuhkan step
  8. Mengurangi insomnia
  9. Mencegah dan mengobati hepatitis
  10. Mengobati lambung dan usus
  11. Menghaluskan kulit
  12. Mengobati batuk dan muntah darah
  13. Mengobati disentri
  14. Mengatasi penyumbatan pembuluh darah
  15. Menghentikan pendarahan

Teknik Budidaya Lotus

Lebih jelasnya, berikut dibawah ini merupakan langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk melakukan budidaya tanaman lotus:

  1. Benih lotus

Seperti yang sudah dikatakan diawal tadi, bahwa untuk penanaman lotus diawali dengan pembibitan terlebih dahulu. Hal pertama yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan benih lotus yaitu bisa dengan membelinya di toko bibit bunga atau bisa juga langsung mengambil benih dari induk lotus.

Pastikan pemilihan benih harus dilakukan dengan semaksimal mungkin, dan usahakan bahwa benih yang akan ditanam memiliki kualitas baik. Apabila benih diperoleh dari tanaman induk maka langsung saja mengambil biji lotus dan buka biji dengan menggunakan gunting atau benda tajam lainnya.

Usahakan dalam membuka biji tersebut dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak embrio tanaman. Apabila benih atau biji ini sudah dipersiapkan maka tahap selanjutnya yaitu bisa menyemai biji dan tunggu hingga biji ini tumbuh serta menjadi bibit.

  1. Cara semai

Pada tahap semai ini bibit lotus bisa dilakukan dengan mempersiapkan wadah terlebih dahulu. Wadah ini berfungsi untuk kolam yang nantinya bisa dipakai untuk bibit yang akan ditanam. Ukuran wadah bisa disesuaikan dengan jumlah bibit yang akan ditanam, agar wadah tidak terlalu kekecilan maupun kebesaran. Setelah itu isi wadah dengan air yang bersih.

Benih lotus yang sudah siap kemudian dimasukan kedalam wadah dan tunggu sampai akar pada biji muncul. Penyemaian ini perlu dilakukan perawatan dengan mengganti airnya selama 2 hari sekali di waktu pagi dan sore hari. Biasanya akar akan tumbuh pada benih seteleah 1 minggu berlalu dari masa penyemaian.

Salah satu ciri bahwa benih lotus siap ditanam yaitu benih sudah mempunyai akar lembut sekitar 2 sampai 3 helai. Ukuran umur benih yang siap tanam biasanya sekitar 2 minggu setelah penyemaian. Ciri lainnya yaitu benih tumbuh dan mencapai ketinggian 3 sampai 5 cm. Apabila ciri-ciri tersebut sudah ada maka benih bisa dipindahkan ke media tanam kolam yang ukurannya lebih luas.

  1. Media tanam

Tahap ketiga dari budidaya tanaman lotus yaitu pengolahan media tanam. Media tanam bunga lotus ini mungkin sedkit berbeda dengan tanaman lainnya yang biasanya menggunakan tanah, karena lotus menggunakan media air. Hal ini terjadi karena memang jenis tumbuhan ini dikenal sebagai tanaman air.

Persiapan yang perlu kita perhatikan awalnya yaitu dengan menyiapkan wadah atau media tanam berupa kolam. Kolam tersebut diisi dengan tanah dan pupuk yang kemudian digenangi air. Jika penanaman dilakukan dipot maka pilih pot yang bagian bawahnya tidak berlubang.

Usahakan media tanam memiliki tekstur permukaan yang halus agar tidak mengganggu pertumbuhan dari tanaman lotus yang nantinya kan semakin melebar. Penanaman lotus dilakukan dengan memasukan bibit lotus ke media tanam dan pastikan jika akar lotus menyentuh bagian dasar kolam yang sudah diberi tanah dan pupuk tadi.

Agar penanaman ini bisa semakin optimal pertumbuhannya maka bisa dilakukan pemberian pupuk. Pupuk bisa diberi pada saat 2 minggu setelah penanaman dilakukan.

  1. Merawat bunga lotus

Bunga lotus bisa lebih cepat tumbuh dan berkembang jika dilakukan perawatan maupun pemeliharaan dengan baik. Salah satu perawatan yang bisa dilakukan yaitu menempatkan tanaman di tempat yang terkena cahaya matahari secara langsung.  Selain itu pastikan bahwa kolam atau tempat penanaman lotus jarang terkena angin agar tangkai pada tanaman ini tidak mudah patah.

Perawatan lainnya yaitu bisa dilakukan penyemprotan pestisida setidaknya 2 minggu sekali, tujuannya agar penyakit seperti kutu tidak menyerang daun lotus pada saat musim hujan tiba. Pemupukan juga perlu diberikan pada lotus dan gunakan pupuk cair sekitar 2 bulan sekali agar unsur hara tanaman tercukupi dengan baik.

Apabila anda menemukan daun seroja yang sudah layu, mati, ataupun mengering maka segera lakukan pemangkasan agar tanaman tetap terlihat indah. Hal lain yang bisa dilakukan agar media tanam bunga lotus tidak menjadi sarang nyamuk, maka kita bisa mengisinya dengan ikan yang berguna untuk memakan jentik-jentik nyamuk pada kolam penanaman bunga lotus ini.

Itulah tadi artikel lengkap yang bisa kami bagikan pada semua pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman lotus, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga bisa menambah pengetahuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *