Tanaman Pepaya; Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Pepaya Adalah

Pepaya memiliki nama latin carica papaya atau betik yang merupakan tanaman berasal dari genus Carica Meksiko selatan dan juga Amerika bagian Selatan, saat ini pepaya sudah menyebar luas serta banyak ditanam diseluruh daerah tropis untuk dimanfaatkan buah, daun, bunga, dan juga batangnya.

Tumbuhan pepaya memiliki daerah cabang yang cukup sedikit bahkan hamper tidak ada, tanaman ini dapat tumbuh dengan ketinggian 5 sampai 10 meter, bentuk daun pepaya menyirip lima pada bagian tangkai memaanjang ditengah lubang, umumnya pepaya memiliki cangap diluar akan tetapi ada juga yang kultivar yaitu cangap dibagian dalam.

Bentuk buah dari tanaman pepaya yaitu bulat panjang dengan bagian pangkal meruncing, warna buah papaya yaitu hijau tua pada saat muda serta hijau pada saat tua bahkan sampai kuning ketika matang.

Pepaya

Pepaya merupakan jenis tanaman monodioecious atau sering disebut juga dengan tanaman berumah tunggal dan juga berumah dua yang memiliki tiga kelamin yaitu kelamin jantan, betina, serta banci atau hermafrodit. Bentuk buah tanaman pepaya akan membulat jika dihasilkan dari pepaya betina dan berbentuk oval serta memanjang jika dihasilkan oleh pepaya jantan.

Daging buah papaya jika sudah matang akan memiliki warna kuning sampai merah tergantung dari jenis spesies, daging buah tersebut dapat terbentuk dari karpela yang terus mengembang. Pada bagian tengah buah terdapat rongga yang memiliki banyak biji didalamnya dan memiliki warna hitam terlapis oleh lender bernama pulp yang berfungsi untuk mencegah kekeringan.

Klasifikasi Pepaya

Adapun untuk klasifikasi ilmiah dari pepaya ini, dianataranya;

  • Kingdom: Plantae
  • Filum: Tracheophyta
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Ordo: Brassicales
  • Famili: Caricaceae
  • Genus: Carica
  • Spesies: Carica papaya L.

Ciri Morfologi Tanaman Pepaya

Untuk ciri morfologi dalam tanaman pepaya, diantaranya;

Batang

Pepaya memiliki arti batang yang berbentuk silinder dengan diameter 30 sampai 40 cm, batang ini termasuk dalam kategori batang semi berkayu karena pada bagian dalam batang terdapat rongga dan gabus dengan kulit cukup halus serta tipis berwarna abu-abu.

Pada permukaan batang dapat dipenuhi oleh bekas tangkai daun. Arah perkembangan batang yaitu tegak lurus secara geotropis serta tidak memiliki cabang, kecuali apabila pada bagian pucuk batang telah mengalami pelukaan atau pada bagian titik tumbuhnya terpotong.

Tumbuhan ini dapat berbuah pada usia 8 sampai 9 bulan setelah tanam dan terus mengalami regenerasi sepanjang tahun tanpa mengenal musim selama tanaman terus berbunga dan dapat tumbuh tinggi tegap.

Bunga

Berdasarkan pada tipe bunganya, bagian bunga pepaya dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu pepaya betina, pepaya jantan, dan pepaya hermafrodit atau banci. Pada pepaya jantan terdapat bunga majemuk yang tersusun secara menggantung pada malai.

Arti bunga papaya memiliki warna putih bahkan sampai kuning cerah, pada bagian mahkota memiliki bentuk seperti terompet dan pada bagian benang sari tersusun secara sempurna yang dapat melekat pada bagian leher tabung mahkota. Sedangkan untuk pepaya betina terdapat bunga soliter atau bunga yang berada dalam satu karangan.

Bunga betina ini memiliki tangkai yang cukup pendek dengan mahkota berwarna hijau sampai kekuningan dan dapat melekat pada bagian dasar bunga, akan tetapi bunga ini tidak memiliki benang sari namun memiliki bakal buah yang cukup besar dan sempurna. Untuk pepaya hermafrodit atau banci hanya mempunyai bunga yang sempurna, dengan benang sari serta bakal buah.

Buah

Pepaya memiliki bentuk buah oval bahkan hampir bundar, namun ada juga yang berbentuk lonjong seperti belimbing. Buah papaya memiliki diameter sekitar 15 sampai 30 cm, umumnya pepaya banyak dikonsumsi sebagai buah segar.

Buah papaya memiliki rongga pada bagian tengah yang berisi banyak biji kecil berwarna hitam yang dilapisi dengan pulp, pada bagian kulit buah terasa sangat tipis namun untuk daging buah cukup tebal.

Biji dan Akar

Biji pada papaya memiliki warna hitam keabu-abuan dengan jumlah yang cukup banyak dan umumnya ditutupi oleh lendir bernama pulp yang menjaga agar biji tetap lembab meskipun dalam keadaan kekurangan asupan air. Sedangkan untuk akar tanaman papaya merupakan akar serabut yang dapat masuk kedalam tanah dan ada juga yang berada diatas permukaan tanah.

Manfaat Pepaya

Adapun untuk kegunaan yang ada di dalam tumbuhan pepaya ini, antara lain;

Menguatkan Sistem Imun

Senyawa beta karoten yang ada pada sebagian pepaya juga dapat bermanfaat dalam meningkatkan sistem imun dalam tubuh. Oleh sebab itu, pepaya dapat menjadi pilihan makanan yang sehat untuk mencegah serta mengobati berbagai penyakit seperti infeksi, pilek, flu sekaligus meredakan demam.

Mencegah Penyakit Jantung

Papaya memiliki kandungan serat, kalium serta vitamin yang berfungsi untuk membantu tubuh untuk mencegah penyakit jantung. Dengan rutin mengkonsumsi buah papaya maka dapat diharapkan terhindar dari penyakit jantung.

Baik Untuk Pencernaan

Pepaya sangat baik untuk pencernaan karena buah tanaman pepaya mengandung senyawa enzim yang berfungsi dalam membantu melancarkan saluran pencernaan, selain itu buah juga mengandung serat serta kadar air yang cukup tinggi sehingga cukup baik untuk mencegah penyakit sembelit serta mengontrol buang air besar sehingga dapat menyehatkan pencernaan.

Anti Inflamasi

Dalam pepaya terdapat enzim papain yang berfungsi sebagai anti inflamasi untuk mencegah dan mengobati penderita arthritis, osteoporosis, dan edama dengan cara meredakan rasa sakit, dan juga dapat digunakan untuk mencegah perkembangnya sel kanker.

Pencegahan Asma

Beta karoten yang banyak terkandung dalam pepaya dapat digunakan untuk mengurangi pengembangan penyakit asma. Dengan sering mengkonsumsi buah papaya maka diharapkan dapat meminimalisir terjadinya penyakit asma. Cara mengkonsumsi dari buah ini yaitu dapat dimakan secara langsung atau juga dapat dibuat jus.

Mencegah Diabetes

Kandungan serat yang cukup tinggi pada pepaya juga dapat membantu dalam menurunkan risiko diabetes. Makanan kaya serat yang ada dalam pepaya dapat membantu mengelola kadar insulin dalam tubuh, sehingga kadar gula akan lebih terkontrol dan penyakit diabetes akan dapat lebih diminimalisir.

Menyehatkan Tulang

Karena kandungan vitamin K yang sangat tinggi pada pepaya, maka buah ini juga dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan vitamin K dalam tubuh dengan cara rutin mengkonsumsinya. Vitamin k memiliki fungsi untuk menjaga kesehatan tulang dengan cara melakukan suatu proses tindakan untuk mengubah protein matriks tulang, meningkatkan penyerapan kalsium serta dapat mengurangi ekskresi kalsium.

Penurunan Berat Badan

Senyawa enzim papain yang ada pada buah dapat memberikan dampak dalam pengurangan protein, karbohidrat serta lemak tubuh sehingga sistem metabolisme badan menjadi lebih optimal dan dapat menjadikan pembakaran lemak dalam organ menjadi energi yang berlangsung secara penuh.

Bagi seseorang yang ingin melangsingkan tubuh dengan cepat dan aman, mengkonsumsi buah pepaya merupakan pilihan yang tepat, karena selain manfaatnya yang cukup banyak buah ini juga dapat memenuhi kecukupan nutrisi harian.

Mempercepat Penyembuhan Luka

Senyawa enzim proteolitik chymopapain pada pepaya memiliki fungsi yang sama seperti salep pada umunya yaitu dapat digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka serta mencegah terjadinya infeksi pada daerah kulit yang terbakar.

Cara Budidaya Tanaman Pepaya

Teknik dalam pengertian budidaya pepaya, diantaranya;

Teknik Penanaman

Sebelum melakukan proses penanaman terlebih dahulu buat lubang tanam dengan ukuran 50 x 50 x 40 cm lalu diamkan terlebih dahulu untuk beberapa waktu agar terkena sinar matahari.

Jika dirasa sudah cukup dalam proses pengeraman, kemudian masukkan lubang tanam tersebut dengan tanah yang telah dicampur dengan tiga bahan yaitu tanah, pupuk organic dan dolomit, usahakan jika ingin menggunakan pupuk organic, pilih pupuk yang sudah matang. Lalu masukkan bibit papaya kedalam lubang tanam dan timbun lubang dengan dibuat guludan.

Pemupukan

Pemberian pupuk dapat dilakukan berdasarkan selang waktu yaitu, pada untuk pemupukan awal, berkan 25 gram pupuk KCL, 25 gram Urea, 50 gram pupuk TSP, dan 50 gram ZA yang sudaj diaduk dan dicampur rata. Taburkan pupuk secara melingkar pada tanaman. Untuk  bulan selanjutnya, beri 40 gram KCL, 35 gram Urea, 75 gram TSP dan 75 gram ZA.

Ketika sudah memasuki umur 3 sampai 5 bulan berikan 75 gram KCL, 50 gram Urea, 75 gram TSP, dan 75 gram ZA ke seluruh tanaman. Apabila tanaman sudah berumur sekitar 6 bulan, berikan kembali 100 gram ZA, 75 gram KCL, 60 gram Urea, dan 75 gram TSP.

Itulah tadi pengeulasan secara lengkapnya terkait dengan pengertian tanaman pepaya, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan teknik budidaya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Berikan Nilai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *