Tanaman Rotan, Klasifikasi, Jenis, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Pohon Rotan

Pernahkah telinga kita mendengar peribahasa “Tidak Ada Rotan, Akar Pun Jadi”. Peribahasa ini ternyata memiliki makna apabila tidak terdapat barang yang bagus maka dapat mengganti dengan barang yang lain. Berdasarkan peribahasa tersebut, rotan dihargai sebagai sesuatu yang bernilai bagus, mahal, dan berkualitas.

Pohon rotan sendiri di Indonesia merupakan salah satu jenis tanaman hias dan perkebunan yang begitu terkenal dan bukan sesuatu yang baru bagi banyak orang. Rotan adalah tanaman yang menjadi salah satu bahan baku dalam kerajinan tangan maupun industri mebel. Pohon ini merupakan tumbuhan merambat yang berasal dari family palmae.

Tanaman Rotan

Pohon rotan merupakan tanaman yang tumbuh dengan cara menjalar diatas permukaan tanah, kemudian setelah itu berkembang dengan memanjat dan melilit struktur batang yang ada disekitarnya. Tanaman rotan juga hidup didaerah tropis, salah satunya di negara Indonesia.

Keberuntungan yang sangat besar bagi Indonesia karena dapat memiliki pohon rotan yang begitu melimpah dan dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam dunia bisnis industri. Selain itu rotan juga memiliki beberapa keunikan diantaranya yaitu merupakan salah satu tanaman yang termasuk dalam kategori ramah lingkungan dan batang rotan dapat mengeluarkan air apabila dipotong.

Klasifikasi Rotan

Adapun klasifikasi ilmiah tanaman rotan, antara lain sebagai berikut;

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Liliopsida
Ordo Arecales
Famili Palmae/Lepidocaryoideae
Bangsa Calameae

Jenis Rotan

Pohon rotan memiliki banyak macam yang tersebar luas di Indonesia diantaranya adalah;

  1. Rotan Balubuk atau Calamus burckianus Beccari merupakan jenis rotan yang disebut juga dengan istilah Howe Balubuk (Sunda). Biasanya jenis rotan ini berada didaerah Jawa.
  2. Rotan Taman atau Calamus caesius Blume merupakan jenis rotan yang dikenal dengan nama lain yaitu Sego. Biasanya jenis rotan ini berada didaerah Aceh, Kalimantan, dan Sumatera.
  3. Rotan Korod atau Calamus heteroideus Blume adalah jenis rotan yang disebut juga sebagai Rotan Lilin dan biasanya tumbuh di daerah Jawa
  4. Rotan Tohitin atau Calamus inops Beccari merupakan bentuk rotan dengan nama lain Sambutan. Biasanya tumbuh didaerah Maluku dan Sulawesi.
  5. Rotan Manau atau Calamus manan Miquel adalah jenis rotan yang tumbuh didaerah Kalimantan dan Sumatera.
  6. Rotan Lilin atau Calamus javensis Blume adalah macam rotan yang terdapat didaerah Sumatera dan Kalimantan
  7. Rotan Buyung atau Calamus optimus Becc adalah jenis rotan yang disebut juga dengan istilah Sega Bulu dan Selutup. Biasanya jenis rotan ini tumbuh didaerah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
  8. Rotan Seuti atau Calamus ornatus Blume adalah jenis rotan yang dikenal dengan nama lain Rotan Kasur berasal dari Jawab Barat, Rotan Lambang dari Sulawesi Tengah, dan Rotan Kesup dari Bengkulu.
  9. Rotan Sigisi atau Calamus orthostachyus Warburg ex Beccari adalah jenis rotan yang dikenal dengan nama lain yaitu Popini dan biasanya tersebar didaerah Sulawesi.
  10. Rotan Sanjat atau Calamus paspalanthus Beccari merupakan jenis rotan yang dikenal dengan istilah lain yaitu Rotan Marau Tunggal. Biasanya rotan ini berada didaerah Kalimantan.

Ciri Morfologi

Morfologi rotan merupakan sifat atau karakteristik yang dimiliki dan menggambarkan tanaman rotan, ciri morfologi rotan ini diantaranya ialah:

  1. Akar

Morfologi pertama yang bisa dipahami adalah arti akar rotan, dimana akar ini merupakan akar yang bersifat geotropik dan apogeotropik artinya bahwa rotan memiliki jenis akar yang rumit dan memiliki cabang yang begitu banyak dalam tanah. Panjang tidaknya akar rotan biasanya tergantung pada kesuburan lahan atau tanah yang digunakan untuk menanam rotan.

Akar rotan akan semakin memanjang apabila berada di daerah tanah atau lahan yang kurang subur dan sebaliknya pada daerah yang subur maka akar rotan tidak akan tumbuh terlalu panjang. Namun, akar rotan rata-rata memiliki ukuran diantara 0,8 sampai 1,2 cm.

  1. Batang

Definisi batang pada rotan yang masih muda biasanya akan tertutup oleh daun-daun yang rapat dan memiliki duri. Apabila batang berumur semakin tua, maka daun-daun tersebut akan mati dan gugur dengan sendirinya.

Batang rotan juga memiliki keunikan, dimana diameter bagian bawah semakin membesar dan bagian atas batang akan mengecil seiring pertumbuhan rotan. Rotan juga memiliki batang berbentuk bulat atau silindris dan beruas-ruas dengan ukuran yang beraneka ragam tergantung dari jenis rotan itu sendiri.

  1. Daun

Rotan memiliki daun yang terbagi dalam 4 bagian yaitu tangkai, helai daun, pelepah, dan sirus. Bentuk daun pada tanaman rotan adalah menyirip dan biasanya berbentuk seperti pita. Daun rotan juga bersifat majemuk artinya setiap daunnya akan tumbuh anak daun yang susunannya menyirip antara 1 sampai 2 helai anak daun. Warna daun pada rotan adalah hijau dan memiki tekstur yang sedikit kasar.  

  1. Bunga

Arti bunga pada tanaman rotan dapat diklasifikasikan dalam dua jenis. Pertama yaitu bunga yang dapat tumbuh lebih dari satu kali atau dikenal dengan jenis rotan pada lateral batang. Klasifikasi kedua yaitu bunga yang hanya bisa tumbuh sekali pada pohon rotan dan istilah ini disebut jenis bunga ujung terminal. Penyerbukan bunga pada rotan dapat terjadi dengan bantuan angin dan hewan (serangga) disekitar.

  1. Buah

Morfologi terakhir yang bisa dipelajari pada tanaman rotan adalah buahnya. Musim buah dan bunga pada tanaman rotan berbeda-beda karena hal ini dipengaruhi oleh keadaan lingkungan dimana rotan itu dapat tumbuh dan berkembang.

Warna buah pada rotan bermacam-macam mulai dari cream kecoklatan dan kuning kecoklatan. Buah rotan berbentuk bulat dan ada pula yang berbentuk memanjang atau lonjog dimana ukuran diameternya bisa berkisar antara 5 sampai 20 mm.

Manfaat Tanaman Rotan

Rotan memiliki banyak manfaat yang dapat digunakan semaksimal mungkin diantaranya yaitu :

  1. Bahan baku mebel

Rotan dijadikan bahan baku mebel atau industri karena pada dasarnya rotan memiliki sifat yang kokoh dan kuat, sehingga tanaman ini sangat potensial digunakan untuk membuat kerajinan-kerajinan atau produk berupa kursi, meja, lemari dan lain sebagainya.

  1. Pengganti sayuran

Daerah Kalimantan Selatan atau tepatnya pada Suku Dayak, banyak dari masyarakatnya menggunakan batang rotan yang kemudian dimasak dan dijadikan sayur untuk kemudian dimakan serta dijadikan kosumsi dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

  1. Pelapis kayu

Getah pada tanaman rotan dapat dimanfaatkan untuk melapisi kayu-kayu agar Nampak lebih mengkilap dan baru. Biasanya hal ini bisa dimanfaatkan pada usaha mebel atau industri.

  1. Pembuatan bola sepak takraw

Batang rotan yang bersifat kuat menjadikan tanaman ini dipilih untuk pembuatan bola sepak takraw. Pembuatan bola sepak takraw tentunya melewati berbagai proses dari pengeringan batang rotan sampai hasil akhir menjadi bola.

  1. Pembuatan senjata

Tanaman rotan yang kuat menjadikan beberapa daerah di Asia menggunakan rotan sebagai alat hukuman cambuk dan pemukul bagi orang yang salah.

Cara Budidaya Tanaman Rotan   

Budidaya tanaman rotan dapat dilakukan melalui 5 tahapan yaitu :

  1. Persiapan Lahan

Rotan pada dasarnya dapat tumbuh di segala macam kondisi tanah, terutama di tanah-tanah yang tempatnya dekat dengan pinggiran sungai. Rotan juga memerlukan pohon yang dijadikan sebagai tempat panjatnya, dimana pohon harus kuat dan memiliki cabang yang sedikit.

Lahan pertanian yang digunakan untuk penanaman rotan harus memiliki tanah yang subur, dekat dengan sumber air, memiliki banyak bahan organik dan harus berada dibawah pohon-pohon yang teduh karena kecambah rotan tidak mampu menangkap cahaya matahari dengan penuh.

  1. Bibit Rotan

Bibit rotan dapat diperoleh dari anakan rotan yang bijinya tersebar luas di tanah. Selain itu bibit rotan juga dapat diambil dengan cara menggali tanah dari rumpun tanaman rotan dan harus memperhatikan tanahnya agar tetap menepel pada akarnya.

  1. Penanaman

Penanaman dapat dilakukan pada awal musim penghujan dan apabila bibit tanaman terlalu banyak, maka dapat disimpan terlebih dahulu ditempat yang teduh dengan disiram air setiap pagi dan sore hari. Tanah dibuat lubang 2 buah dan berada diantara pohon yang akan menjadi tempat panjatnya.

Bibit kemudian ditanam sedalam 2 sampai 3 cm dari permukaan tanah dan ditutup dengan tanah agar terpendam. Apabila tanah untuk penanaman dirasa kurang subur maka dapat memberikan 3 sampai 5 kg pupuk kandang yang  sudah dicampur dengan tanah. Penanaman bibit rotan juga harus berdiri tegak lurus dan dikatkan dengan pohon panjatnya.

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan dapat dilakan dengan menjaga kebersihan rumpun rotan dan dilakukan pemupukan selang 6 bulan setelah penanaman dalam jangka waktu 3 tahun pertama.

  1. Panen

Panen pada tanaman rotan dapat dilakukan dengan cara sistem tabang pilih yaitu memilih batang rotan yang sudah tua. Penebangan batang rotan dapat dilakukan dengan cara menebang batang dengan tinggi antara 14-15 cm dari tanah. Ciri batang yang sudah tua juga dapat dilihat dari daun yang sudah mengering dan mengelupas dari batangnya.

Demikianlah artikel yang bisa saya bagikan pada pembaca berkenaan dengan pengertian tanaman rotan, klasifikasi, jenis pohon, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidaya. Semoga bisa memberikan pemahaman bagi semua pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *