Tanaman Terong, Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Terong

Terong adalah jenis tanaman yang sering kita jumpai dipasar. Jenis tanaman ini sudah bukan menjadi sesuatu yang asing bagi kebanyakan orang. Tanaman yang memilik warna khas yaitu hijau dan ungu ini sering digunakan oleh ibu rumah tangga untuk dijadikan masakan.

Tanaman terong memiliki nama ilmiah yaitu solanum melongena L. Tumbuhan yang termasuk sayuran terong juga masuk dalam family solanceae yang mempunyai bagian biji.

Tanaman Terong

Tanaman terong dipercaya berasal dari negara Srilanka atau India yang kemudian tersebar ke Asia Tenggara seperti di china atau tiongkok Penyebaran tanama teorng diyakini bahwa yang menyebarkan adalah pedang yang berasa dari daerah arab. Hal ini dikarenakan tanaman ini kurang memiliki nama nama  yang mencirikan berasal dari Yunani ataupun Romawi.

Klasifikasi Terong

Klasifikasi dalam sistem tumbuhan dinamakan pula sebagai anatomi. Tujuan adanya klasifikasai yaitu untuk membedakan jenis tanamna yang satu dengan lainnya. Terong memiliki klasifikasi dalan sistem tumbuhan yang diuraikan sebagai berikut dibawah ini:

Kingdom Plantae
Sub Kingdom Trachebionta
Super Divisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Sub Kelas Asteridae
Ordo Solanales
Famili Solamaceae
Genus Solanum
Spesies Solanum melonge na L

Ciri Morfologi Terong

Berikut dibawah ini merupakan karakteristik morfologi dari tanaman terong yaitu;

  1. Akar

Karakteristik pertama yang bisa kita pelajari dari tanman terong adalah bagian akarnya. Pohon terong memiliki jenis akar tunggang. Pengertian akar tunggang biasanya mempunyai jenis akar utama dan biasanya ditumbuhi oleh cabang-cabang akar yang lainnya.

Cabang akar yang dimilili pohon terong memilili panjang sekitar 40 sampai dengan 80 cm. Sedangkan akar utamanya sendiri panjangnya kira-kira 80 hingga 100 cm menembus kedalam tanah.

  1. Batang

Bagian kedua dari terong yang mempunyai karakteristik tertentu adalah batangnya. Jenis batang tanaman terong termasuk batang berkayu dan bercabang dengan ukuran yang terbilang pendek. Akan tetapi batang utama dari tanaman terong lebih besar ukurannya dari batang cabang.

Batang terong memiliki fungsi yang cukup berperan penting pada pohon ini. Fungsi batang yaitu menyerap unsur hara dari tanah dan akan membawanya ke bagian lain dari tanaman seperti daun, buah, maupun dahan terong.

  1. Daun

Sayuran terong mempunyai daun yang terdiri dari tangkai dab helaian daun. Daun pada terong memiliki panjang sekitar 12 sampai dengan 20 cm. Sedangkan lebar daun yaitu kira-kira 7 sampai dengan 9 cm. Helaian daun memiliki bagian lain yang terdiru dari tulang daun dan urat – urat daun. Tanaman terong memiliki daun yang berwarna hijau segar.

  1. Bunga

Bunga merupakan bagian dari tanaman yang mempunyai keindahan tersendiri. Biasanya arti bunga berfungsi untuk melakukan penyerbukan dan bisa menghasilkan atau memperbanyak tumbuhan dengan cara yang dibantu oleh serangga atau angin.

Tanaman terong memiliki bunga yang berkelamin ganda.Bunga pada tanaman terong ada dua 2 kelamin yaitu benang sari dan putik. Berdasarkan hal ini bunga pada terong dinamakan sebagai bunga yang sempurna. Benang sari pada bunga ini memiliki jumlah sekitar 5 hingga 6 buah. Sedangkan putiknya berjumlah 2 helai.

  1. Buah

Morfologi terakhir dari pohon terong yaitu bagian buahnya. bagian ini pastinya sudah sering kita jumpai dan sering kita makan. Buah pada pohon terong mempunyai bentuk yang bervariasi mulai dari lonjong, silindris, bulat, dan oval. Buah terong ungu dan hijau biasanya lebih sering ditemui dan sering diolah untuk dijadikan masakan.

Manfaat Terong

Siapa sangka terong yang biasanya kita makan dan bisa diolah menjadi beberapa menu makanan seperti terong goreng, lodeh, sambal terong balado dan lain sebagainya ini ternyata memiliki banyak manfaat yang mungkin jarang diketahui banyak orang. Untuk lebih jelasnya maka berikut dibawah ini merupakan manfaat dari terong yang bisa digunakan untuk menjaga kesehatan diantaranya yaitu:

  1. Menjaga kadar gula darah

Kandungan polifenol yang terdapat pada tanaman terong memiliki antioksidan yang sangat banyak. Kandungan polifenol setelah diuji ternyata bisa digunakan untuk mengurangi penyerapan gula darah yang berlebih. Sehingga dengan mengkonsumsi terang bisa menjaga kadar gula yang ada pada tubuh. Selain itu kandungan serat yang ada pada terong juga berfungsi untuk melancarkan pencernaan.

  1. Memberikan nutrisi pada otak

Terong selain memiliki polifenol didalamnya juga terdapat kandungan antosianin. Kandungan antosianin ini terdapat pada kulit terong.

Fungsi dari kandungan ini yaitu bisa memperlancar aliran darah menuju otak, sehingga otak bisa bisa bekerja dengan maksimal. Mengkonsumsi terong juga bisa dijadikan solusi untuk mencegah sifat pelupa pada seseorang yang usianya semakin bertambah.

  1. Mencegah kanker

Terong yang kita konsumsi bisa menangkal radikal bebas yang masuk dalam tubuh. Sehingga dengan pencegahan radikal bebas maka hal ini juga bisa menekan terjadinya penyakit kanker yang bisa menyerang tubuh. Hal ini disebabkan terong kaya akan antioksidan yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

  1. Menurunkan berat badan

Bagi kalian yang sedang melangsungkan program diet maka jenis sayuran yang bisa anda makan salah satunya ialah terong. Sayuran ini memiliki serat yang tinggi dan rendah kalori. Sehingga dengan mengkonsumsi terong berat badan akan lebih terjaga.

  1. Menjaga kesehatan kulit

Siapa yang tidak jika kulit pada tubuh terjaga dengan baik dan sehat, pasti jawabnya semua menginginkan hal tersebut. Salah satu cara alami yang bisa digunakan untuk menjaga kesehatan kulit yaitu dengan mengkonsumsi sayur terong. Selain itu terong juga bisa dibuat masker agar kulit wajah tampak lebih cerah.

Cara Budidaya Terong

Terong yang memiliki nilai peluang di pasar perlu untuk dibudidayakan karena hal ini akan memberi keuntungan bagi para petani, penjual, dan pembeli juga pastinya. Berikut dibawah ini merupakan cara budidaya tanaman terong yang dijelaskan secara lengkap yaitu:

  1. Pemilihan bibit terong

Tahap pertama yang perlu kita lakukan sebelum melakukan penanaman terong adalah memilih bibit terong terlebih dahulu.

Melalui bibit maka terong akan tumbuh lebih banyak. Pastikan bahwa benih yang dipilih merupakan bibit dengan kualitas yang unggul, memiliki ukuran dan bentuk yang sama. Apabila bibit sudah dipilih maka bibit bisa disemai di media tanam yang sudah disiapkan.

Selama proses penyemaian terong, usahakan tanaman mendapat air dan sinar matahari yang cukup. Selain itu proses ini bisa kita tunggu kurang lebih selama 1 bulan.

  1. Penanaman terong

Bibit yang sudah tumbuh selanjutnya bisa kita tanam di lahan yang sudah kita siapkan sebelumnya. Lahan pertanian yang akan kita tanami terong dibuat lubang terlebih dahulu dan kita dicampuri dengan tanah serta padi sekam. Kemudian masukan bibit terong yang sudah keluar cambahnya ke lubang tanam. Pastikan setelah memasukan bibit ke lahan tanam kita harus menimbunya lagi dengan tanah agar tanaman lebih kokoh dan tidak murah roboh.

  1. Perawatan tanaman terong

Apabila kita menginginkan tanaman terong segera tumbuh dengan hasil yang maksimal maka perwatan perlu dilakukan. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memelihara tanaman terong yaitu penyiraman dan pemupukan.

Penyiraman tanaman terong bisa dilakukan setiap pagi dan sore hari secara rutin. Tujuannya agar tanaman tidak mudah layu.

Selanjutnya pemberian pupuk juga diperlukan dan biasanya disesuaikan dengan kondisi tanaman. Pupuk yang baik untuk tanaman terong yaitu sebaiknya menggunakan pupuk organik. Pemberian pupuk bertujuan agar tanah semakin subur.

  1. Panen tanaman terong

Tahap terakhir dari budidaya tanaman terong adalah pemanenan tanaman. Biasanya panen merupakan hal yang ditunggu-tunggu karena dengan cara ini petani bisa memperoleh hasil yang bisa dijual dan menghasilkan uang.

Pemanenan tanaman ini biasanya yang diambil adalah bagian buahnya. Terong harus di panen dengan hati-hati agar tidak merusak bagian tanaman yang lainnya. Pastikan bahwa terong yang dipanen merupakan tanaman yang sudah layak panen bukan yang masih terlalu muda.

Itulah tadi artikel yang bisa kami berikan pada semua pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman terong, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga bisa memberikan edukasi bagi kalian semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *