Tanaman Selada, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Selada

Siapa yang tidak tahu selada? Tanaman yang tergolong sayuran ini umumnya dikonsumsi dalam kondisi mentah (tanpa dimasak) sebagai tambahan saat makan, atau juga diolah menjadi salad. Di Indonesia sendiri, selada adalah sayur-sayuran yang banyak digemari, namun harganya termasuk tinggi.

Oleh karena itu, saat ini banyak petani selada yang membudidayakan pohon salada karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Ternyata, selain sebagai sayuran tanaman selada mengandung beberapa senyawa yang juga berguna untuk kesehatan.

Deskripsi Tanaman Selada

Tanaman selada adalah kelompok sayur-sayuran dari famili asteraceae. Selada menjadi salah satu komomditas sayuran dengan nilai yang cukup tinggi.

Sebagai sayuran hijau yang banyak dikonsumsi, selada mengandung mineral iodium, besi, tembaga, fosfor, kobalt, kalsium, kalium, mangan, dan seng. Kandungan senyawa tersebut sangat berguna dalam menjaga keseimbangan tubuh.

Klasifikasi Selada

Adapun klasifikasi ilmiah yang ada dalam tanaman salada ini antara lain sebagai berikut;

Kingdom Plantae
Divisi Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Sub Divisi Angiospermae (Tumbuhan berbunga)
Kelas Dikotyledonae (Dikotil/berkeping dua)
Ordo Asterales
Familly Asteraceae
Genus Lactuca
Spesies Lactuca sativa L

Ciri Morfologi Selada

Sedangkan karakteristik morfologi tumbuhan salada, antara lain;

  1. Akar

Definisi akar tanaman selada adalah akar tunggang dan juga serabut. Akar serabutnya menempel tepat pada batang, tumbuh dengan menyebar hampir ke seluruh arah pada kedalaman 20 sampai 50 cm. Kandungan unsur hara dan mineral yang ada pada tanah diserap oleh akar sebagai kebutuhan tanaman. Selain itu, akar juga berperan memperkokoh berdirinya batang tanaman selada.

  1. Batang

Struktur batang tanaman selada tersusun berbuku-buku, setiap bukunya menjadi tempat bagi daun. Batangnya berbentuk bulat, kokoh, dan juga kuat. warna batang selada umumnya adalah hijau muda dengan permukaan yang halus dan ukuran diameternya sekitar 3 cm.

  1. Daun

Daun merupakan bagian khas pada tanaman selada yaitu bentuknya yang bulat dan tepi daunnya bergelombang. Warna daun selada bermacam-macam, ada yang berwarna hijau muda, hijau segar, dan hijau tua. Bahkan pada kultivar tertentu ada jenis selada yang berwarna merah.

Daun selada adalah bagian yang sering dikonsumsi. Daun ini memiliki rasa yang agak manis, dengan tekstur yang lunak dan renyah. Dalam satu pohon, daun selada sangat rimbun dan letaknya berselang-seling mengelilingi bagian batang.

  1. Biji

Tanaman selada dapat dikembangbiakkan menggunakan bagian bijinya. Bagian biji tanaman selada berbentuk lonjong pipih, permukaannya berbulu, dan berwarna cokelat. Biji selada merupakan jenis dikotil atau berkeping dua.

Manfaat Tanaman Selada

Sedangkan manfaat yang ada dalam tanaman salada antara lain;

  1. Mengontrol Peradangan

Peradangan dapat terjadi pada organ-organ tertentu yang ada pada tubuh. Peradangan disebut juga dengan inflamasi, untuk mengobatinya atau mengontrolnya maka harus digunakan zat anti-inflamasi.

Tanaman selada adalah salah satu varietas yang mengandung zat anti-inflamasi, sehingga dapat mengobati peradangan. Metode yang dilakukan adalah dengan membuat ekstrak dari daun selada. Di dalamnya mengandung pengendali signifikan terhadap peradangan yang disebabkan oleh biocatalysts contohnya lipoxygenase  dan karagenan.

  1. Menurunkan Kadar Kolesterol

Kolesterol pada tubuh harus dijaga kadarnya agar selalu dalam keadaan seimbang, karena jika tidak dapat menyebabkan penyakit jantung dan  penyakit-penyakit berbahaya lainnya. Kolesterol ada dua jenis, yaitu kolesterol jahat dan kolesterol baik.

Kadar kolesterol jahat tidak boleh terlalu tinggi karena akan berbahaya. Untuk mengontrolnya selada dapat dikonsumsi secara rutin. Karena selada dapat menurunkan kadar kolesterol jahat.

  1. Mencegah Radikal Bebas

Penelitian telah menunjukkan bahwa selada mempunyai zat antioksidan yang sangat berguna menangkal radikal bebas. Konsumsi selada mampu menahan atau mencegah sel-sel abnormal (kanker) terbentuk di dalam tubuh. Sehingga tubuh selalu dalam keadaan sehat.

  1. Kesehatan Mata

Tanaman selada juga mengandung beta-karoten yang tinggi. Zat ini berguna untuk menjaga kesehatan mata, serta mencegah mata mengalami gangguan atau penyakit mata. Secara spesifik selada membantu mencegah degenerasi bagian makula mata, sehingga mata terhindar dari penyakit katarak.

  1. Menurunkan Berat Badan

Daun selada yang berasa agak manis menjadi makanan yang baik untuk orang-orang yang mengalami obesitas. Kalori dan gula yang terkandung dalam selada sangat sedikit, selain itu selada tidak mengandung banyak lemak.

Selada juga mengandung serat yang banyak, hal ini menstimulus orang yang memakannya menjadi mudah kenyang. Jadi jika mengonsumsinya dalam jumlah banyak pun, tidak akan menyebabkan berat badan bertambah.

  1. Kesehatan Kulit

Kulit yang merupakan organ terluar pada tubuh rentan mengalami stress akibat polusi atau pola makan yang buruk. Mengonsumsi selada mampu membantu mencegah serta menyembuhkan stress pada kulit. Karena di dalam selada banyak ditemukan nutrisi yang meningkatkan kesehatan dari kulit.

Nutrisi yang ada di dalam selada antara lain vitamin A, vitamin C, dan vitamin E. Ketiganya mampu menyembuhkan kulit dari efek paparan sinar matahari. Tanaman selada juga mampu meningkatkan produksi kolagen untuk menjaga kulit agar tetap sehat.

  1. Mencegah dan Mengobati Anemia

Kandungan zat besi yang ada pada tanaman selada dapat mencegah dan mengobati penyakit anemia (kekurangan darah). Zat besi juga berfungsi meningkatkan produksi sel darah merah, berperan dalam transportasi nutrisi dan oksigen di dalam tubuh.

  1. Kesehatan Tulang

Selain zat besi, tanaman selada juga mengandung kalsium, yaitu salah satu nutrisi yang membuat tulang selalu sehat. Jadi jika kita sering memakan selada, dapat membantu menjaga kesehatan pada tulang.

  1. Mengatasi Penuaan Dini

Tanaman selada diketahui memiiliki sifat anti-penuaan. Sifat ini dapat membantu mencegah masalah-masalah akibat penuaan dini. Zat yang berperan adalah zeaxanthin, yaitu salah satu nutrisi antioksidan.

  1. Kesehatan Rambut

Selada juga mengandung mineral-mineral yang dapat menutrisi rambut dan menjaga kesehatannya. Mineral yang ada di dalam tanaman selada antara lain sulfur, fosfor, dan dilikon. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi mencegah kerontokan pada rambut.

Teknik Budidaya Selada

Tahapan dalam proses budidaya tanaman salada antara lain;

  1. Syarat Tumbuh

Penanaman selada dianjurkan pada tanah dengan pH agak masam hingga netral, yaitu pada kadar 5,5 hingga 6,5. Jika terlalu asam daun selada akan berubah menjadi kekuningan akibat kekurangan nitrogen. Tanaman selada mampu tumbuh baik pada dataran tinggi ataupun dataran rendah.

Namun hasil panen akan lebih baik pada dataran tinggi. Suhu rata-rata yang cocok untuk tanaman selada yaitu 10 sampai 20 derajat celcius.

  1. Persiapan Lahan

Persiapan lahan dilakukan dengan membersihkan lahan pertanian terlebih dahulu dari tanaman liar, gulma, bebatuan, dan benda asing. Selain itu dilakukan juga penggemburan tanah agar tanah lebih subur sebelum ditanam. Pada persiapan lahan tanah harus dibentuk bedengan dengan lebar 1m dan dengan kedalaman ½ cm.

  1. Pembibitan

Pembibitan tanaman selada dilakukan secara generatif yaitu menggunakan biji selada. Struktur biji yang akan ditanam diambil dari indukan yang unggul. Setelah itu dipilah biji yang bagus dan didiamkan terlebih dahulu sebelum ditanam.

  1. Penanaman

Penanaman tanaman selada menggunakan benih atau biji yang sudah dipilih. Bibit yang sudah bisa ditanam adalah bibit yang sudah memiliki daun sebannyak 3 sampai 5 helai, atau setidaknya sudah berumur 1 bulan. Bibit ditanam pada bedengan yang sudah disiapkan, dengan ditebarkan pada kedalaman ½ cm. Jarak antara barisan bedengan satu dengan lainnya yaitu sekitar 35 cm.

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman selada dapat dilakukan dengan cara pemupukan, penyiangan, dan pengendalian hama atau penyakit. Pemupukan tanaman selada dilakukan sebelum tanaman memasuki tahapan pertumbuhan cepatnya. Pupuk diberikan pada larikan kanan atau kiri tanaman dengan jarak sekitar 15 hingga 20 cm, hal ini dilakukan agar menghindari plasmilisi.

Selanjutnya penyiangan gulma, dilakukan untuk mengurangi persaingan yang akan terjadi antara gulma dengan tanaman selada dalam mendapatkan nutrisi dan air yang ada di dalam tanah. Sebab, sistem perakaran selada adalah dangkal, maka jika ditemui gulma disekitarnya tanaman akan rawan layu dan mati.

Terakhir adalah pengendalian arti hama dan penyakit. Selada termasuk ke dalam tanaman yang rentan akan risiko terkena hama dan penyakit.

Apabila tanaman selada terserang, maka akan menurunkan kualitas serta kuantitaas hasil panen dari tanaman. Oleh karenanya dalam pengendalian hama, kita harus lebih dulu mengenal jenis hama agar zat tambahan yang dikasih ke tanaman selada dapat benar-benar mengatasi serangan dari hama atau penyakit tertentu.

Itulah artikel yang bisa kami bagikan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman selada, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi tumbuhan, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi bagi kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *