Tanaman Miana, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Miana

Mungkin banyak yang asing dengan tanaman miana, tumbuhan ini pada dasarnya berasal dari daratan Afrika. Namun saat ini kita dapat menemukannya di Indonesia, sebab miana tumbuh pada daerah yang beriklim tropis.

Saat ini tanaman miana banyak dibudidayakan dan juga sudah lebih bervariasi. Variasi tersebut dapat dilihat pada warna daunnya yang berasal dari teknik penyilangan. Untuk lebih mengenal apa saja tentang tanaman miana, simak artikel ini sampai akhir.

Tanaman Miana

Miana adalah tanaman yang termasuk ke dalam tumbuhan terna bukan tanaman berkayu. Tanaman ini memiliki ciri khas aroma sedap yang berasal dari kelenjar atsiri. Tanaman miana juga dikenal dengan nama lokal yaitu jawer kotok.

Tinggi tanaman miana bisa mencapai 1,5 meter. Miana adalah tanaman semusim yang memiliki warna daun berbeda-beda. Tanaman miana atau jawer kotok saat ini banyak dibudidayakan karena perawatannya tidak sulit dan tanaman ini memiliki khasiat untuk kesehatan.

Klasifikasi Tanaman Miana

Berikut adalah klasifikasi ilmiah dari tanaman miana atau jawer kotok yang khususnya berasal dari genus Coleus;

Kingdom Plantae
Kelas Magnoliopsida
Divisi Spermatophyta
Sub Divisi Angiospermae
Famili Labiatae
Genus Coleus
Spesies Coleus Hybridus

Ciri Morfologi Miana

Ciri-ciri dari masing-masing organ tanaman miana yaitu sebagai berikut;

  1. Batang

Definisi batang tanaman miana merupakan batang non-kayu atau lunak dengan percabangan yang berbentuk monopodial.

  1. Daun

Daun dari tanaman miana umumnya berwarna ungu, bentuk daunnya seperti bulat telur dan tersusun tunggal. Bagain ujung daun miana berbentuk meruncing, sementara tepi dan pangkal daunnya tumpul. Pertulangan daun miana bentuknya menyirip dengan panjang sekitar 7 sampai dengan 11 sm, lebarnya 5 hingga 7 cm, dan panjang tangkai pada daun berukuran kurang lebih 3 cm.

  1. Bunga

Bunga miana menjadi bagian reproduksi pada tanaman, bentuknya majemuk bertandan pada ujung jenis batangnya. Warna kelopak seperti pada bunga kebanyakan yaitu berwarna hijau, sedangkan warna makhotanya ungu keputih-putihan.

Bentuk bunga menyerupai bibir, pada bagian tengahnya terdapat dua benang sari yang berwarna putih, dan putik berukuran kecil yang berwarna ungu.

  1. Buah dan Biji

Tanaman miana mempunyai buah yang berwarna hijau ketika muda, dan cokelat ketika seudah matang. Bentuk buahnya yaitu bulat dan ada juga yang kotak.  Di dalam buah terdapat struktur biji berukuran kecil, berbentuk pipih, dan berwarna mengkilap hitam.

  1. Akar

Tanaman miana memiliki arti akar yang berbentuk tunggang. Warna dari akar dalam tanaman miana yaitu kuning keputih-putihan.

Manfaat Tanaman Miana

Manfaat tanaman miana dapat dirasakan karena kandungan yang ada di dalamnya. senyawa-senyawa yang ada pada tanaman miana diantaranya flavonoid, minyak atsiri, polifenolat, saponin, dan lain-lain. Dari adanya kandungan senyawa-senyawa tersebut tanaman miana dapat dimanfaatkan untuk kesehatan sebagai berikut:

  1. Mengobati Bisul

Daun tanaman miana dapat mengobati bisul dengan dua cara. Cara pertama yaitu daun miana dihaluskan terlebih dahulu, setelah itu dicampurkan air bersih.

Lalu campuran tersebut siap untuk dioleskan ke bagian bisul. Kedua daun miana cukup dipanaskan di atas api, namun harus dijaga agar tidak gosong. Setelah itu daun miana ditempelkan ke bagian bisul dan kompres selama beberapa menit.

  1. Meredakan Nyeri Haid

Daun miana dapat dimanfaatkan untuk mengurangi nyeri ketika haid. Nyeri yang dirasakan ketika wanita haid adalah hasil dari tubuh yang mengeluarkan senyawa histamin dan prodtagladin, serta bisa disebabkan karena kontraksi otot rahim.

Hal tersebut merupakan mekanisme tubuh untuk meluruhkan dinding rahim. Rasa nyeri bisa mereda dengan mengonsumsi daun miana karena terdapat kandungan quersetin yang berefek farmakologis sebagai antihistamin.

  1. Menyembuhkan Batuk

Bagian daun pada tanaman miana juga mampu menyembuhkan batuk. Batuk adalah mekanisme dari tubuh untuk merespons virus dan bakteri yang ada pada saluran pernapasan. Tanaman miana dapat berguna sebagai antimikroba serat antibakterial pada tubuh sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan juga virus.

  1. Meningkatkan Nafsu Makan

Kandungan yang ada pada daun miana apabila dikonsumsi juga akan meningkatkan nafsu makan. Nafsu makan bisa hilang atau berkurang karena efek dari penyakit pada tubuh. Untuk mengatasinya daun miana dapat dikonsumsi sekaligus untuk mengobati penyakit lain yang ada pada tubuh.

  1. Mengatasi Bibir Pecah-pecah

Daun miana dengan senyawa flavonoid yang ada di dalamnya mampu mengatasi masalah bibir pecah-pecah. Masalah ini biasanya disebabkan karena kurang mengonsumsi vitamin C. Senyawa flavonoid yang ada pada daun miana dapat meningkatkan kerja vitamin C pada tubuh.

  1. Antimalaria

Di Indonesia, penyakit malaria merupakan salah satu penyakit mematikan. Malaria disebabkan oleh perantara gigitan nyamuk. Daun miana diketahui mampu mengobati penyakit malaria, yaitu dengan dibuat ekstrak dan dikonsumsi secara teratur.

  1. Mengatasi Tuberculosis

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini dapat diatasi dengan mengonsumsi daun miana. Daun dari tanaman ini memiliki manfaat mencegah TBC karena sifatnya yaitu sebagai antibakteri. Kandungan pada daun miana mampu menurunkan infeksi bakteri penyebab TBC.

Khasiatnya juga dibantu oleh senyawa flavonoid yang bersifat polar. Melalui sifat ini senyawa tersebut dapat menembus hingga ke bagian dinding sel bakteri. Flavonoid juga berperan sebagai antibakteri yang bekerja dengan cara membentuk senyawa kompleks pada protein ekstraseluler yang mampu mengganggu integritas dari membran sel bakteri.

  1. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Kandungannya yang bersifat sebagai antibakteri, daun miana juga berperan mengobati alternatif yang disebut complementary an alternative (CAM). Pengobatan ini mampu meningkatkan imunitas tubuh dengan beberapa tahapan, diantaranya adalah memengaruhi pembentukan antibodi, mengubah keseimbangan inflamasi, dan mengatur respon patogen.

  1. Mengobati Diabetes

Padadaun miana atau jawer kotok juga terkandung zat fitokimia, kandungannya sangatlah kompleks. Zat fitokimia mampu menyembuhkan beberapa penyakit, salah satunya adalah diabetes. Berbagai aktivitas farmakologisnya mengandung zat antidiabetes, sehingga konsumsi daun miana oleh penderita diabetes sangat dianjurkan.

  1. Mengatasi Keterlambatan Haid

Wanita pastinya akan khawatir jika siklus mentruasi atau haidnya tidak lancar. Walaupun pada beberapa kasus hal tersebut merupakan kejadian yang wajar. Untuk mengatasinya, daun miana dapat dikonsumsi, yaitu dengan meminum ekstrak rebusan daun miana dalam keadaan hangat.

  1. Meningkatkan Kesuburan

Menurut penelitian daun miana dapat meningkatkan kesuburan pada wanita. Hal ini disebabkan adanya kandungan fitosterol yang berperan dalam meningkatkan hormon seks. Sehingga fungsi dari sistem reproduksi pada wanita dapat diperbaiki oleh senyawa ini.

  1. Meredakan Wasir

Wasir atau ambeyen adalah penyakit yang sangat mengganggu, penyakit ini disebabkan oleh peningkatan tekanan darahyang ada pada pembuluh bagian anus.

Daun miana ditinjau dari aktivitas farmakologisnya memang tidak ditemukan zat yang langsung berperan menurunkan tekanan darah ini. Namun daun miana mempunyai sifat anti inflamasi yang berperan meredakan wasir atau ambeyen.

Cara Budidaya Tanaman Miana

Adapun untuk teknik dalam pembudidayaan tanaman miana ini antara lain sebagai berikut;

  1. Pembibitan

Bibit tanaman miana didapatkan dari bagian tubuh indukannya yaitu akar. Rumpun akar dapat dipisahkan dengan tidak merusak sistem perakaran dan batangnya. Dari rumpun tersebutdapat tumbuh semai, jadi rumpun dapat langsung ditempatkan pada media tanam, atau pada tempat yang lembab dan basah terlebih dahulu.

  1. Penanaman

Proses penanaman diawali dengan persiapan media tanam. Media yang digunakan yaitu campuran tanah dan pupuk dasar dengan perbandingan 1 :1. Lalu bibit tanaman dapat langsung ditanam dan dilakukan penyiraman awal. Pada proses penanaman yang harus diperhatikan adalah kapasitas media dengan bibit yang dapat ditanam, agar tanaman tumbuh dengan leluasa.

  1. Perawatan

Perawatan tanaman miana dilakukan dengan penyiraman, pemupukan dan penyiangan terhadap gulma. Penyiraman pada tanaman dilakukan hanya pada kondisi tanaman butuh, yaitu ketika terlihat ciri-ciri kekeringan pada tanaman.

Pemberian pupuk pada tanaman miana lebih baik jika jenisnya adalah pupuk daun. Pupuk dapat diberikan dengan cara disemprotkan pada tanaman. Selanjutnya penyiangan gulma, dilakukan ketika banyak gulma dan tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman miana. Sebaiknya jangan dibiarkan terlalu lama, karena gulma dapat mempengaruhi nutrisi tanaman miana.

Demikianlah tadi artikel yang bisa kami bagikan pada semua pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman miana, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi dan pemahaman bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *