Tanaman Singkong, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tanaman Singkong Adalah

Tanaman singkong adalah salah satu tumbuhan yang cukup mudah untuk dibudidayakan dan mempunyai banyak manfaat. Selain bagian umbi batangnya, pada bagian daun juga dapat digunakan untuk dimakan sebagai lauk pauk. Selain itu, banyak juga yang menggunakan tumbuhan singkong ini sebagai bahan konsumsi pengganti makanan pokok karena dilihat bahwa tumbuhan singkong ini banyak memngandung karbohidrat. Banyak manusia menggunakan ubi kayu sebagai bahan dasar olahan makanan seperti makanan tiwul, getuk, atau juga bolu singkong. Dalam bidang industri dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tepung tapioka.

Singkong

Singkong memiliki nama latin manihot esculenta adalah tanaman jenis umbi akar atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata memiliki garis ditengah sekitar 2 sampai 3 cm dan panjang 50 sampai 80 cm, tergantung dari jenis varietas singkong yang dibudidayakan.

Pada daging umbinya memiliki warna putih atau kekuning-kuningan.ubi kayu atau yang lebih sering disebut dengan Singkong atau ketela pohon, adalah tanaman tahunan tropika dan subtropika dari family Euphorbiaceae. Umbi singkong terkenal secara luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat serta daunnya bermanfaat sebagai sayuran.

Pengertian Singkong

Singkong adalah tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal selain sebagai sayuran dan makanan yakni sebagai obat penyakit rematik, demam, luka, rabun senja, beri-beri, bisul, diare, cacingan, disentri, sakit kepala, dan juga dapat meningkatkan stamina.

Umbi pada ketela pohon tidak tahan disimpan walaupun ditempatkan dilemari pendingin atau kulkas. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang memiliki sifat racun bagi orang.

Klasifikasi Singkong

Adapun klasifikasi ilmiah dari tanaman singkong ini, antara lain sebagai berikut;

  • Kingdom: Plantae
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Ordo: Euphorbiales
  • Familia: Euphorbiaceae
  • Genus: Manihot
  • Spesies: Manihot esculenta crantz

Morfologi Singkong

Adapun morfologi yang ada di dalam tanaman singkong ini, diantaranya;

Batang

Singkong termasuk dalam famili Euphorbiaceae.  Mempunyai batang yang lurus dengan tinggi sekitar 1,5 m sampai 4 m. Bentuk nyata dari pengertian batang dari singkong adalah bulat dengan diameter 2,5cm  sampai 4 cm, dan berkayu serta bergabus.  Batang pohon singkong memiliki warna coklat atau keunguan dan bisa bercabang ganda bahkan sampai tiga.

Daun

Daun pada tanaman singkong termasuk daun majemuk dengan anak daun yang berbentuk elips dengan ujungnya yang runcing.  Daun singkong memiliki warna hijau muda, hijau kekuningan, bahkan sampai hijau keunguan.  Mempunyai tangkai daun yang panjang dengan warna hijau, merah, kuning sampai bisa kombinasi dari ketiganya.

Bunga

Bunga tanaman singkong muncul pada tiap ketiak cabang. Untuk bunga betinadapat berkembang lebih dulu dan matang pada saat tumbuhan berumur 3 sampai 4 minggu.

Jika definisi bunga tidak dibuahi dalam jangka waktu 24 jam maka bunga akan layu serta gugur. Untuk bunga jantan tanaman ubi kayu akan matang dalam jangka waktu sebulan kemudian, sehingga penyerbukannya terjadi secara menyilang.

Akar

Akar tumbuhan masuk dalam tanah dengan kedalaman 0,5  sampai 0,6 m.  sebagian akar ubi kayu dimanfaatkan untuk menyimpan bahan makanan seperti karbohidrat.  Maka dari itu buah singkong dapat disebut juga dengan umbi batang.

Karena menjadi tempat untuk menyimpan cadangan makanan dalam ukuran yang cukup besar bahkan sampai mengalahkan ukuran akar lainnya. Akar umbi yang besar inilah yang dapat disebut juga dengan umbi singkong.  Warna dari umbi singkong yaitu coklat atau kelabu. Kulit dalamnya memiliki warna kuning kemerahan agak putih dengan warna daging kuning serta putih.

Manfaat Singkong

Kegunaan yang ada di dalam singkong ini sebagai tumbuhan, antara lain;

Melancarkan pencernaan

Ketela pohon adalah umbi yang banyak sekali mengandung Insoluble Fiber atau serat yang tidak dapat larut dalam air. Serat jenis ini memiliki fungsi memperlancar proses pencernaan seperti buang air besar, serta dapat menyerap dan membuang racun dalam usus, sehingga pencernaan akan menjadi lebih sehat.

Mengobati sakit kepala

Masyarakat dapat menggunakan daun singkong untuk mengobati sakit kepala. Caranya yaitu dengan sesekali kali kompres bagian kening dengan daun singkong. Cara membuatnya yaitu ambil sebagian lembar daun singkong lalu ditumbuk sampai halus, setelah itu kompreskan di bagian yang dirasa sakit.

Untuk mengobati diare

Daun singkong ternyata juga dapat digunakan untuk mengobati diare. Caranya yaitu dengan merebus daun singkong pada air kira kira 900 cc, lalu biarkan sampai tersisa hanya setengahnya atau sekitar 450 cc. Kemudian saring daun singkong tersebut hingga menjadi setengahnya lagi. Kemudian air rebusannya tadi diminum sebanyak 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari.

Mencerdaskan otak

Berdasarkan hasil penelitian menjelaskan bahwa didalam daun singkong terdapat beberapa kandungan asam amino yang sangat diperlukan oleh tubuh baik untuk membantu mengubah karbohidrat menjadi energy dan juga untuk membantu pemulihan kulit dan tulang, serta meningkatkan daya ingat, kinerja otak dan berbagai proses metabolisme asam amino yang lain.

Dalam hubungannya untuk mencerdaskan otak ada beberapa asam amino yang terkandung dalam daun singkong yaitu asam phenilalanin, tirosin, glutamik, serta triptophan.

Obat Luka Bernanah dan Terbakar

Mengobati luka bernanah dengan menggunakan batang singkong segar yang ditumbuk lalu ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit.

Untuk luka bekas garukan batang singkong diparut lalu ditempelkan pada bagian yang sakit lalu diperban. Untuk obat luka karena terkena benda yang panas yaitu pada umbi singkong diparut lalu diperas, airnya didiamkan untuk beberapa saat sampai patinya mengendap, lalu patinya dioleskan dibagian yang mengalami luka.

Mengatasi Rematik

Untuk pemakaian luar yaitu dengan mengambil sebanyak lima lembar daun singkong ditambah 15 gram jahe merah dan kapur sirih secukupnya lalu haluskan dan ditambahkan air secukupnya. Setelah itu lalu aduk sampai menjadi ramuan dan oleskan pada bagian tubuh yang sakit.

Untuk pemakaian dalam yakni dengan mengambil 100 gram batang singkong dan satu batang sereh lalu juga ditambahkan 15 gram jahe direbus dengan air sebanyak 1000 cc sampai suhu 100 derajat celcius dan air hanya tersisa 400 cc. Selanjutnya saring dan minum airnya sebanyak 200 cc, lakukan secara rutin dua kali sehari.

Obat Cacingan

Untuk mengobati penyakit cacingan pada anak-anak yaitu dengan cara ambil 60 gram kulit batang singkong dan 30 gram daun ketepeng cina lalu direbus dengan air sebanyak 600 cc sampai hanya tersisa 300 cc. Lalu saring dan minum airnya menjelang tidur.

Sedangkan untuk mengatasi penyakit beri-beri yaitu dengan mengambil 200 gram daun singkong lalu adimakan sebagai lalapan.

Budidaya Singkong

Proses dalam pembudidayaan tanaman singkong, antara lain sebagai berikut;

Syarat Tumbuh Singkong

Agar dapat tumbuh dengan baik maka tumbuhan singkong membutuhkan kondisi lingkungan yang ideal.  Meskipun dia bisa juga berkembang pada tempat yang tandus. Mendapatkan cahaya matahari yang cukup dengan ketinggian tempat yaitu  0 sampai 800 m diatas permukaan laut serta tanah mempunyai drainase yang cukup baik.

Tidak terdapat genangan air karena dapat menyebabkan umbi menjadi busuk, Tanah tidak terlalu padat dan keras, curah hujan yang ideal yaitu sekitar 760 sampai 2500 mm/th dengan bulan kering tidak lebih dari 6 bulan.

Menanam Singkong

Tanaman singkong termasuk tumbuhan yang dapat tumbuh pada banyak tempat.  Termasuk didaerah tandus dan kering sekalipun. Meskipun begitu, jika ditanam pada daerah yang tandus hasil umbinya tidak bisa sebesar ketika ditanam pada lahan yang subur, namun ketela pohon merupakan tanaman alternatif yang dapat tumbuh pada daerah dengan tingkat kesuburan yang cukup rendah.

Penanaman dan pemeliharaan singkong

Tanah yang sudah digemburkan maka sudah siap untuk ditanami singkong setelah didiamkan selama 1 minggu setelah di masa pencangkulan. Tanam steak singkong yang sudah disiapkan dengan cara menancapkannya dibagian bawah tanah, dengan jarak tanam singkong yaitu sekitar 90 sampai 100 cm agar tumbuhan mendapatkan cukup cahaya matahari.

Setelah bibit singkong ditanam seminggu kemudian harus dicek untuk memastikan tanaman dapat tumbuh semua atau tidak, jika ada tanaman yang mati maka harus segera dilakukan penyulaman atau ditanam dengan bibit yang baru.

Kebun ubi kayu yang sudah berumur 3 minggu perlu dilakukan penyiangan dengan cara mencabut rumput atau tumbuhan lain yang tumbuh disekitar tanaman singkong.

Penyiangan dilakukan 3 minggu berikutnya. Mulai kurangi daun yang bercabang ketika tanaman masuk bulan kedua sisakan hanya 2 batang singkong saja yang kuat dan dapat tumbuh berhadap-hadapan agar dapat menangkap cahaya matahari lebih banyak.

Itulah tadi materi tentang pengertian tanaman singkong, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidayanya. Semoga bisa bermanfaat kepada segenap pembaca, trimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *