Tanaman Okra; Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tanaman Okra Adalah

Di Indonesia banyak dikenal beragam tanaman sayuran yang dapat digunakan sebagai bahan pangan bagi kehidupan. Sayuran merupakan komponen pangan panting untuk memenuhi kebutuhan manusia. Bahan pangan asal tumbuhan biasanya mengandung kadar air tinggi dan dapat dikonsumsi dalam keadaan segar atau diolah terlebih dahulu. Dalam memenuhi kebutuhan gizi manusia, sayuran memiliki beragam manfaat bagi kesehatan serta dapat digunakan sebagai tanaman obat. Salah satu sayuran yang memiliki segudang manfaat dan dapat dibudidayakan di Indonesia adalah tanaman okra.

Tanaman Okra

Tanaman okra merupakan tumbuhan sayuran yang memiliki nama latin Abelmoschus esculentus L. Moench yang berasal dari kawasan Afrika. Tanaman ini bagian buahnya banyak dikonsumsi sebagai obat dan sayur. Selain itu tanaman okra juga memiliki beberapa nama lain di berbagai wilayah di dunia seperti lady’s finger di Thailand, dikenal sebagai kacang bendi di wilayah Melayu dan disebut okura di Jepang.

Klasifikasi Tanaman Okra

Tanaman okra merupakan jenis tanaman semak yang termasuk kedalam anggota famili kapas kapasan dan masuk kedalam kelompok sayur. Tanaman ini mempunyai klasifikasi sebagai berikut;

  • Kingdom; Plantae
  • Divisi; Magnoliophyta
  • Kelas; Magnoliopsida
  • Ordo; Malvales
  • Familiy; Malvaceae
  • Genus; Abelmoschus
  • Spesies; Abelmoschus esculentus L

Ciri Morfologi Tanaman Okra

Adapun karakteristik yang ada dalam tanaman okra ini sendiri adalah sebagai berikut;

Batang

Tanaman okra tergolong dalam genus hibiscus dari famili Malvaceae yang memiliki batang berwarna hijau kemerahan dan memiliki sedikit percabangan. Tanaman okra memiliki definisi batang yang lunak dan dapat tumbuh sampai dengan 1-2 meter. Batang tanaman okra memiliki bulu halus pada permukaannya.

Daun

Sementara itu bagian daun tanaman okra berukuran lebar dan bercanggap menjari. Tangkai daunnya panjang dan mempunyai ukuran sekitar 10-25 cm. Daun tanaman okra berbentuk lima jari dengan pertulangan daun menyirip.

Bunga

Untuk bagian bunganya, tanaman okra memiliki bunga dengan bentuk seperti terompet dan berwarna kekuningan. Bagian bawah bunganya berwarna merah tua. Tanaman okra termasuk tanaman berumah satu yang mempunyai putik dan benang sari dalam satu bunganya.

Definisi bunga ini biasanya muncul pada ketiak daun tanaman. Tunas bunga akan muncul pertama pada ketiak daun ke 6 dan 8. Selama produksi bunga maksimal, ujung batang okra mampu menghasilkan 10 bakal bunga. Bunga tanaman okra memiliki diameter sekitar 4-8 cm dan memiliki 5 kelopak bunga yang berwarna putih kekuningan.

Buah

Morfologi selanjutnya adalah buah okra yang mempunyai bentuk silindris memanjang dan berongga. Warna buahnya ada bermacam macam seperti hijau muda, hijau tua maupun hijau kekuningan tergantung dari varietas okra tersebut.

Bentuk buahnya seperti cabai hijau besar dengan ukuran panjang sekitar 15-20 cm. Secara keseluruhan buah okra berlekuk dan mempunyai bulu halus di permukaannya. Jika buahnya dipotong maka dapat terlihat biji didalamnya yang berukuran kecil.

Manfaat Tanaman Okra

Adapun kegunaan yang ada di dalam tanaman okra ini sendiri antara lain adalah sebagai berikut;

Sebagai Sayuran

Buah okra muda dapat dikonsumsi sebagai sayur, dapat juga diolah dengan cara digoreng atau dikeringkan dan dibuat tepung yang dapat digunakan sebagai penyadap rasa. Selain itu buah okra juga dapat divariasikan sehingga menjadi hidangan yang lezat dan menyehatkan.

Sayur okra memiliki rasa yang tak kalah enak dengan sayur lainnya. Khasiat pada okra juga dapat menjadi nilai tambah dari jenis sayuran ini. Sayur okra dapat dikombinasikan dengan bahan pangan lain sehingga rasanya lebih lezat.

Penangkal Radikal Bebas

Bagian dari tanaman okra yang dapat menjadi penangkal radikal bebas adalah daunnya. Kandungan antioksidan yang tinggi pada daun dan buah okra dapat menangkal radikal bebas dan berfungsi sebagai anti kanker.

Antioksidan ini dapat mencegah oksidasi kolesterol jahat oleh radikal bebas sehingga pembentukan kelainan pada pembuluh darah dan organ tubuh yang lainnya dapat dicegah. Selain antioksidan, ekstrak alkohol pada daun okra juga berkontribusi dalam pencegahan radikal bebas.

Melancarkan Pencernaan

Serat unggul pada okra dapat berfungsi sebagai pelumas pada usus dan organ pencernaan lainnya. Serat okra dapat menyerap air dan memastikan massal dalam tinja sehingga berkhasiat juga dalam mencegah sembelit. Serta okra sangat baik sebagai probiotik bagi bakteri baik dalam usus sehingga dapat memberikan kontribusi bagi kesehatan saluran usus.

Menurunkan Kolesterol

Kandungan serat pada okra juga dapat berkhasiat dalam menurunkan kadar gula darah dan kolesterol. Selain itu lendir yang terkandung dalam buah okra juga dapat membersihkan toksik dan kolesterol yang ada didalam liver. Kandungan flavonoid pada okra ternyata mengandung banyak manfaat bagi kesehatan organ penting pada tubuh.

Pengganti Kopi

Buah okra yang didalamnya terdapat biji yang berukuran kecil dapat digunakan sebagai pengganti kopi. Biji pada buahokra mengandung lemak dan protein yang dapat dimanfaatkan. Biji okra dapat dikeringkan dan dipanggang lalu dihaluskan sehingga dapat diseduh sebagai pengganti kopi.

Pakan Hijau Ternak

Daun okra selain dapat menjadi sumber pangan bagi manusia ternyata dapat menjadi campuran pada pakan hijau ternak. Dengan begitu kandungan yang menyehatkan pada daun okra juga dapat dirasakan manfaatnya oleh makhluk hidup lain dan memberikan efek positif yang tidak hanya sebatas sebagai sumber makanan.

Cara Budidaya Tanaman Okra

Tanaman okra dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 600-800 mdpl pada rata-rata curah hujan 1700-3000 mm/tahun. Okra yang membutuhkan cahaya matahari secara penuh menghendaki suhu udara sekitar 24-280C. Jika syarat tumbuh terpenuhi maka tanaman okra dapat tumbuh dengan baik dibarengi dengan definisi budidaya yang tepat.

Cara menanam okra tergolong mudah dan tidak membutuhkan banyak perawatan. Berikut merupakan tahap pada budidaya tanaman okra;

Persiapan Lahan

Pesiapan lahan dilakukan dengan cara mengolah tanah supaya gembur dan memebrsikan sisa tanaman sebelumnya pada lahan kemudian membuat bedengan dengan lebar 90-100 cm dengan tinggi sekitar 20-30 cm. Antar bedengan dibuat dengan jarak 50-70 cm. Selanjutnya bedengan dibiarkan selama 10-15 hari baru setelahnya ditutup dengan mulsa plastik.

Persiapan Bibit atau Benih

Benih okra dapat dibuat sendiri yang diperoleh dari biji okra yang sudah tua dan warnanya hitam. Benih kemudian direndam selama sekitar 4-6 jam lalu dipilih benih yang tenggelam. Setelah itu dilakukan penyemaian dalam polybag yang telah diisi campuran tanah dan pupuk kandang. Setelah tumbuh dengan tinggi sekitar 15-20 cm dilakukan pindah tanam ke lahan yang telah disediakan.

Penanaman

Benih okra dapat ditanam dengan cara dibenamkan pada lubang tanam lalu ditutup tipis dengan lapisan tanah diatasnya. Jika berupa bibit maka dilakukan penanaman secara langsung dan hati-hati kedalam lubang tanam yang telah dibuat sebelumnya kemudian ditimbun dan dipadatkan. Penanaman okra sebaiknya dilakukan pada waktu sore hari.

Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman okra dapat dilakukan melalui penyiraman dan penyiangan. Tanaman okra lebih menyukai kondisi tanah yang lembab sehingga ketika tidak ada hujan sebagiknya tanaman okra disiram dua kali sehari pada waktu pagi dan sore hari untuk menjaga kelembaban tanahnya. Untuk penyiangan dapat dilakukan dengan cara mencabut gulma yang tumbuh di sekitar tanaman.

Pemupukan

Pemupukan dapat dilakukan pada saat tanaman berumur 10-15 hst dengan menggunakan pupuk Urea dan KCl. Pupuk dapat diberikan pada tanaman dengan cara dikocor. Pemupukan yang kedua dapat diberikan setelah tanaman berumur 30 hst. Pupuk yang digunakan yaitu Urea, Kcl dan NPK yang diberikan dengan cara ditabur.

Pengendalian OPT

Dalam budidaya okra, tanaman harus dijaga dengan baik agar terhindar dari organisme penganggu tanaman. Hal tersebut dikarenakan banyaknya hama yang dapat menyerang okra seperti ulat grayak, ulat jengkal, tungau, laba-laba, kutu daun dan belalang.

Selain hama, penyakit pada tanaman okra juga dapat menimbulkan kerugian dan kerusakan pada tanaman. Penyakit yang dapat menyebabkan kerugian antara lain antraknosa, penyakit busuk buah dan bercak daun. Untuk mengendalikan OPT tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan agen hayati yang dapat berperan sebagai musuh alami speerti semut hitam, tawon dan semut rangrang serta pengaplikasian agensia hayati berupa Bacillus thuringiensis dan Trichoderma harzianum.

Panen

Buah okra dapat dipanen pada saat umur tanaman 60-70 hari. Buah yang dipanen mempunyai ukuran panjang sekitar 10-12 cm sedangkan buah dengan ukuran panjang lebih dari 12 cm atau yang sudah tua tidak layak untuk dipanen maupun dikonsumsi sebagai sayur.

Pemanenan okra dapat dilakukan setiap 2 atau 3 hari sekali yang berlaku hingga 2-3 bulan sejak panen pertama. Masa panen tanaman okra tergantung pada pemeliharaan tanaman dan kondisi dari tanaman.

Itulah tadi penjelasan serta pengulasan secara lengkapnya mengenai pengertian tanaman okra, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidayanya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah refrensi mendalm bagi pembaca. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *