Tanaman Salak: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tanaman Salak

Salak merupakan salah satu arti tumbuhan yang sering kita temui di sekitar kita bahkan mungkin kita sering mengkonsumsinya. Karena harga salak yang murah dan bisa ditemui di mana saja seperti di pasar tradisional, supermarket, di toko buah, dan di tempat-tempat lain sehingga tak salah apabila salak menjadi popular di berbagai lapisan masyarakat.

Secara morfologi tumbuhan, salak dicirikan oleh buahnya yang memiliki bentuk yang bulat dan mengecil di salah satu unjungnya, buahnya dibungkus dengan sisik yang mengkilat gelap hingga coklat kemerahan bahkan terkadang tertutup paku kecil. Selain enak untuk dimakan, salak juga memiliki manfaat untuk kesehatan seperti mencegah sembelit, meningkatkan kekebalan tubuh. Oleh sebab itu, untuk menghasilkan buah yang berkualitas, penting untuk memperhatikan cara budidaya yang benar.

Tanaman Salak

Tanaman salak hakekatnya dibudidayakan di berbagai negara, salah satunya di Indonesia oleh sebab itu buah salak tidak asing bagi kita. Tanaman salak tumbuh liar di alam jawa bagian barat serta Sumatra bagian Selatan. Dimana habitat tanaman salak adalah tanah yang subur di hutan yang lembab dan teduh, sering membentuk semak belukar yang sulit ditembus ketika tumbuh di daerah rawa dan di sepanjang sisi sungai

Tanaman salak tergolong dalam tanman berumah dua, yang berarti hanya ada satu jenis bunga saja dalam satu tanaman yaitu jantan atau betina sehingga ketika menaam hanya salah satu jenis saja maka tidak akan berbuah, jadi agar tanaman salak dapat berbuah maka harus ditanam dua jenis yaitu jantan dan betina.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa profil nutrisi buah salak ini sebanding dengan buah-buahan yang lebih dikenal seperti tanaman mangga, kiwi, dan tanaman apel, karena kaya akan antioksidan, fenolik, vitamin dan mineral.

Pengertian Tanaman Salak

Tanaman salak dalam bahasa Inggris disebut snake fruit karena mempunyai kulit yang menyerupai sisik ular atau dalam  nama ilmiah Salacaa Zalacca merupakan sejenis palma dengan buah yang dapat dimakan. Salak merupakan tanaman berduri tanpa batang dengan daun tegak panjang hingga 6 meter dan batang bawah yang merayap.

Tanaman ini biasanya dibudidayakan untuk buahnya yang dapat dimakan di daerah tropis Thailand, Malaysia dan sangat sering ditemukan di pasar lokal. Kususnya di Indonesia buah salak dijuluki dengan fruit of memory karena kaya akan kalium dan oektin yang sangat memiliki nutrisi penting untuk kesehatan dan perkembangan otak.

Pengertian Tanaman Salak Menurut Para Ahli

Adapun definisi salak menurut para ahli, antara lain:

  1. Mazumdar, P (2019), Salak adalah sebagai tanaman buah palem tropis yang tidak dapat dieksploitasi, kaya akan antioksidan, polifenol, asam organik dan vitamin C.

Klasifikasi Tanaman Salak

Arti klasifikasi yang ada dalam tanaman salak yaitu sebagai berikut:

Kingdom Plantae
Divisi Magnoliophyta
Kelas Liliopsida
Ordo Arecales
Family Arecaceae
Genus Salacca
Spesies S. zalacca

Dari penjelasan tersebut, penting diketahui bahwa pohon salak telah dibudidayakan di seluruh Indonesia, dan setidaknya ada 30 kultivar, yang sebagian besar memiliki rasa zat dan manis. Dua kultivar populer adalah Salak Pondoh dari Yogyakarta dan Salak Bali dari Bali.

Salak Pondoh populer di kalangan pelanggan lokal karena aromanya yang kuat dan rasanya yang manis, bahkan sebelum benar-benar matang. Sedangkan salak Bali memiliki ciri kira-kira seukuran ara besar dan memiliki tekstur bertepung.

Ciri Morfologi Tanaman Salak

Pada dasarnya ciri morfologi salak berbeda di suatu daerah dengan daerah lain, nmaun secara umum ciri morfologis tanaman salak adalah sebagai berikut:

  1. Buah

Pengertian buah salak memiliki bentuk yang bulat dan mengecil di salah satu unjungnya, buahnya dibungkus dengan sisik yang mengkilat gelap hingga coklat kemerahan bahkan terkadang tertutup paku kecil.

Meskipun terlihat kasar dan keras namun kulit salak cukup tipis sehingga sangat mudah untuk mengupasnya dengan cara memecahan ujungnya. Buahnya sendiri berwarna putih dilapisi dengan membran tipis terlihat hampir mirip menyerupai suing bawang putih yang besar dan telah dikupas.

Namun terdapat juga buah salak berwarna kuning kecoklatan atau merah hal tersebut sangat tergantung pada varietasnya. Dalam buah tersebut terdapat biji yang keras, pipih,dan berwarna coklat dimana bagian ini tidak dapat dimakan. Buah salak terangkai rapat pada tandan buah yang muncul dari ketiak daun.

  1. Akar

Pohon salak memiliki arti akar berserabut yang menjalar mendatar di bawah permukaan tanah. Akar tersebut mudah rusak ketika kekurangan air.

Hal ini karena daerah penyebarannya tidak luas, sebaliknya ketika berada di temapat yang tergenang air maka akar-akar tanaman salak akan menjadi sulit untuk bernafas sehingga akan mudah membusuk. Sehingga tanaman ini akan sangat baik apabila tumbu di area yang gembur dan lembab.

  1. Batang 

Tanaman tersebut merupakan  pohon palem yang sangat pendek, dengan daun hingga 6 meter (panjang 20 kaki). Batang tanaman salak hamper tidak terlihat kaena ditutupi oleh pelepah daun yang rapat dan berduri. Tanaman salak tua akan memiliki batang yang menjulur kesamping dan bertunas, tunas tersebutlah akan hidup menjadi tanaman salak baru sehingga bagian itulah yang nantinya dapat dicangkok.

  1. Daun

Setiap arti daun salak memiliki tangkai daun sepanjang 2 meter dengan duri hingga 15 sentimeter. Daunnya tersusun roset dan bentuknya seperti pedang, pangkal daun cembung dna menyipit dan bagian bawah dan tepinya erduru tajam.

  1. Bunga

Pengertian bunga salak mempunyai ukuran yang kecil yang merangkai di punggung ketiak daun. Susnan bunga salak menjadi dua kuntum, yaitu kuntum besar dan kecil yang menyatu dalam kelopak bunga dengan satu putik dan bakal biji. Ketika masih muda bunga tanaman salak dilindungi oleh selubung bulat lonjong spertiperahu.

Manfaat Tanaman Salak

Manfaat utama membudidayakan tanaman salak adalah untuk dimanfaatkan buahnya guna dikonsumsi, bahkan buah salak merupakan salah satu buah yang popular untuk  dijadikan sebagai buah meja.

Salak juga bisa diolah menjadi manisan maupun asinan, dapat dikalengkan, dijadikan bahan campuran rujak, atau bahkan dibuat keripik salak, dapat diolah menjadi dodol, kopi, kurma dan terkadng dapat diolah menjadi pudding dan juga sirup.

Buah yang satu ini juga mengandung nutrisi seperti tiamin, zat besi, dan kalsium, serta vitamin C yang sanagt penting untuk kesehatan manusia. Namun selain buahnya, bagian lain dari tanaman salak juga dapat dimanfaatkan, seperti misalnya umbut salak yang bisa dimakan. Selain itu helaian anak daunnya setelah dibersihkan durinya dapat digunakan sebagai bahan anyaman.

Duri-durinya yang kuat dan tak tertembus maka tak jarang rumpun salak ditanamn sebagai pagar, potongan tangkai daunnya yang telah emngering sering juga dijadikan alat untuk mempersenjatai pagar atau melindungi pohon yang sedang berbuah untuk menghindari adanya pencurian.

Tak hanya itu tanaman salak juga bermanfaat sebagai bahan pengobatan tradisional seperti misalnya untuk menghentikan diare, maka dari itu sangat tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi secara berlebihan.

Selain itu, membran salak yang bermanfaat untuk  mencegah sembelit, sehingga sebagian orang berpendapat bahwasanya ketika mengkonsumsi salak alangkah baiknya jika dikonsumsi tanpa mengupas kulit membrannya agar tidak sembelit ketika megkonsumsi.

Tanaman salak juga dipercaya untuk diet karena kandungan serat dan antioksidan di dalamnya dan memakan buah salak akan membantu seseorang merasa kenyang lebih lama, meningkatkan kekebalan tubuh kareana kandungan polifonel dan flavonoid yang cukup tingi untuk melawan kerusakan sel dan jaringan tubuh.

Tanaman salak juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dengan kandungan kalium, antioksidan serta mineral di dalamnya sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung da pembuluh darah.

Cara Budidaya Tanaman Salak

Membudidayakan salak sangat cocok dilakukan di negara kita, karena iklim Indonesia yang tropis. Mskipun biji  tanaman salak mudah berkecambah, itu bukan berarti tidak ada panduan untuk diikuti.

Jika kita melakukan kesalahan sejak tahap pertama, maka akna mengakibatkan penyesalan nantinya. Salah Salah satu faktor yang perlu idperhatikan ketika menanam tanaman salak dari biji adalah kualitas biji. Tanaman salak yang baru ditanam akan menghasilkan buah setidaknya 3-4 tahun atau 8-10 tahun, tergantung pada metode penanaman yang Anda gunakan.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih atau membeli biji tanaman salak:

  1. Pilih biji dari pohon salak yang cepat berbuah
  2. Pilih biji dari pohon induk yang menghasilkan buah sepanjang tahun
  3. Pilih benih dari pohon induk yang menghasilkan banyak dan buah-buahan serupa.
  4. Pilih benih dari pohon induk yang memiliki pertumbuhan baik, termasuk; tahan terhadap hama, penyakit, dan pengaruh lingkungan yang merugikan.

Dalam kebanyakan kasus, biji tanaman salak akan mulai menghasilkan tunas dalam waktu sekitar 20-30 hari. Penting untuk meletakkan benih di tempat yang lembab dan teduh. Jangan lupa untuk sering menyiraminya setiap 2 hari sekali. Apabila benih tidak tumbuh dalam waktutersebut, maka  jangan berhenti menyirami benih tersebut. Tunggu 10-20 hari lagi untuk tumbuh atau sampai tunas muncul.

Ketika akan memulai menanam dengan benih, maka lakukanlah 4 lagkah mudah dibawah ini:

  1. Kupas buah dan kumpulkan bijinya (Pisahkan biji dari daging buah dan kemudian bersihkan dengan air)
  2. Rendam benih dalam air bersih (Rendam benih setidaknya 24 jam dalam air bersih)
  3. Lalu masukkan benih ke dalam polybag (Tambahkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2: 1 ke dalam polybag dimana benih tersebut ditanam lalu colek lubang dan tempatkan benih setengah terkubur)
  4. Sirami benih sesering mungkin
  5. Tempatkan polybag di tempat yang lembab dan teduh (Setelah melakukan hal ini, kemudian sirami secara teratur setiap 2 hari atau lebih sampai kecambah setidaknya 20-30 hari.

Hal yang perlu diingat dalam membudidayakan tanaman salak adalah pohon yang tumbuh dari struktur biji akan menghasilkan buah-buahan dengan karakteristik rasa yang berbeda dari pohon induknya. Belum lagi bahwa itu akan memakan waktu lebih lama sebelum mulai berbuah.

Nah, itulah saja artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian tanaman salak menurut para ahli, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan teknik budidaya yang bisa dilakukan. Semoga memberi wawasan bagi kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *