Tanaman Pule: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Pohon Pule

Mendengar nama tanaman pule mungkin terdengar asing pada sebagai telinga orang-orang. Dimana arti tumbuhan pule sendiri sebetulnya memiliki nama latin yaitu alstonia scholaris. Tumbuhan yang satu ini persebarannya sudah sangat luas yaitu mulai dari Asia Tenggara, Australia, dan China.

Sebagai informasi bahwa pohon pule ini bisa tumbuh dengan baik apabila berada di ketinggian sekitar 1300 meter mdpl. Selain itu jenis tanaman hutan ini juga tidak tahan dengan kondisi yang dingin, sehingga akan lebih baik jika ditanam pada daerah dengan suhu yang normal atau hangat.

Tanaman Pule

Tanaman pule biasanya bisa tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 6 sampai dengan 40 meter. Tentunya dengan ukuran tersebut, pohon ini bisa dikatakan memiliki panjang yang cukup menjulang tinggi. Karakteristik lain pada tanaman pule yaitu bagian akar dan batangnya terdapat lentisel dengan pori-pori yang ada disekitarnya.

Hal lainnya yaitu bahwa batang pada pohon pule ini akan mudah rapuh jika sudah berusia tua, selain itu batangnya juga mudah terkelupas. Kulit pada batang pohon pule ini mempunyai warna cokelat terang dan didalamnya terdapat cairan atau getah yang warnanya putih seperti susu.

Klasifikasi Pule

Berikut dibawah ini adalah klasifikasi tanaman pule, antara lain;

Kingdom Plantae
Ordo Gentianales
Sub bangsa Alstoniinae
Bangsa Plumeriae
Familia Apocynaceae
Genus Alstonia
Spesies A. Scholaris

Ciri Morfologi Pule

Berikut dibawah ini adalah beberapa ciri morfologi tumbuhan pule, yaitu;

  1. Akar

Akar merupakan ciri morfologi pertama yang ada pada tanaman pule. Definisi akar pohon ini disebut sebagai jangkat tanaman. Akar umumnya berbentuk tunggang dan bewarna cokelat.

  1. Daun

Umumnya pohon pule memili daun yang jumlahnya banyak. Ciri khas pada daun pule tersebut antara lain yaitu bewarna hijau mengkilap. Kemudian untuk bagian bawah daun warnanya cenderung lebih pucat. Daun pada tanaman pule dikenal bersifat menjari dengan panjang daun sekitar 3 cm.

  1. Bunga

Sebagai informasi bahwa bunga pohon pule biasanya akan tumbuh atau bermekaran di bulan Oktober. Salah satu hal yang menyenangkan dari bungan pule yaitu memiliki aroma yang sangat wangi.

Kemudian sifat dari bunga pule ini yaitu tipe dalam arti bunga majemuk. Artinya bunga mempunyai beberapa bagian yang meliputi putik, benang sari, mahkota, dan kelopak bunga. Ukuran bunga juga tidak terlalu besar yaitu minimalis namun indah untuk dilihat.

  1. Batang

Arti batang merupakan salah satu bagian tumbuhan yang sangat penting, karena tanpa adanya batang poho sule tidak akan lengkap kehidupannya, ditambah batang dijadikan pula sebagai alat berdirinya tanaman pule ini. Umumnya batang pada pohon pule ini memiliki warna hijau gelap dengan tekstur batang yang tidak halus.

  1. Biji

Tumbuhan pula ini ternyata juga memiliki arti biji yang ukurannya sangat kecil. Panjang biji tersebut hanya sekitar 1,5 sampai dengan 2 cm saja. Selain itu biji pada tanaman pule ini mempunyai warna putih yang bersih.

  1. Buah

Karakteristik morfologi yang terakhir adalah bagian arti buah dari pohon pule. Buah tanaman ini mempunyai bentuk seperti pita. Warna buahnya yaitu putih bersih dengan panjang sekitar 20 hingga sampai 50 mm.  

Manfaat Tanaman Pule

Berikut dibawah ini beberapa manfaat tanaman pule, antara lain;

  1. Obat demam dan malaria

Manfaat pertama yang bisa anda peroleh dari tanaman pule yaitu bisa dijadikan sebagai obat deman dan malaria. Perlu anda ketahui bahwa sebagai besar bagian tanaman pule memiliki manfaatnya masing-masing. Salah satu diantaranya yaitu bagian kulit batang dari tanaman pule tersebut bisa digunakan untuk mengobati deman maupun sakit malaria.

Caranya yaitu bersihkan kulit  batang pohon pule sampai bersih dan tidak menyisakan kotoran apapun. Tahap selanjutnya anda bisa merebus kulit batang pule yang sudah dicuci tadi dengan 1 gelas air bersih. Biarkan air sampai mendidik dan tambahkan 1 sendok madu agar lebih manis. Saat air sudah dingin maka bisa diminum dengan segera.

  1. Obat penyakit beri-beri

Bagain tanaman pule lainnya seperti daunnya juga sangat bermanfaat untuk mengobati sakit beri-beri. Selain itu daun pule juga bisa digunakan sebagai obat untuk ibu-ibu hamil yang sudah melahirkan agar badannya kembali fit dan normal lagi.

  1. Obat untuk penyakit vertigo

Selain digunakan untuk obat demam dan beri-beri, tanaman pule juga bisa membantu mengobati sakit vertigo. Penyakit vertigo bisa dibilang membahayakan karena suka datang secara tiba-tiba dengan rasa sakit yang tidak tertahankan lagi.

Bagian lain dari tanaman pule yang bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit vertigo adalah kulit akarnya. Selain bisa menyembuhkan vertigo kulit akar pule juga bisa mengobati sakit hipertensi dan insomnia.

  1. Sebagai bahan bangunan dan bahan kerajinan

Tanaman pule selain memiliki manfaat untuk kesehatan juga mempunyai manfaat lainnya yaitu dijadikan sebagai bahan bangunan atau bahan kerajian.

Karena bentuk tanaman yang begitu unik maka beberapa bagian dari tanaman ini bisa digunakan untuk membuat kerajinan dengan kreativitas dari masing-masing individu. Hasil kerajinan dari tanaman ini nantinya akan disebut sebagai karya alamiah yang bahannya dari alam.

  1. Sebagai tanaman hias

Manfaat tanaman pule yang terakhir yaitu bisa digunakan sebagai salah satu jenis tanaman hias. Bentuknya lucu dengan dipenuhi bunga yang harum membuat tanaman yang satu ini akan Nampak indah jiak berada disekitar rumah.

Maka dari itu tanaman pule juga sering dijadikan sebagai tanaman hias untuk menambah nilai keindahan dari setiap sudut lokasi rumah.

Cara Budidaya Pule

Cara budidaya tanaman pule perlu dilakukan dengan beberapa langkah, antara lain;

  1. Siapkan media tanam

Cara pertama yang bisa anda lakukan adalah proses penyiapan media tanam pohon pule. Beberapa hal yang harus dipersiapkan antara lain adalah tanah atau pupuk kompos dan sekam bakar dengan perbandingan 1: 1. Kemudian siapkan pula pot atau ember yang akan dipakai untuk menanam tanaman pule.

  1. Proses penanaman tumbuhan pule

Proses penanaman tumbuhan pule ini bisa diawali dengan penyiapan pot yang sudah dijelaskan diatas. Setelah itu masukan media tanam yang sudah dicampurkan dengan rata kedalam pot. Setelah itu kuburkan bibit dari tanaman pule itu sendiri.

Kemudian anda bisa menekan-nekannya dengan halus agar bibit bisa tertanam dengan baik. Selanjutnya siram dengan sedikit air agar tanaman lembab. Usahakan agar tanaman diletakan di lokasi yang kering dan tidak dipenuhi dengan banyak air.

  1. Cara perawatan tanaman pule

Apabila tanaman sudah ditanam, maka proses selanjutnya yaitu anda bisa melakukan perawatan pada tanaman tersebut. Salah satu perawatannya yaitu bisa dilakukan dengan menyirami tanaman secara rutin yaitu sekitar 2 kali sehari diwaktu pagi dan sore.

Proses penyiraman juga harus anda perhatikan dengan baik, yaitu jangan terlalu banyak memberi air pada tanaman. Apabila tanaman terlalu banyak air justru bisa  membuat tanaman terlalu basah dan membuatnya tidak tumbuh dengan subur.

Selain penyiraman anda juga perlu memberikan pupuk pada tanaman pule. Pemberian pupuk sendiri berfungsi agar tanaman ini semakin tumbuh subur. Pupuk yang bisa anda gunakan adalah pupuk organik atau pupuk NPK. Pupuk bisa diberikan dengan cara menaburkannya pada tanaman secara rata.

Itulah tadi artikel lengkap yang bisa dituliskan tentang deskripsi tanaman pule, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan teknik pembudidayaanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *