Tanaman Melinjo; Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tanaman Melinjo Adalah

Melinjo merupakan tanaman berbiji terbuka yang banyak dimanfaatkan biji dan daunnya. Melinjo dapat tumbuh subur pada iklim tropis. Tanaman ini dapat mencapai umur ratusan tahun dengan hasil panen yang cukup melimpah. Pohon melinjo bisa mencapai ketinggian 20 meter dan batang tumbuhan ini umumnya tegak lurus.

Melinjo bermanfaat sebagai bahan baku makanan, mulai dari daun sampai buah tanaman melinjo bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Makanan yang sering dikonsumsi menggunakan buah melinjo adalah sayur asem. Melinjo juga merupakan bahan baku dalam membuat krupuk emping. Tekstur dari buah melinjo menjadikan masyarakat gemar mengkonsumsinya.

Melinjo

Tanaman melinjo memiliki nama latin (Gnetum gnemon L.) atau dalam bahasa Sunda sering disebut tangkil. Melinjo adalah suatu spesies tanaman berbiji terbuka (Gymnospermae) yang berbentuk pohon berasal dari Asia tropik, melanesia, dan Pasifik Barat. Melinjo dikenal pula dengan nama tangkil (bahasa Sunda) atau bago (bahasa Melayu dan bahasa Tagalog), belinjo, mlinjo (bahasa Jawa), Khalet (Bahasa Kamboja). Tanaman melinjo banyak ditanam dipekarangan sebagai tempat peneduh atau pembatas pekarangan, terutama dimanfaatkan buah serta daunnya.

Tanaman melinjo merupakan tumbuhan parennial berbiji terbuka, berbentuk pohon dan berumah dua (dioecious, terdapat individu jantan dan betina). Biji melinjo tidak dibungkus oleh daging tetapi dibungkus oleh kulit luar. Melinjo dapat tumbuh hingga 100 tahun lebih dan ketika tiap  panen raya mampu menghasilkan melinjo seberat 80-100 Kg, jika tidak dipangkas tingginya bisa mencapai 25 m dari permukaan tanah.

Klasifikasi Tanaman Melinjo

Tanaman melinjo memiliki klasifikasi secara ilmiah, antara lain adalah sebagai berikut;

  • Kingdom : Plantae
  • Sub Kingdom : Viridiplantae
  • Infra Kingdom : Streptophyta
  • Super Divisi : Embryophyta
  • Divisi : Tracheophyta
  • Sub Divisi : Spermatophytina
  • Kelas : Gnetopsida
  • Sub Kelas : Gnetidae
  • Ordo : Ephedrales
  • Family : Gnetaceae
  • Genus : Gnetum L.
  • Spesies : Gnetum gnemon L

Ciri Morfologi Tanaman Melinjo

Adapun untuk karakteristik yang menjadi ciri khas tanaman melinjo ini, antara lain adalah sebagai berikut;

Akar

Tanaman melinjo memiki akar tunggang yang mampu merayap dipermukaan tanah berwarna coklat hingga keabu-abuan gelap. Akar tanaman melinjo mampu menembus tanah sampai kedalaman 3 sampai 5 meter bahkan juga lebih.

Akar tanaman melinjo berfungsi sebagai alat untuk menyokong tegaknya tubuh tumbuhan dan menyerap air serta unsur hara didalam tanah.

Batang

Melinjo memiliki batang yang berbentuk bulat memanjang dengan diameter 10 sampai 20 cm juga bisa lebih. Batang melinjo dapat tumbuh tegak mencapai 15 sampai 20 m dengan permukaan batang yang rata. Batang ini juga memiliki cabang monopodial yang terlihat cukup jelas, besar dan panjang.

Daun

Daun pada tanaman melinjo yaitu tunggal dengan bentuk oval dan terdiri dari beberapa helaian daun, bagian tepinya rata, daunnya saling duduk berhadapan, serta bentuk tulang yang menyirip. Pada bagian dalam daun memiliki serabut halus yang berwarna putih

Bunga

Pengertian bunga pada tanaman melinjo termasuk bunga tidak sempurna, karena terpisah antar bunga jantan dengan bunga betinanya. Pada bagian bunga jantan terdapat benang sari, dan pada bunga betinanya terdapat karangan bulir, biasanya dalam proses penyerbukan tidak secara langsung akan tetapi memerlukan bantuan angina, air, hewan dan juga manusia.

Biji

Tanaman melinjo memiliki biji terbuka dengan lapisan luar yang keras dan memiliki selaput pelindung dengan tandan bunga yang berdaging. Biji tanaman melinjo berwarna hijau muda jika belum matang dan berwarna merah pekat jika sudah matang atau tua.

Manfaat Tanaman Melinjo

Untuk kegunaan yang menjadi manfaat tanaman melinjo, antara lain sebagai berikut;

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Kandungan alami yang ada didalam buah melinjo adalah bahan antioksidan. Manfaat dari antioksidan yaitu dapat menangkap radikal bebas dalam tubuh serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kandungan antioksidan yang ada pada melinjo dapat bekerja seperti vitamin C yang ditemukan pada buah.

Mencegah Penuaan Dini

Penuaan dini dapat disebabkan karena serangan radikal bebas yang dapat membuat penampilan kulit menjadi terlihat tua. Penuaan dini dapat ditandai dengan warna kulit yang gelap dan semakin keriput, bintik hitam serta kulit tidak elastis.

Konsumsi buah melinjo secara teratur dapat mencegah penuaan dini karena kandungan antioksidan alami dalam melinjo.

Bahan Alami untuk Hipertensi

Bahan antioksidan yang ditemukan pada melinjo, juga mampu mencegah penyakit tekanan darah tinggi. Penyakit tekanan darah tinggi dapat menyebabkan penyakit komplikasi seperti stroke dan jantung. Protein khusus yang terkandung dalam buah melinjo dapat mengatasi masalah tekanan darah tinggi. Namun ada baiknya konsumsi melinjo tidak berlebihan.

Memperkuat Daya Ingat

Kandungan antioksidan yang ada pada melinjo juga bisa membantu meningkatkan daya ingat. Karena pohon melinjo merupakan salah satu jenis pohon yang masuk dalam tanaman Ginko atau tanaman yang bermanfaat untuk meningkatkan daya ingat.

Menjadi Bahan Pengawet Alami

Ekstrak yang dihasilkan oleh buah melinjo banyak mengandung flavonoid dan antioksidan alami. Bahan ini dapat dijadikan bahan pengawet alami yang baik untuk mengawetkan makanan. Manfaat buah melinjo bagi kesehatan bisa mengurangi potensi berkembangnya bakteri dan jamur pada makanan.

Meningkatkan Stamina

Buah melinjo dapat menjadi salah satu makanan yang dapat meningkatkan stamina. Buah melinjo dapat diolah menjadi berbagai makanan ringan dengan cara mudah. Ketika kondisi tubuh sedang lelah atau tidak bersemangat, cobalah untuk mengkonsumsi emping atau camilan yang terbuat dari melinjo.

Melancarkan Urin

Ketika proses pengeluaran urin dalam tubuh tidak lancar maka semua sistem saluran kemih bisa menghadapi masalah. Terdapat berbagai penyebab seperti bakteri atau sistem kemih yang memang tidak lancar. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dianjurkan untuk dapat mengkonsumsi buah melinjo.

Mencegah Anemia

Penyakit anemia dapat terjadi karena tubuh kehilangan sel darah merah yang dapat menyebabkan tidak adanya oksigen yang cukup dalam tubuh. Anemia dapat menyebabkan tubuh menjadi lemah, lelah, dan juga kurang bersemangat.

Dengan rutin konsumsi melinjo maka dapat meningkatkan jumlah sel dalam darah merah sehingga dapat membantu mengatasi anemia.

Cara Budidaya Tanaman Melinjo

Untuk proses dalam pengertian budidaya tanaman melinjo, diantaranya;

Pembuatan Lubang dan Penanaman

Lubang tanam disiapkan sekitar 3 sampai 4 minggu sebelum tanam, gali lubang dengan ukuran 60 x60 x 75 cm. Penanaman melinjo sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan dengan cara bibit dilepas dari polybag lalu tanah yang melekat pada akar dijaga jangan sampai terlepas agar perakaran tidak rusak.

Penanaman dilakukan sampai dengan batas leher akar, usahakan akar tunggang tetap lurus tidak berbelok, tanah yang ada disekitar batang dipadatkan agar tidak ada rongga udara antara akar serta tidak terjadi genangan.

Pemberian Pupuk

Selain pemberian pupuk kandang saat awal tanam, pemberian pupuk buatan juga perlu. Pemberian pupuk buatan dilakukan 2 kali dalam setahun menjelang musim hujan serta musim kemarau. Dosisnya disesuaikan dengan umur tanaman dan kondisi tanaman dengan cara membenamkan pupuk pada lubang yang digali sedalam 10 sampai15 cm dengan mengelilingi lingkaran daun terluar

Panen

Hasil panen tanaman melinjo yaitu berupa buah, bunga dan daun. Buah tanaman melinjo dapat diolah menjadi tangkil bahan baku makanan“emping”. Buah melinjo untuk bahan baku emping harus dipanen saat sudah cukup umur. Pada biji muda tanaman melinjo akan mengurangi mutu emping maka panen sebaiknya yang sudah tua saja.

Bunga dan daun tanaman melinjo yang dikenal dengan sebutan Kroto So umumnya dikonsumsi sebagai sayuran. Panen bunga dan daun melinjo muda dapat dilakukan kapan saja tergantung kondisis dan kebutuhan. Untuk mendapatkan buah yang baik dan banyak, maka bunga atau daun melinjo sebaiknya tidak dipanen lebih awal sebab akan menurunkan produksi buah.

Tanaman melinjo dapat dipanen setelah berumur 5 sampai 6 tahun setelah tanam. Masa buah melinjo dapat dipanen yaitu terjadi 2 kali dalam satu tahun yaitu panen besar (bulan Mei-Juli) serta panen kecil (bulan Oktober-Desember).

Panen

Pemanenan tanaman melinjo dapat dilakukan dengan cara memanjat pohonnya, atau dapat juga  menggunakan galah atau tangga. Pemanenan yang dianjurkan yaitu dengan menggunakan tangga karena dapat beresiko lebih kecil. Panen dilakukan dengan cara memetik buah kemudian dikumpulkan dalam satu wadah (keranjang).

Nah, itulah tadi artikel yang mendeskripsikan tentang pengertian tanaman melinjo, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidaya. Semoga dengan hadirnya artikel ini dapat memberikan wawasan serta menambah pengetahuan pembaca. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *