Pengertian Tanaman Transgenik, Manfaat, Dampak, dan Contohnya

Diposting pada

Transgenik Adalah

Tanaman transgenik merupakan tumbuhan yang sudah dilakukan pemberian gen asing yang berasal dari speses tanaman yang berbeda atau tanaman lainnya. Penggabungan gen lain pada spesies tanaman bertujuan untuk memperoleh tanaman dengan sifat-sifat yang unggul atau sesuai keinginan seorang peneliti.

Sebagai contoh tanaman transgenik tahan kekeringan, tahan serangan arti hama dan penyakit, atau tahan terhadap suhu dingin atau rendah ataupun ingin memperbaiki kualitas atau kuantitas pada tanaman tersebut. Rekayasa genetika pada tanaman ini dilakukan untuk menyelesaikan masalah ketersediaan tanaman pangan yang semakin meningkat dan kekurangan gizi bagi masyarakat dunia.

Tanaman Transgenik

Tanaman transgenik merupakan organisme tanaman dengan kandungan transgen dengan bantuan bioteknologi pertanian yang bukan dari proses pemuliaan tanaman. Tanaman transgenik merupakan gen asing yang diberikan kepada spesies.

Suatu jasad mempunyai karakter dan sifat baru yang pada jenis jasad tersebut belum dimiliki sebagai hasil pemberian gen tambahan asing yang berasal dari jasad lain ataupun bisa disebut organisme transgenik.

Teknik bioteknologi tanaman sudah digunakan terkhusus mendapatkan sifat dan karakter baru terhadap berbagai jenis tanaman. Teknologi rekayasa genetika pada tanamana menyebabkan kemungkinan terjadi integrasi gen-geni yang berasal dari organisme lain untuk memperbaiki sifat ataupun karakter tanaman.

Sebagai contoh kegiatan bioteknologi pada bidang pertanian yaitu untuk mengembangkan tanaman transgenik dengan sifat-sifat yang unggul seperti;

  1. Toleran terhadap bahan yang mengandung zat kimia seperti pestisida dan pupuk.
  2. Tahan terhadap serangan hama dan penyakit ataupun cekaman kekeringan.
  3. Memiliki karakter atau sifat khusus sebagai contoh tomat dengan kematangan yag lama, atau padi menghasilkan beta karoten dan vitamin A.
  4. Memperoleh nitrogen sendiri dari atmosfer atau udara bebas.
  5. Mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang buruk seperti suhu rendah, tanam bergaram tinggi, tanah masam ataupun kekeringan

Penggunaan gen asing ke dalam spesies tanaman atau pemberian sifat unggul dapat dibedakan ke dalam beberapa tujuan khusus antara lain meningkatkan hasil, mangandung nutrisi yang beragam dan tinggi, melestarikan lingkungan serta menambah nilai pada tanaman tertentu.

Sejarah Tanaman Transgenik

Modifikasi atau rekayasa genetika dalam sejarahnya merupakan penyaluran bahan genetik dari spesies lain atau berbeda bisa dari tumbuhan, bakteri, fungi ataupun hewan maupun bahan genetik yang disintesis secara laboratorium atau kimiawi ke dalam objek tanaman yang ingin dipelajari.

Rekayasa genetika tanaman pertama kali telah diumumkan pada tahun 1983. Tanaman dengan daun lebar sebagai contoh tembakau ataupun tomat yang dapat direkayasa namun tidak ada riwayat kesuksesan transformasi genetik pada tanaman biji-bijian atau serelia seperti jagung ataupun padi hingga akhir tahun 1980-an.

Transformasi genetik sukses pada tanaman gandum baru atau barley yang dilakukan pada pertengahan 1990-an (Skerrit, 2000).

Gen merupakan bagian dari kromosom dibandingkan sebagai gen tunggal yang secara spontan dapat disalurkan dari tanaman rumput sebagai contoh Agropyron ke dalam tanaman gandum dan varietas turunannya dimanfaatkan untuk nutrisi manusia tanpa adanya masalah atau kontroversi.

Teknik lain sebagai contoh pemanfaatan teknologi kultur jaringan tanaman, haploid ganda, bahkan mutasi induksi yang terdapat campur tangan pemuliaan secara alamiah namun tidak terdapat masalah atau kontroversi. Hal yang dapat membedakan tanaman hasil rekayasa genetika adalah gen sasaran yang akan dipergunakan dan gen sasaran tersebut bukan dibatasi pada keberadaan spesies yang sama.

Sebenernya, peluang untuk dapat memanfaatkan gen manusia atau hewan pada tanaman sasaran termasuk contoh peluang adanya perkembangan teknologi. Tetapi yang seperti ini akan terjadi kemungkinan dampak negatif ataupun persepktif buruk masyarakat terhadap adanya penggunaan rekayasa genetika pada tanaman.

Pengertian Tanaman Transgenik

Tanaman transgenik adalah tanaman yang sudah direkayasa atau dimodifikasi baik wujud ataupun kualitas dengan melalui penambahan masukan bahan genetik berupa DNA atau kromosom hewan, fungi, mikroba, bakteri maupun virus untuk tujuan khusus.

Tanaman transgenik merupakan tanaman yang memperoleh transfer gen dari tanaman lain. Gen yang yang dipindahan dapat berasal dari jenis tanaman atau spesies lain seperti virus, hewan, fungi, bakteri.

Pengertian Tanaman Transgenik Menurut Para Ahli

Adapun definisi yang ada dalam tanaman transgenik antara lain sebagai berikut;

  1. Ontologi

Tanaman transgenik merupakan produk rekayasa genetika atau modifikasi dengan adanya perpindahan gen yang berasal dari makhluk hidup lain ke dalam tanaman dengan tujuan untuk memperoleh tanaman baru yang bersifat unggul lebih baik dibandingkan tanaman sebelumnya.

  1. Muladno (2002)

Pembentukan tanaman transgenik adalah pemberian gen yang sudah diidentifikasi, diisiolasi selanjutnya dimasukkan atau dipindahkan ke dalam sel tanaman tersebut. Dengan adanya sistem tersebut, sel tanaman dengan gen di dalamnya akan dapat terpisahkan oleh sel tanaman yang  tidak terdapat gen. Tanaman dengan membawa gen selanjutnya akan dikembang biakan secara normal atau alamiah.

Tanaman tersebut yang akan disebut sebagai tanaman transgenik disebabkan adanya gen asing atau gen tambahan yang telah ditransferkan ke dalam tanaman tersebut yang berasal dari makhluk hidup lain.

  1. Carpenter and Gianesi (2000)

Pemanfaatan tanaman transgenik mendapatkan peluang keuntungan baik pada negara berkembang ataupun negara maju. Pemanfaatan tanaman transgenik tahan terhadap hama dan herbisisda dan resisten pada kondisi lingkungan (cekaman kekeringan, suhu rendah, dan kondisi tanah).

  1. Skerrit (2000)

Organisme transgenik bisa dikatakan sebagai organisme yang telah dimodifikasi secara genetik atau biasa dikenal OMG yang biasanya diperoleh dengan menggunakan teknik rekayasa genetika atau modifikasi terhadap bahan genetik tanaman.

Manfaat Tanaman Transgenik

Pemanfaatan tanaman transgenik terkhusus pada bidang pertanian dan kesehatan. Antara lain sebagai berikut;

  1. Resisten terhadap serangan hama dan penyakit

Resisten terhadap hama misalnya pada varietas baru beras dan jagung dengan menyisipkan gen dari bakteri Bacillus thuringiensis untuk memproduksi protein (Bt protein) yang telah menjadi toksik spesifik pada beberapa serangga hama terkhusus ulat baru namun tidak berbaaya bagi hewan lainnya bahkan manusia.

Resisten terhadap penyakit misalnya pada tomat dengan menyisipkan gen Pto yang menyebabkan tomat resisten pada Pesudomonas syringae. Tpmat ini akan membawa gen terhadap avrPro. Overekpresi gen Pto pada ciri tanaman tomat transgenik yang memberikan aktif respon terhadap proteksi dan penolakan yang luas pada beberapa bakteri patogen.

  1. Resisten terhadap herbisida

Teknik ini membentuk tanaman transgenik yang tahan terhadap herbisida telah dikaji secara besar dengan tiga mekanisme yang berbeda antara lain overekspresi enzim target, detoksifikasi herbisida, dan modifikasi berbagai enzim target.

Tanaman kapas transgenik dengan kandungan Bt atau Bacillus thringiensis merupakan insektisida yang mudah dan mendapatkan pendapatan pertanian dan bermanfaat bagi lingkungan.

  1. Dapat melakukan penyerbukan silang secara konvensional antara tanaman transgenik dengan tanaman organik

Penyerbukan silang bisa terjadi pada jarak yang cukup jauh hingga beberapa kilo meter. Gen asing akan dipindahkan ke dalam keturunannya jika penyerbukan tersebut dilakukan secara alamiah. Hal ini dapat membedakan untuk kebun sayuran organik dan kebuhn sayuran transgenik.

  1. Resisten terhadap makhluk hidup lain

Berkisar 1/1.000.000 hingga 1/1.000 kemungkinan insekta tahan toksin Bt pada populasi tertentu. Pemberian Bt transgenik mempunyai dosis toksis tinggi yang mengakibatkan beberapa insekta dengan kombinasi gen yang dibutuhkan untuk adaptasi supaya tetap hidup.

Apabila perkawinan terjadi maka keturunannya akan resisten pada toksi terhadap Bt yang mengakibatkan populasi hama yang tidak terkendali lagi oleh tanaman Bt transgenik.

Dampak Tanaman Transgenik

Berikut dampak yang ditimbulkan dari adanya tanaman transgenik, antara lain;

  1. Mengurangi penggunaan pestida yang berdampak pada lingkungan

Pestisida atau herbisisda mempunyai peluang bahaya bagi pencemaran lingkungan sedangkan tanaman transgenik dapat mengurangi pemanfaatan bahan kimia berbahaya terhadap kondisi lingkungan untuk menekan pertumbuhan gulma dan serangan hama penyakit (Wolfenbarger dan Phifer, 2000).

Contohnya, penurunan frekuensi yang mengakibatkan pencermaran pestisida menurun apabila pararel dengan penurunan penggunaan pestida ataupun herbsisda yang dimanfaatkan. Masalah klaim banyak terjadi dimana-mana dengan adanya dmapak tanaman toleransi herbisida di Amerika Serikat (Carpenter dan Gianessi, 2000).

Tidak adanya dokumentai yang dipublikasikan sehingga tidak ada asumsi ataupun fakta mengenai pernyataan tersebut untuk diperiksa kebenarannya sehingga tidak ada kesimpulan yang dapat diambil (Wolfenbarger dan Phifer, 2000)

  1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil

Apabila hasil panen meningkat sehingga pada daerah budidaya sedikit dibutuhkan untuk memproduksi sejumlah pangan yang diperlukan oleh manusia. Hal ini dapat menyebabkan penurunan tekanan pada lahan yang belum dibudidayakan dan kemungkinan masih banyak lahan yang dapat dikonservasi.

Fungsi lingkungan yang berpeluang besar di negara berkembang yang rata-rata sebagian besar meningkatkan hasil pertanian diproduksi dari pembukaan daerah baru.

Tujuan Tanaman Transgenik

Sebagai contoh berikut kami sajikan beberapa tanaman transgenik yang dapat dikembangkan berdasarkan tujuan khusus;

  1. Meningkatkan kandungan nutrisi tanaman yang beragam dan tinggi antara lain cabe, pisang, ubi jalur, dan stroberi.
  2. Meningkatkan rasa misalnya tomat matang lebih lama supaya lebih lunak, atau cabe, buncis bahkan kedelai dengan kualitas rasa yang lebih matang.
  3. Meningkatkan kualitas misalnya pisang dan cabe dengan tekstur dan kesegaran yang lebih tinggi.
  4. Mengandung bahan yang berperan sebagai obat misalnya tomat mengandung lycopene tinggi yang berperan sebagai antioksidan untuk mengatasi ataupun menyembuhkan penyakit kanker.
  5. Tanaman untuk penghasil obat-obatan ataupun vaksin untuk menyembuhkan penyakit manusia atau makhluk hidup lainnya.

Contoh Tanaman Transgenik

Berikut beragam contoh dalam bentuk tanaman transgenik sesuai tujuannya:

  1. Tanaman tomat untuk tujuan memperlambat pematangan dan melunakkan buah.
  2. Tanaman tomat, jagung, dan kentang untuk tujuan tahan pada serangan insektisida.
  3. Tanaman kapas untuk tujuan tahan pada serangan ulat.
  4. Tanaman kentang untuk tujuan tahan pada insekta dan virus.
  5. Tanaman kedelai, kapas, dan jagung untuk tujuan toleran pada herbisida.
  6. Tanaman pepaya untuk tujuan tahan pada virus.
  7. Tanaman kedelai dan padi untuk tujuan memperbaiki komposisi nilai gizi.
Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa tanaman transgenik adalah hasil rekayasa gen melalui penyisipan atau penambahan pada satu atau sejumlah gen. Gen tersebut kemudian dipindahkan ata trangene yang kemudia diisolasi dari tanama dengan tidak ada hubungan kekerabatan atau spesies lain sama sekali.

Disebabkan kandungan transgen tersebut, dua tanaman tersebut disebut dengan GM Crops atau Genetically modifield crops atau organisme yang telah mengalami karakter dan sifat unggul tertentu.

Sebagai contoh proses membentuk tanaman jagung Bt yang tahan terhadap hama. Pakar bioteknologi menggunakan gen bakteri tanah Bacillus thuringiensis (Bt) memproduksi racun yang memusnahkan bagi hama tertentu. Gen Bt ini ditambahkan ke dalam rangkaian gen tanaman jagung. Tanaman jagung resipien akan mewarisi sifat atau karakter toksis bagi hama tertentu.

Demikianlah artikel yang bisa kami bagikan pada kalian tentang adanya pengertian tanaman transgenik menurut para ahli, sejarah penemuan, manfaat, dampak, tujuan, dan contohnya dalam bidang pertanian. Semoga memberi edukasi bagi kalian semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *