Tanaman Serai, Jenis, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Pohon Serai

Serai merupakan tumbuhan yang sering dimanfaatkan sebagai bumbu dapur untuk mengharumkan setiap arti makanan. Oleh karena itu pastinya tanaman ini bukan sesuatu yang asing lagi bagi masyarakat. Serai termasuk jenis tumbuhan yang memiliki anggota rumput-rumputan.

Tanaman serai selain dikenal memiliki aroma yang khas juga memiliki kandungan minyak atsiri yang bermanfaat untuk pengusir nyamuk.

Tanaman Serai

Serai atau tanaman yang sering disebut dengan nama sereh merupakan tumbuhan yang memiliki wangi dan cita rasa yang sangat baik untuk masakan. Tanaman serai juga memiliki nama lain dalam kamus bahasa Inggris yang dikenal dengan istilah lemongrass.

Serai merupakan tumbuhan yang mempunyai kemiripan dengan tanaman daun bawang. Awal mulanya serai berasal dari Ceylon dan Sri Lanka yang akhirnya menyebar dan tumbuh secara luas di daerah- daerah yang tropis termasuk negara Indonesia.  

Jenis Serai

Tanaman yang bisa membuat masakan lebih sedap ini memiliki dua jenis tanaman yang dibedakan menjadi berikut dibawah ini:

  1. Serai wangi

Serai wangi termasuk jenis tanaman serai yang memiliki daun lebih panjang dari serai yang lainnya. Panjang daun sekitar 90 hingga 100 cm, bentuknya yang panjang inilah membuat serai mudha melengkung bahkan menyentuh tanah.

Batang serai wangi memiliki warna kemerahan dan mengarah ke warna ungu. Serai ini juga beraroma sangat wangi karena didalamnya terdapat kandungan citronela.

  1. Serai dapur

Serai dapur memiliki jenis daun yang lebih pendek dari serai wangi. Panjang daun serai dapur sekitar 60 cm. Karena daunnya yang pendek maka membuat daun berbentuk tegak walaupun bagian ujung daun kadang melengkung sedikit.

Batang serai dapur mempunyai warna batang kehijauan dan bagian pangkal batang berwarna putih.  Aroma serai dapur seperti bau minyak tawon atau minyak telon karena memiliki kandungan sitral.

Klasifikasi Serai

Tumbuhan serai memiliki sistem klasifikasi ilmiah dalam tanaman yang di uraikan sebagai berikut:

Kingdom Plantae
Sub kingdom Tracheobionta
Super divisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Liliopsida
Sub kelas Commelinidae
Ordo Poales
Famili Poaceae
Genus Cymbopogon
Spesies Cymbopogan citratus

Ciri Morfologi Serai

Setelah mengetahui deskripsi, jenis, dan klasifikasi tanaman serai maka saatnya kita mempelajari ciri morfologi dari tumbuhan serai. Karakteristik morfologi serai dibagi menjadi 6 macam yaitu akar, batang, daun, bunga, bauh dan biji yang dijelaskan sebagai berikut:

  1. Akar

Morfologi pertama dari serai yang akan kita pelajari adalah bagian akarnya. Pengertian akar tanaman serai termasuk jenis akar serabut. Selain itu serai juga memiliki akar yang besar dan cukup kuat.

  1. Batang

Tanaman serai memiliki struktur batang yang bergerombol dan berumbi. Tekstur batang serai lunak dan berongga. Serai juga memiliki batang yang sifatnya kaku dan mudah patah. Jenis batang serai tumbuh dengan tegak dan berisi pelepah umbi yang warnanya putih kekuningan. Sedangkan warna batang serai sendiri yaitu putih, namun ada juga yang berwarna putih keunguan atau kemerahan.

  1. Daun

Tumbuhan serai memiliki daun berwarna hijau dan tidak bertangkai. Daun serai bersifat kesat, panjang, runcing, dan bentuknya mirip dengan daun lalang. Selain itu daun pada tanaman serai juga ada yang berbentuk seperti pita dimana bagian ujungnya terlihat semakin runcing.

Apabila daun diremas- remas maka akan berbau citrus. Letak daun pada batang serai juga tersebar dan memiliki panjang sekitar 50 hingga 100 cm dengan lebar kira-kira 2 cm. Daun tanamna serai cukup tipis dan permukaan bawah daun berbulu halus.

  1. Bunga

Tanaman serai jarang sekali mempunyai arti bunga. Kalaupun pada tumbuhan terdapat bunga pasti tidak terdapat mahkota dan hanya mengandung bulir.

  1. Buah dan Biji

Tanaman serai juga jarang atau bahkan sama sekali tidak mempunyai buah. Oleh karena itu bagian biji juga jarang dimiliki oleh tanaman serai ini.

Manfaat Tanaman Serai

Tanaman serai walaupun sangat jarang ditumbuhi bunga dan buah namun memiliki manfaat yang begitu banyak, hal ini lantaran serai termasuk jenis tanaman herbal berdaun. Manfaat tanaman serai diantaranya ialah:

  1. Mengurangi nyeri haid

Nyeri pada saat haid menjadi sesuatu yang wajar dialami seorang wanita. Terlebih lagi jika haid sedang memasuki hari perta atau kedua, pasti rasa nyeri akan dirasakan.

Tanaman serai yang memiliki sifat analgesik ternyata dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri bagian perut pada saat wanita sedang mengalami masa haid. Caranya yaitu campur daun serai dalam teh dan minum ketika masih hangat.

  1. Melancarkan sistem saraf

Serai yang diolah menjadi minyak esensial biasanya akan digunakan untuk tubuh. caranya yaitu mengoleskan pada bagian tubuh yang terasa sakit.

Cara ini bisa membantu meningkatkan fungsi sistem saraf karena minyak yang dioleskan dapat memberi efek hangat, melemaskan otot, dan meredakan kejang. Oleh karena itu pemakain minyak serai sangat disarankan untuk menjaga sistem saraf.

  1. Mencegah kanker

Serai memiliki kandungan antioksidan yang bisa mencegah terjadinya kanker. Sehingga untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah terjadinya kanker dapat memanfaatkan serai karena tanaman ini juga mampu untuk mematikan sel kanker tanpa harus mematikan sel yang sehat.

  1. Meningkatkan kesehatan kulit

Kandungan antiseptik dan astringen dari air serai dipercaya bisa meningkatkan kesehatan kulit. Selain itu minyak essensial daun teh serai juga dapat mencerahkan kulit. Air serai juga bisa mensterilkan pori- pori dan memperkuat jaringan kulit.

  1. Mengatasi gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan tentunya akan sangat membuat tubuh merasa tidak nyaman. Hal ini karena rasa kembung, masuk angin bahkan diare dapat menyerang tubuh begitu saja. Oleh karena itu, untuk mengatasi gangguan pencernaan kita bisa mengonsumsi serai sebagai obat herbal. Hal ini karena serai bisa mengurangi gas yang ada di usus dan membuat pencernaan menjadi lebih lancar.

  1. Membantu menurunkan berat badan

Menjaga berat badan agar tetap ideal adalah hal yang sering dilakukan kaum wanita. Apalagi jika seseorang tersebut merasa dirinya sangat kurang percaya diri jika berat badannya naik, maka akan sesegera mungkin melakukan program diet.

Berbicara program diet, maka tanaman serai termasuk jenis tumbuha  yang bisa digunakan untuk program diet. Mengkonsumsi air rebusan serai dipercaya dapat melancarkan metabolism tubuh dan membantu menurunkan berat badan.

  1. Menurunkan tekanan darah

Serai sangat cocok dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Hal ini dikarenakan serai merupakan tumbuhan yang sangat efektif untuk merangsang sirkulasi darah agar tetap stabil.

Cara Budidaya Serai

Serai perlu dijaga kelestariannya agar tumbuhan ini tidak musnah, hal ini dilakukan karena serai memiliki banyak manfaat dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah langkah yang bisa dilakukan untuk budidaya serai di sekitar pekarangan rumah:

  1. Pemilihan bibit serai

Bibit serai yang baik dapat dilihat dari ciri-cirinya yaitu bonggol serai besar, memiliki banyak anakan serai, dan mudah beradaptasi. Apabila bibit serai telah dipilih maka cabut tanaman serai bagian rimpang umbinya secara hati-hati.

  1. Penanaman serai ke media tanam

Bibit yang sudah diperoleh bisa ditanam ke media tanah yang sudah disiapkan. Media tanah sebelumnya sudah dilakukan pencampuran pupuk kompos, tanah, sekam, abu, dan pupuk dari dedaunan. Alat yang diperlukan untuk menanam serai yaitu pot atau polybag dan bibit serai yang sebelumnya sudah dipilih tadi. Penanaman dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan memasukan bibit serai kedalamya.

  1. Pemeliharaan tanaman serai

Tanaman serai dapat dipelihara dengan 3 cara yaitu penyiraman, pemupukan, dan penyiangan. Penyiraman dilakukan sebanyak 2 kali sehari pagi dan sore hari. Sedangkan pemupukan menggunakan pupuk kompos dan cara ini dilakukan agar bisa menyuburkan tanah.

Perawatan yang terakhir adalah penyiangan. Penyiangan dimaksudkan agar bisa membunuh gulma yang ada disekitar tanaman.

  1. Pemanenan tanaman serai

Serai bida dipanen pada saat tanaman ini berusia sekitar 8 hingga 10 bulan. Cabut rimpang umbi sampai batangnya lalu ikat dengan tali. Apabila ada daun serai yang panjang maka pangkaslah dan jangan cabut serai secara keseluruhan.

Nah, itulah saja artikel yang bisa kami berikan dan ulaskan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman serai, jenis, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *