Tanaman Tempuyung, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Tempuyung

Apabila kita sedang berbicara jenis tanaman obat dan khususnya yang ada di negara Indonesia, maka jenis tanamannya begitu banyak bahkan seringkali dimanfaatkan karena memiliki khasiat yang sangat beragam. Salah satu jenis tanaman yang bisa dijadikan obat ialah tempuyung. Mungkin sebagian orang pernah belum pernah mendengar tanaman ini, dan sebetulnya tempuyung memiliki banyak kandungan yang bisa dijadikan sebagai obat untuk menjaga kesehatan.

Tanaman tempuyung merupakan salah satu tanaman yang sangat mudah ditemukan di wilayah tropis seperti Indonesia. Terlebih lagi jika daerahnya dekat dengan padang rumput yang terbuka dan cahaya matahari mudah masuk maka tempuyung pasti hidup disekitar area itu.

Tanaman Tempuyung

Tanaman yang memiliki nama latin sonchus arvensis ini merupakan tanaman herbal daun yang berguna untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Beberapa macam penyakit yang bisa disembuhkan dengan tanaman tempuyung ialah demam, kencing batu, usus buntu, bisul, batu ginjal, dan menurunkan berat badan.

Pohon tempuyung juga memiliki sejumlah nama yang dikenal banyak orang, seperti lempung jombang, galibug, rayana, dan lampenas. Tempuyung ini termasuk jenis tanaman yang masuk pada kategori suku Asteraceae dan mudah berkembang biak.

Klasifikasi Tempuyung

Adapun untuk klasifikasi ilmiah yang ada dalam tumbuhan tempuyung, antara lain sebagai berikut;

Kingdom Plantae
Sub kingdom Tracheobionta
Super divisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Dicotyledonae
Sub kelas Rosidae
Ordo Asterales
Family Compositae
Genus Sonchus
Spesies Sonchus arvensis Linn

Ciri Morfologi Tempuyung

Morfologi tempuyung kita bahas satu persatu mulai dari akar hingga bunga dari tanaman tersebut yang diuraikan sebagai berikut;

  1. Batang

Morfologi pertama datang dari arti batang tanaman tempuyung. Batang dari tanaman ini sangat unik yaitu mempunyai lubang dan getah yang berwarna hijau. Oleh karena itu pada saat pemanenan seringkali petani menggunakan sarung tangan agar tidak terkena getah dan bulu yang bisa membuat gatal pada kulit.

Batang dari tanaman ini juga berbulu dan ukuran batang tidak terlalu besar. Tumbuhan ini memiliki batang dengan bentuk bulat, dan lunak serta memiliki ketinggian kurang lebih 65 hingga 150 cm saja.

  1. Akar

Morfologi kedua dari tanaman tempuyung yaitu bagian akarnya. Tanaman ini memiliki arti akar tunggang yang kokoh, sehingga bisa menyerap air dan unsur hara yang ada di dalam tanah. Selain itu tanaman tempuyung juga sering memunculkan tunas pada akar.

Oleh karena itu, tunas pada tanaman ini menjadi salah satu cara yang sangat mudah digunakan para petani untuk membudidayakan tempuyung. Akar tanaman tempuyung juga memiliki tekstur yang cukup lunak dan bukan termasuk jenis tanaman berkayu, sekaligus membutuhkan lahan yang langsung terkena cahaya matahari. Sehingga sangat tidak mungkin jika tanaman tempuyung hidup dibawah pohon besar.

  1. Daun

Morfologi selanjutnya yang bisa kita pelajari dari tanaman tempuyung adalah bagian daunnya. Daun pada tanaman ini merupakan salah satu bagian yang khas atau identik dalam tanaman ini. Daun tanaman tempuyung termasuk jenis daun tunggal yang memiliki bentuk lonjong dan dibagian ujungnya meruncing.

Bagian tepi daun bergerigi dan tidak beraturan. Sedangkan permukaan daunnya cukup licin dan tempuyung sendiri juga memiliki warna daun yang hijau keunguan.

Bagian bawah daun yang terpusat biasanya membentuk roset. Sementara bagian atasnya mempunyai area selang-seling yang memeluk batang daun ini dan di bagian ini sering digunakan untuk obat dan dianggap berkhasiat untuk mengurangi terjadinya batu ginjal.

Daun tanaman tempuyung juga memiliki panjang kurang lebih 6 hingga 48 cm saja. Sedangkan lebarnya yaitu sekitar 3 sampai 12 cm, selain itu bagian helaian daun berbentuk lanset ataupun biasa disebut berbentuk lonjong, dan mempunyai bagian pangkal yang bentuknya seperti jantung.

  1. Bunga

Morfologi terakhir dari tanaman tempuyung yang bisa diperhatikan adalah morfologi bagian bunga dan juga buahnya. Pada bagian buah, tanaman tempuyung memiliki jenis buah yang berbentuk seperti kotak yang panjang dan berusuk 5.

Selain itu buah tempuyung juga memiliki bentuk yang pipih dan terdapat rambut yang berwarna kehitaman. Sementara itu bagian buah tempuyung biasanya juga terdapat biji yang ada didalamnya dan berukuran kecil serta ringan bahkan hampir mirip dengan serbuk.

Disisi lain untuk bunga pada tanaman tempuyung ini memiliki bentuk malai dan kelopak bunga mirip dengan lonceng.

Sedangkan mahkota dari bunga tempuyung ini biasanya terbentuk karena adanya kumpulan jarum, yang kuning maupun putih yang ada pada tanaman. Sehingga arti bunga yang terbentuk sangat kecil dan mungkin tidak terlihat secara sekilas.

Manfaat Tempuyung

Berikut ini merupakan beberapa manfaat yang bisa kita peroleh dari tanaman tempuyung untuk pengobatan yang berkhasiat yaitu:

  1. Mengatasi Batu Ginjal atau Kencing Batu

Daun tempuyung pada dasarnya sudah dimanfaatkan sejak lama untuk pengobatan tradisional dan menyembuhkan penyakit batu ginjal atau kencing batu. Ekstrak yang ada pada daun tempuyung ini sangat ampuh melarutkan dan menghancurkan batu ginjal.

Sehingga cara ini bisa dicoba bagi penderita penyakit kencing batuginjal yaitu dengan merebus beberapa lembar daun tempuyung kering. Kemudian saring dan minum airnya maka jika dilakukan dengan rutin penyakit akan sembuh.

  1. Mengontrol Tekanan Darah

Manfaat tanaman tempuyung ini juga sangat efektif untuk mengontrol dan menurunkan tekanan darah. Cara mengkonsumsinya yaitu makan saja lalapan daun tempuyung yang sudah dikukus. Selain memberikan kenikmatan pada makanan dengan ditambahnya sambal juga bisa membantu menjaga kesehatan.

  1. Mengatasi Penyakit Asam Urat

Bagi anda yang sedang mengalami penyakit asam urat maka bisa mencoba daun tempuyung sebagai obatnya. Kandungan pada tempuyung yang kaya dengan flavanoid ini bisa bermanfaat untuk meredakan nyeri pada penyakit yang banyak dialami orang lanjut usia ini.

  1. Mengobati Luka Bakar

Salah satu bahan alami yang bisa kita gunakan untuk mengobati luka bakar karena terkena api atau benda maupun cairan panas yaitu dengan tanaman tempuyung. Kandungan daun tempuyung yang dingin berkhasiat untuk mengatasinya yaitu dengan cara menumbuk daun dan menempelkannya pada bagian yang terluka.

  1. Mengatasi Memar Tubuh

Luka memar bisa terjadi akibat benturan maupun pukulan benda yang tumpul. Salah satu cara untuk mengobati luka seperti ini yaitu bisa menggunakan beberapa lembar daun tempuyung yang ditumbuk lalu ditempelkan pada tubuh yang sakit maka luka memar akan segera membaik kembali.

  1. Menguatkan Tulang

Kandungan kalsium pada tanaman tempuyung sangat berkhasiat untuk menguatkan tulang sekaligus mencegah pengeroposan tulang. Sehingga mengkonsumsi rebusan herbal ini secara teratur sangat bisa menjaga kesehatan tulang kita.

  1. Mengobati Diare

Gangguan pencernaan seperti diare biasanya terjadi karena serangan bakteri, terutama melalui makanan. Agar kita bisa menyelesaikan permasalahan ini maka tanaman tempuyung bisa dimanfaatkan dengan cara meminum rebusan daun tempuyung yang kaya akan senyawa kimia.

Teknik Budidaya Tempuyung

Adapun untuk teknik dalam proses pembudidayaan tanaman tempuyung ini antara lain sebagai berikut;

  1. Persiapan Lahan Tanam Tempuyung

Sebelum melakukan penanaman maka lahan tanam perlu diolah terlebih dahulu. Buatlah bedengan dengan ukuran sekitar 20 cm hingga 30 cm dan panjang bedengan disesuaikan dengan lahan. Setelah itu lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk organik pada lahan.

Setelah persiapan lahan pertanian sudah dilakukan dengan baik, maka proses selanjutnya yaitu menyiapkan bibit. Pilihlah bibit yang berkualitas agar hasil tanaman bagus. Jika bibit telah tumbuh dengan ketinggian kira-kira 10 cm atau sudah berumur sekitar dua bulan maka bisa dipindakan ke lahan tanam.

  1. Menanam

Proses penanaman bisa dilakukan dengan cara menanam benih ke dalam lubang tanam dengan kedalaman kurang lebih 5 cm. Kemudian padatkan dengan tanah yang ada disekitar pangkal bibit. Bibit-bibit tersebut memiliki jarak tanam sekitar 30 sampai dengan 40 cm.

  1. Memelihara

Meskipun tempuyung termasuk jenis tanaman yang bisa tumbuh disegala tempat namun perawatan tetap perlu dilakukan agar bisa menjaga pertumbuhan dari tanaman tempuyung ini. Perawatan intensif yang harus dilakukan diantaranya seperti penyiraman, pemupukan, pengendalian jenis hama tanaman, penyiangan, dan penyulaman.

  1. Masa Panen

Tempuyung bisa dipanen pertama kali pada saat berumur 2,5 sampai dengan 3 bulan. Pemanenan daun tempuyung bisa dilakukan dengan cara memotong daun dan batangnya hingga ke pangkal dengan memakai gunting maupun pisau yang tajam.

Itulah tadi artikel yang bisa kami bagikan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman tempuyung, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan teknik pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberi edukasi bagi kalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *