Tanaman Petai, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Budidayanya

Diposting pada

Tumbuhan Petai

Petai merupakan buah yang tidak asing ditelinga kita semua. Tanaman yang memiliki aroma khas ini seringkali dihindari banyak orang karena bau yang sangat menyengat.

Namun meskipun memiliki bau yang berlebihan, justru berbeda dengan seseorang yang begitu menyukai petai. Buah petai dianggao menjadi incaran untuk dimakan bersama dengan jenis tanaman pangan nasi yang panas. Biasanya petai akan dijadikan lalapan dan disandingkan dengan sambal yang begitu pedas.

Tanaman Petai

Tanaman petai memiliki nama latin yaitu parkia speciosa. Jenis pohon ini banyak tumbuh di Indonesia tepatnya di wilayah bagian barat. Pohon petai yang biasanya sering dikonsumsi adalah bijinya yang terdapat di dalam buah.

Walaupun memiliki bau yang sangat menyengat, dan sering dihindari banyak orang untuk di makan, ternyata petai memiliki beberapa khasiat untuk kesehatan. Selain itu pohon petai ini merupakan tanaman yang dapat hidup sampai berumur lebih dari 10 tahun.

Klasifikasi Petai

Tumbuhan petai memiliki klasifikasi dalam sistem tumbuhan sebagai berikut;

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Fabales
Famili Fabaceae
Subfamili Mimosoideae

Ciri Morfologi Tanaman Petai

Pohon petai memiliki karakteristik khusus sama seperti dengan pohon-pohon lain yang memiliki ciri pada tumbuhannya. Karateristik pohon petai diuraikaian sebagai berikut :

  1. Batang

Pohon petai memiliki ketinggian sekitar 5 hingga 25 meter. Selain itu pohon ini juga mempunyai cabang yang begitu banyak dan kulit pada arti batang berwarna coklat kemerah-merahan.

  1. Daun

Daun pohon petai memiliki bentuk menyirip ganda. Biasanya daun memiliki panjang sekitar 5 sampai 9 cm dengan lebar antara 1,5 sampai 2,2 cm. Daun muda pada petai memiliki warna hijau muda, dan daun ini biasanya berumur sekitar 1 sampai 3 minggu. Sedangkan daun tua petai berumur lebih dari 3 minggu dengan warna hijau tua hingga kecoklatan.

  1. Bunga

Bunga pada tanaman petai ketika masih muda belum Nampak benang sari maupun putiknya. Biasanya bunga petai yang masih muda memiliki warna hijau muda, keras, dan berbentuk bongkol. Pada saat tumbuh semakin besar, maka bunga akan terlihat benang sari dan putiknya.

Warna benang sari dan putik yaitu kuning sehingga terlihat seperti spon karena bentuknya yang besar dan lunak atau empuk.

  1. Buah

Pengertian buah pada pohon petai yaitu berpolong- polong dan berisi arti biji didalamnya. Biasanya struktur biji pada tumbuhan ini bersifat lunak ketika masih muda dan semakin mengeras ketika pohon tumbuh menua.

Manfaat Tanaman Petai

Tanaman petai selain dikonsumsi untuk dijadikan lalapan dan lauk pauk ternyata memiliki segudang manfaat yang dapat menjaga kesehatan tubuh, diantaranya yaitu:

  1. Mengontrol gula darah

Penyakit diabetes akan ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi. Apabila penyakit ini dibiarkan secara terus- menerus maka akan menimbulkan penyakit komplikasi pada tubuh.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengontrol kadar gula darah untuk mencegah adanya penyakit diabetes. Salah satu makanan yang dapat digunakan untuk mengontrol gula darah yaitu petai, karena didalamnya trdapat antioksidan serta zat kimia beta-sitosterol dan stigmasterol yang membantu menjaga kadar gula darah agar tidak tinggi.

  1. Melawan radikal bebas

Tanaman petai memiliki zat antioksidan yang tinggi dimana hal ini dapat digunakan untuk melawan radikal bebas pada sel- sel tubuh. Melawan radikal bebas sangat di perlukan, agar terhindar dari penyakit kanker, katarak, penuaan dini, jantung dan diabetes.

  1. Menyehatkan saluran pencernaan

Petai adalah tanaman yang kaya akan serat. Tumbuhan ini dapat dijadikan obat untuk mengatasi masalah pencernaan seperti sembelit.

Kandungan serat yang ada pada petai juga akan membuat kenyang lebih lama. Sehingga hal ini juga akan mengurangi konsumsi makanan secara berlebih. Oleh karena itu petai menjadi salah satu makanan yang berfungsi untuk menjaga berat badan.

  1. Menjaga kesehatan jantung

Zat antioksidan, serat, dan kalium, dalam petai merupakan zat- zat yang dapat menjaga tekanan darah agar tetap stabil dan mencegah pembentukan plak pada pembuluh darah jantung. Oleh karena itu petai dapat dikonsumsi secara rutin. Hal inilah yang nantinya akan berdampak untuk menjaga kesehatan jantung.

  1. Mengatasi infeksi

Petai memiliki ekstrak yang berfungsi untuk membasmi jamur dan kuman penyebab infeksi. Oleh karena itu, petai dikatakan sebagai antijamur dan anti bakteri.

  1. Mengatasi anemia

Kandungan zat besi pada petai berpotensi untuk mengatasi anemia. Karena zat besi akan membuat hemoglobin atau sel darah merah yang baru. Sehingga, mengkonsumsi petai sangat disarankan bagi seseorang yang ingin mengatasi anemia.

  1. Mengatasi tekanan darah tinggi

Kalium yang ada pada tanaman petai berfungsi untuk mengatasi tekanan darah tinggi. Selain petai yang dapat dijadikan untuk membantu menurunkan hipertensi, ternyata menjaga asupan natrium juga penting untuk mencegah tekanan darah yang tinggi.

  1. Sebagai anti kanker

Petai merupakan makanan yang memiliki sebutan anti kanker. Hal ini disebabkan karena, petai memiliki antioksidan yang cukup baik, sehingga disebut sebagai anti kanker.

  1. Mengatasi luka lambung

Petai dipercaya dapat membantu untuk mengatasi luka lambung. Hal ini dilakukan karena pada saat petai dikonsumsi maka akan menetralkan asam lambung dan mengurangi iritasi lambung. Kemudian petai akan membantu melapisi lambung pada bagian permukaannya.

  1. Meningkatkan kemampuan otak

Petai dapat membantu untuk meningkatkan kemampuan otak. Hal ini disebabkan petai memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi.

  1. Mengatasi gatal dari gigitan nyamuk

Gatal pada kulit akan sangat mengganggu kenyamanan seseorang. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal ini maka dapat menggunakan cara yang alami. Cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa gatal akibat gigitan nyamuk yaitu dengan menggosokan kulit petai bagian dalam pada area gigitan nyamuk. Hal ini dipercaya akan meredakan rasa gatal pada kulit.

  1. Menenangkan sistem saraf

Petai memiliki khasiat untuk menenangkan sistem saraf karena didalmnya terdapat kandungan vitamin B yang sangat bagus untuk menjaga saraf manusia. Selain itu petai juga dapat mengurangi stress karena kandungan kalium didalamnya membantu mnstabilkan detak jantung, dan mengelola keseimbangan air tubuh.

  1. Memperbaiki mood

Triptofan pada petai merupakan jenis asam amino esensial yang dapat mendorong pertumbuhan mood yang baik. Sehingga seseorang yang mengkonsumsi petai akan merasa lebih rileks dan mengantuk serta memperbaiki moodnya.

  1. Meringankan masa PMS

Masa PMS pada wanita biasanya akan menghadirkan berbagai masalah seperti rasa nyeri pada pinggang, sakit perut, mood yang tidak stabil dan lain sebagainya. Oleh karena itu pada saat PMS datang seringkali wanita dianjurkan untuk mengkonumsi suplemen, seperti asam folat, kalsium, vitamin B6, dan magnesium.

Berbagai senyawa dan mineral yang diperlukn wanita pada saat PMS terdapat pada biji petai. Sehingga dengan mengkonsumsi petai akan meringankan masa PMS sepert rasa nyeri, cemas, dan lain- lain.

Cara Budidaya Tanaman Petai

Walaupun sebagain orang menganggap petai merupakan makanan yang tidak enak karena baunya yang sangat menyengat, namun petai merupakan makanan yang kaya akan manfaat dan dijadikan sebagai pendamping makanan pada sehari- hari.

Oleh karean itu, kita dapat melakukan budidaya petai untuk menjaga kelestarian petai. Cara budidaya petai dilakukan dalam beberapa tahap yaitu :

  1. Pembibitan

Pembibitan petai dapat dilakukan dengan cara okulasi atau membeli bibit yang siap tanam dengan ukuran kurang lebih 1,5 m. Setelah pembibitan dilakukan maka perlu mempersiapkan lahan untuk menanam petai. Lahan pertanian dibersihkan dari berbagai gulma yang akan mengganggu.

Setelah itu lahan dapat diberi pupuk kandang atau kompos dan dibuat lubang- lubang dengan ukuran 40 x 40 cm dimana kedalamanyya sekitar 10 cm.  

  1. Penanaman

Penanaman petai dapat dilakukan pada saat bibit petai berumur 6 bulan. Lebih baik petai ditanam diawal atau pertengahan musim hujan. Bibit ditanaman didalam tanah dan menimbunnya kembali dengan tanah. Hal ini dilakukan agar tanaman tidak mudah roboh dan dapat tumbuh dengan baik.

  1. Perawatan

Pohon petai akan tumbuh dengan baik apabila dilakukan perawatan secara rutin. Perawatan yang dilakukan diantaranya yaitu menjaga lahan dari gangguan dalam contoh gulma, dan arti hama. Selain itu, pemberian pupuk juga sangat penting, dimana hal ini bisa dilakukan setelah tanaman berumur 4 bulan dari masa tanam. Penyiraman juga perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara.

Itulah artikel yang bisa kami berikan pada semua pembaca berkenaan dengan tanaman petai, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidayanya yang baik dan benar. Semoga bisa memberikan edukasi serta pemahaman yang mendalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *