Tanaman Pala, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Pala

Siapa yang tidak mengenal pala? Tanaman Pala merupakan tumbuhan yang sudah mendunia sejak jaman dahulu karena nilai jual dan permintaannya sangat tinggi. Tanaman pala ini biasanya sering dimanfaatkan bagian biji dan daging buahnya. Bagian biji tanaman pala yang sudah dikeringkan bisa dimanfaatkan untuk membuat sebuah makanan yaitu dengan cara menggerus biji pala hingga menjadi bubuk.

Buah pala ini juga memiliki hal yang spesial yaitu kandungan minyak atsiri yang ada didalam buahnya. Selain itu olahan tanaman pala selain menjadi bubuk untuk masakan, juga bisa digunakan untuk mmbuat keripik, sirup, dan minyak gosok.

Tanaman Pala

Tanaman pala ini memang berasal dari negara Indonesia dan daerah penghasil pala dari jaman dahulu adalah Provinsi Maluku dan Maluku Utara yang mana wilayahnya adalah beriklim tropis. Tanaman pala juga memiliki nama ilmiah yaitu myristica fragrans houtt dan jenis tanaman ini termasuk dalam keluarga myristicaceae.

Tumbuhan pala juga memiliki spesies yang begitu banyak dengan jumlah kira-kira 200 spesies. Pada lingkungan yang terbuka, maka tanaman ini bisa tumbuh dengan baik dan tajuknya akan rindang dengan ketinggiannya sekitar 15 sampai dengan 18 meter.

Klasifikasi Pala

Tanaman pala memiliki klasifikasi dalam sistem tanaman yang diuraikan sebagai berikut:

Kingdom Plantae
Sub kingdom Tracheobionta
Super divisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Sub kelas Magnolidae
Ordo Magnoliales
Family Myristicaceae
Genus Myristica
Spesies Myristica fragrans houtt

Ciri Morfologi Pala

Setelah mengetahui klasifikasi dan deskripsi singkat terkait dengan tanaman pala, maka akan lebih baik jika kita juga mempelajari ciri morfologi dari tanaman tersebut yaitu:

  1. Akar

Akar pada tanaman pala ini memiliki sistem akar yang dangkal sehingga membuat akar-akar dari tanaman ini muncul dipermukaan tanah.

Tanaman pala juga memiliki jenis akar yang mudah terkena penyakit yaitu jamur akar.  Biasanya definisi akar akan mengalami penyakit jamur akar ketika mengalami gejala seperti daun menguning dan layu mulai dari pucuk bagian atas, kemudian berlanjut dari satu cabang ke cabang yang lain serta tanaman akan mati meranggas.

Penyakit jamur ini meyebabkan jika akar dibongkar, maka akan terlihat berwarna putih dan akibat dari penyakit akar jamur ini adalah penurunan tanaman pala hingga 70%. Padahal sebetulnya akar dari tanaman ini memiliki manfaat yang sangat manjur yaitu sebagai obat jantung.

  1. Batang

Tanaman pala adalah jenis tumbuhan yang memiliki bentuk pohon cukup indah. Tinggi pohon pala ini bisa mencapai sekitar 20 meter dan menjulang sangat tinggi. selain itu mahkota pohon berbentuk silindris dan bulat serta meruncing dengan bagian cabangnya yang teratur.

Jenis batang tanaman pala letkanya sangat menyebar dan memiliki warna hitam keabuan. Kulit batang dari tanaman ini mempunyai getah yang warnanya kemerahan. Sedangkan rantingnya berukuran kecil dengan warna coklat keabuan.

  1. Daun

Daun pada tanaman pala memiliki bentuk elips dan ramping. Warna daun yaitu hijau yang mengkilap namun tetap menunjukkan gradiasi yang gelap. Panjang daun yaitu sekitar 5 sampai dengan 15 cm dengan lebar 4 hingga mencapai 7 cm.

  1. Bunga

Morfologi selanjutnya yaitu bagian bunga. Tanaman pala adalah jenis tumbuhan yang berumah dua, yaitu bunga jantan dan juga bunga betina terletak di pohon yang berbeda. Bunga betina mempunyai mahkota dan kelopak yang perkembangannya bisa dikatakan tidak sempurna.

Kemudian bunga mempunyai warna kuning dengan diameter kurang lebih 2,5 mm dan panjangnya sekitar 3 mm. Bunga jantan pada tanaman pala ini memiliki perbedaan dengan bunga betina, yang mana mahkota bunga jantan berada di pangkal lalu terbagi menjadi 3 bagian. Kelopaknya bunga jantan memiliki bentuk seperti cincin yang melingkar pada bagian pangkal mahkota.

  1. Buah

Buah pada tanaman pala memiliki bentuk yang lonjong dengan diameter antara 3 sampai 9 cm. Buah tanaman pala berwarna kuning dan biasanya akan terbelah menjadi dua jika buah sudah matang. Buah pala juga memiliki rasanya asam.

  1. Biji

Morfologi terakhir dari tanaman pala yaitu bagian bijinya. Struktur biji pala memiliki bentuk bulat atau lonjong dan panjangnya bisa mencapai 4,5 cm dengan lebar 2,5 cm.  tanaman pala juga mempunyai biji yang berwarna cokelat dan mengkilap di bagian luarnya

Manfaat Pala

Beberapa manfaat tanaman pala diantaranya yaitu:

  1. Meningkatkan kesehatan otak

Manfaat pertama dari buah pala yaitu bisa mengurangi kerusakan sistem saraf dan mengembalikan fungsi kognitif pada otak. Hal ini dikarenakan tanaman pala memiliki kandungan myristicin dan macelignan yang bisa digunakan untuk membantu pengobatan pada pasien demensia atau penderita penyakit Alzheimer.

  1. Mengurangi rasa sakit

Tanaman pala selain bisa menjaga kesehatan otak juga berguna untuk mengurangi rasa sakit. Hal ini dikarenakan komponen buah pala mirip dengan mentol. Sehingga komponen tersebut bisa menghilangkan rasa sakit secara alami seperti pada saat terjadinya luka maupun peradangan kronis atau arthiris.

  1. Mengatasi masalah pencernaan

Kandungan serat yang ada pada buah pala dikatakan bisa merangsang proses pencernaan dengan lebih baik yaitu melalui cara mendorong gerakan pristaltik pada otot polos di usus. Selain itu, buah pada tanaman pala juga bisa merangsang sekersi cairan yang ada pada lambung dan usus untuk memudahkan pencernaan dan menghindari masalah perut kembung, diare, dan sembelit.. 

  1. Membantu mengeluarkan racun dari tubuh

Buah pala yang memiliki kandungan seperti tonik atau zat ini bisa mengeluarkan racun yang ada dalam tubuh. Oleh karena itu dengan mengkonsumsi buah pala maka akan membantu meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Selain itu, senyawa aktif yang ada pada tanaman ini juga bisa membantu meningkatkan fungsi dari ginjal dan hati serta melarutkan batu ginjal

  1. Merawat kulit

Selain berfungsi untuk kesehatan, buah pala juga memiliki khasiat lain yaitu untuk merawat kecantikan kulit. Buah pala bisa dijadikan lulur untuk tubuh yaitu dengan mencampurkan air atau madu dan dioleskan dikulit. Kandungan buah pala ini juga bisa membantu mengatasi iritasi kulit, mengurangi bekas jerawat atau bisul dan menjaga kelembaban pada kulit.

Teknik Budidaya Pala

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membudidayakan tanaman pala yaitu;

  1. Persiapan lahan

Sebelum melakukan penanaman maka persiapan lahan pertanian harus dilakukan terlebih dahulu. Pilihlah lahan yang gembur dan subur. Setelah itu persiapkan lahan dengan membuat lubang tanam terlebih dahulu sebelum bibit ditanam dan pembuatan lubang ini bisa dilakukan 1 bulan sebelumnya. Tujuannya agar tanah dalam lubang tidak menjadi asam.

Lubang tanam pada tipe tanah yang kring bisa dibuat dengan ukran sekitar 60 x 60 x 60 cm sedangkan pada tanah liat ukurannya yaitu 80 x 80 x 80 cm. Tanah bidang atas dan bidang bawah pada lubang tanam harus dipisah karena mengandung unsur yang tidak sama.

Biasanya tanah bidang atas akan dicampur dengan pupuk kandang secukupnya. Selain itu jarak tanam yang baik untuk tanaman pala yaitu sekitar 9 x 10 meter.

  1. Penanaman

Penanaman benih pala bisa dilakukan di awal musim hujan dengan tujuan bisa mencegah bibit agar tidak mengalami kekeringan. Bibit tanaman pala yang akan ditanam yaitu berasal dari biji yang memiliki sekitar 3 sampai dengan 5 batang cabang dan rata-rata sudah bisa beradaptasi dengan baik.

Sedangkan jika bibit pala berasal dari cangkok, maka daunnya harus dikurangi terlebih dahulu sebelum ditanam. Hal ini bertujuan agar bisa memperkecil transpirasi dan menurunkan tingkat kematian bibit.

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman pala harus dilakukan agar hasil yang diperoleh bisa berkualitas. Beberapa pemeliharaan tanaman pala ialah penyulaman, penyiangan, dan pemupukan.

Penyulaman bisa dilakukan jika bibit tanaman pala ada yang mati atau pertumbuhannya kurang baik. Sedangkan penyiangan dilakukan jika pada tanaman muncul gulma. Kemudian untuk pemupukan bisa dilakukan dengan cara menabur pupuk dan ditimbun dengan tanah sesuai dosis yang ditentukan.

Itulah tadi deskripsi yang bisa kami bagikan pada segenap pembaca berkenaan dengan tanaman pala, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga mampu memberi edukasi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *