Tanaman Tomat; Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tomat Adalah

Tomat memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, dagingnya tebal, biji hanya sedikit, dan warna merah disebut juga dengan tomat buah. Sedangkan untuk tomat yang memiliki ukuran kecil dikenal dengan tomat sayur dan yang ukurannya lebih kecil lagi sekira biji nangka disebut dengan tomat chery atau rampai karena dimanfaatkan untuk kombinasi membuat sambal atau hidangan selada.

Jika seseorang menyebut tomat, asumsinya bisa juga untuk sayuran, namun bisa juga sebagai buah karena pada dasarnya tomat sudah lama dijadikan buah tangan yang siap saji atau dibuat jus yang segar untuk diminum. Sehingga tomat tidak hanya dijadikan sebagai sayuran, akan tetapi lebih dari itu yakni dapat dimakan secara mentah atau berbagai olahan yang menyehatkan.

Tomat

Tomat memiliki nama latin yaitu solanum lycopersicum merupakan tanaman dari family Solanaceae, tanaman asli dari Amerika Tengah dan Selatan, yaitu Meksiko dan Peru. Tanaman tomat mempunyai siklus hidup yang cukup singkat karena merupakan tanaman annual dan tingginya dapat mencapai antara 1 sampai 3 meter.

Tanaman tomat mempunyai khasiat untuk pencegah kanker, hal ini terjadi karena pada tanaman tomat terdapat warna merah yang banyak mengandung Lycopene, sehingga senyawa inilah yang bertugas untuk menekan tumbuhnya kanker.

Meskipun begitu di Indonesia sendiri untuk produksi tanaman tomat jika dilihat dari segi kualitas serta kuantitas masih cukup rendah. Hal ini terjadi karena kondisi tanah serta lingkungan tumbuh pada lahan yang ditanami, cara pemupukan yang kurang seimbang, serangan hama dan penyakit, cara budidaya dari petani, dan pengaruh iklim serta cuaca yang kurang mendukung pada tanaman tomat.

Salah satu syarat tumbuh tanaman tomat yang tepat yaitu menghendaki curah hujan antara 750 sampai 1250 mm/tahun serta kelembaban relatifnya  kurang lebih 25 %.

Klasifikasi Tanaman Tomat

Adapun klasifikasi ilmiah tanaman tomat, antara lain sebagai berikut;

  • Kingdom: Plantae
  • Sub kingdom: Tracheobionta
  • Sub divisi: Spermatophyta
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Sub Kelas: Asteridae
  • Ordo: Solanales
  • Famili: Solanaceae
  • Genus: Solanum
  • Spesies: Solanum lycopersicum L

Morfologi Tanaman Tomat

Ciri morfologi yang ada dalam tomat, antara lain sebagai berikut;

Akar

Tanaman tomat dengan nama ilmiah Solanum lycopersicum L. mempunyai system perakaran yaitu akar tunggang yang dapat muncul menembus masuk ketanah dan akar serabut yang berkembang kearah samping tetapi pada areal yang dangkal.

Berdasarkan ciri dari perakaran ini, tanaman tomat atau Solanum lycopersicum L. akan mampu berkembang dengan subur jika ditanam pada kondisi lahan yang gembur dan porus.

Batang

Pengertian batang tanaman tomat memiliki warna hijau serta bentuk persegi empat sampai dengan bulat. Saat tanaman tomat masih muda batangnya mempunyai tekstur yang lunak, akan tetapi setelah tua akan menjadi keras. Tinggi batang tomat dapat mencapai 2 sampai 3 meter dengan permukaan batang yang ditumbuhi oleh bulu atau rambut halus, dan diantara bulu halus tersebut ada rambut kelenjar yang bisa memunculkan bau khas.

Daun

Daun pada tanaman tomat atau Solanum lycopersicum L. memiliki bentuk oval dan pada bagian tepi terdapat gerigi dengan membentuk celah yang menyirip agak melengkung masuk. Daun tanaman tomat memiliki warna hijau yang merupakan daun majemuk ganjil dengan jumlah 5 sampai 7.

Ukuran daun berkisar  antar 15 x 30 cm atau 10 x 25 cm dimana panjang tangkai sekitar 3 sampai 6 cm dan diantara daun memiliki ukuran yang cukup besar biasanya tumbuh 1 sampai 2 daun yang memiliki ukuran kecil. Daun majemuk ditanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) dapat berkembang dengan berselang seling atau tersusun secara spiral memutari batang tanaman.

Bunga

Bunga pada tumbuhan tomat (Solanum lycopersicum L.) memiliki ukuran yang kecil, dengan diameter kurang lebih 2 cm dan berwarna kuning agak cerah. Kelopak bunga tanaman tomat memiliki jumlah 5 buah yang berwarna hijau dan terdapat dibagian bawah atau pangkal bunga.

Bagian yang lain pada bunga tomat yakni mahkota bunga, yaitu bagian yang paling indah pada definisi bunga tomat serta mahkota bunga yang memiliki warna kuning cerah dengan jumlah kurang lebih 6 buah berukuran kurang lebih 1 cm. Bunga tomat termasuk bunga sempurna, karena memiliki benang sari atau tepung sari serta kepala benang sari atau kepala putik yang terletak pada satu bunga yang sama.

Bunga tomat mempunyai 6 buah benang sari dan kepala putik yang berwarna sama seperti mahkota bunga yaitu kuning cerah. Bunga tomat (Solanum lycopersicum L.) dapat tumbuh dari batang yang bercabang dan masih muda.

Buah

Buah pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) mempunyai bentuk yang bervariasi, tergantung dari jenis dan varietasnya. Terdapat buah tomat (Solanum lycopersicum L.) yang memiliki bentuk bulat, bulat telur atau oval, agak bulat, agak lonjong, serta bulat persegi.

Ukuran  dari buah tomat (Solanum lycopersicum L.) juga cukup bervariasi, ada yang berukuran paling kecil yakni memiliki berat 8 gram serta yang berukuran agak besar yang memiliki berat hingga 180 gram. Buah tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) yang masih cukup muda memiliki warna hijau muda, dan apabila sudah matang warnanya berubah menjadi merah.

Biji

Biji tanaman tomat berbentuk pipih, berbulu dan memiliki warna putih, putih kekuningan serta  coklat muda. Panjang biji tomat antara 3 sampai 5 mm dengan lebar 2 sampai 4 mm. Biji tomat saling melekat yang diselimuti oleh daging buah, serta tersusun mengelompok dengan dibatasi oleh daging buah.

Jumlah biji pada tiap buah cukup bervariasi, tergantung dari jenis varietas serta lingkungan tumbuh, yaitu sekitar 200 biji per buah. Biasanya, biji tomat dapat dimanfaatkan untuk bahan perbanyakan tumbuhan, biji tomat dapat tumbuh setelah 5 sampai 10 hari setelah tanam.

Manfaat Tanaman Tomat

Kegunaan dalam tanaman tomat, antara lain;

Mencegah Kanker

Pada buah tomat terdapat kandungan antioksidan dan vitamin C yang dapat membantu untuk menangkal radikal bebas serta melawan kanker. Kandungan lycopene yang ada pada kulit buah tomat tergolong cukup tinggi sehingga dapat membantu mencegah kanker.

Melindungi Jantung

Tomat juga mengandung potassium, kolin, serat dan vitamin C yang dapat membantu untuk meningkatkan fungsi jantung. Dengan mengkonsumsi tomat yang mengandung kalium cukup tinggi juga sangat efektif untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Bagus untuk kulit

Pada tanaman tomat terdapat kandungan vitamin C yang dibutuhkan oleh tubuh sebagai proses sintesis kolagen. Maka dari itu tomat dapat digunakan untuk membantu menjaga kulit agar tetap kencang serta awet muda, dan juga dapat digunakan untuk meningkatkan elastisitas bahkan menyembuhkan luka bakar.

Meningkatkan Penglihatan

Tomat juga mengandung senyawa beta karoten serta vitamin A yang sangat penting untuk menjaga penglihatan serta mendukung fungsi retina agar tetap normal dan tidak mengalami gangguan. Dengan rutin mengkonsumsi tomat diharapkan dapat menjaga dan melindungi mata agar tetap sehat untuk terus dapat melihat indahnya alam.

Melawan Peradangan

Untuk mencegah sekaligus mengobati sakit radang, cara terbaik yang dapat dilakukan yaitu dengan rutin minum satu gelas jus tomat setiap hari. Hal ini dipercaya dapat membantu secara efektif untuk mengobati penyakit radang yang disebabkan karena infeksi arthritis serta nyeri pada sendi.

Cara Budidaya Tanaman Tomat

Proses budidaya yang ada dalam tenaman tomat. Diantaranya;

Penyemaian

Bibit tomat sebaiknya disemai terlebih dahulu sebelum ditanam pada kotak pesemaian (tray) atau polybag. Media semai berupa bolibag atau sejenisnya terlebih dahulu dicampur dengan tanah, arang sekam, serta pupuk kandang dengan perbandingan yaitu 1:1:1. Bibit ditanam dalam media semai dan dipelihara sampai berumur kurang lebih 25 sampai 30  hari setelah semai.

Penanaman

Setelah bibit tomat sudah siap, tanam bibit pada lubang tanam dengan jarak 70×60 cm. pada saat penanaman tomat usahakan bibit tidak diletakkan ditanah, hal ini dilakukan dengan tujuan agar tanaman tidak membusuk serta terjangkit penyakit yang disebabkan oleh kotoran dari tanah, saat yang paling sesuai untuk menanam tomat yaitu 2 sampai 4 minggu sebelum hujan berakhir.

Penanaman dapat dilakukan ketika sore hari supaya tanaman tidak layu dan dapat beradaptasi pada lingkungan yang baru ditanami.

Pemupukan

Pupuk kandang diberikan saat tanaman memasuki fase vegetative, lalu berikan juga pupuk organik SP36, ZA, serta Pupuk Kcl dengan perbandingan 1:1:½, pemberian pupuk ini berfungsi untuk penyanter tumbuhan saat masih vegetative dengan cara meratakan pupuk diatas bedengan dengan jarak per 1 m yaitu 100 gram.

Nah, itulah tadi penjelasan secara singkatnya mengenai pengertian tanaman tomat, klasifikasi, ciri morfologi, manfaat, dan cara budidayanya. Semoga melalui tulisan ini memberikan wawasan kepada segenap pembaca, trimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *