Tanaman Sintrong, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Sintrong

Tanaman sintrong yang memiliki nama ilmiah crassocephalum crepidioides adalah sejenis tumbuhan yang berasal dari anggota suku asteraceae. Tanaman ini mungkin kurang dikenal oleh masyarakat luas namun sintrong ini termasuk jenis tanaman yang mudah ditemukan secara liar seperti di tepi jalan, di kebun-kebun, pekarangan, atau pada lahan-lahan pertanian telantar.

Sintrong yang tumbuh di negara Indonesia memiliki nama lain yaitu junggul, bagini, jambrong, tespong (Sunda), jombloh, mandrung-mandrung, puyung dantaplek (Jawa). Sintrong sebetulnya memiliki asal usul yang berasal dari Afrika tropis dan kini sudah tersebar ke seluruh wilayah tropika di Asia.

Tanaman Sintrong

Tanaman sintrong mempunyai istilah dalam bahasa Inggris yaitu fireweed, ebolo, redflower ragleaf, atau thickhead. Tumbuhan ini juga disebut atau dikenal dengan nama okinawa spinach sedangka  di negara Filipina sintrong dinamakan bulak manok.

Uniknya lagi ternyata tanaman sintrong ini merupakan lalap yang sangat digemari oleh orang-orang di Jawa Barat, dan dimanfaatkan juga sebagai sayuran.

Sedangkan di negara Afrika, selain dimanfaatkan sebagai sayuran, bagian-bagian yang terdapat pada tanaman sintrong juga bisa digunakan sebagai salah satu jenis tanaman obat tradisional salah satunya yaitu untuk mengatasi gangguan perut, sakit kepala, luka, dan lain-lain.

Klasifikasi Ilmiah

Adapun untuk klasifikasi ilmiah yang ada dalam tumbuhan ini antara lain sebagai berikut;

Kingdom Plantae
Sub divisi Angiospermae
Divisi Spermatophyta
Kelas Dicotyledonae
Ordo Asterales
Family Asteraceae
Genus Crassocephalum
Spesies Crassocephalum crepidioides

Ciri Morfologi Sintrong

Tumbuhan yang dipercaya memiliki kandungan yang banyak dan bisa membantu mengobati beberapa macam jenis penyakit ini pastinya memiliki bagian-bagian yang sering dimanfaatkan. Untuk mengenal bagian apa saja yang ada pada tanaman sintrong maka berikut dibawah ini merupakan penjelasan dari karakteristik morfologi yang dimiliki tanaman sintrong ialah:

  1. Batang

Sintrong merupakan jenis tumbuhan yang berdiri tegak dan ketinggiannya bisa mencapai hingga 1 meter. Tanaman ini juga memiliki aroma harum yang aromatis apabila diremas. Sedangkan jenis batang pohon sintrong sendiri bertekstur lunak serta beralur-alur dangkal.

  1. Daun

Morfologi kedua dari tanaman sintrong ialah bagian daun. Tumbuhan sintrong ini memiliki daun – daun yang letaknya tersebar, dengan tangkai yang sering bertelinga. Selain itu helaian daun juga berbentuk jorong memanjang atau seperti bulat telur yang terbalik.=

Daun memiliki ukuran sekiyar 8 sampai dengan 20 cm  × 3 hingga 6 cm, dengan pangkalnya yang  menyempit dan berangsur sepanjang tangkai daun. Ujung daun sintrong cukup  runcing akan tetapi memiliki tepi yang rata atau berlekuk hingga bersifat menyirip, bergigi, dan bergerigi kasar.

Daun yang paling atas pada tanaman sintrong ini memiliki ukuran yang lebih kecil dan sering berbentuk daun duduk.

  1. Bunga

Bagian ketiga dari tanaman sintrong yang selanjutnya ialah bunga. Bunga tanaman sintrong ini bersifat majemuk artinya berupa bongkol-bongkol yang tersusun dalam malai rata terminal. Bongkol memiliki warna yang bervariasi yaitu mulai dari hijau dengan ujung jingga cokelat hingga merah bata.

Pengertian bunga sintrong juga memiliki bentuk yang silindris. Selain itu ukuran buah sintrog ini juga dikatakan cukup kecil yaiti sekitar 13 hingga 16 mm × 5 sampai dengan 6 mm. biasanya posisi bunga seperti mengangguk dan akan menjadi tegak setelah menjadi buah.

Bunga sintrong juga memiliki mahkota bunga yang berwarna kuning, dengan ujung merah kecokelatan. Pada mahkota bunga ini bertajuk 5.

  1. Buah

Morfologi terakhir dari tanaman sintrong yaitu pada buahnya. Tanaman sintrong memiliki buah yang sifatnya keras (achene) dan bentuknya ramping serta memanjang seperti gelendong dengan rusuk 10. Arti buah tanaman ini memiliki panjangnya sekitar 2,5 mm dan terdapat banyak sekali rambut sikat (pappus) berwarna putih, dengan panjang 9 sampai dengan 12 mm pada buah.

Manfaat Sintrong

Walaupun tanaman sintrong merupakan salah satu jenis tanaman yang belum terlalu dikenal, namun bagi sebagian orang yang sudah mengenal tanaman ini akan memanfaatkannya dengan begitu baik. Karena sebetulnya tanaman sintrong iki kaya akan manfaat dan jarang diketahui banyak orang. Salah satu manfaat tanaman sintrong yaitu:

  1. Mencegah penyakit kanker

Seperti yang kita ketahui bahwa penyakit kanket merupakan jenis penyakit yang bisa mematikan. Untuk mengatasi dan menghindari penyakit kanker tersebut maka kita bisa menggunakan bahan alami sebagai obat alternatif.

Daun pada tanaman sintrong ternayata memiliki kandungan vitamin dan antioksidan yang sangat ampuh membantu menurunkan risiko penyakit kanker, baik kanker hati, kanker payudara, dan kanker lambung. Sehingga daun sintrong ini bisa kita konsumsi untuk menjaga kesehatan tubuh kita.

  1. Menurunkan tekanan darah tinggi

Bagi anda yang menderita tekanan darah tinggi/hipertensi pastinya akan sering merasakan pusing atau sakit kepala. Hal ini pasti juga akan sangat mengganggu kenyamanan yang dirasakan.

Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu bisa memangaatkan sayuran sintrong dan dijadikan alternatif yang aman serta menyehatkan karena dipercaya bisa membantu menjaga tekanan darah agar tetap normal. Sehingga hal ini akan membuat tubuh merasa lebih sehat dan bisa beraktivitas seperti biasa.

  1. Menjaga kesehatan lambung

Tanaman sintrong yang memiliki aroma khas ini ternyata bisa membantu mengurangi rasa sakit pada lambung. Selain itu kandungan nutrisinya juga bermanfaat untuk membantu menetralkan asam lambung serta menguatkan otot lambung sehingga bisa berfungsi lebih optimal.

Sehingga seseorang yang sering merasakan sakit lambung bisa sedikit merasa lega dengan hadirnya tanaman sintrong ini yang bisa dijadikan obat tradisional.

  1. Menguatan tulang

Sebagian orang yang memasuki lanjut usia pasti akan timbul gejala-gejala pada tulang yang semakin pegal, linu, dan tidak bisa untuk bergerak terus menerus maupun gerak cepat. Gangguan tulang-tulang ini selain bisa dijaga dengan olahraga, makan, dan minum yang begizi juga bisa diatasi dengan hadirnya tanaman sintrong.

Tanaman yang memiliki kandungan magnesium ini berfungsi untuk memperkuat tulang dan menjaga kepadatannya. Sehingga sintrong bisa menjadi alternatif untuk menjaga kesehatan tulang.

  1. Melancarkan system pencernaan

Kandungan serat alami dan nutrisi yang ada pada tumbuhan sintrong sangat berkhasiat untuk membersihkan system pencernaan. Sehingga dengan mengkonsumsi sayuran sintrong ini bisa menjaga tubuh agar terhindar dari masalah pencernaan yang dapat mengganggu kenyamanan.

  1. Meningkatkan system imunitas tubuh

Pada dasarnya tanaman sintrong juga memiliki banyak kandungan anti kuman anti inflamasi dan anti bakteri, yang berkhasiat meningkatkan system imunitas tubuh. Oleh karena itu dengan mengkonsumsi sayuran sintrong tidak aka nada ruginya justru akan memperoleh manfaat yang begitu banyak.

  1. Menurunkan kadar kolesterol jahat

Pada dasarnya tubuh memiliki dua jenis kolestrol yaitu kolestrol jahat dan kolestrol baik. Hal yang bisa mengganggu kesehatan tubuh yaitu terdapat pada kolestrol jahat sehingga jenis kolestrol ini harus kita hindarai.

Salah satu cara untuk bisa menurunkan kadar kolestrol jahat yang ada pada tubuh yaitu dengan cara mengonsumsi daun sintrong. Bahan alami ini selain berfungsi untuk menurunkan kadar kolestrol jahat ternya juga berfungsi untuk meningkatkan kadar kolestrol baik yang ada pada tubuh sehingga akan menjaga kesehatan badan kita.

  1. Menghilangkan Nyeri

Nyeri yang dirasakan pada tubuh pasti akan membuat kondisi badan tidak enak dan merasa sakit untuk melakukan aktivitas.

Untuk menangani masalah semacam ini maka kita bisa memanfaatkan daun sintrong yang memiliki khasiat sebagai analgesic dan antipiretik dan bisa membantu mengurangi rasa nyeri atau sakit pada bagian tubuh, seperti: sakit kepala, nyeri punggung dan lainnya.

Cara Budidaya Sintrong

Setelah mengetahui manfaat tanaman sintrong yang begitu beragam, maka jenis tumbuhan ini harus selalu ada dan dibudayakan dengan langkah-langkah yang diawali dengan penanaman.

Tanaman sintrong ini bisa diperbanyak melalui benih yang disiapkan terlebih dahulu. Selanjutnya penanaman diawalai dengan kegiatan persemaian. Apabila semai telah dilakukan dan bibit mencapai ketinggian sekitar 8 sampai dengan 10 cm maka bisa dipindahkan ke lahan tanam.

Pastikan bahwa lahan tanam sudah memiliki jarak tanam sekitar 30 cm x 30 cm. Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal, maka sebelum melakukan penanam berikanlah pupuk kandang pada lahan tanam dan pemberian pupuk NPK (15-15-15) bisa diberikan pada saat pernanaman dimulai. Tahap akhir dari budidaya sintrong ini merupakan panen.

Pemanenan dapat dilakukan pada saat tumbuhan berusia 5 sampai dengan 6 minggu setelah tanam dan bisa dilakukan pula pada saat tanaman memiliki ketinggian sekitar 20 hingga 25 cm. Pemanenan akan lebih baik jika dilakukan pada malam atau pagi hari.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman sintrong, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga bisa memberi edukasi bagi kalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *