Tanaman Mangrove: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tanaman Mangrove

Tanaman mangrove biasanya disebut juga pohon bakau yang merupakan salah satu arti tumbuhan pada perairan payau. Oleh karena alasan itulah mangrove juga dapat beradaptasi dengan baik di tempat yang berlumpur dengan akumulasi bahan organik yang ada didalam sungainya.

Saat ini banyak hutan-hutan mangrove yang dapat dikunjungi atau dinikmati manfaatnya di daerah sekitar pantai, lantaran berfungsi sebagai pencegah erosi pada tahan.

Tanaman Mangrove

Tumbuhan mangrove memaglah sudah banyak dilakukan oleh masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di daerah pantai sebagai upaya mengatasi habitat dan ekosistem yang ada di laut. Untuk syarat pohon mangrove dapat tumbuh dengan baik, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Tanaman mangrove akan tumbuh dengan baik pada kontur lahan atau daerah yang landai dan tidak curam.
  2. Di sekitar lingkungan penanaman terdapat muara sungai yang besar.
  3. Berada pada tempat yang tidak terkena ombak terus menerus.
  4. Cocok pada suhu yang berkisar 20 sampai dengan 40 derajat celcius.
  5. Kadar garam yang dapat ditolerir oleh tanaman mangrove antara 10 hingga 30.

Klasifikasi Tanaman Mangrove

Klasifikasi yang ada di dalam tanaman mangrove, antara lain;

 

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Scrophulariales, Myrtales
Family Acanthaceae, Rhizophoraceae, Arecaceae, Sonneratiaceae
Genus Avicennia, Rhizophora, Bruguiera, Sonneratia, Nypa

Ciri Morfologi Mangrove

Sedangkan untuk ciri morfologi tumbuhan yang ada dalam mangrove. Antara lain;

  1. Akar

Pengertian akar yang ada tanaman mangrove biasanya berada di bawah dasar pantai atau air laut yang asin. Jenis akar tanaman ini adalah akar tunggang, tumbuh ke bawah permukaan tanah dan memiliki cabang-cabang akar.

Dengan struktur akar ini, pohon mangrove akan tumbuh lebih kuat karena disokong oleh akar yang juga kuat. Habitat asli dari tanaman mangrove atau bakau yaitu berada di pinggir pantai. Maka tanaman ini rentan akan ombak yang pasang pada beberapa waktu. Namun dengan stuktur akar yang sedemikian rupa tanaman mangrove tetap tumbuh tegak.

  1. Batang

Definisi batang dari tanaman mangrove bentuknya yaitu bulat memanjang. Ukuran panjang dari batang tanaman bisa mencapai 10 meter. Warna kulit luar batang mangrove adalah cokelat kehitaman, apabila diraba tekstur batang yaitu kasar.

  1. Daun

Daun mangrove adalah daun tunggal yang tumbuh secara berkelompok dalam satu ranting. Bentuk daun mangrove yaitu kuncup menutup. Di setiap ranting tumbuhan, dapat ditemukan daun penumpu yang fungsinya adalah menggulung daun tanaman bakau.

Bentuk daun tunggal tanaman mangrove yaitu berbentuk elips, tekstur daunnya licin dan tebal. Warna daun mulai dari hijau muda hingga hijau kekuningan. Daun pada tanaman mangrove berfungsi sebagai tempat fotosintesis dan juga sebagai alat pernapasan.

  1. Bunga

Tanaman mangrove adalah tanaman berbunga. Arti bunganya akan tumbuh secara berkelompok, dalam satu bunga terdapat payung tambahan terletak pada setiap tangkainya. Bunga mangrove akan tumbuh pada bagian ketiak daun. Umumnya mahkota dari bunga mangrove berwarna kuning dengan bentuk yang seperti rambut.

  1. Buah

Adapun untuk buah mangrove tumbuh dari perkembangan bunganya. Bunga yang sudah tua akan menghasilkan buah yang berbentuk bulat. Bentuk arti buah mangrove mirip dengan apel, namun ukurannya lebih kecil dan berwarna hijau kotor.

Manfaat Tanaman Mangrove

Tanaman mangrove memiliki manfaat yang cukup berbeda dengan jenis tanaman lainnya. Jika tanaman lain dapat berkhasiat bagi kesehatan, mangrove lebih berkontribusi kepada ekosistemnya. Tanaman mangrove dikenal tumbuh berkelompok dan pada skala yang besar membentuk ekosistem yaitu hutan mangrove. Ketika tanaman ini sudah sebesar ekosistem, manfaat yang didapatkan lingkungan sekitar antara lain yaitu;

  1. Sebagai Pengendapan Lumpur

Tanaman mangrove bermanfaat membantu proses pengendapan lumpur. Proses ini dapat menghilangkan racun dan unsur hara air yang terikat pada partikel lumpur, sehingga dapat diserap oleh tanaman dan makhluk hidup. Dengan adanya tanaman mangrove apalagi dalam jumlah banyak kualitas air laut akan terjaga karena lumpur dapat mengendap.

  1. Menambah Unsur Hara

Morfologi akar tanaman mangrove yang rapat bermanfaat menambah unsur hara pada lahan tanaman. Mangrove mampu memperlambat aliran berbagai macacm jensi air, hal inilah yang membuat lumpur mengendap.

Lumpur sangat bermanfaat bagi tanaman mangrove, lumpur ini berasal dari perairan sawah yang bermuara ke laut dengan ini unsur hara yang dihasilkan lumpur tidak hanya bermanfaat bagi tanaman mangrove melainkan juga bagi tanaman lainnya.

  1. Penyerap Karbon

Berdasarkan penelitian, luas hutan mangrove yang mencapai 1 hektar mampu menyerap karbondioksida hingga mencapai 110 kg.

Hasil dari penyerapan karbon tersebut, sebanyak sepertiga karbo akan dilepaskan dan diserap menjadi endapan oksigen pada lumpur. Karbon yang diserap akan diubah melalui proses fotosintesis. Tanaman mangrove mampu menyerap karbon lebih banyak karena anatomi daunnya.

  1. Menjaga dan Memberi Nutrisi

Manfaat tanaman mangrove lainnya yaitu tidak hanya memberi dan menghasilkan nutrisi untuk dirinya sendiri. Namun, tanaman ini juga dapat menyuburkan perairan laut. Nutrisi yang dihasilkan dapat berupa nutrisi organik ataupun nutrisi anorganik.

Produksi primer yang tinggi dari tanaman mangrove mampu menjaga keberlangsungan dari organisme air payau. Selain itu manfaat dari tanaman mangrove dapat menjadi tempat perkembangbiakan dari hewan seperti kepiting, udang, dan ikan-ikan air payau.

  1. Sumber Plasma Nutfah

Tanaman mangrove menjadi salah satu tanaman yang berperan sebagai sumber plasma nutfah. Plasma nutfah menjadi hal yang paling berharga bukan hanya pada ekosistem tapi juga meliputi bioma. Plasma nutfah dapat bermanfaat bagi perbaikan ataupun pelestarian jenis fauna yang komersil dan juga memelihara populasi organisme liar pada masa mendatang.

  1. Sebagai Pengikat Racun

Di dalam ekosistem banyak sekali racun yang tersebar, apalagi pada hutan mangrove. Namun tanaman mangrove mampu mengikat racun pada ekosistem yang terserap ke permukaan lumpur yang keberadaannya ada diantara kisi-kisi molekul partikel air.

  1. Pemelihara Iklim Mikro

Tanaman memiliki kemampuan melakukan penguapan air atau disebut juga sebagai evapotranspirasi. Mangrove juga memiliki kemampuan tersebut, hal ini akan menjaga kelembapan curah hujan yang berada di ekosistemnya. Dengan demikian iklim daerah sekitar akan terjaga, iklim mikro diantaranya adalah gabungan beberapa faktor, misalnya angin, suhu, kelembapan, dan cahaya matahari.

  1. Menstabilkan Daerah Pesisir

Tanaman mangrove juga bermanfaat dalam menstabilkan daerah pesisir. Hal ini disebabkan karena kerapatan akar dan morfologi dari tanaman mangrove.

Selain itu, tanaman ini juga dapat tumbuh dengan lebat dan mampu menyerap sisa-sisa bahan organik  dan juga endapan yang terbawa air laut. Adanya tanaman mangrove juga dapat menjaga kebersihan air laut. Sehingga kehidupan biota laut dapat terus terjaga dengan baik.

  1. Habitat Satwa Langka

Tanaman mangrove dalam jumlah banyak dan berkumpul menjadi ekosistem hutan mangrove biasa dijadikan habitat oleh beberapa satwa langka. Saat ini diketahui terdapat sebanyak lebih dari 100 jenis burung yang ada di hutan mangrove.

Daratan lumpur yang luas pada habitat mangrove juga menjadi tempat bagi berbagai jenis burung pantai, misalnya burung Blekok Asia yang saat ini statusnya adalah fauna yang dilindungi. Selain burung ada juga kera putih, kera ekor panjang, udang, kepiting, moluska dan reptil yang hidup pada hutan mangrove.

Cara Budidaya Tanaman Mangrove

Selanjutnya untuk dapat melakukan budidaya tanaman mangrove maka,  langkah-langkah yang harus dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pembibitan

Bibit tanaman mangrove dapat dikumpulkan dari buah mangrove, buah berperan menjadi organ perbanyakan tanaman mangrove. Untuk mendapatkan bibit yang baik, maka buah yang digunakan harus berasal dari pohon yang tumbuh dengan sehat. Pohon yang sehat juga harus diperhatikan dari kondisi tanah yang juga tepat.

  1. Penanaman

Proses penanaman mangrove dapat dilakukan langsung dengan buahnya atau juga dapat lebih dulu disemaikan. Untuk menyemaikan bibit mangrove harus dipilih tempat yang paling cocok. Semai ditaman pada bedeng yang diberi naungan, bisa digunakan daun nipah. Media bedengan disamakan dengan habitat asli tanaman mangrove yaitu dari lumpur dengan ukuran 1 x 5 meter atau 1 x 10 meter, ukuran tingginya dapat berkisar 1 meter.

  1. Pemeliharaan

Tanaman mangrove dipelihara dengan cara dibuatkan penyangga pada batang tanaman dari bahan lain. Hal ini dilakukan  agar bibit mangrove tetap tumbuh tegak tidak terpengaruh oleh ombak.  Selain itu pemeliharaan tanaman ini dilakukan pengawasan rutin agar tanaman tidak terganggu dari komponen lain yang dapat merusak tanaman mangrove.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami jelaskan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian tanaman mangrove, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan teknik budidaya yang bisa dilakukan. Semoga memberikan wawasan bagi semua kalangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *