Tanaman Suweg, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Suweg

Bagi sebagian orang membaca atau mendengar nama tanaman suweg mungkin cukup asing. Akan tetapi tanaman ini merupakan salah satu biodiversitas yang banyak tumbuh di wilayah Asia Tenggara salah satunya di lahan pertanian Indonesia.

Tanaman suweg dikelompokkan ke dalam tanaman umbi-umbian, seperti yang sering dikenal yaitu singkong, ubi, kentang, dan lain-lain. Umbi dari tanaman suweg aman untuk dikonsumsi dan mengandung gizi yang tinggi. Tanaman suweg memang merupakan jenis tumbuhan liar, akan tetapi dengan kegunaannya yang cukup banyak memungkinkan tanaman tersebut untuk dibudidayakan.

Suweg

Tanaman suweg memiliki merupakan jenis tanaman yang mudah ditemukan ketika musim penghujan berakhir. Tanaman ini adalah salah satu tanaman asli wilayah Asia Tenggara. Habitatnya yaitu daratan, sering ditemukan di hutan, arti ladang, atau pekarangan yang lembab dan tumbuh dengan liar.

Tanaman suweg memiliki definisi bunga dengan warna yang khas. Dari bagian bunganya dikatakan tanaman ini memiliki kekerabatan dekat dengan bunga bangkai raksasa. Namun, bagian bunga dari tanaman suweg bukan merupakan bagian utama dalam perolehan nutrisi yang berasal dari alam.

Seperti halnya tanaman lain, suweg memiliki fase vegetatif dan fase generatif selama siklus hidupnya. Fase vegetatif ditandai dengan dedaunan yang bercabang-cabang dan batangnya yang lunak. Sementara itu fase generatifnya ditandai dengan adanya bunga yang terletak di samping batang pohon bagian bawah.

Klasifikasi Suweg

Tanaman suweg termasuk ke dalam kekerabatan tanaman umbi-umbian. Untuk dapat lebih mengenal tanaman suweg atau yang biasa disebut tanaman kampung ini, dapat dilihat klasifikasi ilmiahnya sebagai berikut :

Kingdom Plantae
(tanpa takson) Angiospermae
(tanpa takson) Monokotil
Ordo Alismatales
Famili Araceae
Genus Amorphophallus
Spesies Amorphophallus paeoniifolius

Cici Morfologi

Tanaman liar ini sepintas jika dilihat pohonnya berdiri seperti pohon pepaya muda. Dengan tinggi yang hanya sekitar satu meter saja. Namun terdapat perbedaan lain yang cukup terlihat pada bagian luar tanaman, ciri-cirinya adalah sebagai berikut;

  1. Daun

Daun yang ada pada tanaman suweg memiliki warna yang tidak jauh berbeda dengan bagian tangkainya, yaitu hijau muda. Daunnya tumbuh dengan lebat, pada setiap tangkai terdiri lebih dari lima buah daun yang kedudukannya berselang-seling. Daunnya berbentuk lonjong dengan banyak guratan lurus menyerupai sirip ikan.

  1. Batang

Arti batang pada tanaman suweg merupakan batang semu. Tumbuh tegak lurus, dengan bagian tubuh yang lunak. Ketika berusia muda, struktur batang akan berwarna hijau, sementara semakin tua warnanya akan berubah lebih gelap dengan belang-belang putih.

Permukaan batang atau tangkai pada tanaman suweg bertekstur kasar bila diraba. Tinggi dari tanaman suweg mencapai 1,5 meter dengan tiga bagian cabang sekunder pada puncaknya.

  1. Bunga

Pengertian bunga pada tanaman suweg akan muncul ketika simpanan energi yaitu tepung yang terkandung pada umbi sudah cukup untuk melakukan pembungaan. Saat bunga mulai berkembang, bagian daun dan tangkai tanaman suweg akan layu.

Bunga tanaman suweg memiliki warna terang hampir gelap seperti merah keunguan. Bunganya adalah jenis majemuk seperti khas pada tanaman talas-talasan. Bunga yang tumbuh pada tongkol dilindungi oleh seludang bunga. Kuntum pada bunga tersusun tidak sempurna.

  1. Umbi

Umbi merupakan bagian dari fase generatif dari tanaman suweg. Adanya umbi ditandai dengan tumbuhnya bunga pada bagian tanaman. Umbi tanaman suweg berukuran cukup besar dengan bentuk yang bulat. Umbi tanaman memiliki kulit yang berwarna cokelat dengan bagian dalam berwarna putih seperti warna pada tanaman singkong. Di dalamnya terkandung banyak zat pati dan senyawa-senyawa lain yang baik jika dikonsumsi.

Manfaat Tanaman Suweg

Tanaman suweg memang dikenal sebagai tanaman yang tumbuh liar. Walaupun demikian, kegunaannya cukup banyak dan dapat dimanfaatkan dalam keseharian. Manfaat dari tanaman suweg akan diperoleh apabila dikonsumsi melalui pengolahan tertentu. Manfaat tanaman suweg akan berdampak bagi kesehatan tubuh, selain itu juga sebagai ketahanan pangan.

  1. Kesehatan Tubuh

Umbi dari tanaman suweg mengandung gizi utama berupa karbohidrat, lemak, protein, kalsium,  vitamin C, vitamin B1, fosfor, dan zat besi. Senyawa lain yang melengkapinya adalah flavonoida, polifenol, serta saponin. Dengan kandungan yang sangat kompleks, tanaman suweg berguna bagi kesehatan tubuh manusia, yaitu diantaranya :

  1. Menurunkan dan mengontrol kadar gula darah untuk mencegah penyakit diabetes melitus (kencing manis).
  2. Kandungan karbohidrat mampu menambah dan memenuhi kebutuhan energi harian.
  3. Dapat menyembuhkan luka, serta mengandung zat anti racun dari sengatan atau gigitan hewan berbisa.
  4. Memelihara kekuatan gigi dan kepadatan tulang agar tidak mudah keropos (osteoporosis).
  5. Memiliki sifat anti inflamasi untuk mencegah peradangan ataupun pembengkakan.
  1. Diversifikasi Pangan

Diversifikasi pertanian pada pangan adalah istilah untuk penganekaragman bahan pangan. Masyarakat Indonesia umumnya dominan mengonsumsi nasi yang berasal dari beras sebagai bahan makanan utamanya. Padahal masih banyak jenis lain dengan fungsi yang sama dapat memenuhi kebutuhan pangan.

Terdapat salah satu program yang bernama swasembada, yang menggantikan jenis tanaman pangan menjadi beras. Akibatnya pasokan beras berkurang lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan. Pada kondisi inilah diperlukan keanekaragaman jenis pangan.

Umbi suweg merupakan salah satu alternatif pengganti beras yang cukup baik dengan berbagai macam kandungan di dalamnya.

Pada satu tanaman suweg, beberapa bagian tubuhnya dapat dimanfaatkan menjadi bahan pangan. Diantaranya adalah:

  1. Daun muda tanaman suweg dapat dimanfaatkan menjadi sayuran tumis.
  2. Umbi suweg memiliki lebih banyak kegunaan yaitu diolah menjadi tepung dan tepung fermentasi suweg. Selain itu juga merupakan bakal tanaman suweg lainnya. Industri makanan juga dapat diisi dengan umbi suweg yang diolah menjadi keripik atau rebusan. Terakhir, kandungan pati pada umbi suweg dapat dimanfaatkan sebagai lem, bahan bakar alam, dan sirup glukosa.

Cara Budidaya Tanaman Suweg

Tanaman suweg merupakan tanaman golongan tumbuhan liar, akan tetapi bukan berarti tanaman ini tidak dapat dipelihara atau dibudidayakan. Bahkan dengan manfaatnya yang sedemikian rupa, melalui arti budidaya tanaman suweg dapat diperoleh keuntungan yang cukup banyak. Cara budidaya dari tanaman suweg dapat disimak di bawah ini.

  1. Persiapan Lahan

Tanaman suweg dapat ditanam pada lahan datar atau lahan miring. Faktor yang menentukan kesuburannya adalah intensitas cahaya yang didapat oleh tanaman yaitu sekitar 60-70%.

  1. Lahan datar, sebelum ditanam lahan harus dibersihkan dari semak-semak. Lalu dibuat gundukan tanah dengan lebar 50 cm dan tinggi 25 cm. Jarak harus diatur sedemikian rupa agar setiap tanaman tumbuh subur.
  2. Lahan miring, tidak perlu lagi diolah. Cukup dibuat lubang sebagai ruang tumbuh bibit yang akan ditanam.
  1. Persiapan Bibit

Tanaman suweg dapat diperbanyak dengan cara vegetatif atau generatif. Biasanya digunakan umbi sebagai fase generatif sebagai bibit bakal dari individu baru. Bibit pada tanaman hanya dibutuhkan sekali tanam, karena setelah dipanen maka akan tumbuh individu baru dengan sendirinya.

  1. Penanaman

Bibit tanaman akan lebih baik jika ditanam pada musim penghujan. Tahapan menanamnya yaitu sebagai berikut :

  1. Bibit dimasukkan ke dalam lubang dengan tunas yang menghadap ke atas.
  2. Jika sudah bibit ditutup dengan tanah halus setebal kurang lebih 3 cm.
  3. Setiap lubang ditanam satu bibit dengan jarak masing-masing 50 cm.
  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman suweg tidak jauh berbeda dengan tanaman lain, yaitu dengan pembersihan tanah sekitar tanaman, pemupukan dan perlindungan dari hama tertentu. Ketiganya dilakukan secara intensif agar tidak ada gangguan selama tanaman tumbuh. Jika tidak maka kemungkinan akan ada kerusakan atau tanaman tumbuh dengan tidak sehat.

  1. Pertumbuhan

Pada tanaman membutuhkan waktu sekitar 5-6 bulan untuk tumbuh setiap tahunnya. Khususnya pada musim penghujan. Selain waktu tersebut, tanaman akan terlihat layu dan melangsungkan fase generatifnya.

  1. Pemanenan

Proses panen pada tanaman dapat dilakukan ketika tanaman menunjukkan ciri-ciri berupa tumbuh dengan besar dan tinggi maksimal.

Beberapa bagian sudah layu menandakan umbi sudah cukup waktu untuk dipanen. Pemanenan mungkin tidak dilakukan dalam satu waktu jika terdapat umbi yang masih berukuran kecil. Setelah panen yang pertama kalinya, tidak perlu dilakukan pembibitan atau penanaman kembali.

Demikianlah artikel yang bisa kami tuliskan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian tanaman suweg, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidaya. Semoga bisa menambah pengetahuan bagi kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *