Pengertian Tegalan, Ciri, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada

Tegalan Adalah

Yang dimaksud tegalan atau pertanian lahan kering merupakan zona di mana presipitasi diimbangi dengan penguapan dari permukaan dan oleh transpirasi oleh tanaman (evapotranspirasi). Mata pencaharian jutaan orang di negara-negara berkembang sangat bergantung pada keanekaragaman hayati lahan kering untuk memastikan keamanan pangan dan kesejahteraan mereka.

Lahan pertanian kering, tidak seperti bioma yang lebih lembab, sebagian besar bergantung pada limpasan air tanah untuk redistribusi air, dan hampir semua redistribusi air terjadi di permukaan. Salah satu ciri tegalan yaitu tidak bergantung pada irigasi. Tegalan biasanya digunakan untuk menanam jagung, ketela pohon, kedelai, kacang tanah, dan jenis kacang-kacangan untuk sayur

Tegalan

Tegalan pada hakekatnya menjadi salah satu bentuk agroforestri yang terdapat di pedesaan. Tegalan mempunyai kontribusi yang cukup besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat terutama masyarakat di sekitar pedesaan dengan karakteristik tanahanya yang kering.

Pengertian Tegalan

Tegalan adalah daerah dengan lahan kering yang bergantung pada pengairan air hujan yang bisanya ditanami tanaman musiman atau berbagai contoh tanaman tahunan dengan letak terpisah dari lingkungan dalam sekitar rumah.

Pada dasarnya lahan tegalan memiliki tanah yang cukup sulit untuk dibuat pengairan dari irigasi sebab permukaan yang tidak merata. Ketika musim kemarau, lahan tegalan ini akan kering dan sulit untuk ditumbuhi oleh tanaman pertanian.

Pengertian Tegalan Menurut Para Ahli

Adapun definsi tegalan menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Sugeng HR (1989:62), Pengertian tegalan adalah tanah kering yang terletak disekitar daerah pemukiman (desa) karena keadaannya yang kering tidak dapat diubah menjadi sawah.
  2. Mahaldawasara (2003), Definisi tegalan adalah katagori lahan kering yang disebut dengan lahan tegalan, topografinya miring, tidak pernah tergenang air, pengairannya hanya mengandalkan air hujan. Oleh sebab itu pertumbuhan tanaman diatasnya sangat tergantung dari air hujan.
  3. Hidayat (2007), Tegalan artinya yaitu salah satu jenis lahan pertanian memiliki daur yang bermacam-macam, sebab tersusun atas bermacam-macam jenis, sehingga petani tagelan bisa mengambil hasilnya setiap saat. Secara umum, bisa dikatakan bahwa pekarangan dan tegalan bisa memberikan kontribusi dan manfaat yang besar bagi pemiliknya dan memberikan jasa lingkungan sehingga dapat menjaga kelestarian lingkungan.
  4. Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti tegalan adalah tanah yang luas dan rata yang ditanami palawija dan sebagainya dengan tidak menggunakan sistem irigrasi, tetapi bergantung pada hujan, ladang, dan huma.
  5. Prasetyo (2006), tegalan yaitudaerah dengan lahan kering yang bergantung pada turunnya air hujan atau lahan yang tidak memperoleh pengairan teknis ataupun setengah teknis yang ditinjau dari segi iklim tagelan atau lahan kering.

Ciri Tegalan

Ciri Tegalan
Ciri Tegalan

Seperti lahan pertanian pada umumnya tegalan memiliki karakteristik yang berbeda dari yang lainnya. Adapun karakteristik tersebut diantaranya yaitu:

  1. Menggunakan sistem tumpangsari

Artinya dalam sebidang lahan pertanian cara bertani di lahan tegalan ditanami beragam tanaman. Misalnya tumpang sari antara padi ladang dan palawija (jagung, kacang-kacangan, umbi batang, dan lain-lain). Sistem tumpangsari sangat menguntungkan karena bisa mencegah terjadinya kegagalan panen.

  1. Lahan tegalan sifatnya sudah menetap

Berbeda dengan lahan pertanian yang menggunakan irigasi pada sistem perairannya. Pada lahan tegalan ini biasanya hanya ditanami pada musim hujan saja, sedangkan pada musim kemaraunya diberakan atau dibiarkan, alias tidak ada tanaman.

  1. Pelestarian Produktivitas sudah Ada

Di lahan tegalan, upaya pelestarian produktivitas sudah ada yang dilakukan dengan cara pemupukan, walaupun terbatas hanya ketika ditanami saja, sedangkan pelestarian selanjutnya berjalan secara alami, atau dibiarkan ditumbuhi tanaman liar, yang kemudian dibabat ketika akan ditanami kembali dengan tanaman yang bernilai ekonomi.

Pada umumnya tingkat produktivitas dari lahan ini terbilang cukup rendah dan tidak stabil karena keadaan topografinya yang tidak mendatar dan tidak dibatasi oleh pematang atau sengkedan untuk sebagai penahan erosi.

  1. Pengolahan Tanah Intensif

Penggunaan lahan tegalan yang mengaplikasikan pengolahan tanah intensif memiliki kualitas fisik dan hidrologi terendah. Penggunaan lahan ini mempunyai infiltrasi, hantaran hidrolik, porositas, kadar air yang lebih rendah, dan bobot isi yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan lahan lainnya.

Jenis Tegalan

Adapun jikalau dilihat dari macam-macamanya, dalam tegalan terbagi atas 2 bentuk. Antara lain adalah sebagai berikut;

contoh tagelan lahan kering beriklim basah
contoh tagelan lahan kering beriklim basah
  1. Beriklim basah

Jenis tagelan yang pertama yaitu lahan kering beriklim basah. Pada jenis tegelan ini ditandai dengan kondisi tingkat curah hujan yang lebih dari 2.200 mm pertahun dengan penyebaran yang dapat dikatakan relatif merata.

contoh tagelan lahan kering beriklim kering
contoh tagelan lahan kering beriklim kering
  1. Beriklim kering

Jenis tagelan yang kedua yaitu lahan kering beriklim kering. Pada jenis tagelan ini ditandai dengan curah hujan antara 1.000 sampai dengan 1.500 mm per tahun selama 3 sampai 4 bulan dengan penyebaran yang tidak teratur.

Manfaat Tegalan

Adapun beberapa fungsi tagalan antara lain;

  1. Menanam tanaman musiman

Lahan tagelan adalah sebuah lahan pertanian yang sangat bergantung pada musim hujan sebagai sistem perairannya. Dengan demikian, tegalan bermanfaat untuk ditanami dengan jenis-jenis tanaman musiman atau tahunan.

  1. Lahan Perkebunan

Dengan melihat dari kondisi lahan tagelan ini yang berbeda dari lahan pertanian pada umumnya. Maka, selain dimanfaatkan untuk lahan pertanian dan juga dalam arti perkebunan, lahan kering juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain.

Dalam hal ini misalnya dalam hal ini ialah untuk keperluan pembuatan dan pembangunan pemukiman penduduk, lokasi industri dan juga perkantoran, serta pembangunan lainnya, yang mendukung kemajuan suatu daerah tertentu.

Contoh Tanaman Tegalan

Tegalan biasnya ditanami dengan tanaman misalnya beragam jenis padi gogo, palawija, dan holtikultura. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut;

contoh tanaman tagelan padi gogo
contoh tanaman tagelan padi gogo
  1. Padi Gogo di Tegalan

Tanaman padi gogo merupakan suatu tipe padi lahan kering yang toleran terhadap kekeringan atau tanpa penggenangan seperti padi sawah. Jenis padi yang satu ini banyak diusahakan hampir diseluruh wilayah di Indonesia.

Di masing-masing daerah, varietas padi gogo yang diusahakan bervariasi dan umumnya merupakan jenis padi lokal. Pada umumnya, budidaya padi gogo dilakukan dengan sistem tumpang sari, yaitu sistem bercocok tanam secara campuran.

Padi gogo membutuhkan air sepanjang pertumbuhannya dan kebutuhan air tersebut hanya berasal dari curah hujan. Tanaman ini bisa tumbuh pada derah mulai dari daratan rendah sampai daratan tinggi. Tumbuh di wilayah tropis/subtropis pada 450 LU-450 LS dengan cuaca panas dan kelembaban tinggi dengan musim hujan 4 bulan.

Padi gogo bisa tumbuh baik pada berbagai jenis tanah, sehingga jenis tanah tidak terlalu mempengaruhi pertumbuhan dan hasil padi gogo. Faktor yang lebih berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil yaitu sifat fisik, kimia dan biologi tanah atau dengan kata lain kesuburannya.

Untuk menunjang pertumbuhan tanaman yang baik, dibutuhkan perbandingan yang seimbang dalam hal penyusun tanah, yang meliputi 45% bagian mineral, 5% bahan organik, 25% bagian air, dan 25% bagian udara, pada lapisan tanah setebal 0-30 cm.

Padi gogo sesuai jika ditanam di tanah yang berstruktur remah, sedangkan tekstur yang sesuai bervariasi, seperti berliat, berdebu halus, berlempung halus sampai tanah kasar dan air yang tersedia diperlukan cukup banyak.

contoh tanaman tegalan jagung
contoh tanaman tegalan jagung
  1. Tanaman Jagung

Budidaya jagung di lahan kering (tegalan) memiliki potensi yang dinilai masih terbuka lebar sebab hasil rata-ratanya masih rendah yaitu sekitar 1,2 ton/ha, padahal potensi tersebut bisa membuahkan hasil mencapai sebesar 4,5 ton/ha untuk varietas jagung bersari bebas, sedangkan untuk jagung hibrida potensinya bisa mencapai 5-7,6 ton/ha.

Untuk bisa tumbuh dengan baik di tegalan yang memang pengairannya hanya mengandalkan dari hujan, maka diperlukan pemilihan benih yang baik dan bermutu, karena mutu benih tersebut sangat menentukan produktivitas jagung yang akan dihasilkan.

Arti benih jagung yang baik memiliki ciri-ciri yaitu: bebas beragam arti hama dan penyakit, daya tumbuh di atas 80%, biji sehat, berisi dan tidak keriput serta tidak mengkilat, tidak bercampur dengan varietas lain, penampilan tanaman yang seragam, kebutuhan benih atu bibit jagung di lahan kering ±25 kg/ha dengan jarak tanam 70×30 cm.

Dalam menanam jagung, yang harus diperhatikan adalah kondisi kelembaban tanah. Ketika menanam tanah harus cukup lembab tapi tidak terlalu basah. Oleh sebab itu, pada lahan kering penanaman jagung bisa dilakukan dua kalli dalam setahun yaiut; pada Bulan Oktober atau November dan pada Bulan Maret atau April.

contoh tanaman tagelan cabai
contoh tanaman tagelan cabai
  1. Tanaman Cabai

Cabai merupakan tanaman yang memiliki daya adaptasi luas sehingga mudah untuk ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi. Cabai bisa dibudidayakan pada lahan sawah maupun lahan kering, seperti tegalan.

Tanah yang cocok untuk tanaman cabai yaitu tanah yang kaya humus gembur dan sarang serta tidak tergenang air; pH tanah yang ideal sekitar 5  sampai dengan 6; suhu udara berkisar antara 25-270C; kelembaban udara 80%, dan curah hujan 600 sampai dengan 1.200 mm/tahun.

Untuk menanam cabai di lahan kering, waktu tanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret sampai dengan April). Untuk mendapatkan harga cabai yang tinggi, penanaman dapat juga dilakukan pada bulan Oktober dan panen pada bulan Desember, tapi ada resiko kegagalan. Saat menanam cabai usahakan saluran drainase yang baik.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa tegalan termasuk lahan kering dalam pemanfaatannya seringkali menghadapi kendala dikarenakan lahan ini mempunyai kondisi ekosistem agro ekosistem yang beragam. Padahal potensi sumberdaya lahan kering di Indonesia sendiri sangat besar dan persebarannya hampir merata di seluruh wilayah Indonesia, terutama di luar Pula Jawa.

Bahkan diperkirakan luas lahan kering di Indonesia sekitar 7,7 juta ha. Pada umumnya lahan ini mempunyai C-organik tanah rendah, pH tinggi, dan kekurangan hara NPK dan hara mikro tanah. Rendahnya curah hujan tahunan dengan jumlah bulan kering lebih dari tujuh bulan sehingga lahan-lahan kering sering mengalami kekurangan air yang mengakibatkan produktivitas tanah rendah.

Hal tersebut bisa diatasi salah satunya yaitu dengan menerapkan sistem pertanian konservasi untuk meningkatkan produktivitas lahan kering terutama lahan kering iklim kering. Sistem konservasi ini memadukan pengelolaan bahan organik, tanah, dan tanaman yang bertujuan meningkatkan produktivitas tanah secara berkelanjutan.

Demikianlah serangkain artikel yang sudah kami tuliskan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian tegalan menurut para ahli, ciri, jenis, manfaat, dan contohnya dalam pertanian. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.