Tanaman Temu Kunci, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Temu Kunci
Membahas tentang tumbuhan rimpang-rimpangan, terdapat beberapa jenis yang sangat familiar bagi kita, contohnya tanaman jahe, tanaman kunyit, dan lengkuas. Padahal tumbuhan dari famili zingiberaceae ini terdiri dari lebih banyak jenis, umumnya digunakan sebagai bumbu masakan. Salah satunya adalah temu kunci.

Dari namanya kita dapat mengetahui fakta lain bahwa temu kunci juga berkerabat dekat dengan temu lawak dan temu ireng. Keduanya juga merupakan tanaman rimpang. Setiap tanaman yang memiliki rimpang mempunyai keunikan khusus pada bagian akar yang terdiferensiasi menjadi rimpang. Selanjutnya bagian rimpang inilah yang dimanfaatkan sebagai bumbu dapur atau obat-obatan.

Tanaman Temu Kunci

Temu kunci adalah nama lokal dari tanaman jenis rimpang ini. Dalam bahasa Inggris temu kunci dikenal dengan fingerroot atau chinese ginger. Sementara itu di Tiongkok sebutan untuk temu kunci adalah Suo Shi atau Ow Sun Zhiang.

Di Indonesia pun sebutan atau nama dari temu kunci berbeda-beda berdasarkan wilayah, di Sumatera dikenal dengan koncih, Minangkabau sebutannya adalah tamu kunci, di Bima disebut dumu kunci, dan masih banyak yang lainnya.

Temu kunci merupakan tanaman terna yang dapat tumbuh hingga setinggi 50 cm. Akarnya yang kuat juga menghasilkan rimpang yang dapat digunakan sebagai bumbu masakan di dapur. Tanaman temu kunci memiliki nama latin Boesenbergia rotunda, dan juga termasuk ke dalam tanaman rempah-rempahan.

Tanaman temu kunci mudah ditemukan pada hutan lebat hingga mencapai ketinggian 1000 meter. Mulanya temu kunci adalah tanaman liar yang tumbuh pada hutan-hutan. Namun saat ini keberadaannya dibudidayakan dan menjadi komoditas pada wilayah Indonesia, khususnya pulau Jawa.

Klasifikasi Temu Kunci

Adapaun klasifikasi ilmiah pada tumbuhan temu kunci, antara lain sebagai berikut;

Kingdom Plantae
Sub kingdom Tracheobionta (tanaman berpembuluh)
Super Divisi Spermatophyta (tanaman berbiji)
Divisi Magnoliophyta (tanaman berbunga)
Kelas Liliopsida (monokotil)
Sub kelas Zingiberidae
Ordo Zingiberales
Famili Apiaceae
Genus Boesenbergia
Spesies Boesenbergia rotunda

Morfologi Temu Kunci

Tanaman temu kunci merupakan bagian dari kelas Liliopsida dengan biji berkeping satu (monokotil). Salah satu ciri morfologi khusus yang dimiliki tanaman temu kunci dan juga tanaman rimpang-rimpangan lain adalah tidak ditemukannya batang sejati. Jenis batang tanaman rimpang umumnya merupakan batang semu yang bagiannya adalah terusan dari pelepah daun. Ciri-ciri morfolofi lebih detail berada pada penjelasan di bawah ini.

  1. Daun

Pada satu pohon temu kunci, daun tumbuh kurang lebih sebanyak 5 helai. Tidak ditemukan batang pada tanaman temu kunci, hanya terdapat pelepah yang memanjang dengan warna merah. Panjang pelepah daun dapat mencapai 7-16 cm, bentuknya seperti saluran yang semakin ke bawah semakin meutup.

Helai daun temu kunci berbentuk elips dengan ujung meruncing. Permukaan daun licin, dan pada bagian dasar dekat pelepah bentuknya membulat. Warna daun yaitu hijau muda dan akan berubah menjadi hijau tua jika umur tanaman sudah cukup tua.

  1. Bunga

Bunga tanaman temu kunci adalah bunga majemuk terminal pada batang semu. Arti bunganya muncul pada bagian dalam pelepah hingga keluar. Kelopak bunga berukuran sekitar 1,5-2 cm dengan bagian ujung yang membelah. Sementara mahkota bunga berukuran 4,5 sampai dengan 5,5 cm dengan bentuk tabung yang mempunyai cuping panjang.

Bunga temu kunci memiliki wangi yang khas. Tangkai sari dan putiknya berukuran kecil tidak terlalu jelas pada bagian tengah bunga.

  1. Akar

Akar tanaman temu kunci ketika berumur tua akan berdiferensiasi menjadi rimpang. Bentuknya panjang menjulur ke bawah dan bulat. Permukaan rimpang berwarna kuning kecoklatan dan permukaannya cukup halus jika dibandingkan dengan jenis rimpang-rimpang lain.

Manfaat Tanaman Temu Kunci

Seperti yang sudah diulas sebelumnya, tanaman temu kunci yang merupakan bagian dari rimpang-rimpangan sering ditemukan di dapur sebagai rempah-rempah atau bahan masakan. Namun selain itu manfaat lain dari temu kunci ternyata banyak yang digunakan sebagai obat herbal dari beberapa penyakit. Dengan demikian, temu kunci dapat menjadi bahan utama atau alternatif pada penyakit-penyakit berikut.

  1. Obat Masuk Angin

Temu kunci dapat menjadi obat untuk masuk angin, caranya yaitu dengan mencampurkan teh adas dan pulasari lalu dihaluskan. Setelah itu ditempelkan ke bagian perut 1 sampai 2 kali dalam satu hari. Selain masuk angin, dengan cara yang sama temu kunci juga dapat meredakan kembung.

  1. Obat Panas Dalam

Campuran temu kunci dengan daun kumis kucing dan daun sosor bebek dapat berkhasiat menyembuhkan panas dalam. Rebusan campuran tersebut diminum sekurang-kurangnya dua kali sehari.

  1. Sulit Buang Air Kecil

Bahan yang sudah dihaluskan dari campuran temu kunci, adas, dan pulasari dapat dijadikan ramuan atau tapal. Tapal ini selanjutnya ditempelkan pada perut untuk mengatasi gangguan buang air kecil. Selain itu, dengan cara yang sama dapat digunakan pada bagian tubuh yang terserang gatal-gatal.

  1. Penambah Stamina

Jika badan terasa tidak sehat dan kurang bugar, campuran rimpang temu kunci dengan temu lawak dapat mengatasi keluhan tersebut. Camuran tersebut hanya perlu dihaluskan dan dicampur air,  perasannya diminum. Dapat dicampurkan dengan madu agar rasanya tidak terlalu hambar.

  1. Perangsang ASI

Ibu menyusui terkadang memiliki masalah dengan tidak keluarnya ASI untuk asupan makan bayi. Temu kunci mampu merangsang keluarnya ASI dengan cara dipotong kecil-kecil lalu direbus. Dari airnya ditambahkan sedikit garam, dengan meminum ramuan tersebut ASI akan terangsang untuk keluar.

Sebagai perangsang ASI temu kunci dapat diminum setelah persalinan selesai. Rimpang temu kunci dicampurkan dengan temu lawak terlebih dahulu.  Lalu bisa ditambahkan sedikit madu agar rasa campuran sari temu kunci dan temu lawak tidak terlalu hambar. Ramuan dapat diminum setiap hari sebanyak satu gelas.

Anjuran meminum ramuan temu kunci, temu lawak, dan madu ini adalah pada minggu pertama setelah melahirkan. Selain merangsang ASI, dengan meminumnya tubuh akan kembali bugar lebih cepat. Sebab temu kunci mengandung senyawa-senyawa yang dapat mengembalikan kebugaran yaitu pati, saponin, dan flavonoid. Ketiganya adalah senyawa kimia yang terkandung di dalam rimpang temu kunci.

  1. Antimikroba

Dengan banyaknya khasiat dan manfaat yang terkandung dalam temu kunci dan banyak digunakan untuk kesehatan. Penelitian masa kini tertarik untuk lebih lanjut meneliti kandungan temu kunci. Salah satu hasilnya adalah temu kunci bermanfaat sebagai antimikroba.

Sebagai antimikroba, khasiat temu kunci dapat dinikmati dalam olahan sehat dan juga enak, yaitu dibuat sayur. Temu kunci yang disayur dengan campuran bayam, jagung muda, dan tomat dapat dikonsumsi dengan lebih nikmat tanpa mengurangi khasiat dari temu kunci itu sendiri. Seperti yang sering dikenal sebelumnya, temu kunci adalah salah satu rempah yang dapat digunakan untuk memasak.

Khasiat yang akan didapatkan dari olahan sayur tersebut adalah efek antimikroba dari jenis-jenis mikroba yang dapat merugikan tubuh. Misalnya Bacillus sp, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Candida albicans, dan Aspergillus niger.

Namun konsumsi temu kunci haruslah dalam kadar secukupnya, karena jika berlebihan pun akan menyebabkan ketidakseimbangan pada senyawa-senyawa yang ada di dalam tubuh.

Cara Budidaya Temu Kunci

Tanaman temu kunci dapat ditanam pada media apapun, contohnya pada pot atau langsung pada jenis lahan pertanian. Cara menanamnya dapat dilakukan sebagai berikut;

  1. Menanam Temu Kunci di Dalam Pot

Apabila dilakukan penanaman pada tubuhan temu kunci dalam pot, maka langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut;

  1. Terlebih dahulu disiapkan pot dengan ukuran diamter 40 sampai dengan 50 cm.
  2. Lalu disiapkan media tanam yaitu campuran tanah, sekam, dan pupuk kandang
  3. Anakan temu kunci atau bibit ditanam pada pot dan ditaruh pada tempat dengan penyinaran matahari yang cukup.
  4. Tanaman harus disiram setiap harinya, satu kali sehari pada pagi atau sore hari.
  1. Menanam Temu Kunci di Lahan

Sedangkan jikalau dilakukan penanaman pada jenis lahan pertanian maka dapat dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut;

  1. Pilih lahan dengan intensitas penyinaran matahari yang cukup.
  2. Lahan dibersihkan dan dibuatkan lubang dengan kedalaman 10 sampai dengan 15 cm. Diamkan selama tiga hari sebelum ditanam anakan temu kunci.
  3. Anakan temu kunci dimasukkan ke dalam lubang, lalu tutup dengan tanah yang sudah dicampur sekam dan pupuk kandang.
  4. Penyiraman dilakukan secara rutin satu hari sekali pada pagi atau sore hari.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami tuliskan pada semua pembaca berkenaan dengan tanaman temu kunci, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberikan edukasi bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *