Tanaman Rosemary, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Rosemary

Tanaman rosemary merupakan jenis tanaman hias yang cantik dan memiliki kandungan minyak atsiri yang bisa digunakan sebagai aroma terapi.

Rosemary (rosmarinus officinalis) termasuk dalam divisi Magnoliophyta dan merupakan tanaman yang berasal dari negara Eropa. Rosemary selain bisa digunakan untuk memberikan aroma terapi juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan.

Tanaman Rosemary

Tanaman rosemary pada dasarnya memiliki banyak kandungan senyawa kimia seperti pinene, 1,8-cineole, dan verbenone. Kandungan senyawa kimia yang ada pada tanaman rosemary tersebut bisa dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu letak geografis, musim, bagian tanaman, keadaan tanah, factor genetika, dan perlakuan saat memanen dan penyimpanan.

Rosemary merupakan tanaman yang bisa dibudidayakan dengan cara metode stek atau dengan pencangkokan. Tanaman ini juga bisa tumbuh di pot maupun lahan pertanian tanah  secara langsung karena rosemary adalah jenis tanaman yang tahan terhadap hama penyakit.

Klasifikasi Rosemary

Klasifikasi ilmiah yang ada dalam tanaman rosemary diantaranya yaitu:

Kingdom Plantae
Sub kingdom Tracheobionta
Kelas Magnoliopsida
Super divisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Sub divisi Spermatophyta
Ordo Lamiales
Sub Kelas Lilianae
Famili Lamiaceae/Labiateae
Genus Rosmarinus L
Spesies Rosmarinusofficinalis L

Ciri Morfologi Rosemary

Tanaman rosemary mempunyai karakteristik pada setiap bagiannya. Berikut ini merupakan salah satu ciri morfologi dari tanaman rosemary yaitu:

  1. Daun

Morfologi pertama yang bisa kita pelajari yaitu bagian daun rosemary. Tanaman rosemary memiliki bentuk daun yang lonjong dan meruncing. Lebar daun memiliki ukuran kurang dari 1 cm, sedangkan panjangnya kira-kira 5 sampai 8 cm. Daun memiliki warna hijau gelap diatasnya dan dibagian bawah daun berwarna abu-abu.

Tangkai pada tanaman ini berwarna coklat selalu berdiri tegak dan kokoh. Daun rosemary sering digunakan untuk mengharumkan masakan.

  1. Bunga

Bagian kedua dari tanamna rosemary adalah bunganya. Bunga pada tumbuhan selain bisa berfungsi untuk penyerbukan juga mempunyai nilai keindahan tersendiri yang bisa memikat seseorang apabila melihatnya. Rosemary memiliki bunga berwarna keunguan dan biasanya tumbuh di sekitar ketiak daun.

Kelopak pada arti bunga berbibir dua yang mana panjangnya yaitu sekitar 1,25 cm dan didalamnya terdapat 2 benang sari.

Manfaat Rosemary

Tanaman yang berasal dari suku mint dan mempunyai aroma khas ini memiliki segudang manfaat yang mungkin belum diketahui banyak orang. Tanaman rosemary ini bisa digunakan untuk membantu mencegah dan menyembuhkan beberpa penyakit diantaranya yaitu:

  1. Mengobati masalah lambung atau usus

Masalah lambung sering dialami oleh sebagian orang dan apabila bagian lambung sedang merasa sakit maka hal itu akan sangat membuat ketidaknyamanan seseorang. Salah satu masalah lambung yang menjangkit tubuh manusia yaitu sangat beragam mulai dari perut kram, sembelit, pencernaan tidak teratur, kembung atau diare.

Rasa sakit pada lambung seperti ini bisa diatasi dengan memanfaatkan tanaman rosemary. Kandungan rosmarinic acid yang ada pada tanaman rosemary ini berpotensi untuk menerapi pengobatan maupun pencegahan toksisitas hati, ulkus peptikum, juga permasalahan lambung yang lainnya.

  1. Meningkatkan daya ingat atau memori

Zaman Romawi kuno dan orang-orang Roma maupun Yunani sudah menjadikan tanaman rosemary sebagai simbol daya ingat atau memori. Kebiasaan mereka yaitu akan selalu mengingat orang-orang yang telah meninggal dan melemparkan tangkai rosemary ke kuburan orang tersebut.

Ternyata berdasarkan bidang kesehatan rosemary memang mampu meningkatkan daya ingat seseorang dan meningkatkan kefokusan serta konsentrasi pada seseorang.

  1. Menyuburkan rambut/merangsang pertumbuhan rambut

Ekstrak yang ada  pada rosemary diyakini bisa menyuburkan rambut apabila dioleskan di kulit kepala selama kurang lebih 6 sampai dengan 7 bulan secara rutin. Setelah mengoleskan ekstrak rosemary yang berbentuk minyak, maka dalam jangka waktu 6 hingga 7 bulan kemudian, rambut pada orang yang sudah mengoleskan di kepalanya akan tumbuh lebat dan tidak mengalami kerontokan lagi.

  1. Mencegah kanker

Penyakit kanker merupakan penyakit yang terkenal bisa mematikan. Oleh karena itu sebisa mungkin kita harus bisa menjaga kesehatan agar bisa terhindar dari penyakit yang satu ini.

Kandungan Rosemary seperti ursolat , asam carnosic, carnosol, dan rosmarinic bisa mencegah dan menghalangi pertumbuhan tumor kanker di dalam tubuh. Kanker tersebut diantaranya yaitu kanker payudara, kanker hati, kanker usus dan jenis kanker lainnya.

Oleh karena itu cara alami yang bisa kita lakukan untuk mencegah kanker masuk dalam tubuh ialah mengkonsumsi tanaman rosemary ini. Setidaknya dengan melakukan hal tersebut dan diimbangi dengan olahraga serta menjaga pola makanan maka tubuh bisa dengan mudah terhindar dari penyakit.

  1. Membantu masalah pernapasan

Bagi sebagai orang yang mengalami sakit pada pernapasan akan menjaga betul kondisinya dan berusaha agar tidak terlalu kelelahan. Salah satu cara untuk mengatasi masalah pernapasan yaitu bisa dibantu dengan tanaman rosemary.

Kandungan minyak atsiri yang ada pada tanaman rosemary sering digunakan untuk memberikan aroma terapi bagi tubuh. Sehingga dengan menghirup aroma minyak rosemary, maka bisa membantu melegakan pernapasan bagi orang yang menderita flu, iritasi tenggorokan, alergi, dan juga pilek.

  1. Membantu ginjal berfungsi dengan baik

Tanaman rosemary juga bisa dimanfaatkan untuk membantu fungsi ginjal dengan cara menormalkan kembali kelebihan air yang ada di dalam tubuh. Ginjal akan memproduksi urin secara teratur sehingga hal ini bisa mencegah kemungkinan adanya kencing batu atau gagal ginjal.

  1. Memperlambat proses penuaan dini

Kandungan anti-oksidan dan anti-inflamasi yang terdapat pada tanaman rosemary biasa digunakan untuk bahan-bahan pembuat kosmetik seperti krim wajah, atau krim lotion. Sebetulnya kandungan tersebut bisa  membuat warna kulit lebih merona karena sirkulasi darah pada kulit berjalan dengan baik. Selain itu bisa juga digunakan untuk memperlambat penuaan dini.

Cara Budidaya Rosemary

Budidaya tanaman rosemary pada dasarnya bisa dilakukan dengan 2 cara. Caranya  yaitu secara generatif (perkembangbiakan melalui bagian biji) dan vegetatif (perkembangbiakan dengan bantuan manusia yaitu salah satunya adalah stek batang).

Berdasarkan kedua cara tersebut maka penanaman rosemary lebih disarankan untuk menggunakan cara stek batang, yaitu dengan mengambil potongan batang dari tanaman yang sudah ada saja. Beberapa langkah atau cara yang bisa dilakukan untuk budiaya tanaman rosemary yaitu sebagai berikut:

  1. Menyiapkan Lahan dan Bakal Tanam

Tanaman rosemary yang pada dasarnya tidak terlalu besar maka bisa ditanam di pot saja. Pilih pot yang berasal dari bahan tanah liat atau semen dan pilih pot dengan ukuran yang sedang serta disesuaikan dengan lahan yang ada.

Selanjutnya yaitu Campurkan tanah, pasir, dan lumut gambut sebagai media penanaman rosemary. Campur semua bahan yang sudah disebutkan tadi dengan perbandingan pasir dan dan lumut gambut yaitu 2:1. Kemudian masukkan campuran tersebut ke dalam pot yang disiapkan. Jangan lupa letakkan pot di tempat yang terpapar sinar matahari.

  1. Penanaman

Penanaman rosemary bisa dilakukan pada saat bibit sudah mulai muncul akar. Biasanya akar akan muncul pada saat berumur sekitar 3 minggu. Setelah akar terbentuk, maka tanaman bisa dipindahkan ke lahan tanam yang sudah disiapkan. Angkat pelan-pelan dan jangan sampai perakaran putus pada saat dilakukan pemindahan ke lahan.

Usahakan penanaman tidak dilakukan di tanah yang terendam air. Perlu diketahui apabila tidak memiliki lahan yang cukup maka penanaman rosemary juga bisa dilakukan di pot.

  1. Perawatan

Perawatan tanaman rosemary bisa dikatakan cukup mudah yaitu dilakukan dengan cara melakukan penyiraman dan memangkas tanaman yang sekiranya sudah terlalu rimbun. Selain itu pemupukan tidak terlalu dibutuhkan pada tanaman ini, karena diawal penanaman tanaman ini sudah mendapatkan pupuk kompos atau pupuk kandang yang sudah memberikan nutrisi pada tanaman ini.

  1. Panen

Panen tanaman rosemary biasanya bisa dilakukan pada saat tanaman sudah tumbuh cukup besar dan mengeluarkan aroma. Apabila ciri-ciri tersebut sudah ada maka panen bisa dilakukan kapan saja yang terpenting pada saat pemanenan perlu dilakukan hati-hati agar tidak merusak tanaman.

Itulah tadi artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman rosemary, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga bisa memberi edukasi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *