Tanaman Meniran, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Meniran
Obat herbal biasanya berasal dari daun yang sengaja dibudidayakan atau dari tanaman liar yang tersebar di beberapa habitat. Salah satu tanaman liar yaitu tanaman meniran yang dikenal berkhasiat sebagai obat dari beberapa penyakit. Bentuknya pohon seperti gulma pada lahan pertanian, padahal manfaat dan khasiatnya sangat banyak untuk kesehatan.

Tanaman Meniran

Tanaman meniran tumbuh subur pada tempat yang lembab di dataran rendah. Namun meniran juga banyak ditemukan tumbuh liat pada lahan terbuka, tepian sungai, pantai, dan tanah berpasir. Karena banyaknya penelitian yang menyatakan bahwa meniran sangat berguna sebagai obat, maka saat ini masyarakat mulai membudidayakannya.

Klasifikasi Meniran

Adpun klasifikasi ilmiah dalam tanaman meniran yang juga dikenal dengan Phyllanthus niruri, L ini antara lain sebagai berikut;

Kingdom Plantae
Devisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Bangsa Euphorbiales
Suku Phyllanthus
Spesies Phyllanthus niruri, L

Morfologi Meniran

Tanaman meniran memang tumbuh seperti rerumputan liar dan gulma. Namun bentuknya cukup khas untuk dapat dibedakan dari rumput liar lainnya. Ciri-ciri morfologi dari tanaman meniran dapat dilihat di bawah ini.

  1. Akar

Tanaman meniran berakar tunggang dengan warna putih. Akarnya dapat menopang batang yang tumbuh di atasnya dengan baik. Bagian akar meniran menjadi salah satu karakteristik yang menunjukkan bahwa meniran merupakan tumbuhan dikotil.

  1. Batang

Jenis batang tanaman meniran berbentuk bundar dan berwarna hijau. Batang meniran adalah jenis batang basah yang tumbuh dengan tinggi tidak lebih dari 50 cm. Diameter batangnya pun tidak beesar, yaitu sekitar 3 mm. Batang meniran tidak memiliki bulu pada permukaannya, serta sangat licin dan bercabang, warna cabangnya yaitu hijau keunguan.

  1. Daun

Daun tanaman meniran tersusun majemuk dengan letak yang berselang seling. Bentuknya oval dengan ujung daun yang tumpul dan pangkal daun yang membulat serta bagian tepi daun merata. Anak daun meniran dapat mencapai 15 hingga 24 buah. Panjang daun sekitar 1,5 cm dan lebarnya 7 mm.

  1. Bunga

Bunga tanaman meniran merupakan bunga tunggal yang letaknya ada pada ketiak daun menghadap bawah. Bunganya berwarna putih dan menggantung. Kelopak bunga meniran bentuknya khas seperti bintang, sementara bagian mahkotanya berukuran kecil. Karena ukurannya kecil maka benang sari dan putik bunga tidak terlihat terlalu jelas.

  1. Buah dan Biji

Buah tanaman meniran berbentuk kotak, bulat pipih dan licin. Diameter buahnya berukuran 2 mm dan warnanya hijau keunguan. Struktur biji dari buah meniran sangat kecil dan keras, bentuknya seperti ginjal dengan warna cokelat.

Manfaat Tanaman Meniran

Manfaat tanaman meniran tidak terlepas dari kandungan senyawa yang dimilikinya. Tanaman meniran dikenal sebagai obat karena kandungannya yang sangat kaya senyawa kimia, antara lain norsecurinine, phyllanthenol, phyllnirunin, phylltetrin, quercitrin, quercetin, phyllanthin, hypophyllanthin, niranthin, nirtetrali, nirunin, nirurietin, dan lain-lain. Selain senyawa kimia, akar tanaman meniran mengandung senyawa flavonoid.

Manfaat tanaman meniran sebagai obat yaitu sebagai berikut;

  1. Antibakteri

Tanaman meniran mampu memberikan efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, Escherichia coli, dan Pseudomonas aeruginosa. Daun meniran yang diekstrak mengandung senyawa antibakteri yaitu phyllanthin, hypophyllanthin,  niranthin, dan nietetralin. Sementara ekstrak batang, daun, dan akar dapat memberikan efek antifungi.

  1. Antidiabetes

Senyawa phyllanthin dan hypophyllanthin diketahui berperan aktif terhadap penurunan kadar gula darah. Hal tersebut berdasarkan penelitian pada tikus yang telah diinduksi aloksan (pemicu diabetes pada hewan percobaan). Hasilnya menunjukkan bahwa tikus yang diberikan ekstrak meniran kadar gula darahnya turun, itu artinya meniran dapat digunakan sebagai antidiabetes.

  1. Antikanker

Tanaman meniran mempunyai kemampuan sebagai immunostimulator yang membantu merangsang aktivitas sel killer (K)  dan sel natural killer (NK). Apabila toksisitas keduanya meningkat maka sel akan mengalami mutasi dan sel abnormal (sel kanker) akan dihancukran.

  1. Antituberkulosis

Sepanjang tahun 2000, dr. Zulkifli Amin seorang pakar imunologi TBC dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melakukan uji klinis menggunakan tanaman meniran terhadap penderita tuberkulosis. Pada uji klinis ini melibatkan 60 orang penderita kisaran usia 15-55 tahun.

Selama dua bulan pemantauan, minggu pertama menunjukkan khasiat tanaman meniran sangat nyata. Jumlah bakteri tahan asam atau salah satu indikator TBC pada pasien berkurang setelah mengonsumsi meniran. Sementara penurunan hanya sedikit pada penderita yang tidak mengonsumsi meniran.

  1. Immunomodulator

Immunomodulator merupakan pembuat sistem tubuh agar lebih aktif menjalankan tugasnya, salah satunya dengan menguatkan sistem imun atau kekebalan tubuh. Imun yang meningkat akan menguatkan daya tahan tubuh dari berbagai bakteri dan virus.

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa meniran berperan sebagai immunomodulator. Konsumsi meniran mampu meningkatkan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri, atau virus penyebab penyakit.

  1. Pelarut Asam Urat dan Batu Ginjal

Tanaman meniran memiliki kandungan flavonoid yang diketahui dapat mengobati asam urat dan batu ginjal. Flavonoid di dalam tubuh berikatan dengan kalsium batu ginjal dan akan membentuk senyawa kompleks yang mudah larut. Kandungan yang ada pada tanaman, yaitu natrium dapat berikatan dengan asam urat, lalu membentuk senyawa garam yang mudah larut pada tubuh. Sehingga asam urat yang mengkristal dalam darah dan ginjal akan terlarut.

Tanaman meniran juga memiliki sifat diuretik atau membantu mengeluarkan air seni. Dengan demikian meniran dapat digunakan untuk mengatasi asam urat dan batu ginjal serta penyakit lain seperti reumatik gout.

  1. Hepatitis Kronis

Tanaman meniran dapat dijadikan sebagai obat penyakit hepatitis kronis sudah dibuktikan pada uji klinis RS Soetomo. Pasien hepatitis B diberikan sebuah kapsul tanaman meniran dengan kadar 3x sehari selama sebulan. Hasilnya adalah kesembuhan dari penyait hepatitis.

  1. Penyakit Kulit

Penyakit lepra dan herpes zoster dapat disembuhkan melalui terapi meniran. Ekstrak meniran dapat meningkatkan sistem imunitas seluler. Limfosit T akan semakin aktif bekerja apabila mengonsumsi meniran.

Budidaya Tanaman Meniran

Budidaya tanaman meniran terdiri dari beberapa tahapan diantaranya penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, perawatan, pemanenan. Tahapan tersebut dapat dilakukan dengan cara berikut ini :

  1. Penyiapan Lahan

Sebelum proses penanaman, jenis lahan pertanian lebih dulu disiapkan dengan membuat lubang sedalam 20 cm. Tanah dari lahan yang akan ditanam harus bersih dari rumput liar, gulma, dan batu-batuan. Jarak setiap tanaman setidaknya berkisar 1 meter. Terakhir lahan harus dicampur dengan pupuk kandang sebelum ditanam.

  1. Pembibitan

Pembibitan meniran dilakukan dengan cara menyiapkan media tanam tanah yang dicampur dengan sekam dengan perbandingan 1:1, lalu dicampur dengan pupuk kandang 1:1. Bibit dapat berasal dari biji tanaman yang sudah tua lalu disebar ke media tanam secara merata.

Dalam waktu satu minggu bibit akan mulai muncul tunas dan jika demikian dapat dipindahkan ke polybag yang berukuran 5×10 cm. Bibit ditunggu dalam tiga minggu sebelum dipindahkan ke lahan tanam.

  1. Penanaman

Bibit terbaik yang tumbuh dalam polybag dipindahkan ke lahan tanam. Pemindahan bibit harus dilakukan secara hati-hati karena tanah di dalam polybag akan bercampur dengan akar. Tanah yang sudah diisi dengan bibit harus dipadatkan agar pertumbuhan tanaman meniran kokoh.

  1. Perawatan

Ketika musim panas atau kemarau pada awal pertumbuhan tanaman meniran perlu disiram. Meniran muda belum mampu bersaing dengan gulma yang tumbuh di sekitarnya, maka perlu dilakukan penyiangan lahan dari gulma-gulma yang tumbuh.

Tanaman meniran akan tumbuh dengan baik pada tanah marginal. Jika kondisi tanah mengandung banyak humus atau pupuk kompos, maka tidak lagi diperlukan pemupukan. Namun berlaku sebaliknya, jika pertumbuhan tanaman tidak terlalu baik maka perlu diberi pupuk urea dalam kadar secukupnya.

Umumnya pertumbuhan tanaman meniran tidak mudah terkena risiko hama atau penyakit. Akan tetapi jika terjadi serangan hama, yang perlu dilakukan adalah dengan menangkap atau membuang bagian tanaman yang telah terserang hama. Dengan begitu penyakit tidak akan menyebar ke tanaman lainnya.

  1. Pemanenan

Tidak membutuhkan waktu lama untuk memanen tanaman meniran, kira-kira dalam waktu 2 sampai 3 bulan tanaman meniran sudah dapat dipanen. Tanda yang menunjukkan bahwa tanaman siap dipanen adalah daun yang sudah berwarna hijau tua hampir menguning, dan bagian buah agak keras jika ditekan.

Meniran yang sudah dipanen dikeringkan selama beberapa jam. Pengeringan dapat dilakukan dengan pencahayaan matahari langsung atau menggunakan oven. Setelah itu jika sudah kering, meniran dikemas ke dalam wadah yang kedap udara. Pengemasan dengan cara tersebut dapat mencegah simplisa dari jamur yang kemungkinan tumbuh.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan tanaman meniran, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *