Tanaman Sirsak, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Sirsak

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman jhewan dan jenis tanaman pangan. Iklimnya yang dikenal dengan tropis memungkinkan banyak jenis makhluk hidup yang dapat hidup di dalamnya. Salah satunya adalah jenis tanaman sirsak.

Tumbuhan sirsak mulanya berasal dari Amerika, kemudian tersebar ke wilayah tropis lain termasuk Indonesia. Buahnya adalah bagian tanaman yang paling sering dinikmati oleh banyak orang. Maka dari itu, tanaman sirsak menjadi komoditi yang cukup banyak dibudidayakan.

Tanaman Sirsak

Tanaman sirsak adalah salah satu spesies yang berasal dari genus Annona, yaitu Annona muricata. Sirsak termasuk ke dalam tanaman spermathophyta atau tumbuhan berbiji dari kelas magnoliopsida dengan biji berkeping dua. Sebagai kelompok tumbuhan dikotil (biji berkeping dua), tanaman sirsak menghasilkan buah yang berasal dari perkembangan bunga.

Klasifikasi Sirsak

Adapun klasifikasi ilmiah tanaman sirsak, antara lain sebagai berikut;

Kingdom Plantae
Divisi Spermatophyta
Sub Divisi Angiospermae
Kelas Dicotiledoneae
Ordo Leguminales
Familia Annonaceae
Subfamili Papilionaceae
Genus Phaseolus
Species Phaseolus vulgaris

Ciri Morfologi Tanaman Sirsak

Tanaman ini memiliki bagian tubuh yang lengkap mulai dari akar, batang, daun, bunga, biji, dan buah. Pertumbuhan tanaman sirsak dapat berlangsung secara optimal jika tumbuh pada daerah dengan ketinggian kurang dari 1000 meter di atas permukaan laut.

Pohon sirsak apabila belum berbuah, penampakannya akan menyerupai pohon-pohon lain. maka untuk dapat mengetahui dengan tepat pohon sirsak, kita dapat melihat dari ciri-ciri morfologi berikut;

  1. Daun

Daun tanaman sirsak ketika dapat berwarna hijau muda hingga hijau tua. Bentuknya seperti telur yang terbalik, yaitu bulat dengan ujung yang meruncing. Sisi pinggir daun rata tidak bergerigi sedikit pun, serta permukaannya terlihat mengkilap.

  1. Bunga

Bagian arti bunga pada tanaman sirsak tersusun terpencar atau spiral dalam lingkaran. Bunga sirsak adalah bunga tunggal, yaitu dalam satu bunga terdapat putik dan benang sari. Putiknya berjumlah banyak atau disebut juga dengan bunga berpistil majemuk.

Mahkota bunga sirsak terdapat enam buah dari dua lingkara. Bentuk mahkota menyerupai segitiga, dengan permukaan yang kaku serta tebal. Warna bunga sirsak terlihat kuning keputihan, letaknya ada pada ketiak daun, cabang, atau ranting pohon.

Umumnya bunga sirsak adalah jenis bunga yang sempurna, namun dapat ditemukan pula pada satu bunga hanya ada bunga jantan atau bunga betina saja. Penyerbukannya terjadi secara silang, sebab serbuk sari sering kali matang lebih dulu sebelum putiknya.

  1. Biji

Struktur biji buah sirsak berwarna cokelat kelitaman. Bentuknya lonjong dengan bagian ujung yang tumpul. Permukaan dari biji mengkilat serta teksturnya keras. Ukuran biji sangat bervariasi, didalam satu buah biasanya terdapat 20 hingga 70 butir biji.

  1. Buah

Buah sirsak berasal dari satu bunga dengan banyak bakal buah. Bentuk dari buah sirsak umumnya bulat atau lonjong, ukurannya pun beragam, jika subur buah sirsak dapat tumbuh besar. Warnanya apabila sudah cukup tua akan sama dengan warna daunnya.

Bagian luar ditutupi duri sisik yang halus serta berjarak. Daging buah sirsak berwarna putih dengan tekstur yang lembek dan berserat. Di dalam buah terdapat banyak biji berwarna cokelat kehitaman.

Manfaat Tanaman Sirsak

Tanaman sirsak memiliki cukup banyak manfaat yang berasal dari bagian-bagian tubuh tanamannya, mulai dari buah, daun, dan lain-lain. Berikut beberapa manfaat dari sirsak yang harus diketahui oleh kita;

  1. Sebagai bahan panganan yang dapat dikonsumsi secara langsung maupun diolah menjadi jus. Di dalam buah sirsak, terdapat banyak kandungan vitamin salah satunya vitamin C.
  2. Bagian daun sirsak dapat diekstrak dan dijadikan pestisida organik untuk tanaman budidaya.
  3. Buah sirsak dapat digunakan untuk mengobati penyakit yang berasal dari cacing dan parasit. Misalnya demam, diare, disentri, serta meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.
  4. Biji sirsak apabila dihancurkan dapat dimanfaatkan sebagai vermifug dan antelmintik terhadap internal serta eksternal parasit atau cacing.
  5. Daun sirsak dapat digunakan sebagai jenis tanaman obat herbal dari penyakit kulit, batuk, flu, reumatik, hipertensi, dan bahkan menghasilkan zat antikanker.
  6. Daun sirsak juga dapat diolah menjadi teh dan bermanfaat untuk meredakan radang selaput lendir pada hidung.
  7. Rebusan daun sirsak berguna menghilangkan kutu yang ada di rambut dan kutu busuk.
  8. Daun sirsak mengandung senyawa flavonoid dan alkaloid yang berfungsi sebgai antidiabetes. Selain itu, daun sirsak juga mengandung asam lemak, fitosterol, merisil alkohol, dan anonol.

Cara Budidaya Tanaman Sirsak

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, sirsak memiliki kandungan dan khasiat yang beragam. Hal tersebut sangat bermanfaat bagi manusia, sehingga saat ini banyak orang membudidayakannya. Tanaman sirsak termasuk mudah dipelihara, jika saja tanah dan lingkungan sekitar mendukung bahkan tanaman ini dapat tumbuh di sekitar rumah kita.

Selain menguntungkan untuk dikonsumsi dan digunakan sebagai obat herbal, arti budidaya tanaman sirsak juga menguntungkan bagi petani sirsak itu sendiri. Sebab sirsak dapat menghasilkan keuntungan yang sangat besar. Cara budidaya sirsak bagi anda yang ingin memulainya dapat dibaca lebih lanjut seperti di bawah ini.

  1. Syarat Tumbuh

Agar tanaman sirsak yang kita tanam dapat tumbuh dengan subur dan menghasilkan produksi yang optimal. Sebelum memulai penanaman, harus diperhatikan kondisi-kondisi berikut :

  1. Tanaman dapat tumbuh dengan ketinggian kurang dari 1000 meter di atas permukaan laut.
  2. Tanah harus gembur dan mengandung banyak unsur hara.
  3. Tanaman tumbuh pada habitat dengan curah hujan dan sinar matahari yang cukup.
  4. Dapat ditanam di lahan luas maupun sempit, tergantung pada pemeliharaan.
  1. Pembibitan

Bibit tanaman sirsak yang akan ditanam dipilah terlebih dahulu, dan akan lebih baik jika diperbanyak dengan okulasi. Dengan metode tersebut penanaman akan lebih mudah dan menghasilkan buah yang berkualitas. Bibit yang dipakai tentu harus yang sehat, kokoh, dan kuat. Bibit dengan kriteria tersebut dapat dilihat dari induknya, atau morfologi bibit yang tidak terserang hama dan juga penyakit.

  1. Pengelolaan Media Tanam

Bibit sirsak yang akan ditanam, sebaiknya ditempatkan pada tanah atau lahan yang sudah diolah dengan baik. Lahan atau tanah harus dibersihkan terlebih dahulu, serta dilakukan penggemburan dan pemberian pupuk dasar. Penanaman bibit dapat dilakukan pada lubang berukuran 50x50x50 cm.

  1. Penanaman

Bibit yang sudah diokulasi dalam waktu 2 sampai 3 bulan dapat dikeluarkan dari polibag. Selanjutnya ditanam pada jarak tertentu dan dibenamkan pada tanah yang sudah diberi pupuk. Selanjutnya siram dengan air hingga basah. Proses penanaman lebih baik dilakukan pada awal musim hujan, pada pagi atau sore hari.

  1. Perawatan

Perawatan atau pemeliharaan tanaman sirsak dapat dilakukan dengan lima langkah, yaitu penyulaman, penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan sanitasi lahan. Kelima langkah ini harus dilakukan secara berkala agar tanaman tumbuh dengan sehat dan optimal.

Langkah pertama adalah penyulaman, yaitu mengontrol tanaman mana saja yang tidak tumbuh dengan baik atau bahkan mati. Setelah itu tanaman dapat dipisahkan dan diganti dengan bibit yang baru. Langkah ini dapat dilakukan pada minggu ke enam setelah masa penanaman.

Selanjutnya penyiraman atau pengairan. Setidaknya dalam satu hari tanaman sirsak harus disiram sebanyak dua kali, yaitu pada pagi dan sore hari. Namun ketika musim hujan, intensitas penyiraman dapat dikurangi.

Pemupukan, tanaman yang berhasil tumbuh tetap membutuhkan asupan nutrisi tambahan yang berasal dari pupuk. Dapat digunakan pupuk kompos, urea, zat kapur, dan TSP, atau jenis lain sesuai kebutuhan. Dengan pemupukan kondisi pH dalam tanah akan selalu normal dan mempercepat pembuahan.

Selain pemupukan, pemangkasan pada tanaman sirsak juga dapat dilakukan secara rutin. Hal ini akan menghambat pertumbuhan hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman sirsak. Terakhir adalah sanitasi lahan, yaitu kegiatan menjaga, mengawasi, dan mengontrol lahan agar selalu terhindar dari tanaman liar, gulma, serta hama dan penyakit.

  1. Pemberantasan Hama dan Pengendalian Penyakit

Pemberantasan jenis hama tanaman dan pengendalian penyakit merupakan pelengkap dari proses perawatan apabila kondisi tersebut terjadi. Pada tanaman sirsak biasanya hama yang menyerang adalah jenis kutu sisik yang mengakibatkan bunga, daun, dan batang tidak tumbuh dengan baik.

Hama ini dapat dikendalikan menggunakan musuh alami kutu sisik yaitu Cephalosporium lecanii. Cara tersebut merupakan langkah alami untuk memberantas hama. Sedangkan cara lain yang dapat dilakukan menggunakan cairan kimia yaitu insektisida dalam dosis yang sudah ditentukan.

  1. Pemanenan

Proses panen pada tanaman sirsak dapat cepat dilakukan jika pemeliharaan dilakukan dengan baik, sehingga pertumbuhan berlangsung dengan baik pula.

Tanaman sirsak yang sudah berbuah dapat dipanen dalam 6 sampai 8 bulan jika dilakukan perbanyakan menggunakan okulasi atau cangkok. Cara panen buah sirsak yaitu dengan memetik tangkai buah yang sudah tua atau berwarna hijau kekuningan.

Itulah tadi materi yang bisa kami berikan dan ulaskan pada segenap pembaca berkenaan dengan tanaman sirsak, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidaya. Semoga bisa memberi edukasi serta referensi bagi kita semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *