Tanaman Paprika: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Jenis, dan Manfaatnya

Diposting pada

Paprika

Tanaman paprika pada hakekatnya merupakan salah salah satu dari jenis cabai, namun bentuknya sangat unik dan berbeda dengan cabai pada umumnya. Disisi lain tumbuhan ini juga memiliki citra rasa yang bukan pedas tetapi manis, oleh karena itu paprika juga biasa disebut tanaman cabai manis.

Tanaman Paprika

Paprika berasal dari wilayah Meksiko Selatan, yang mulanya tanaman ini hanya dijadikan untuk salah satu jenis tanaman hiasan saja. Namun hingga saat ini paprika lebih dikenal sebagai tambahan pada masakan atau juga dimanfaatkan untuk obat-obatan.

Klasifikasi Tanaman Paprika

Kingdom Plantae
Sub Kingdom Viridiplantae
Infra Kingdom Streptophyta
Super Divisi Embryophyta
Divisi Tracheophyta
Kelas Magnoliopsida
Super Ordo Asteranae
Ordo Solanales
Familia Solanaceae
Genus Capsicum L
Spesies Capsicum annuum L

Ciri Morfologi Tanaman Paprika

Adapun untuk morfologi tumbuhan paprika, antara lain;

  1. Akar

Arti akar pada tanaman paprika berjenis akar tunggang yang tumbuh dengan lurus ke dalam tanah. Pada setiap akar tunggang terdapat serabut akar yang tumbuhnya menyebar ke samping. Perakaran tanaman paprika tidak tumbuh terlalu dalam, namun akarnya tetap tumbuh pada kondisi tanah yang baik dan dapat dengan mudah menyerap air.

  1. Batang

Tanaman paprika mempunyai jenis batang yang keras dan berkayu. Bentuk batangnya yaitu bulat melingkar, warnanya yaitu hijau gelap dan juga ditemukan percabangan. Arti batang utama tanaman ini tumbuh tegak dan juga kuat, sedangkan percabangannya padat serta rimbun.

  1. Daun

Daun tanaman tumbuh dari tunas pada setiap ruas percabangannya. Bentuk daunnya bulat meruncing dengan bagian tepi yang rata, tidak berlekuk maupun bergerigi. Sebagaimana ukuran paprika yang lebih besar daripada cabai biasanya, ukuran daun tanaman ini pun demikian.

Daun paprika adalah daun tunggal yang memiliki pertulangan daun menyirip. Daun duduk agak mendatar dan memiliki tangkai yang melekat pada cabang atau batang tanaman. Jumlah daun yang ada pada tanaman relatif banyak, sehingga mengimbulkan kesan rimbun pada pohon paprika.

  1. Bunga

Bunga tanaman paprika adalah bunga tunggal berbentuk bintang. Mahkota bunga berwarna putih dengan bentuk merunduk ke bawah dan letaknya muncul dari ketiak daun. Penyerbukan bunga akan terjadi pada masing-masing bunga (penyerbukan sendiri), walaupun ada juga yang melakukan penyerbukan silang.

  1. Buah

Buah paprika merupakan hasil dari penyerbukan bunga. Buah paprika memilki berbagai macam ukuran, bentuk, rasa, dan warna. Biasanya bentuk buah menyerupai buah tomat, namun lebih bergelombang. Pada buah paprika akan ditemukan rongga di bagian dalam, buahnya memiliki daging yang tebal dengan aroma yang sangat pedas akan tetapi rasanya dominan manis sedikit pedas.

  1. Biji

Tidak seperti cabai kebanyakan, biji tanaman paprika jumlahnya lebih sedikit. Bentuk bijinya yaitu bulat tipis dengan warna putih kekuning-kuningan.  Biji paprika tersusun secara bergerombol di bagian tengah dan letaknya saling melekat. Ukurannya cukup besar dan bagian ini digunakan untuk memperbanyak tanaman biji.

Jenis Tanaman Paprika

Terdapat empat jenis paprika yang mudah dibedakan karena tampak dari warna buahnya, antara lain;

  1. Paprika Ungu

Paprika ungu memiliki rasa yang manis. Jenis paprika ini adalah yang paling banyak dicari, warnanya mirip dengan terong ungu. Berat satu buah paprika bisa mencapai 170 sampai dengan 200 gram, dengan ukuran buahnya yaitu 8,3 x 8,5 cm.

  1. Paprika Hijau

Paprika hijau merupakan paprika yang biasanya dipanen sebelum matang, sering juga dikenal dengan paprika mentah.

Paprika hijau memiliki rasa yang lebih pahir dan tidak ada rasa manis seperti pada jenis paprika lainnya. Walaupun paprika jenis ini dipanen sebelum waktunya, namun didalamnnya tetap terkandung nutrisi penting yaitu vitamin C, vitamin A, dan kalium.

  1. Paprika Merah

Paprika merah sering juga disebut sebagai paprika matang, sebab buah ini dipetik ketika masa panen. Berbeda dengan paprika hijau, paprika merah memiliki rasa yang manis, akan tetapi kandungan yang ada didalamnya sama seperti paprika hijau walaupun jumlahnya lebih banyak pada paprika merah.

  1. Paprika Kuning

Paprika kuning adalah jenis paprika yang biasa dipetik ketika pertengahan sebelum masa panen. Kandungan nutrisinya lebih sedikit dari paprika merah. Kandungan gizi yang ada paprika akan diserap secara optimal oleh tubuh pada keadaan mentah.

Manfaat Tanaman Paprika

Paprika sangat bermanfaat bagi kesehatan, antara lain;

  1. Kesehatan Kulit

Terdapat kandungan vitamin, zat besi, dan beta karoten pada tanaman paprika yang dapat membantu mencegah munculnya bintik-bintik pada kulit akibat faktor usia. Buah paprika juga dapat memperbaiki kulit dengan cara membatasi produksi dari melanin. Melanin merupakan zat yang membuat kulit menjadi lebih gelap.

  1. Anti Penuaan Dini

Selain menyehatkan kulit, kandungan beta karoten pada paprika akan dikonversikan menjadi senyawa vitamin A pada tubuh. Kandungan vitamin A kemudian berperan dalam memelihara kulit agar selalu sehat. Efek yang akan terjadi pada kulit yaitu mencegah terjadinya keriput dan mencerahkan warna kulit.

  1. Mencegah dan Membantu Mengobati Varises

Tanaman paprika, khususnya bagian buah paprika dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati varises. Caranya yaitu dengan mengolah paprika menjadi ramuan dan dikonsumsi secara teratur. Dengan begitu varises yang ada pada tubuh akan diobati dan mencegah timbulnya varises lain.

  1. Mencegah Rambut Rontok

Tanaman paprika mengandung sumber vitamin B6 yang berguna untuk mencegah rambut rontok. Selain itu, buah paprika juga mengandung zat besi yang berfungsi memfasilitasi perpindahan oksigen ke folikel rambut. Sehingga pertumbuhan rambut akan lebih terangsang karena sirkulasi pada kulit kepala meningkat.

  1. Anti Inflamasi

Tanaman paprika memiliki sifat anti inflamasi yang cukup tinggi. Hal ini bermanfaat untuk penderita penyakit autoimun dan juga inflamasi. Pembengkakan akibat arthritis, nyeri tubuh, dan gejala jenis lainnya dapat diatasi dengan paprika.

  1. Memberikan Energi

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa paprika mengandun vitamin B6 yang juga merupakan koenzim. Dengan demikian, paprika mampu mengaktifkan 100 enzim lain agar menjalankan fungsinya dengan sempurna. Paprika juga mengandung zat besi yang mampu membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh.

  1. Kesehatan Mata

Buah paprika juga memiliki kandungan vitamin A, tentu tidak asing lagi jika vitamin tersebut berperan penting dalam kesehatan mata. Paprika juga mengandung beta, beta karoten, lutein, dan zea xanthin yang berperan untuk mengubah cahaya menjadi visi pada mata.

Lutein dan zea-xanthin dapat mengurangi risiko katarak dan juga pengembangan degenerasi makula yang terkait dengan usia. Untuk memanfaatkannya, paprika dapat dikombinasikan dengan minyak zaitun untuk mendapatkan hasil yang optimal.

  1. Melancarkan Pencernaan

Tanaman paprika dapat melancarkan pencernaan dengan cara membuat kadar asam pada perut menjadi normal. Hal ini adalah stimulan yang memfasilitasi pencernaan dengan cara meningkatkan air liur.

  1. Meningkatkan Kualitas Tidur

Vitamin B6 pada paprika ternyata memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Salah satunya untuk saraf karena memiliki efek neurologis dan psikologis yang kuat. Vitamin ini akan meningkatkan hormon tidur yaitu melatonin serta membantu mempertahankan siklus tidur. Kandungan vitamin ini juga memungkinkan serotonin dan norepinefrin yang ada pada tubuh meningkat, sehingga tubuh terhindar dari stress.

  1. Anti Bakteri

Didalam paprika terdapat protein antibakteri yang berperan menghambat pertumbuhan dari bakteri tertentu. Biasanya yaitu bakteri yang ada dapat tumbuh di dalam tubuh, misalnya salmonella dan E.coli yang berasal dari makanan.

  1. Mencegah Kudis

Kudis merupakan penyakit langka, penderitanya ditandai dengan gusi bengkak dan berdarah, gigi yang lemah, tulang membengkak, sakit kuning, diare, dan masih banyak yang lainnya. Penyebab utama dari penyakit ini adalah kekurangan vitamin C. Buah paprika dapat mencegah timbulnya beberapa penyakit, salah satunya penyakit kudis karena buah paprika mengandung vitamin C.

  1. Mencegah Anemia

Zat besi adalah salah satu dari sekian banyaknya senyawa yang ada di dalam paprika. Senyawa ini adalah senyawa yang penting dalam pembentukan sel darah merah. Hal ini sangat berguna dalam mencegah penyakit kekurangan darah atau anemia.

Dibantu dengan kandungan vitamin C yang ada pada paprika, kandungan zat besi akan lebih banyak diserap oleh tubuh. Dengan demikian, tubuh terhindar dari penyakit anemia.

Itulah tadi artikel yang bisa diberikan pada semua kalangan berkenaan dengan tanaman paprika, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, jenis, dan manfaatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *