Tanaman Stroberi: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tanaman Stroberi Adalah

Tanaman stroberi pada hakekatnya berasal dari kota Chili, negara Amerika. Salah satu dari varietas yang ada dalam arti tumbuhan ini ini selanjutnya disebar luaskan ke beberapa negara Amerika, Eropa dan Asia. Tanaman ini memiliki bentuk herba yang berbuah menggelantung yang berwarna merah memikat ini umumnya tumbuh di area dingin.

Tanaman stoberi dengan spesies asalnya Fragaria chilonensis L yang tersebar ke beberapa wilayah, sedangkan di Indonesia spesies Fragaria vesca L yang tersebar di berbagai belahan bumi salah satunya negara Indonesia.

Tanaman Stroberi

Tanaman stroberi merupakan salah satu contoh tanaman tahunan dengan batang pendek, daun yang majemuk dengan pinggiran bergerigi. Di bagian ketiak daun terdapat pucuk aksilar. Bagian daun dan batang utama tersusun secara rapat yang dikenal sebagai crown.

Oleh katrena itulah tanaman stroberi memiliki daun yang hanya bisa bertahan satu sampai tiga bulan hingga akhirnya mengering. Buah stroberi berwarna merah yang berasal dari kandungan antosianin di dalamnya. Disisi lainnya tanaman stroberi mempunyai bentuk herba dengan buah yang menggelantung berwarna merah yang menarik umumnya tumbuh di area dingin. Tanaman stroberi pertama kali dijumpai di negara Amerika Latin lebih tepatnya pada negara Chili.

Spesies stroberi yang berasal dari negara asalnya yaitu Fragaria chiloensis L yang tersebar ke beberapa negara Amerika, Asia, dan Eropa. Tetapi, spesies Fragaria vesca L lebih tersebar secara luas ke beberapa belahan bumi salah satunya adalah negara Indonesia.

Pengertian Tanaman Stroberi

Tanaman stroberi adalah jenis tanaman buah yang berupa herbal yang dapat dijumpai pertama kali di kota Chili, negara Amerika. Terdapat dua spesies tanaman stroberi yakni spesies Fragaria chiloensis yang tersebar di berbagai negara Amerika, Asia dan Eropa dan spesies Fragaria vesca yang lebih tersebar secara luas apabila dibandingkan spesies lainnya.

Dan stroberi yang biasanya kita jumpai di pasar swalayan merupakan hibrida yang diperoleh dari hasil persilangan Fragaria virgina L var Duchesne yang berasal dari Amerika Utara dengan Fragaria chiloensis L var Duchesne yang berasal dari Chili. Persilangan tersebut berhasil memperoleh hibrida yang merupakan tanaman stroberi modern atau komersil yakni Fragaria x annanassa var Duchesne.

Tanaman stroberi merupakan tanaman subtropis yang mempunyai adaptasi dengan baik di daerah dataran tinggi tropis dengan suhu 17 sampai 20 derajat celcius dibersamai dengan curah hujan 600 sampai dengan 700 mm/tahun. Stroberi dapat tumbuh dengan baik ada kondisi tanah yang drainasenya baik.

Umumnya dipilih tanah lempung berpasir yang mempunyai pH berkisar 5,8 hingga 6,5. Tanaman stroberi memerlukan kelembaban udara yang baik berkisar 80 hingga 90% dan lama penyinaran cahaya matahari yang diperlukan berkisar 8 hingga 10 jam tiap harinya.

Klasifikasi Tanaman Stroberi

Adapun untuk klasifikasi yang ada dalam tumbuhan stroberi, antara lain;

Kingdom Plantae
Sub divisi Angiospermae
Divisi Spermatophyta
Kelas Dicotyledone
Ordo Rosales
Subfamili Rosaceae
Family Rosaideae
Genus Fragaria
Spesies Fragaria sp

Ciri Morfologi Tumbuhan Stroberi

Adapun untuk ciri morfologi tumbuhan yang ada di dalam stroberi, antara lain;

  1. Akar

Tanaman stroberi berakar serabut yang berada di dalam tanah dengan tumbuh yang dangkal dan tersebar secara horizontal sepanjang berkisar 30 cm. Secara vertikal dapat mencapai kedalaman yang berkisar 40 cm. Arti akar muncul dari batang pendek dan tebal yang berupa rumpun. Dari rumpun ini akan menumbuhkan tunas baru menjadi crown baru, sulur, dan bunga.

Stroberi memiliki bagian akar antara lain pangkal akar, batang akar, ujung akar, bulu akar, dan tundung akar. Panjang akar bisa mencapai 100 cm. Tanaman ini dapat menembus ke dalam tanah hingga 15- 45 cm yang sesuai bentuk tanah.

Tanaman stroberi mempunyai akar tunggang atau radix primaria yang dapat terus tumbuh memanjang dengan ukuran yang besar. Panjang akar stroberi bisa mencapai 100 cm dan menembus lapisan atas hingga kedalaman berkisar 15 sampai dengan 45 cm.

  1. Batang

Tanaman ini berbatang utama pendek, daun ini tersusun pada buku dan ketiak yang berada di pucuk aksilar. Batang utama pada daun ini tersusun rapat dengan ukuran yang beragam. Sesuai dengan umur, tingkat perkembangan tanaman, dan keadaan lingkungan pertumbuhan.

Definisi batang stroberi nampak seperti buku-buku dan ruas pendek dengan kandungan air yang cukup banyak dan terlindungi oleh daun yang nampak seperti rumpun. Berbatang pendek membuat jarak antar daun hanya sedikit maka akan tak nampak mempunyai batang. Batang stroberi bersifat merayap yang bisa hidup hingga bertahun- tahun. Tetapi, kadang hanya dibudidayakan sebagai tanaman semusim.

  1. Daun

Tanaman stroberi berdaun tumbuh yang melingkar rumpun dengan bulu lebat yang jarang nampak. Daun tanaman ini tersusun dari tiga anakan daun ataupun majemuk yang terdapat tepi bergerigi. Daun ini umumnya akan ditopang oleh tangkai yang panjang.

Seluruh permukaan pada tangkai daun tanaman stroberi muncul bulu halus yang bebentuk bulat. Daun stroberi biasanya berwarna hijau dan tipis. Daun tanaman ini memiliki warna hijau yang dapat bertahan hidup selama satu sampai tiga bulan sebelum mengering dan mati yang selanjutnya digantikan oleh daun baru.

Daun tanaman stroberi berguna sebagai tempat fotosintesis, pernafasan, dan transpirasi. Bagian daun tanaman ini antara lain epidermis, jaringan palisade, jaringan spons dan berkas pembuluh angkut daun. Periode pertumbuhan vegetatif akan terbentuk daun baru 8 hingga 12 hari dan bertahan satu hingga tiga bulan selanjutnya kering.

  1. Bunga

Tanaman berbunga dengan 10 kelopak yang memiliki warna hijau. Lima mahkota dengan warna putih berkisar 60- 600 putik dan 20 sampai dengan 35 benang sari yang terdiri stigma di atas dasar bunga. Penyerbukan pada tanaman stroberi ini secara silang yang dibantu oleh angin, serangga ataupun manusia.

Arti bunga tanaman stroberi memiliki bentuk tandan (klaster) yang berukuran diameter 2,5 hingga 3,5 cm. Bunga tanaman stroberi yang tak muncul secara bersamaan. Bunga ini mempunyai tanda yang tersusun dari beberapa tangkai utama yang tiap ujungnya terdapat pada satu bunga yang biasa disebut bunga primer, dua tangkai dan bunga yang dibawahnya yang biasa dikenal sebagai bunga sekunder.

Di bawah bunga sekunder terdapat pada bunga sekunder yaitu bunga tersier dan kuartener. Pemunculan rangkaian dan mekarnya bunga berlangsung secara berurutan dan terjadi selama empat minggu. Umumnya sebanyak enam hingga delapan bunga pertama di tiap tangkai akan mekar lebih awal yang kemudian akan diikuti oleh bunga di bawahnya.

  1. Buah

Tanaman ini berbuah semu dengan bentuk unik yakni oval dan lonjong. Buah berwarna merah apabila telah tua ataupun matang, memiliki warna hijau apabila masih muda. Buah ini memiliki pori di beberapa bagian permukaan buah yang jumlahnya banyak dan beragam. Pori tersebut memiliki warna kehitaman ataupun kecoklatan mudah. Buah ini berasa sangat manis dan terdapat yang kecut atau asam.

Buah tanaman stroberi tersusun dari biji yang memiliki warna putih yang dikenal dengan achene. Achene ini tersusun dari ovul yang telah mengalami penyerbukan dan berkembang menjadi buah yang kering dengan biji yang keras. Buah stroberi yang populer di masyarakat yaitu reseptakel atau jaringan dasar bunga telah membesar/ berkembang. Bentuk buah tanaman stroberi sangat beragam yang dipengaruhi oleh sifat genetik.

  1. Biji

Tanaman ini berbiji dengan ukuran yang sangat kecil, tiap buah memproduksi banyak biji yang berada di antara daging, kulit dalam, dan bagian dalam lainnya. Biji ini berbentuk bulat lonjong, oval dan memiliki warna kehitaman dan kecoklatan. Pada penelitian atau kegiatan pemuliaan tanaman, biji adalah alat perkembangbiakan secara generatif.

Manfaat Tanaman Stroberi

Berikut manfaat mengonsumsi buah stroberi antara lain:

  1. Meredakan flu dan menambah sistem imunitas

Di dalam buah stroberi terdapat kandungan vitamin C, vitamin tersebut berguna dalam menunjang sistem kekebalan tubuh. Dikarenakan badan kita tak dapat menghasilkan vitamin C, kita bisa memperolehnya dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C salah satunya adalah tanaman stroberi.

  1. Mengontrol berat badan

Berdasarkan studi, stroberi dapat mengatasi berat badan yang meningkat dan salah satu dari banyaknya jenis buah yang apabila dimakan tiap hari bisa membantu dalam menurunkan berat badan. Kandungan flavonoid di dalam stroberi bisa mengatasi kenaikan berat badan dengan merangsang sistem metabolisme dan menurunkan nafsu makan.

  1. Menurunkan kolesterol dan resiko kardiovaskular

Tanaman stroberi terdapat kandungan nutrisi yang melindungi kardio seperti vitamin C, flavonoid, folat, dan serat yang bisa mengurangi tingkat penyakit kardiovaskular seperti kolesterol dan tekanan darah.

  1. Menurunkan resiko kanker

Tanaman stroberi yaitu salah satu tanaman yang bisa menurunkan resiko kanker dengan kandungan antioksidan salah satunya yaitu vitamin C dan flavonoid. Kandungan flavonoid di dalam stroberi bukan hanya menurunkan peradangan namun dapat menurunkan proliferasi sel yang berhubungan dengan kanker.

  1. Mempertahankan kesehatan mata

Di dalam stroberi terdapat kandungan vitamin C dan antioksidan yang tinggi yang bisa mengurangi resiko katarak dan bisa menjaga tubuh dari radikal bebas yang dapat mencegah adanya kerusakan pada sel di dalam tubuh.

  1. Mengatasi jerawat

Di dalam stroberi terdapat kandungan asam salisiat berguna dalam mempertahankan kualitas kulit supaya terhindar dari parasit yang dapat tumbuh di area permukaan kulit termasuk jerawat.

  1. Memutihkan gigi

Di dalam stroberi terdapat kandungn asam malat yang berguna untuk mengikis serta mengatasi noda di permukaan gigi dengan cara mengunyah buah stroberi. Gigi akan menjadi lebih bersih dan membuat nafas mulut akan menjadi lebih segar.

Cara Budidaya Stroberi

Berikut cara budidaya stroberi dengan menggunakan media polybag atau pot antara lain:

  1. Mempersiapkan bibit stroberi yang hendak dibudidaya, dapat membelinya di toko terdekat ataupun dari bagian tanaman stroberi lain untuk berfungsi sebagai bibit.
  2. Mempersiapkan media tanam yakni tanah yang dikombinasi dengan pupuk kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.
  3. Media tanam dimasukkan ke dalam polybag kemudian dilubangi polybagnya.
  4. Menanam bibit stroberi ke dalam polybag dan disiram dua kali sehari pada pagi dan sore hari.
  5. Perawatan stroberi di dalam polybag sama dengan metode penanaman lainnya yakni penyiraman, pengendalian hama penyakit, pemupukan serta pemberian hormon tanaman supaya stroberi panen buah stroberi sukses.
  6. Hormon yang dimanfaatkan yakni gas etilen, giberelin, dan indol asam aselat yang berguna dalam mempercepat proses pematangan pada buah dan membuat daging buah tebal.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami jelaskan pada segenap pembaca berkaitan dengan pengertian tanaman stroberi, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidaya yang bisa dilakukannya. Semoga memberi wawasan bagi semua kalangan yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *