Tanaman Sawi, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Sawi
Siapa yang tidak mengenal tanaman sawi? pastinya tanaman ini bukan merupakan hal asing bagi banyak masyarakat. Sawi merupakan tanaman yang terkenal memiliki zat besi dan vitamin A yang begitu banyak dan bisa digunakan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Sawi biasanya bisa dijadikan sebagai lauk karena sayuran ini bisa dimasak dan menjadi beberapa menu jika disandingkan dengan sayuran yang lainnya. Rasanya yang tidak pahit membuat sayuran ini cukup disukai banyak orang.

Tanaman Sawi

Tanaman sawi merupakan tumbuhan yang masih saru keluarga dengan brokoli, kubis, dan lobak. Sawi memiliki nama family cruciferae. Sawi awalnya berasal dari Cina dan Asia Timur kemudian menyebar luas ke berbagai negara.

Sedangkan untuk di Indonesia sendiri pusat persebaran tanaman sawi yaitu di daerah Bogor, lembang, dan pangalengan.

Klasifikasi Sawi

Berikut dibawah ini untuk lebih jelasnya dari klasifikasi tanaman sawi;

Kingdom Plantae
Sub kingdom Tracheobionta
Sub Divisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Dicotyledoneae
Sub kelas Dilenidae
Ordo Capparales
Family Brassicaceae
Genus Brassica
Spesies Bressica juncea L

Ciri Morfologi Sawi

Dibawah ini merupakan karakteristik morfologi yang dimiliki tanaman sawi dan dijelaskan sebagai berikut :

  1. Akar

Sistem perakaran pada tanaman sawi yaitu akar serabut. Definisi akar ini tumbuh dengan cara menyebar di sekitar tanah. Akar tidak terlalu dalam menembus tanah karena kedalamannya hanya sekitar 5 cm saja. Sawi ini memiliki struktur akar yang mudah putus. Selain itu akar bisa tumbuh dengan maksimal apabila berada di tanah yang subur, mengandung baik air, dan gembur.

Bentuk akar sawi yaitu fili dan diameternya cukup kecil. Pada ujung akar berbentuk sedikit meruncing dan kulitnya berwarna hijau muda sampai kuning pucat.

  1. Batang

Sawi memiliki jenis batang yang beruas dan ukurannya pendek. Batang pada sawi juga sulit dibedakan dengan tangkai daunnya. Batang sawi biasa digunakan untuk penopang dan pembentuk daun sawi. Warna batang yaitu hijau keputihan dan terskturnya berair serta sangat mudah patah. Permukaan batang cukup halus dan tidak ditumbuhi biji.

  1. Daun

Tanaman sawi memiliki daun berbentuk lonjong dan tangkai daunnya yang diperoleh dari hasil pertumbuhan batang berukuran cukup panjang. Tangkai daun sawi besar, memiliki daging dan mengandung banyak air. Tekstur pada permukaan daun halus, mengkilat dan tidak ditumbuhi bulu. Daun sawi biasanya akan tumbuh secara bersama dan susunannnya begitu rapat dan rapi sehingga tidak bisa membentuk krop.

Sawi juga memiliki tekstur yang mudah sobek karena sifanya yang lunak pula. Tipe tulang daun menyirip dan daun berwarna hijau muda. Sedangkan daun yang sudah tua berwarna hijau tua.

  1. Bunga

Sayuran sawi memiliki karakteristik bunga yang tersusun dalam tangkai bunga dan biasanya disebut sebagai tipe inflorentina. Bunga biasanya memiliki cabang yang panjang dan jumlahnya cukup banyak. Bunga sawi termasuk bunga sempurna karena setiap bunga memiliki putih dan benang sari.

Pada setiap kuntum bunga terdapat sekitar 6 benang sari yang panjang maupun pendek. Selain itu putih biasanya berjumlah 1 dan mahkota berjumlah 4 yang berwarna kuning. Permukaan mahkota pada bunga bertekstur sangat halus dan tidak berambut.

Bunga pada tanaman sawi terbilang cukup mudah berbunga baik pada di daerah dataran rendah maupun tinggi. Penyerbukannya sendiri dilakukan oleh serangga kecil maupun tiupan angin yang berhembus.

  1. Buah

Buah pada tanaman sawi memiliki bentuk yang lonjong dan bulat. Pengertian buah pada sawi berwarna hijau keputihan dan bisa terbuka dengan katup yang dimilikinya. Pada setiap buah terdapat 2 hingga 8 biji dan buah juga berongga.

  1. Biji

Biji pada tanaman sawi memiliki ukuran yang sangat kecil dan warnanya cokelat kehitaman. Namun untuk jenis sawi putih biasanya biji berwarna kuning muda. Struktur biji sawi memiliki bentuk bulat telur atau oval. Permukaan biji bertekstur licin dan mengkila selain itu juga bersifat keras. Biji di bagian luar terdapat selaput, sementara untuk sawinya sendiri tidak mempunyai endosperma.

Tanaman sawi tidak memiliki aroma pada bijinya bahkan saat ditumbuk maupun dikunyah. Biji sawi termasuk sebagai biji berkeping 1 atu disebut dengan istilah tumbuhan monokotil.

Manfaat Sawi

Tanaman sawi yang mudah sangat mudah ditemukan di pasar dan sering digunakan untuk membuat mie ayam ini ternyata memiliki kandungan gizi yang sangat banyak dan bisa memberikan manfaat yang baik pada tubuh. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari tanaman sawi yaitu :

  1. Tinggi akan serat

Sayuran sawi merupakan salah satu tumbuhan yang kaya akan serat. Apabila seseorang makan makanan yang tinggi serat seperti sawi maka bisa membantu mengontrol kadar kolestrol yang mengganggu penyerapannya dalam usus.

Serat yang cukup pada tubuh bisa memberikan perlindungan dari penyakit wasir, sembelit, maupun penyakit usus besar. Inilah alasan mengapa sawi sangat penting untuk dikonsumsi karena tumbuhan ini memiliki kekayaan manfaat yang sangat mujarab.

  1. Mengandung vitamin K pembentuk tulang

Sawi memiliki nutrisi sekitar 3 sampai dengan 5 kali vitamin K yang diperlukan tubuh setiap harinya. Vitaminn K merupakan vitamin yang bisa memberikan mineralisasi tulang dan pembekuan darah.

Selain itu vitamin ini juga bisa digunakan untuk membantu fungsi otak dan melindungi terjadinya penyakit kanker. Oleh karena itu sawi sangat cocok untuk dikonsumsi oleh semua orang agar kesehtan tubuh bisa terjaga dengan baik.

  1. Meningkatkan kekebalan tubuh

Vitamin C yang ada pada tubuh merupakan salah satu kandungan yang bisa meningkatkan sistem kekebalan dalam tubuh. Selain itu vitamin C juga bisa dimanfaatkan untuk untuk memperbaiki dan menjaga gigi serta tulang pada tubuh.

Kandungan ini juga bisa memperlambat maupun mencegah kerusakan yang ada pada sel tubuh dan membuat jaringan tubuh lebih sehat. Vitamin C pada sawi juga berkhasiat untuk melawan radikal bebas dan membantu menjaga pembuluh darah.

  1. Menjaga kesehatan kulit dan mata

Sawi memiliki kandungan vitamin A yang bisa menjaga kesehata penglihatan, mengurangi peradangan, fungsi nerurologis dan kulit. Mengkonsumsi makanan yang mempunyai kandungan tinggi seperti vitamin A dan antioksidan maka bisa memperlambat penuaan secara alami dan mempertahankan diri dari infeksi batuk maupun flu biasa.

Oleh karena itu sawi sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Hal ini dikarenakan sawi bukan hanya bisa membantu menjaga kesehatan mata namun juga bisa digunakan untuk mencegah penyakit lainnya masuk dalma tubuh.

Cara Budidaya Sawi

Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk melakukan budidaya tanaman sawi:

  1. Persiapan lahan sawi

Lahan yang akan digunakan untuk tempat penanaman sawi perlu diolah terlebih dahulu dengan cara mencangkul lahan dengan kedalaman sekitar 20 sampai dengan 30 cm.

Sebelum penanaman dilakukan usahakan 3 hari sebelumnya tanah yang sudah dilubangi diberi pupuk organik untuk menyuburkan tanah. Apabila semua sudah dilalukan dengan persiapan yang benar maka proses penanaman bisa dimulai.

  1. Penanaman tanaman sawi

Sebelum penanaman dilakukan pastikan bahwa bibit sudah dipersiapkan terlebih dahulu dengan cara disemai. Cara selanjutnya yaitu menyiapkan lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm atau melalui sistem baris dengan jarak 10 – 15 cm.

Apabila dalam penanaman sawi ada yang tidak tumbuh maka perlu dilakukan penyulaman. Artinya ganti tanaman yang tidak tumbuh tersebut dengan tanaman yang baru.

  1. Pemeliharaan tanaman sawi

Pemeliharaan tanaman sawi bisa dilakukan dengan cara melakukan penyiraman dari awal sampai panen. Kemudian penyiangan juga perlu dilakukan sekiyar 2 kali agar terhindar dari gulma. Cara selanjutnya yaitu melakukan penggemburan tanah.

  1. Panen tanaman sawi

Panen sawi bisa dilakukan dengan dua cara yang pertama mencabut seluruh tanaman sampai pada akarnya. Sedangkan yang kdua memotong bagian pangkal batang yang ada diatas tanah.

Nah, itulah saja artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman sawi, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga bisa memberi edukasi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *