Tanaman Teh, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tanaman Teh

Pernahkan Anda meminum teh? Tentunya pernah ya. Penanaman tanaman teh, biasanya dilakukan dalam operasi komersial besar. Tanaman Teh atau dalam Bahasa Latin Camellia sinensis ini dipetik daun muda dan kuncup daunnya yang digunakan untuk memproduksi minuman teh diproduksi yang biasanya kita minum. Camellia sinensis adalah tanaman asli Asia Timur, anak benua India dan Asia Tenggara, tetapi saat ini dibudidayakan di seluruh dunia di daerah tropis dan subtropis, dengan curah hujan setidaknya 127 cm (50 inci) setahun.

Tanaman teh lebih menyukai lokasi yang kaya dan lembab di bawah sinar matahari penuh. Untuk memperjelas pengetahuan kita tentang Teh, artikel ini akan mengulas tentang pengertian tanaman teh, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidaya.

Teh

Camellia sinensis (atau tanaman teh) digunakan untuk membuat minuman tradisional berkafein yang kita kenal dengan minuman teh, termasuk teh hitam (atau Teh merah), teh putih, teh oolong, dan teh hijau. Daunnya berwarna hijau mengkilap dengan tepi bergerigi dan memiliki bentuk dan ukuran yang sama dengan daun salam.

Nama Camellia berasal dari nama Latin yang merujuk pada Pendeta Georg Kamel, S.J (1661 – 1706). Ia adalah seorang pendeta kelahiran Ceko yang menjadi seorang pakar botani dan misionaris. Sedangkan sinensis dalam bahasa Latin artinya Cina.

Pendeta yang  bernama Kamel tersebut memang bukanlah yang menemukan maupun menamai tanaman ini. Akan tetapi, Carolus Linnaeus, yaitu sang pencipta sistem taksonomi yang hingga kini masih digunakan, memilih nama Kamel sebagai penghargaan atas kontribusi Kamel terhadap sains. Nama lama untuk tumbuhan teh yaitu Teha bohea, Teha sinensis, dan Teha viridis.

Pengertian Tanaman Teh

Tanaman teh (Camellia sinensis) merupakan  salah satu tanaman perdu berdaun hijau (evergreen shrub) yang bisa tumbuh dengan tinggi 6 sampai dengan 9 m. Di wilayah perkebunan, tanaman teh dipertahankan dengan ketinggian hingga 1 m dengan pemangkasan secara berkala.

Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah  pemetikan daun agar didapatkan tunas-tunas daun teh yang cukup banyak. Pada umumnya tanaman teh tumbuh di daerah yang memiliki iklim tropis dengan ketinggian antara 200 s/d 2000 m dpl dengan suhu cuaca antara 14°C sampai dengan 25°C (Ghani, 2002).

Pengertian Teh Menurut Para Ahli

Adapun definisi teh menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

Syakir  (2010)

Tanaman  teh  adalah  tanaman  tahunan yang   diberi   nama   seperti    Cammelia   Teha   dan   Cammelia   sinensis. Tanaman  teh  terdiri  atas banyak  spesies  yang  tersebar  di  Asia  tenggara, India, Cina Selatan, Laos, Muanghai Utara, dan Burma.

Siswoputranto (2008)

Teh  dihasilkan  dari  pucuk  pucuk  tanaman  teh  yang  dipetik  dengan siklus  7-14  hari  sekali. Hal  ini  tergantung  dari  keadaan  tanaman  masing-masing  daerah, karena  bisa  mempengaruhi  jumlah  hasil  yang  didapatkan. Cara  pemetikan  daun Teh, bukan hanya mempengaruhi  jumlah  hasil  teh, tapi juga  sangat mempengaruhi mutu teh yang dihasilkan.

Klasifikasi Teh

Berikut ini klasifikasi tanaman Teh, yaitu sebagai berikut;

  • Kingdom         : Plantae
  • Divisi               : Spermatophyta
  • Sub Divisi       : Angiospermae
  • Kelas               : Dicotyledone
  • Sub Kelas        : Chorripettalae 
  • Ordo                : Trantroemiaceae
  • Famili              : Tjeaccae
  • Genus              : Cammellia
  • Species            : Cammellia sinensis
  • Varietas           : Varietas Sinensis dan Varietas Assamica

Camellia sinensis sinensis (teh Cina) adalah tanaman asli Tiongkok dan tumbuh subur dalam suhu dingin dan elevasi tinggi. Biasanya ditanam di lereng gunung, menghasilkan rasa yang lebih manis, lebih lembut untuk teh hijau dan teh putih.

Camellia sinensis assamica (teh Assam atau teh India) tumbuh subur di wilayah Assam di India Utara. Tanaman ini dianggap lebih tropis daripada varietas Cina-nya, tumbuh lebih besar dan menghasilkan daun lebih besar (karena iklim dengan hujan yang banyak dan suhu hangat). Varietas ini digunakan untuk teh seperti teh hitam, oolong, dan pu-erh.

Ciri Morfologi Teh

Berikut ini ciri morfologi tanaman Teh, antara lain adalah sebagai berikut;

Daun

Tanaman teh berdaun tunggal yang tumbuh berselang-seling pada cabang yang tumbuh dari ketiak daun dibagian bawah tajuk. Bentuk helaian daun teh yaitu berbentuk langset dengan tulang daun yang menyirip dan runcing pada bagian ujungnya.

Tepi daun teh lancip bergerigi. Daun yang muda warnanya lebih terang dan ukurannya lebih lebar daripada daun tua, yaitu sekitar 2,5-25 cm dan pucuk serta ruas lebih banyak rambutnya. Sedangkan daun tua mempunyai warna hijau kelam dengan permukaan yang lebih licin dibanding daun muda.

Daun teh mengalai dua fase pertumbuhan, yaitu fase aktif dan fase inaktif. Fase aktif ialah fase pertumbuhan normal atau disebut juga dengan fase peko, sedangkan fase inaktif ialah fase istirahat pertumbuhan tuna.

Akar

Tanaman teh memiliki perakaran tunggang dengan cabang yang berjumlah hanya sedikit. Tanaman teh memiliki perakaran yang dangkal dan cukup peka terhadap keadaan fisik tanah. Kemampuan akar  untuk menembus tanah yang keras sangat terbatas, sehingga akar akan mengalami perkembangan pada solume tanah hingga kedalaman 23 cm saja.

Pada akar tanaman teh terdapat lapisan yang menyerupai gabus yang memiliki fungsi untuk mencegah keluar masuknya air dan sebagai tempat menyimpan makanan yang sebagian besar adalah karbohidrat. Karbohidrat yang disimpan dalam akar tersebut memiliki peran penting untuk pertumbuhan pucuk baru setelah dilakukan pemangkasan.

Batang

Tanaman teh memiliki makna batang yang tumbuh lurus dan berjumlah banyak. Akan tetapi, batang tanaman teh berukuran kecil. Jika batang ini tidak dipangkas, maka akan tumbuh membentuk tajuk seperti pohon cemara.

Bunga

Tanaman teh memiliki bunga yang termasuk dalam pengertian bunga tunggal yang keluar dari ketiak daun pada cabang-cabang dan ujung batang. Bunga ini memiliki kelopak yang berjumlah sekitar 5-6 helai dengan warna putih dan berbau harum.

Dalam perkembanganya, bunga teh mengikuti tahap pertumbuhan daun dan sebagian besar self steril. Biji yang dihasilkan dari bunga yang mengalami penyerbukan sendiri biasanya tumbuh merana.

Sedangkan, bunga yang sempurna mempunyai putik dengan mahkota 5-7 buah dan tangkai sari yang panjang. Pada bagian dalam terdapat benang sari kuning yang bersel kembar dan menonjol 2-3 mm ke atas.

Buah dan Biji

Definisi buah tanaman teh masih berwarna hijau bersel tiga dengan dinding yang cukup tebal. Pada awalnya, buah akan tampak mengkilap, tapi semakin tua akan berubah warna menjadi lebih suram dan bertekstur kasar.

Biji teh termasuk pada arti biji yang berkeping dua dengan kotiledon yang ukuranya besar, dan apabila dibelah akan tampak embrio akar dan tunas. Biji tersebut berwarna coklat dan mempunyai tiga ruang, dengan kulit tipis, bentuknya bundar pada satu sisi, dan datar pada sisi yang lain.

Manfaat Teh

Tanaman teh dikenal sebagai sumber antioksidan potensial yang memiliki manfaat untuk kesehatan. Para peneliti dari University of Kansas menduga bahwa kekuatan antioksidan pada teh yaitu sekitar 100 kali lebih besar dibandingkan vitamin C, 25 kali lebih besar dibandingkan vitamin E.

Selain itu, dua kali lebih efektif jika dibandingkan antioksidan yang ditemukan dalam anggur merah dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Berdasarkan sumber ilmiah, manfaat tanaman teh antara lain:

  1. Mengurangi risiko kanker (kanker perut, kanker payudara, kanker kandungan, kanker prostat, kanker rongga mulut)
  2. Menurunkan kadar kolesterol darah
  3. Mencegah tekanan darah tinggi
  4. Membunuh bakteri
  5. Menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler
  6. Mencegah nafas tidak sedap. Selain itu teh juga digunakan untuk berbagai produk kecantikan.

Bukan hanya pemanfaatan untuk kesehatan tubuh manusia, tapi keberadaan tanaman teh yang telah menjadi perkebunan Teh dapat menjadi peluang wisata agro/agrowisata. Beberapa destinasi wisata dari jenis perkebunan teh diantaranya yaitu Kebun Teh Gunung Mas Puncak di Bogor dan Kebun Teh Wonosari Lawang Malang di Jawa Timur

Cara Budidaya Teh

Berikut ini pedoman dalam pengertian budidaya tanaman Teh, yaitu:

Pembibitan

Langkah-langkah dalam melakukan pembibitan, antara lain:

  • Pemilihan Lokasi

Lokasi yang berdrainase baik dan dekat dengan kebun yang akan ditanam, supaya lebih mudah dalam melakukan pengangkutan. Dalam melakukan pembibitan juga perlu untuk membuat naungan. Naungan kolektif dibuat dengan ketinggian 2 meter di tas tanah, sedangkan luas bangunannya tergantung kebutuhan bibit atau luasan tanam.

  • Persiapan media tanam

Top soil dan sub soil diayak secara terpisah dengan ayakan kawat berdiameter 0.5-1 cm, agar terbebas dari sisa kotoran sampah, atau batu. Kemudian campur media tanam tersebut dengan pupuk sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Apabila pH tanah masam, maka perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu. Kemudian isikan ke dalam polybag dengan perbandingan1/3 sub soil dan 2/3 top soil.

  • Pembuatan Bedengan

Bedengan yang dibuat memiliki ukuran tinggi 20 cm lebar 1m dan panjang 10-15m, ini tergantung kebutuhan.

  • Pengisian kantong plasik

Kantong plastik diisi 2/3 bagiannya selanjutnya disusun diatas bedengan.

  • Pembuatan sungkup plastik

Rangka sungkup plastik dibuat dari bambu yang berbentuk setengah lingkaran dengan ketingian bagian tengah 60 cm dan bagian tepi 40 cm.

  • Penanaman setek

Perlu dilakukan menyiraman terlebih dahulu pada media tanamnya, sampai cukup basah. Selanjutnya tanam setek sedalam 4-5 cm, kemudian tutup dengan sungkup plastik, biarkan selama 3 bulan. Dua minggu setelah 3 bulan sungkup dibuka 2 jam yaitu dari pukul 7 hingga 9. Dua minggu berikutnya 4 jam, kemudian 6 jam/hari, setelah itu sungkup bisa dibuka seluruhnya.

Penanaman

Langkah-langkah dalam penanaman teh dilapangan adalah sebagai berikut:

  1. Pembongkaran pohon dan pembebasan semak dan gulma
  2. Penggemburan tanah
  3. Pembuatan lubang tanam
  4. Penentuan waktu tanam
  5. Jarak tanam, umumnya jarak tanam yang digunakan adalah empat perseguí panjang, dengan jarak tanam 90 x 120 cm dan 70 x 100 cm.

Pemeliharaan tanaman

Langkah-langkah dalam memelihara tanaman Teh, yaitu:

  • Penyiangan

Pengendalian gulma pada teh bisa dilakukan secara mekanis dan cara kimia. Secara mekanis yaitu dengan cara mengorek dan mencangkul di sekitar tanaman. Metode ini sangat sesuai untuk tanaman teh yang masih muda.

Sedangkan pengendalian secara kimia dilakukan dengan menggunakan herbisida. Hal ini umum dilakukan pada beragam contoh tanaman perkebunan-perkebunan teh. Pengendalian secara kimia lebih menguntungkan karena:

  1. Pemakaian tenaga kerja lebih sedikit
  2. Menghindari kerusakan akar teh muda
  3. Mengurangi biaya pada periode berikutnya

Pemupukan

Pemupukan adalah salah satu upaya untuk mendorong peningkatan produksi. Melalui kegiatan pemupukan, maka kebutuhan tanaman akan unsur hara dapat dipenuhi. Dosis pemupukan harus ditetapkan berdasarkan analisa tanah dan tanaman.

Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman Teh dapat dilakukan sesuai dengan besarnya tingkat serangan. Pengendalian ini dapat dilakukan dengan secara mekanis dan kimia.

Demikianlah serangkaian artikel yang telah kami tuliskan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian tanaman teh menurut para ahli, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidaya di bidang pertanian. Semoga bisa bermanfaat, trimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *