Tanaman Selasih, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Selasih

Tanaman selasih adalah salah satu jenis tanaman unik yang seringkali dimanfaatkan bagian bijinya. Bagian biji selasih bentuknya mirip seperti telur kodok, biasanya dimanfaatkan sebagai campuran makanan dan minuman. Padahal, tidak hanya bagian bijinya saja yang bermanfaat, tetapi masih banyak khasiat lain yang diperoleh dari tumbuhan ini.

Tanaman Selasih

Tanaman selasih merupakan tumbuhan herbal tegak yang tingginya mencapai 0,6 sampai dengan 1,6 meter. Di Indonesia tanaman ini dikenal dengan nama selasih, hanya saja di wilayah Sulawesi dikenal dengan nama amping.

Tanaman selasih dapat ditemukan di tempat-tempat yang lembab dan juga teduh. Biasanya selasih ditanam pada dataran rendah hingga ketinggian 450 m. Selasih tersebar di seluruh pulau Indonesia, yang terbanyak adalah di Sumbawa. Selain itu tanaman selasih juga tersebar di wilayah Asia, Eropa, dan Amerika Selatan.

Klasifikasi Selasih

Adapun untuk klasifikasi ilmiah yang ada dalam tanaman selasih ini antara lain sebagai berikut;

Kingdom Plantae
Divisi Spermatophyta
Sub divisi Angiospermae
Kelas Dicotyledonae
Famili Lamiaciae
Genus Ocimum
Spesies Ocimum basilicum

Ciri Morfologi Selasih

Berikut adalah ciri-ciri morfologi tumbuhan selasih, antara lain:

  1. Batang

Tanaman selasih umumnya memiliki tinggi yang mencapai 1 meter. Jenis batangnya berbentuk persegi empat atau disebut juga quadrangular. Ketebalan batang selasih mencapai 6 mm, cabang pada batangnya cukup banyak. Cabang selasih permukaannya halus dan berbulu ketika masih berumur muda, warnanya yaitu hijau muda hingga ungu tua.

  1. Daun

Daun tanaman selasih punya ciri-ciri yang cukup kuat, rasa daunnya bisa sangat manis atau pedas. Warna daun selasih sama seperti batangnya, yaitu hijau hingga keungu-unguan. Pada bagian permukaannya terdapat bulu-bulu halus.

Bentuk daun selasih mirip dengan telur, yaitu bulat lonjong atau elips. Namun pada bagian ujungnya runcing. Panjang daun sekitar 5 cm.

  1. Bunga

Bunga tanaman selasih merupakan bunga majemuk. Mahkota dalam arti bunga berbentuk tubular yang terdiri atas dua lapis dengan panjang sekitar 5 sampai dengan 8 mm. Bagian bunganya juga mempunyai bulu halus di permukaan luar. Warna bunga bermacam-macam, yaitu putih, putih keunguan, dan kuning krem.

  1. Buah

Buah selasih terdiri dari empat nutlet, yaitu buah-buah berukuran kecil dengan cangkang masing-masing. Biji buah selasih berada didalam ruang tertutup, bentuknya seperti tabung dan ada di bagian kelopak bunga. Bentuk nutlet selasih yaitu bukuran 2 x 1 mm, berwarna cokelat tua atau hitam, begitu pun dengan bijinya berwarna hitam.

Manfaat Tanaman Selasih

Tanaman selasih mengandung senyawa-senyawa kimia antara lain asam kafeat, myresin, rutin p-asam kumarat, kuersetin. Selasih juga mengandung herba minyak menguap yaitu 1,8-sineol, limonen, linalool, pinen, dan lain-lain.

Di dalam tanaman selasihjuga terkandung bahan kimia aktif, diantaranya eugenol yaitu bahan yang berfungsi sebagai fungisida. Selain itu ada metal eugenol yang berfungsi sebagai pemikat lalat buah. Terakhir ada zat tymol yang berfungsi menghalau serangga atau nama lainnya adalah repellent.

Tanaman selasih yang tidak asing lagi biasanya digunakan sebagai bahan makanan atau minuman, yang dimanfaatkan adalah bagian bijinya. Padahal, bagain tumbuhan yang berguna dari selasih tidak hanya bijinya saja, tetapi juga daun dan buahnya.

Berikut beberapa manfaat dari tanaman selasih:

  1. Mengurangi dampak buruk nikotin

Biji selasih apabila dikonsumsi dapat menurunkan atau meminimalisir dampak negatif dari nikotin yang ada di dalam tubuh. Nikotin dapat berasal dari hirupan asap rokok, dan aktivitas lainnya. Tidak hanya bagian biji selasih saja,  namun daun selasih juga memiliki manfaat yang sama jika dikonsumsi.

  1. Menguatkan sistem imun

Tanaman selasih mengandung vitamin C dan juga antioksidan yang berperan dalam peningkatan imun (kekebalan tubuh). Dengan demikian tubuh akan lebih kuat serta tidak rentan terkena penyakit dengan mengonsumsi selasih.

  1. Menyembuhkan sembelit dan perut kembung

Biji selasih juga mampu menghasilkan efek karminatif yang mampu meyembuhkan berbagai gangguan pencernaan. Misalnya yang sering diderita yaitu perut kembung, keram, sembelit, dan sulit buang air besar. Biji selasih selain mengatasi gangguan pencernaan juga dapat menyembuhkan radang lambung.

  1. Mengobati batuk

Sudah tidak diragukan lagi, kandungan biji selasih kaya akan senyawa yang bermanfaat. Salah satunya adalah anrispasmodic, senyawa ini dapat menyembuhkan batuk rejan. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang memanfaatkannya sebagai ekspetoran dan obat batuk dengan mencampurkan selasih dan teh.

  1. Meredakan stress

Biji dari bunga selasih dapat dimanfaatkan sebagai pereda stress karena bersifat aromaterapi. Efek dari aromaterapi tersebut adalah memberikan rasa yang menenangkan dan memperbaiki suasana hati. Selain itu, biji bunga selasih juga dapat menyembuhkan kelelahan, syaraf tegang, dan sakit kepala migrain.

  1. Meredakan gangguan pernapasan

Gangguan pernapasan dapat diatasi dengan mengonsumsi minuman jahe yang sudah dicampur dengan biji selasih dan madu. Obat ini mampu mengatasi asma dan bronkitis. Cara mengonsumsinya adalah dengan merebus jahe dan biji dengan segelas air, lalu tambahkan madu ketika sudah hangat dan diminum.

  1. Menguatkan tulang

Tanaman selasih mengandung zat anti inflamasi,  zat ini mampu mengobati penyakit arthritis. Biji selasih juga mengandung kalsium yang mampu meningkatkan kepadatan tulang serta mencegah tulang dari pengeroposan atau osteoporosis.

  1. Menahan lapar pada pegiat diet

Bagiorang yang sedang melakukan program diet, mengonsumsi biji selasih menjadi pilihan yang bagus. Sebab, biji selasih mampu menahan lapar ketika sudah dimakan. Biji selasih mengandung banyak serat yang mampu membuat perut kenyang lebih lama dari biasanya.

Walaupun demikian, biji selasih dapat menyehatkan usus karena menghambat konversi pati berubah menjadi gula dalam proses pencernaan.

  1. Menurunkan kadar gula darah

Penelitian telah membuktikan bahwa biji selasih mampu menormalkan kadar gula di dalam darah pada pasien penderita diabetes tipe 2. Namun tidak hanya itu, biji selasih juga mampu menstimulasi nafsu makan.

Teknik Budidaya Selasih

Adapun untuk teknik pembudidayaan yang ada dalam tumbuhan selasih ini antara lain sebagai berikut;

  1. Pembibitan

Perbanyakan tanaman selasih bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan biji atau dengan stek batang. Pembibitan dengan menggunakan struktur biji dilakukan dengan cara mengecambahkan benih pada media kapas, tisu, atau handuk basah. Setelah biji berhasil berkecambah, maka biji dapat dipindah ke lahan tanam tanpa proses penyemaian.

Dengan menggunakan stek batang, perbanyakan tanaman selasih harus memilih batang indukan yang cukup besar dan juga kuat. lalu batang dimasukkan ke dalam wadah berisi air dan diletakkan di tempat teduh. Biasanya di hari keempat akar mulai tumbuh, jika demikian batang stek dapat dipindah ke lahan tanam.

  1. Penanaman

Penanaman tanaman selasih dari bibit biji dilakukan dengan cara menyiapkan media tanam terlebih dahulu. Media tanam yaitu tanah yang dicampur dengan pupuk kandang atau pupuk kompos, serta sekam, perbandingan ketiganya yaitu 1: 1: 1. Setelah dicampur, lakukan penyiraman agar media lembab.

Media tanam bisa diberi wadah berupa pot atau polybag, biji diletakkan di bagian tengah kemudian ditimbun. Media tanam lalu ditaruh di tempat yang redup dan sejuk. Setelah kurang lebih 3 minggu, biji yang berkecambah ditempatkan pada tempat yang terkena sinar matahari selama 1 jam. Kemudian bibit siap dipindah ke lahan.

Sementara itu, penanaman dengan teknik stek jika sudah tumbuh banyak akar maka bibit stek dapat dipindahkan ke dalam media. Media yang digunakan sama dengan penanaman pada bibit dari biji, yaitu campuran tanah dengan pupuk dan sekam perbandingannya yaitu 1: 1: 1.

  1. Perawatan dan Pemanenan

Tumbuhan yang sehat tentu perlu perawatan secara berkala. Perawatan pada tanaman selasih dapat dilakukan dengan penyiraman secara rutin dan mengontrol intensitas cahaya matahari yang didapatkan. Selain itu, tanaman juga harus diberikan pupuk secara rutin, akan lebih baik jika pupuk berasal dari bahan organik.

Apabila tanaman selasih telah tumbuh, sekitar tinggi 25 cm tumbuhan dapat mulai dipanen. Manfaat panen yang dapat digunakan pada ukuran ini adalah bagian daunnya. Untuk merangsang tanaman selasih selalu tumbuh maka dapat dilakukan penyiangan.

Namun apabila ingin memanfaatkan bagian biji selasih, maka penyiangan dapat dilakukan setelah pemanenan biji selasih.

Itulah tadi artikel yang bisa kami bagikan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman selasih, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga bisa memberi edukasi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *