Tanaman Sengon, Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Sengon
Tanaman sengon merupakan salah satu pohon yang memiliki nilai investasi cukup tinggi. Hal ini dikarenakan sengon merupakan jenis pohon yang memiliki banyak manfaat dan bisa dibudidayakan dengan lebih cepat.

Selain populer sebagai pohon yang memiliki investasi cukup baik, tumbuhan ini juga terkenal bisa tumbuh di berbagai lokasi dengan segala kondisi lahan pertanian yang ada. Hal ini menyebabkan sengon termasuk jenis tumbuhan yang mudah sekali beradaptasi.

Tanaman Sengon

Sengon merupakan pohon yang pertumbuhannya selalu dinanti-nantikan banyak orang. Hasil kayu dari pohon sengon ini sering dimanfaatkan sebagai bahan baku mebel atau furniture.

Menariknya lagi kebutuhan kayu sengon untuk industri kayu yang berada di dalam negeri bisa mencapai sekitar 50.000 kayu. Tentunya hal ini membuat pohon sengon memiliki peluang pasar yang sangat baik. Sengon juga sudah menyebar ke berbagai daerah seperti di Sumatera, Bali, Jawa, Maluku, dan Flores.

Jenis Sengon

Pohon sengon merupakan tanaman yang memiliki beberapa jenis yang dibedakan sebagai berikut dibawah ini :

  1. Sengon buto

Sengon buto atau dikenal juga dengan istilah sengon merah memiliki ciri pertumbuhan yang paling cepat diantara pohon sengon yang lainnya. Kulit pohon sengon buto bertekstur kasar da warnanya coklat kemerah-merahan.

Walaupun pertumbuhannya paling cepat diantara yang lain, namun jenis sengon ini merupakan tumbuhan yang paling mudah patah. Jenis sengon ini juga tumbuh di daerah tropis seperti di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan bagian Mexico Selatan.

Perlu diketahui juga bahwa buah dari jenis sengon ini mempunyai warna coklat tua apabila buah sudah matang. Setiap satu bauh yang terdapat di pohon memiliki sekitar 13 benih yang nantinya bisa digunakan untuk penanaman lagi.

  1. Sengon Solomon

Jenis sengon Solomon merupakan tumbuhan yang paling banyak di budidayakan oleh petani. Pohon pada saat berusia sekutar 2 tahun sudah memiliki diameter batang sekutar 14 meter dan ini tentunya ukuran yang cukup besar dalam waktu yang relative cepat.

Sengon juga tumbuh menjulang tinggi dan tidak memiliki banyak cabang. Batang yang tumbuh bisa mncapai ketinggian hingga 40 meter. Selain itu tanaman ini memiliki akar tunggang yang begitu kuat yang menjadikannya pertumbuhan sengon solomon relatif lurus keatas.

  1. Sengon laut

Jenis sengon ini merupakan tumbuhan yang sering digunakan untuk kebutuhan. Beberapa daerah juga memiliki sebutan lain untuk sengon jenis ini. Daerah Maluku menyebutkan sika atau selawaku, di Jawa di sebut albasiah, di Papua di sebut wahogon dan di Malaysia dikenal dengan nama batai.

Pada dasarnya pohon sengon laut lebih sering digunakan kayunya untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu kayu pada pohon ini mudah untuk di gergaji dan bisa di keringkan dalam waktu yang relatif cepat.

  1. Sengon tekek

Sengon tekek memiliki karakteristik yang mirip dengan sengon laut. Perbedaannya yaitu terletak di ujung batang yang berwarna coklat kemerah- merahan. Pemanfaatan sengon tekek yaitu berasal dari kayunya yang banyak digunakan sebagai kayu bakar atau bahan dasar pembuatan triplek. Jenis kayu tekek juga lebih mudah patah jika dibandingan dengan kayu sengon buto.

Klasifikasi Sengon

Tanaman sengon memiliki klasifikasi ilmiah dalam sistem tumbuhan sebagai berikut:

Kingdom Plantae
Sub kingdom Trachebionta
Super divisi Spermatophyta
Divisi Magnoliopsida
Kelas Magnoliopsida
Sub kelas Rosidae
Ordo Fabales
Famili Fabaceae
Sub famili Mimosoidae
Genus Paraserioanthes
Spesies Paraserioanthes falcataria L. Nielsen

Ciri Morfologi Sengon

Pohon sengon dapat diidentifikasi dengan cara mengamati ciri morfologi yang dimilikinya. Berikut dibawah ini jenis karakteristik yang dimiliki pohon sengon ialah:

  1. Akar

Perakaran pohon sengon merupakan jenis akar yang memiliki kandungan nodul-nodul akar. Hal ini dikarenakan arti akar tanaman sengon melakukan simbiosis dengan bakteri yang bernama rhizobium. Nodul hasil simbiosis bermanfaat untuk lingkungan sekitar terutama untuk akar pohon sengon itu sendiri.

Nodul juga menyebabkan tersedianya nitrogen yang cukup dalam tanah. Sehingga tanah yang ada disekitar akar menjadi lebih subur. 

  1. Batang

Pohon sengon memiliki ketinggian sekitar 30 hingga 45 meter. Batang bertekstur  cukup halus dan memiliki lentisel dengan ketebalan yang cukup tipis. Selain itu pohon juga mempunyai ranting muda yang berbulu dan sering gugurkan daunnya.

  1. Daun

Daun tanaman sengon memiliki bentuk menyirip berganda. Jumlah sirip yang ada pada daun yaitu sekitar 4 hingga 14 pasang. Daun memiliki tulang utama yang panjangnya antara 10 sampai 25 cm. Tekstur pada daun juga berbulu dan bagian pangkal tangkai daun merupakan pertemuan tulang sirip.

  1. Bunga

Pengertian bunga pohon sengon bersifat majemuk dan bentuknya mirip dengan bongkol serta bertangkai. Bunga tumbuh secara berkumpul dan membentuk malai dengan panjang sekitar 15 sampai dengan 30 cm. Setiap bongkol berisi sekitar 10 sampai dengan 20 kuntum bunga.

Sengon juga memiliki kelompak bunga yang bergerigi dengan tinggi sekitar 4 mm, berbulu halus, dan tabung mahkotanya berbentuk mirip dengan corong.

  1. Buah dan Biji

Buah pohon sengon berukuran cukup panjang yaitu sekitar 10 hingga 18 cm. Lebar buah yaitu antara 2 hingga 3,5 cm. Buah sengon juga memiliki struktur biji yang didalamnya dengan bentuk pipih dan ukuran panjangnya 5 mm serta lebarnya 7 mm.

Manfaat Tanaman Sengon

Pohon sengon merupakan tumbuhan yang kaya akan manfaat untuk kehidupan manusia. Bahkan pohon ini juga mendapat julukan pohon multiguna yang diartikan bahwa hampir semua bagian pohon bisa dimanfaatkan. Berikut di bawah ini manfaat pohon sengon ialah:

  1. Kayu pada pohon sengon bisa dimanfaatkan sebagai papan dan juga dijadikan sebagai bahan baku pembuatan mebel. Selain itu kayu juga berfungsi untuk dijadikan triplek yang bisa dipakai untuk kebutuhan tumah tangga.
  2. Pohon sengon juga memiliki fungsi kesehatan yang bisa digunakan untuk obat herbal. Manfaat yang dirasakan dari pohon sengon untuk ksehatan diantaranya yaitu mengatasi rasa depresi, gelisah, dan gangguan tidur. Selain itu tanaman ini juga bisa digunakan untuk mengobati luka persendian yang terkilir.
  3. Sengon juga menjadi salah satu bahan yang di pakai untuk membuat furniture atau hiasan rumah. Hal ini dikarenakan sengon memiliki bobot yang cukup ringan dan mudah untuk dibentuk interior.
  4. Sengon juga berfungsi untuk penghijauan kembali atau di sebut reboisasi. Fungsi ini terjadi karena pohon sengon merupakan tanaman yang memiliki pertumbuhan cukup cepat. Selain itu pohon juga bisa beradaptasi dengan segala jenis tanah.
  5. Manfaat lainnya untuk daun sengon juga dapat dipergunakan sebagai bahan makanan berbagai jenis hewan ternak, lantaran seperti kambing menyukai daun sengon ini.

Cara Budidaya Sengon

Melihat peluang sengon yang begitu besar, maka budidaya pohon ini perlu dilakukan agar tanaman tidak musnah. Berikut dibawah ini cara budidaya tanam sengon adalah :

  1. Persiapan benih

Benih bisa diperoleh dari biji yang sudah dikeringkan. Biji kemudian di kupas kulitnya dan direndam dengan air. Biji yang rusak akan mengapung di air dan bisa dibuang. Sebisa mungkin gunakan biji yang memiliki bagus agar hasil tanaman bisa berkualitas.

Apabila biji sudah siap maka selanjutnya ialah biji dapat ditanam di media tanam agar menjadi benih yang baik. Pastikan penanaman benih bisa berjalan lancar dan menghasilkan cambah.

  1. Proses penanaman

Penanaman yang baik untuk pohon sengon ialah di waktu awal musim penghujan. Hal ini dilakukan agar tanaman memperoleh penyiraman air secara alami.

Proses penanaman dilakukan dengan memindahkan benih ke lahan tanam yang sudah dipersiapkan. Umumnya jara tanam iakah 2 x 2 m hingga 6 x 6 m. Setelah benih ditanam maka timbun kembali dengan tanah agar tanaman lebih kuat.

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman sengon bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu penyiangan, penyiraman, dan pemupukan. Penyiangan dilakukan dengan intensif selama 2 tahun. Cara ini dilakukan agar tumbuhan bebas dari gangguan tanaman liar yang menghambat pertumbuhan sengon.

Cara kedua yaitu melakukan penyiraman, dimana cara ini dilakukan agar tumbuhan lebih subur. Sedangkan cara yang terakhir yaitu pemupukan, dimana pemberian pupuk ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan pohon sengon.

Nah, itulah saja artikel yang bisa kami bagikan pada semua pembaca berkenaan dengan penjelasan tanaman sengon, jenis, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaannya dengan baik. Semoga bisa memberi wawasan bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *