Tanaman Wijen: Klasifikasi, Ciri Morfologi, Manfaat, dan Cara Budidaya

Diposting pada

Tumbuhan Wijen

Wijen adalah salah satu komoditas yang paling banyak digunakan di negara Eropa, Korea, dan Jepang. Namun tanaman ini banyak hidup di negara yang beriklim tropis seperti Indonesia, India, dan Bangladesh.

Bagian dari tanaman wijen yang sering digunakan adalah bijinya. Di Indonesia bagian biji wijen biasanya dimanfaatkan sebagai campuran  pada makanan. Selain itu, masih banyak lagi uraian tentang tanaman wijen yang akan dibahas pada artikel ini.

Tanaman Wijen

Tanaman wijen merupakan semak semusim yang banyak dibudidayakan karena kaya akan sumber minyak nabati. Tanaman wijen bisa dijadikan sebagai rotasi tanaman pada ekosistem sawah sebelum penananaman kembali. Tinggi tanaman ini bisa mencapai 1,5 meter.

Bunga tanaman wijen mempunyai bentuk yang mirip terompet, warnanya yaitu putih. Bunga ini terletak di sela-sela daun dan merupakan bakal buah pada tanaman. Nantinya buah-buah wijen akan menghasilkan biji yang banyak dikenal sebagai biji wijen.

Klasifikasi Wijen

Klasifikasi ilmiah dari tanaman wijen adalah sebagai berikut:

Kingdom Plantae
Sub kingdom Viridiplantae
Infra Kingdom Streptophyta
Super divisi Embryophyta
Divisi Tracheophyta
Kelas Magnoliopsida
Sub kelas Rosidae
Ordo Lamiales
Super Ordo Asteranae
Family Pedaliaceae
Genus Pedaliaceae
Spesies Sesamum indicuum L

Ciri Morfologi Wijen

Ciri-ciri morfologi tumbuhan yang dapat langsung dilihat dari wijen antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Akar

Pengertian akar dari tanaman wijen merupakan akar tunggang. Bagian akar tanaman ini bentuk lateralnya akan ditumbuhi banyak akar rambut.

Sistem perakaran wijen berbeda antara varietas satu dan varietas lainnya. Pada varietas tanaman wijen yang tidak bercabang, arah akar cenderung ke dalam. Sementara itu pada varietas tanaman wijen yang bercabang, arah perakaran lebih menyebar.

  1. Batang

Jenis batang tanaman wijen bentuknya sedikit berkayu, tumbuh dengan tegak dan terdapat bulu-bulu halus pada permukaannya. Batang wijen memiliki empat lekukan yang beralur serta berbuku-buku. Ada batang yang bercabang dan ada juga yang tidak bercabang, tergantung pada varietasnya. Warna batang dan cabang pada tanaman wijen mulai dari warna kuning hingga ungu.

  1. Daun

Daun wijen memiliki ukuran panjang sekitar 3 sampai dengan 18 cm, lebarnya yaitu 1 sampai dengan 7 cm. Umumnya daun-daun wijen tersusun berselang seling, uniknya bentuk dan ukuran antara daun bagian bawah, tengah, dan bagian atas berbeda-beda.

Daun bawah tanaman wijen berhadap-hadapan dan juga mempunyai tangkai yang panjang. Panjang tangkai pada daun mencapai 1 sampai dengan 5 cm, bentuk daun bagian bawah agak melebar atau sering juga ditemukan bentuknya berlekuk. Sedangkan bagian daun atas bentuknya adalah lanset.

Pada bagian bawah permukaan daun ditemukan bulu-bulu halus. Daun wijen kebanyakan duduk menggantung, namun ada juga yang posisinya tegak horizontal. Warna daun wijen lebih bermacam-macam, yaitu mulai dari hijau muda, hijau tua, hingga hijau keunguan.

  1. Buah

Definisi buah dari tanaman wijen bentuknya seperti kapsul. Buahnya memiliki dua lapisan, yaitu lapisan luar dan lapisan dalam.

Lapisan luarnya tersusun atas sel parenkim, sementara lapisan dalam berasal dari serat-serat panjang. Di bagian dalam buah juga terdapat lokul atau ruang polong yang merupakan tempat bagi biji. Biasanya jumlah lokul pada satu buah ada 4 hingga 8 lokul.

  1. Biji

Biji wijen adalah bagian yang paling sering dilihat dan dikenal oleh orang banyak. Bijinya berukuran kecil dengan bentuk oval dan bagian ujung salah satu sisinya runcing. Kulit biji wijen yaitu halus, walaupun beberapa juga ditemukan permukaan kulit bijinya kasar.

Warna biji bervariasi mulai dari putih, kuning, cokelat, abu-abu, dan hitam.  Namun umunnya yang sering ditemukan adalah biji yang berwarna putih.

Manfaat Wijen

Manfaat dari tanaman wijen pada kesehatan antara lain yaitu :

  1. Melancarkan Pencernaan

Biji wijen mampu melancarkan pencernaan yaitu dengan mengonsumsinya sebanyak 30 gram setiap hari. Biji wijen mengandung banyak serat sehingga berperan baik pada sistem pencernaan. Biji wijen juga dapat mengurangi obesitas dan diabetes tipe 2.

  1. Menurunkan Kadar Kolesterol

Manfaat biji wijen selanjutnya sudah dibuktikan oleh penelitian. Apabila dkonsumsi secara teratur biji ini dapat mengurangi kolesterol dan juga trigliserida. Kadar keduanya jika tinggi dapat memicu penyakit jantung. Penelitian pada 38 orang yang rutin mengonsumsi 5gram wijen selama dua bulan, kadat kolesterolnya turun sebanyak 10% dan kadar trigliserida turun sebanyak 8%.

  1. Sumber Protein Nabati

Protein merupakan senyawa penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Salah satu makanan yang mengandung banyak protein adalah biji-bijian, termasuk biji wijen didalamnya. Jika mengonsumsi biji wijen secara teratur maka peningkatan hormon dapat terbantu. Selain itu konsumsi protein rutin akan meningkatkan pembentukan otot.

  1. Menurunkan Tekanan Darah

Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat membahayakan kesehatan, yaitu memicu penyakit jantung dan stroke. Biji wijen dapat dijadikan solusi untuk menurunkan tekanan darah, sebab biji wijen mengandung magnesium yang dapat menuurunkan teknanan darah dengan cepat. Selain itu, konsumsi yang rutin akan membantu mencegah terbentuknya plak pada arteri.

  1. Antioksidan

Biji wijen juga diketahui mengandung lignan yang dapat membantu tubuh melawan stress oksidatif. Manfaatnya bagi tubuh yaitu sel-sel tetap terjaga dengan sehat dan terhindar dari penyakit kronis. Didalam biji wijen pun terkandung vitamin E yang dapat menjaga kesehatan organ-organ tubuh.

Teknik Budidaya Wijen

Seiring dengan perkembangan variasi makanan dan kebutuhan manusia. Tanaman wijen menjadi salah satu sumber daya yang banyak dibudidayakan oleh orang-orang. Cara untuk membudidayakan tanaman wijen yaitu dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Pembenihan

Tanaman wijen dapat diperbanyak dengan cara generatif menggunakan bijinya. Untuk memperoleh hasil yang sangat baik, maka pembenihan harus dilakukan dengan memilih biji yang berkualitas dan berasal dari indukan yang unggul.

Beberapa syarat dari biji yang dapat digunakan sebagai benih antara lain tidak cacat, utuh, dan tidak terdapat luka. Ciri-ciri biji yang sehat dapat dilihat dari kulitnya yang tidak keriput. Selain itu juga bisa dilihat dari induk tanaman yang tumbuh sehat tanpa terserang hama atau penyakit. Baiknya biji wijen yang akan dijadikan benih berasal dari tanaman yang berumur 75 sampai dengan 150 hari.

  1. Pengolahan Tanah Kering

Tanaman wijen memang mampu beradaptasi dengan baik di lahan yang kering. Namun, pertumbuhan dari tanaman ini ditentukan intensif lahan yang kering. sehingga lahan harus diolah terlebih dahulu sebelum ditanam.

Pengolahan lahan dilakukan dengan cara tanah lebih dulu diberokal sekitar 30 hari lamanya. Pertama-tama dilakukan pembajakan pada tanah, lalu biarkan selama seminggu agar terkena sinar matahari. Setelah itu tanah digemburkan secara tipis-tipis menggunakan cangkul dan diberikan pupuk dasar. Apabila kondisi pH tanah kurang dari 5,5 maka sebelum masa tanam dapat ditambahkan zat kapur pada tanah.

  1. Penanaman

Penaman biji wijen harus diberi jarak satu sama lain sekitar 25 x 75 cm. Buat lubang sedalam 2 hingga 4 cm dan setiap lubangnya diisi dengan 5 biji. Agar lebih mudah tumbuh, biji yang ditanam bisa dicampur dengan pasir halus atau abu.

  1. Pemupukan dan Pemeliharaan

Pemupukan diberikan pada waktu menanam dan ketika tanaman telah berumur 4 hingga 5 minggu. Takaran yang baik untuk lahan seluas satu hektar adalah 100 kg pupuk urea. Pupuk dapat diberikan pada lahan di sekitar tanaman dengan jarak 5 cm dari tempat tanaman tumbuh.

Pemeliharaan tanaman dapat dilakukan dengan penyiraman dan penyulaman di masa-masa awal pertumbuhan tanaman.

Tanaman yang rusak saat awal tumbuh dapat diganti dengan benih yang baru. Penyiraman tanaman dilakukan jika tanaman terlihat kering, akan tetapi harus dijaga agar air tidak menggenang pada lahan. Agar tanaman selalu tumbuh dengan baik, tidak layu, dan akarnya tidak busuk.

  1. Pemanenan

Pemanenan biji wijen dapat dilakukan ketika 2/3 polong yang ada pada tanaman sudah berwarna kekuningan. Pemanenan dapat dimulai dari bagian buah yang paling bawah, jika pemanenan dilakukan terlambat, maka polong akan pecah dan biji tidak dapat dimanfaatkan.

Panen biji wijen sebaiknya menggunakan sabit bergerigi dan dilakukan perlahan agar polong tidak pecah dan berhamburan. Setidaknya pegang dan potong batang dengan jarak 10 sampai dengan 15 cm dari buah, lalu polong dijemur hingga pecah.

Itulah tadi artikel yang bisa kami bagikan pada segenap pembaca berkenaan dengan deskripsi tanaman wijen, klasifikasi ilmiah, ciri morfologi, manfaat, dan cara pembudidayaan yang bisa dilakukan. Semoga memberikan pemahaman bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *